Selasa, 15 Januari 2013
2013, tahun Investasi
Berawal tahun 2009, sebuah buku berjudul "kebebasan finansial" menarik perhatian saya, buku yang saya dapatkan di toko loak di jl geger kalong girang, persis di jl keluar kampus UPI. isinya ialah tentang pentingnya melakukan investasi dan membuat perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan keuangan di masa mendatang. juga dibahas tentang inflasi yang menyebabkan turunnya nilai uang.
beberapa buku dengan tema yang sama kemudian sy beli dan menambah pengetahuan saya, tulisan di internet juga menambah pengetahuan saya. awal tahun 2011 yaitu sekitar bulan februari saya mengikuti seminar berkebun emas yang dibawakan oleh Rully Kustandar dari bandung. beliau mengupas tuntas tentang emas, nilai dan manfaatnya. sebelumnya tulisan di koran telah pernah membahas tentang berkebun emas, dan telah pernah pula sy mencoba cari tahu di bank-bank syariah. tetapi seminar hari itu memberi sy gambaran yang jelas tentang kebun emas. Sy putuskan langsung praktek. sy langsung beli emas 25 gram 24 karat lokal, kemudian sy gadai di BRIS. singkatnya tahun 2011 pada bulan 8-9 sy menikmati keuntungan hasil kebun tersebut dimana saat itu harga emas mencapai harga tertingginya bahkan sampai sekarang belum kembali ke harga tersebut.
Di tahun 2012 harga emas turun, sehingga beberapa sertifikat gadai harus sy pindahkan ke pegadaian dan beberapa lagi harus sy jual dengan kerugian. sampai saat ini beban itu masih menggerogoti portofolio simpanan gadai emas saya.
Tetapi di 2012 juga sy mulai investasi di saham, ini sy mulai ketika suatu hari jalan2 di MP kemudian tidak sengaja menemukan pameran BEI dan Indopremeir yg sedang mengedukasi masyarakat tentang pasar modal. sy mendapat gratis biaya pendaftaran serta cinderamata baju kaus yg dengan bangga saya pakai.
di akhir tahun 2010 pula sy bertemu dengan teman2 alumni amik rizky yang saat itu sedang ramai rencana melaksanakan reuni. salah seorang teman ternyata telah berhasil di bisnis MLM dari melia yang menawarkan produk propolis dan biyang. sy melihat produknya yang bagus dan karena itulah sy gabung. dua bulan kemudian ternyata sy dapat bonus oleh karena jaringan sy berkembang hasil kerja up line saya dan ini yang membuat sy terus membeli dan membeli dan menambah titik dalam jaringan saya. seiring bertambahnya titik di jaringan saya bonus sy juga bertambah hingga sekarang.
di bisnis propolis ini pula sy bertemu teman yang kemudian berhenti dan kemudian menawarkan propolis. saat bertemu, beliau menawarkan sy bisnis baru yaitu bisnis saham perusahaan pra IPO yang berpusat di Panama. sy tertarik dan bergabung pd sekitar bulan Juli 2012. 3 bulan kemudian beliau menawarkan lagi peluang usaha baru, oleh karena VGMC telah berubah dan tidak lagi menawarkan dividen bulanan. perusahaan tersebut bernama Rapid Gold Currency exChange. dan diawal tahun 2013 kembai sebuah bisnis baru lagi beliau tawarkan yaitu sebuah perusahaan yang berkantor di singapura dan juga menawarkan saham pra IPO.
sejumlah peluang bisnis tersebut saat ini masih terus aktif. di VGMC jumlah saham 1000 lembar setelah di konversi ke Asian Gold Mining Asset Company menjadi 2000 lembar dengan harga perlembar menjadi $2,5/lbr dari sebelumnya $1,7/lbr. di RGCX saat ini memasuki bulan ke-4 dan secara rutin setiap tanggal 10 mengirimkan deviden bulanan sejumlah 10% dari nilai investasi dan saat ini telah menerima kiriman 3 kali.
di IndexGB meskipun nilai deviden bulanannya bervariari antara 2,5% sd 15%, tetapi terdapat potensi keuntungan 30x lipat yaitu ketika harga saham menjadi $5 saat IPO tahun 2015 dimana saat ini harganya baru $0,68 per lembar.
hari-hari ini, aktivitas saya adalah beli dan jual saham online melalui desktop IPOT, beberapa saham yg sering sy transaksikan adalah saham Aneka Tambang, Telkom, Unilever, Trada Maritim BRI, BMRI, BKSL, CNKO, MITI, Holcim Indonesia, ENRG, BUMI dll. keuntungan terbesar pernah sy capai ketika transaksi dengan beli saham UNVR di harga 21.350 dan 21.050 dan menjualnya di harga 21.900. sy untung sekitar 800rb hanya dalam 1 hari. Melalui desktop MT4 RGCX juga sy jual beli emas, tetapi sy justru rugi sekitar $19.
Demikianlah, upaya untuk mencapai kebebasan finansial tersebut ditempuh dengan mengajak teman2 untuk sukses bersama. begitu banyak peluang usaha, upaya perlu hasil selalu harus diwaspadai, karena bahkan di bisnis yang betul2legal masih diperlukan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca dan angin kencang.
sukses untuk kita semua
Sabtu, 05 Mei 2012
Malam Minggu di Benteng'e
Akhirnya tiba juga di dusun Benteng'e desa Bonto Mate'ne Kabupaten Maros. Bersama Pak Iwan dan Pak Ady, bertiga kami mengayuh sepeda dari Kantor di Jl. Adyaksa Makassar ke lokasi ini, menempuh jarak sekitar 20km lebih melewati jalan Adyaksa, Dg. Sirua, Racing Center, Urip Sumoharjo, Perintis Kemerdekaan, jl. Maros dan jl Benteng'e. Selama 2 jam lebih dan empat kali singgah akhirnya tiba juga.
Pak Indra menyambut kami dengan tawa lebar, disertai kekagetan bahwa ternyata kami bisa juga sampai di lokasi ini dengan naik sepeda. Disini sudah hadir belasan mahasiswa KKN STITEK yang telah hadir sejak seminggu lalu.
Pak Indra adalah pimpinan Lembaga Pemberdayaan Rakyat Nusantara (L-Peran), LSM yang memfasilitasi masyarakat dusun Benteng'e dalam membudidayakan Ikan Nila dengan memanfaatkan kolam bekas galian tanah urugan bandara tahun 1993. Jadi selama 20 tahun lebih kolam-kolam tersebut tidak pernah termanfaatkan dan dibiarkan begitu saja. sebelumnya L-Peran telah sering bekerjasama denga BPPNFI Regional V dalam hal pemanfaatan bantuan sosial pendidikan kecakapan hidup direktorat binsuslat kemendikbud. 3 tahun lalu misalnya L-Peran membantu masyarakat pulau Sabutung sebagai fasilitator program PKH dalam bidang budidaya rumput laut. Dengan kinerja yang baik, terlihat dari pelaksanaan kegiatan dan pelaporan yang tepat waktu, apalagi dampak bagi masyarakat yang terlihat jelas, L-Peran terus berbuat memfasilitasi masyarakat melakukan perubahan pola pikir yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada tahun 2011, pemerintah meluncurkan berbagai macam program bantuan sosial dibidang pendidikan kecakapan hidup, salah satu jenis bantuan tersebut adalah pendidikan kecakapan Hidup bagi Lembaga Pendidikan (PKH-LPd) yang di terima oleh L-Peran untuk kegiatan budidaya Ikan Nila di dusun benteng'e ini. Melibatkan sejumlah 30 orang peserta yang terlibat pada kegiatan ini, mereka diajari cara pemanfaatan kolam untuk budidaya ikan nila, selain juga pembuatan kolam terpal. Hasil yang diperoleh masyarakat telah berhasil memanen ikan nila di dua kolam, dimana masing-masing kolam terdiri atas 4-5 keramba apung dan keramba tiang. Bibit ikan di datangkan dari Jawa kemudian disebar di keramba-keramba, dalam waktu 4 bulan sudah bisa dipanen. Dari 2000 bibit ikan yang disebar di 3 keramba, dengan mortalitas sekitar 20% bisa diperoleh hasil puluhan kilogram ikan. (1 kg terdiri atas 4-6 ekor ikan dengan harga minimal Rp. 12.000,-).
Dg. Rowa adalah salah seorang peserta dan juga sebagai salah seorang ketua kelompok telah merasakan manfaat dari program ini. Dg. Rowa selama ini membiarkan kolam warisan mertua tersebut terbengkalai. Keahlian Dg. Rowa selama ini adalah sebagai teknisi dan operator alat berat, keahlian tersebut diperoleh dari saudara dan keluarga yang sebelumnya juga sebagai operator alat berat. Keahlian sama juga diperoleh anak dan menantu Dg Rowa dari saudara dan keluarga. Dan sejak anak dan menantunya telah memiliki keahlian tersebut, Dg Rowa berhenti dan kembali mengerjakan sawah. Hingga akhirnya Dg. Rowa bertemu dengan Pak Indra dan kemudian memanfaatkan kolam tersebut untuk budidaya ikan nila.
Pak Tua juga adalah salah seorang ketua Kelompok dan memiliki kolam yang lebih luas, dan juga terbengkalai sejak tahun 1995. Sejak mengikuti pembelajaran budidaya ikan nila ini, Pak Tua serius menekuni kegiatan ini. Pak Tua menjelaskan bahwa dengan budidaya ikan nila ini modalnya hanya 1 dan kembali hasilnya 3 dan tetap bisa tidur siang, hal yang tidak bisa dilakukannya dengan profesi sebelumnya.
Alhamdulillah.... apa yang kami saksikan disini, dimana program pemerintah berhasil dilaksanakan oleh lembaga mitra dan masyarakat benar-benar merasakan hasilnya. kedepan program ini akan terus di kembangkan dengan menambah dan memperluas cakupan program agar benar-benar bisa memanfaatkan kolam-kolam galian yang masih banyak tersisa. di luar 2 kolam yang dikelola ini masih tersisa belasan hektar kolam-kolam galian yang belum termanfaatkan.
Apa yang telah dimulai ini mudah-mudahan dapat terus dilanjutkan... semoga
Kamis, 19 April 2012
diklat pb bpkb se regional V
diklat PB se regional v dilaksanakan di balai dari tanggal 17 sampai dengan 20 april 2012 diikuti oleh teman-teman pamong belajar dari bpkb se sulawesi.
tema diklat adalah pengkajian program dan pengembangan model.
acara diklat berlangsung dengan baik dimana semua peserta antusias mengikuti materi dan berdiskusi tentang pengembangan model.
beberapa judul model menarik seperti pengeloloaan pembelajaran keaksaraan menggunakan HP dari sultra, model anyaman bambu dari sulawesi tengah, model pembuatan jok kursi dari sulut, model bahan ajar pembelajaran mandiri dari gorontalo, model pembelajaran keaksaraan melalui bahasa ibu dari sulbar.
tema diklat adalah pengkajian program dan pengembangan model.
acara diklat berlangsung dengan baik dimana semua peserta antusias mengikuti materi dan berdiskusi tentang pengembangan model.
beberapa judul model menarik seperti pengeloloaan pembelajaran keaksaraan menggunakan HP dari sultra, model anyaman bambu dari sulawesi tengah, model pembuatan jok kursi dari sulut, model bahan ajar pembelajaran mandiri dari gorontalo, model pembelajaran keaksaraan melalui bahasa ibu dari sulbar.
Jumat, 30 Maret 2012
BBM naik....????
Hampir pasti harga BBM akan di naikkan, pidato presiden RI tadi malam menegaskan BBM akan di naikkan. Alasan utama pemerintah untuk menaikkan harga BBM adalah adanya selisih yang besar antara asumsi harga BBM pada APBN dengan harga minyak dunia yang di tentukan oleh NYMEX. selisih mana akan membuat neraca APBN akan menjadi timpang mengingat besarnya selisih tersebut. asumsi APBN mengenai harga minyak adalah sebesar US$90/barel sementara harga minyak sekarang bergerak naik hingga ke angka US$105/barel. Selisih harga minyak tersebut akan mengakibatkan subsidi BBM membenkak hingga pada akhirnya sejumlah anggaran negara akan di alihkan untuk subsidi BBM. inilah kenapa APBN akn jebol.
Sejumlah tokoh menolak alasan pemerintah tersebut, Kwik Kian Gie misalnya membuat perhitungan sendiri dengan kesimpulan bahwa jangankan APBN akan jebol justru pemerintah masih kelebihan dana sebesar 97Trilyun rupiah, berbanding terbalik dengan asumsi pemerintah yang menghitung pemerintah akan defisit sebesar sekitar 148Trilyun rupiahatau lebih.
Angka 97trilyun tersebut diperoleh dari selisih penerimaan pembelian BBM oleh pertamina kepada pemerintah sebesar 224trilyu dengan besaran subsidi pemerintah sebesar 126triyun. Pertamina sendiri menerima pembayaran BBM dari masyarakat sebesar 283triyun sementara jumlah biaya untuk BBM yang dijual ke masyarakat tersebut adalah sebesar 410trilyun. selisih antara besaran biaya produksi BBM tersebt dengan penerimaan penjualan BBM dari msyarakat sebesar 283trilyun inilah yang ditanggung oleh pemerintah dan disebut dengan subsidi dengan jumlah sebesar 126trilyun.
Persoalan hitung-hitungan diatas menjadi rumit dan mungkin memusingkan bagi kita yang awam terhadap persoalan perminyakan tersebut, tetapi sebagai bandingannya di negara-negara tetangga kita seperti malaysia, singapura, thailand dll harga premium Indonesia adalah yang terendah. tetapi apakah harga bensin di Indonesia yang terendah? ternyata beberapa negara lain yang memproduksi minyak sebagaimana halnya juga Indonesia menjual BBM ke masyarakatnya dengan harga yang jauh lebih rendah hingga dibawah seperduanya. negara-negara seperti venezuela, Turkmenistan, Nigeria dll.
Persoalan BBM bukan cuma harga jual pertamina, di daerah-daerah pelosok Indonesia dimana penyaluran BBM sering terlambat dankurang, harga pembelian BBM justru telah lama naik. mereka-mereka terbiasa membeli bensin dengan harga 8.000 hingga 12.000 perliter, maka ribut-ribut kenaikan harga BBM dari 4.500 ke harga 6.000 masih kecil bagi mereka, toh selama ini juga mereka sudah membelil jauh lebih mahal dari harga di Jawa.
Minyak adalah komoditi vital, komoditi yang sangat terkait dan mempengaruhi harga-harga kebutuhan pokok yang lain. oleh karena minyak dibutuhkan sebagai bahan bakar kendaraan untuk mengangkut barang dan orang. Otomatis kenaikan harga BBM akan juga menaikkan harga barang-barang kebutuhan pokok serta biaya-biaya lain. BBM tidak naik saja harga-harga barang selalu naik rutin tiap tahun. Bagi masyarakat yang hidupnya menjual barang-barang kebutuhan tersebut, naiknya harga BBM otomatis akan diikuti naiknya harga jual barang-barang, pun margin keuntungan penjualan barang juga akan naik. Maka makin tinggi harga barang makin tinggi pula omset penjualan dan makin besar pula nilai keuntungan yang diperoleh. berbeda dengan masyarakat yang hidup dari gaji atau upah. Para buruh dan karyawan yang menerima gaji atau upah bulanan, menerima gaji yang cenderung tetap. PNS pun misalnya yang gajinya bahkan telah naik menjadi 4 kali selama 10, daya belinya justru berkurang hingga hampir setengahnya.
Pada sejumlah PNS yang saya tanya mengenai fenomena ini mereka menjawab, kalau dulu gaji kecil tetapi masih bisa membeli banyak barang, sekarang gaji naik tetapi tidak bisa belanja sembarang.
Inilah ironi yang banyak kita tidak sadari, gaji tiap tahun naik, tetapi barang2 pokok makin tak terbeli. Barang-barang yang justru mengalami penurunan harga adalah barang elektronik dan biaya telekominikasi. barang makin bagus dan canggih, harga justru makin turun. Sebagai ilustrasi saya membeli telepon seluler bekas dari dosen saya waktu itu pada tahun 1999 seharga 450.000 dan kartu GSM sebesar 750.000 yang berisi pulsa sebesar 500.000. harga kartu sebesar 250.000 adalah harga kartu GSM saat itu, bandingkan dengan sekarang yang bahkan dengan uang 2.000 pun sudah bisa membeli kartu berikut pulsanya. Biaya menelpon pada waktu itu dengan menghubungi nomor fixed telepon adalah 3.500 per menit sementara menghubungi nomor dari operator yang sama adalah 1.500 per menit. untuk mengirim berita ke saudara yang jauh melalui telegram membutuhkan biaya puluhan ribu sekarang dengan sms kapanpun dan dimanapun bisa mengirim berita dengan biaya hanya 100.
Biaya telekomunikasi memang turun, hingga bahkan pemulung di pinggir jalan pun sudah memiliki HP, hal mana dulu di tahun 1999 hanya orang kaya yang memiliki HP kecuali saya. Tetapi biaya untuk kebutuhan pokok makin tinggi, produk-produk makanan hampir semuanya diperoleh dari impor, misalnya terigu, kedelai dan susu. Padahal barang-barang tersebut kita konsumsi tiap hari. berbanding terbalik dengan luasnya tanah pertanian dan banyaknya sumber daya yang dimiliki bangsa ini. tetapi semua itu di kelola oleh orang asing. kendaraan dan peralatan elektronik yang kita pake semuanya impor padahal bahan mentahnya justru mereka peroleh dari kita. bodohkah bangsa ini? tidak juga, sebab bahkan pesawat terbang bisa kita bikin, lalu mengapa mesin-mesin sederhana tidak bisa kita bikin. betulkah tidak bisa bikin? sebenarnya bisa dan ada tetapi kita lebih memilih produk-produk impor disamping memang justru harganya lebih murah dan tersedia.
simpulannya, dengan naiknya BBM maka bersiaplah untuk menghadapi kenyataan penurunan daya beli dari gaji kita, tetapi jangan putus asa, saatnya menyadari itu dan memikirkan cara untuk tetap bertahan bahkan bermimpi kalo perlu, untuk merencanakan masa depan. Memang susah, tetapi juga gampang bagi yang mau mencari jalan keluar. Jangan pasrah. Saya sudah mencobanya dengan bisnis propolis, dan juga dengan emas. Dan saya masih terus mencari dan mencari... Bagaimana anda? gabung yuk...:)
Sejumlah tokoh menolak alasan pemerintah tersebut, Kwik Kian Gie misalnya membuat perhitungan sendiri dengan kesimpulan bahwa jangankan APBN akan jebol justru pemerintah masih kelebihan dana sebesar 97Trilyun rupiah, berbanding terbalik dengan asumsi pemerintah yang menghitung pemerintah akan defisit sebesar sekitar 148Trilyun rupiahatau lebih.
Angka 97trilyun tersebut diperoleh dari selisih penerimaan pembelian BBM oleh pertamina kepada pemerintah sebesar 224trilyu dengan besaran subsidi pemerintah sebesar 126triyun. Pertamina sendiri menerima pembayaran BBM dari masyarakat sebesar 283triyun sementara jumlah biaya untuk BBM yang dijual ke masyarakat tersebut adalah sebesar 410trilyun. selisih antara besaran biaya produksi BBM tersebt dengan penerimaan penjualan BBM dari msyarakat sebesar 283trilyun inilah yang ditanggung oleh pemerintah dan disebut dengan subsidi dengan jumlah sebesar 126trilyun.
Persoalan hitung-hitungan diatas menjadi rumit dan mungkin memusingkan bagi kita yang awam terhadap persoalan perminyakan tersebut, tetapi sebagai bandingannya di negara-negara tetangga kita seperti malaysia, singapura, thailand dll harga premium Indonesia adalah yang terendah. tetapi apakah harga bensin di Indonesia yang terendah? ternyata beberapa negara lain yang memproduksi minyak sebagaimana halnya juga Indonesia menjual BBM ke masyarakatnya dengan harga yang jauh lebih rendah hingga dibawah seperduanya. negara-negara seperti venezuela, Turkmenistan, Nigeria dll.
Persoalan BBM bukan cuma harga jual pertamina, di daerah-daerah pelosok Indonesia dimana penyaluran BBM sering terlambat dankurang, harga pembelian BBM justru telah lama naik. mereka-mereka terbiasa membeli bensin dengan harga 8.000 hingga 12.000 perliter, maka ribut-ribut kenaikan harga BBM dari 4.500 ke harga 6.000 masih kecil bagi mereka, toh selama ini juga mereka sudah membelil jauh lebih mahal dari harga di Jawa.
Minyak adalah komoditi vital, komoditi yang sangat terkait dan mempengaruhi harga-harga kebutuhan pokok yang lain. oleh karena minyak dibutuhkan sebagai bahan bakar kendaraan untuk mengangkut barang dan orang. Otomatis kenaikan harga BBM akan juga menaikkan harga barang-barang kebutuhan pokok serta biaya-biaya lain. BBM tidak naik saja harga-harga barang selalu naik rutin tiap tahun. Bagi masyarakat yang hidupnya menjual barang-barang kebutuhan tersebut, naiknya harga BBM otomatis akan diikuti naiknya harga jual barang-barang, pun margin keuntungan penjualan barang juga akan naik. Maka makin tinggi harga barang makin tinggi pula omset penjualan dan makin besar pula nilai keuntungan yang diperoleh. berbeda dengan masyarakat yang hidup dari gaji atau upah. Para buruh dan karyawan yang menerima gaji atau upah bulanan, menerima gaji yang cenderung tetap. PNS pun misalnya yang gajinya bahkan telah naik menjadi 4 kali selama 10, daya belinya justru berkurang hingga hampir setengahnya.
Pada sejumlah PNS yang saya tanya mengenai fenomena ini mereka menjawab, kalau dulu gaji kecil tetapi masih bisa membeli banyak barang, sekarang gaji naik tetapi tidak bisa belanja sembarang.
Inilah ironi yang banyak kita tidak sadari, gaji tiap tahun naik, tetapi barang2 pokok makin tak terbeli. Barang-barang yang justru mengalami penurunan harga adalah barang elektronik dan biaya telekominikasi. barang makin bagus dan canggih, harga justru makin turun. Sebagai ilustrasi saya membeli telepon seluler bekas dari dosen saya waktu itu pada tahun 1999 seharga 450.000 dan kartu GSM sebesar 750.000 yang berisi pulsa sebesar 500.000. harga kartu sebesar 250.000 adalah harga kartu GSM saat itu, bandingkan dengan sekarang yang bahkan dengan uang 2.000 pun sudah bisa membeli kartu berikut pulsanya. Biaya menelpon pada waktu itu dengan menghubungi nomor fixed telepon adalah 3.500 per menit sementara menghubungi nomor dari operator yang sama adalah 1.500 per menit. untuk mengirim berita ke saudara yang jauh melalui telegram membutuhkan biaya puluhan ribu sekarang dengan sms kapanpun dan dimanapun bisa mengirim berita dengan biaya hanya 100.
Biaya telekomunikasi memang turun, hingga bahkan pemulung di pinggir jalan pun sudah memiliki HP, hal mana dulu di tahun 1999 hanya orang kaya yang memiliki HP kecuali saya. Tetapi biaya untuk kebutuhan pokok makin tinggi, produk-produk makanan hampir semuanya diperoleh dari impor, misalnya terigu, kedelai dan susu. Padahal barang-barang tersebut kita konsumsi tiap hari. berbanding terbalik dengan luasnya tanah pertanian dan banyaknya sumber daya yang dimiliki bangsa ini. tetapi semua itu di kelola oleh orang asing. kendaraan dan peralatan elektronik yang kita pake semuanya impor padahal bahan mentahnya justru mereka peroleh dari kita. bodohkah bangsa ini? tidak juga, sebab bahkan pesawat terbang bisa kita bikin, lalu mengapa mesin-mesin sederhana tidak bisa kita bikin. betulkah tidak bisa bikin? sebenarnya bisa dan ada tetapi kita lebih memilih produk-produk impor disamping memang justru harganya lebih murah dan tersedia.
simpulannya, dengan naiknya BBM maka bersiaplah untuk menghadapi kenyataan penurunan daya beli dari gaji kita, tetapi jangan putus asa, saatnya menyadari itu dan memikirkan cara untuk tetap bertahan bahkan bermimpi kalo perlu, untuk merencanakan masa depan. Memang susah, tetapi juga gampang bagi yang mau mencari jalan keluar. Jangan pasrah. Saya sudah mencobanya dengan bisnis propolis, dan juga dengan emas. Dan saya masih terus mencari dan mencari... Bagaimana anda? gabung yuk...:)
Rabu, 08 Februari 2012
Gaji PB, Tambahan Tunjangan Vs Harga Emas
Hari-hari sekarang ini, pengurus IPABI diseluruh Indonesia tiba-tiba disibukkan untuk mengumpulkan data Pamong Belajar di wilayahnya masing-masing. Data tersebut meliputi jumlah seluruh pamong belajar serta jumlah Pamong belajar di setiap jenjang jabatan sebagai bahan untuk pengusulan tunjangan tambahan fungsional pamong belajar. Tunjangan mana akan di bayarkan pemerintah pusat melalui pemerintah daerah masing-masing.
Tanpa mempersoalkan berapa jumlah tunjangan tambahan tersebut, saya ingin memberikan ilustrasi sedikit tentang fenomena naiknya gaji pegawai setiap tahun sekaligus mempertanyakan apakah benar gaji naik?.
Jika dihitung dengan nilai rupiah gaji memang naik karena gaji awal saya sebesar Rp. 750.000 perbulan sekarang sudah naik menjadi hampir 3 juta. Tetapi jika yang dihitung bagaimana daya beli uang tersebut terutama terhadap harga emas, maka inilah yang akan saya bahas. Contoh yang saya pakai tentu saja saya sendiri atau gaji pegawai seangkatan saya.
Saya terangkat sebagai pegawai dengan TMT tanggal 1 Desember 2001, sepuluh tahun lalu. Didalam SK CPNS saya tersebut saya diangkat sebagai tenaga Fungsional Pamong Belajar dengan gaji yang diterima yang masih 80% sebesar Rp. 750.000.
Pada tahun 2002 harga emas pada waktu itu masih sekitar Rp. 85.000 pergram dan tahun berikutnya naik menjadi Rp. 100.000 pergram, sehingga tahun 2001 kemungkinan harganya adalah Rp. 75.000 pergram. Harga emas selama ini selalu mengalami kenaikan kurang lebih 20% pertahun,dan sekarang harganya sudah Rp. 552.000 per gram. Jika saja harga emas tahun 2001 tersebut adalah Rp. 75.000 per gram maka dengan gaji CPNS saya tersebut sebesar Rp. 750.000 bisa membeli emas sebanyak 10gram.
Harga emas pergram dibedakan untuk emas perhiasan dan emas batangan, nah harga diatas adalah harga emas batangan yang berbeda lagi berdasarkan ukuran 1 batang tersebut. Ukuran 1 batang tersebut bervariasi dari 1 gram per batang hingga 1 kilogram perbatang.
Lalu berapa harga emas sekarang? berapa gram emas yang bisa dibeli dengan gaji sekarang?
Harga emas yang dijual oleh PT. ANTAM Tbk per hari ini dapat dilihat di laman webnya. Sebagaimana tersaji dalam tabel berikut ini :
Gold Bar
Date : 08-02-2012 8:22:00
Buy Back Price :Rp .495.000/gram
Gram Price per Bar (Rp) Price per Gram (Rp) Stock
1 552.000 552.000 Available
2 1.062.000 531.000 Available
2.5 1.317.000 526.800 Available
3 1.572.000 524.000 Not Available
4 2.082.000 520.500 Not Available
5 2.602.500 520.500 Available
10 5.165.000 516.500 Available
25 12.837.000 513.480 Available
50 25.597.000 511.940 Available
100 51.124.000 511.240 Available
250 127.580.000 510.320 Available
1000 510.000.000 510.000 Not Available
dari tabel diatas terlihat bahwa harga 1 batang emas seberat 1 gram adalah Rp. 552.000, harga 1 batang emas seberat 10 gram adalah Rp. 5.602.500 atau Rp. 516.000 per gram.
Jadi, jika di ukur dengan emas maka sebetulnya gaji saya yang sekarang mendekati 3 juta yang sudah naik hampir 4 kali lipat dari gaji pertama saya dulu sebenarnya hanya mampu membeli emas seberat 5,56 gram , daya belinya terhadap emas justru turun hampir setengahnya.
Seandainya saja, besarnya pembayaran gaji konsisten terhadap harga emas maka tidak naik gajipun nilai rupiah gaji saya akan sama dengan Rp. 5.165.000 atau tetap senilai 10 gram emas. Dan jika konsisten gaji naik sebesar hampir 4 kali lipat, maka dengan 40 gram emas akan setara dengan 20 juta lebih.
Tahun 2012 ini sudah sering dibicarakan bahwa gaji pegawai di lingkungan Kemdikbud juga akan di berlakukan remunerasi, hal mana di instansi lain sudah diberlakukan. Tahun lalu, Pak Adjang ketika berkunjung ke Makassar sempat menyampaikan bahwa pembicaraan soal remunerasi gaji PB akan dibicarakan ulang oleh karena setelah dihitung-hitung beban kerja Pamong Belajar gaji akan meningkat menjadi sekitar 12 jutaan. Dengan gaji sebesar tersebut sementara hitungan gaji pejabat eselon tidak sampai ke angka tersebut akan menimbulkan ketimpangan sehingga tidak akan ada orang yang mau menjadi pejabat akibat rendahnya gaji tersebut dibandingkan gaji pamong belajar.
Jadi berapa sebenarnya gaji? konon pada masa pemerintahan Salahuddin Al Ayyubi, salah seorang khalifah pada dinasti Abbasiyah, beliau menggaji guru sebesar 10 dinar hingga 40 dinar sebulan. dan jika disetarakan dengan harga dinar sebesar Rp. 2.240.000 maka gaji 10 dinar akan sama dengan Rp. 22.400.000,- wow.... ini gaji CPNS guru kayaknya, dan tentu saja guru senior akan dibayar 40 dinar atau setara dengan Rp. 89.600.000 sebulan .... hehehehhe
so.... upaya IPABI untuk menaikkan gaji Pamong Belajar melalui penambahan tunjangan fungsional ini tetap patut kita hargai dengan sebesar-besarnya, setidaknya mengurangi disparitas gaji awal dulu dengan daya belinya sekarang ini....... tetapi sambil tetap konsisten dengan tugas pokok pengabdian, tidak ada salahnya mengembalikan daya beli dengan usaha lain yang tidak mengganggu disini.... hehehehehe
Tanpa mempersoalkan berapa jumlah tunjangan tambahan tersebut, saya ingin memberikan ilustrasi sedikit tentang fenomena naiknya gaji pegawai setiap tahun sekaligus mempertanyakan apakah benar gaji naik?.
Jika dihitung dengan nilai rupiah gaji memang naik karena gaji awal saya sebesar Rp. 750.000 perbulan sekarang sudah naik menjadi hampir 3 juta. Tetapi jika yang dihitung bagaimana daya beli uang tersebut terutama terhadap harga emas, maka inilah yang akan saya bahas. Contoh yang saya pakai tentu saja saya sendiri atau gaji pegawai seangkatan saya.
Saya terangkat sebagai pegawai dengan TMT tanggal 1 Desember 2001, sepuluh tahun lalu. Didalam SK CPNS saya tersebut saya diangkat sebagai tenaga Fungsional Pamong Belajar dengan gaji yang diterima yang masih 80% sebesar Rp. 750.000.
Pada tahun 2002 harga emas pada waktu itu masih sekitar Rp. 85.000 pergram dan tahun berikutnya naik menjadi Rp. 100.000 pergram, sehingga tahun 2001 kemungkinan harganya adalah Rp. 75.000 pergram. Harga emas selama ini selalu mengalami kenaikan kurang lebih 20% pertahun,dan sekarang harganya sudah Rp. 552.000 per gram. Jika saja harga emas tahun 2001 tersebut adalah Rp. 75.000 per gram maka dengan gaji CPNS saya tersebut sebesar Rp. 750.000 bisa membeli emas sebanyak 10gram.
Harga emas pergram dibedakan untuk emas perhiasan dan emas batangan, nah harga diatas adalah harga emas batangan yang berbeda lagi berdasarkan ukuran 1 batang tersebut. Ukuran 1 batang tersebut bervariasi dari 1 gram per batang hingga 1 kilogram perbatang.
Lalu berapa harga emas sekarang? berapa gram emas yang bisa dibeli dengan gaji sekarang?
Harga emas yang dijual oleh PT. ANTAM Tbk per hari ini dapat dilihat di laman webnya. Sebagaimana tersaji dalam tabel berikut ini :
Gold Bar
Date : 08-02-2012 8:22:00
Buy Back Price :Rp .495.000/gram
Gram Price per Bar (Rp) Price per Gram (Rp) Stock
1 552.000 552.000 Available
2 1.062.000 531.000 Available
2.5 1.317.000 526.800 Available
3 1.572.000 524.000 Not Available
4 2.082.000 520.500 Not Available
5 2.602.500 520.500 Available
10 5.165.000 516.500 Available
25 12.837.000 513.480 Available
50 25.597.000 511.940 Available
100 51.124.000 511.240 Available
250 127.580.000 510.320 Available
1000 510.000.000 510.000 Not Available
dari tabel diatas terlihat bahwa harga 1 batang emas seberat 1 gram adalah Rp. 552.000, harga 1 batang emas seberat 10 gram adalah Rp. 5.602.500 atau Rp. 516.000 per gram.
Jadi, jika di ukur dengan emas maka sebetulnya gaji saya yang sekarang mendekati 3 juta yang sudah naik hampir 4 kali lipat dari gaji pertama saya dulu sebenarnya hanya mampu membeli emas seberat 5,56 gram , daya belinya terhadap emas justru turun hampir setengahnya.
Seandainya saja, besarnya pembayaran gaji konsisten terhadap harga emas maka tidak naik gajipun nilai rupiah gaji saya akan sama dengan Rp. 5.165.000 atau tetap senilai 10 gram emas. Dan jika konsisten gaji naik sebesar hampir 4 kali lipat, maka dengan 40 gram emas akan setara dengan 20 juta lebih.
Tahun 2012 ini sudah sering dibicarakan bahwa gaji pegawai di lingkungan Kemdikbud juga akan di berlakukan remunerasi, hal mana di instansi lain sudah diberlakukan. Tahun lalu, Pak Adjang ketika berkunjung ke Makassar sempat menyampaikan bahwa pembicaraan soal remunerasi gaji PB akan dibicarakan ulang oleh karena setelah dihitung-hitung beban kerja Pamong Belajar gaji akan meningkat menjadi sekitar 12 jutaan. Dengan gaji sebesar tersebut sementara hitungan gaji pejabat eselon tidak sampai ke angka tersebut akan menimbulkan ketimpangan sehingga tidak akan ada orang yang mau menjadi pejabat akibat rendahnya gaji tersebut dibandingkan gaji pamong belajar.
Jadi berapa sebenarnya gaji? konon pada masa pemerintahan Salahuddin Al Ayyubi, salah seorang khalifah pada dinasti Abbasiyah, beliau menggaji guru sebesar 10 dinar hingga 40 dinar sebulan. dan jika disetarakan dengan harga dinar sebesar Rp. 2.240.000 maka gaji 10 dinar akan sama dengan Rp. 22.400.000,- wow.... ini gaji CPNS guru kayaknya, dan tentu saja guru senior akan dibayar 40 dinar atau setara dengan Rp. 89.600.000 sebulan .... hehehehhe
so.... upaya IPABI untuk menaikkan gaji Pamong Belajar melalui penambahan tunjangan fungsional ini tetap patut kita hargai dengan sebesar-besarnya, setidaknya mengurangi disparitas gaji awal dulu dengan daya belinya sekarang ini....... tetapi sambil tetap konsisten dengan tugas pokok pengabdian, tidak ada salahnya mengembalikan daya beli dengan usaha lain yang tidak mengganggu disini.... hehehehehe
Kamis, 02 Februari 2012
Rapat Paripurna
Sudah 3 hari ini rapat paripurna dilaksanakan di kantor, dimulai sejak tgl 30 Januari lalu dan insya Allah besok tanggal 2 Pebruari adalah hari terakhir rapat paripurna. Di hari pertama sesi pagi presentasi dilaksanakan oleh seksi program yang mempresentasikan program kerja yang akan dilaksanakan atau di komandoi oleh seksi program. Dalam kata awalnya, kasi program lebih dulu menyampaikan prihal SK pensiun yang sudah berada di tangannya, yang terhitung mulai bulan Maret nanti, kasi program sudah akan pensiun. berbagai program kerja satu persatu dipresentasikan yang terdiri nama kegiatan, sasaran dan jumlah dana. salah satu yang menarik dari program kerjanya adalah penyusunan draft dan buku bahan ajar sejumlah 35 judul. Penyusunan buku ini di pecah menjadi 2 kegiatan yaitu penyusunan draft buku dengan rata-rata biaya kurang lebih 2jt perjudul, serta penyusunan buku dengan rata-rata anggaran kurang lebih 6jt perjudul.
Muncul pertanyaan terkait penyusunan buku ini diantaranya adalah bagaimana mekanisme pengajuan kegiatan ini, serta buku seperti apa yang akan dibuat. Namun sebelum dijawab oleh kasi program, ka balai sudah menjawab duluan dengan mengatakan bahwa peserta jangan bertanya dulu teknis pelaksanaan kegiatan tersebut oleh karena ini baru awal, seksi program belum mempunyai konsep seperti apa kegiatan ini untuk itu berilah saran dan pendapat bagaimana kegiatan ini akan dilaksanakan.
Pada sesi siang, presentasi dilaksanakan oleh 3 pokja fungsional yang mana dalam presentasinya hampir semua menyajikan jenis kegiatan yang sama seperti pengembangan model yang terdiri 3 judul ditambah 1 judul model P2TK, diklat pamong belajar, penyusunan buku, pengkajian program dan percontohan program.
Pada hari kedua rapat diisi dengan perkenalan sekaligus penjelasan tentang mekanisme pertanggungjawaban keuangan yang disampaikan oleh kabag keuangan setditjen Paudni bapak Eko. yang menarik dari penjelasan beliau, dibalik seriusnya penjelasan beliau diselipi dengan istilah-istilah yang mengundang tawa dan komentar peserta rapat, serta cerita-cerita yang terjadi seputar teman2 di lingkungan paudni. Beberapa istilah yang diperkenalkan adalah seperti istri pejabat, bodi terano, cuti dll. istilah dan cerita tersebut untuk mengimbangi barangkali materi yang beliau jelaskan tentang mekanisme keuangan yang menuntut ketelitian dan kedisiplinan dalam penggunaan anggaran. Pertanyaan yang muncul juga seputar bagaimana laporan pertanggungjawaban keuangan yang dilaksanakan oleh mitra.
kamis, 2-2-12
Pada hari ketiga, rapat diisi dengan presentasi yang dilakukan oleh subag TU dan seksi fasilitasi yang dilaksanakan secara panel, pada sesi tanggapan beberapa teman mempertanyakan hal-hal yang dianggap penting diantaranya soal penggunaan mobil kantor, soal toilet yang tidak beres baik aula maupun lantai 2 pamong belajar, juga tentang penghapusan barang yaitu kendaraan roda empat yang aan dilelang. Khusus tuk seksi fasilitasi diantara kegiatan yang dilakukan adalah pengkajian serta evaluasi model inovasi. Disini seksi fasilitasi juga memerankan tugas balai yaitu melakukan pengkajian dan analisis program pendidikan nonformal yang sejatinya menjadi tupoksi tenaga fungsional. Demikian juga saat presentasi kasubag TU diantaranya ada kegiatan pengadaan komputer server serta jaringan interanet, yang dimaklumi selama ini sebenarnya menjadi kegiatan dari seksi informasi.
Pada presentasi seksi informasi yang dibawakan setelah kasubag tu dan kasi fasilitasi memberikan konformasi atas tanggapan peserta rapat, di presentasikan beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh seksi Informasi diantaranya kelanjutan program desa cyber yang sudah berjalan 4 tahun, peserta mempertanyakan apakah desa cyber tersebut sebagai sebuah program apakah didahului dengan membuat modelnya dulu, bahkan peserta mempertanyakan manakah yang duluan model dulu atau program. Pelaksanaan radio PLS yang ditanggapi peserta bahwa sebagai radio PLS justru tidak menampilkan materi siaran tentang PLS seperti life skill, keaksaraan dll, selain itu jangkauan siaran radio PLS yang sekarang ternyata hanya disekitaran adyaksa saja, padahal dulu ketika pertama kali radio PLS mengudara, siarannya justru sampai hingga ke Belanda (Belakang Daya) sejauh 20km. Justru pada program pengembangan website kantor disampaikan oleh pemateri bahwa website memerlukan update informasi secara rutin sementara tenaga yang melaksanakan itu hanya satu orang, juga terkait adanya email yang masuk menanyakan soal program kantor dimana pengelola web yang ingin menjawab soal tersebut tapi kerepotan karena merasa tidak tahu apa-apa tentang itu. untuk hal ini peserta mengusulkan agar pada tiap gugus tugas ada orang yang diberi tugas untuk menunggah informasi secara rutin sesuai kegiatan gugus tugas yang dilaksankan.
Rapat akhirnya di skorsing oleh karena waktu yang menjelang shalat dhuhur, rapat di jadwalkan untuk dilanjutkan jam 2 siang. Namun sebelum jam 2 siang ada informasi yang mengatakan bahwa rapat di skorsing hingga esok paginya. Rapat berikutnya selain akan memberi kesempatan kepada kasi informasi untuk memberikan tanggapan dan konfirmasi atas sejumlah pertanyaan yang diajukan peserta rapat juga diagendakan untuk membahas tentang pendirian koperasi pegawai negeri yang diinisiasi oleh pak Muhajirin dan pak H. Irwan. Rapat tentang koperasi tersebut sekaligus diagendakan sebagai rapat anggota pembentukan koperasi.
Menjadi catatan yang perlu digaris bawahi menyangkut pernyataan oleh peserta mengenai pelaksanaan kegiatan olehmasing-masing gugus tugas dimana peran pamong belajar sebagai pengkaji dan pengembang program PNF juga di laksanakan oleh gugus tugas struktural sehingga menimbulkan kerancuan, yang semetinya untuk kegiatan pengkajian melibatkan tenaga fungsional yang memang tupoksinya disitu. Untuk hal ini ditanggapi dimana sesuai pesan dari mantan kepala Balai sebelum meninggalkan makassar yaitu ada 3 hal yang perlu tetap dipertahankan yaitu tupoksi, kompetensi dan pemerataan. dalam pandangan kami, ketiga hal tersebut perlu di pertahankan yaitu bahwa hendaknya setiap gugus tugas menjalankan kegiatan sesuai tupoksinya, sehingga akan meningkat kompetensi setiap personil untuk bidang tugas yang dilakoninya, namun demikian juga perlu diperhatikan aspek pemerataan, karena tidak ada orang yang bisa bekerja sendiri. Disinilah perlunya leadership dalam mengendalikan orang-orang untuk bekerja. Bekerja yang ikhlas karena adanya kepercayaan serta penghargaan yang sepantasnya sesuai prestasi kerja.
Suasana ideal bekerja memang tidak bisa terjadi seketika, diperlukan berbagai macam instrumen untuk membangun budaya kerja yang sesuai. Ide tantang pemerataan memang bagus, tetapi jika juga tidak rata lalu apa namanya, tetapi bagaimanapun sulitnya apapun bisa diterima selama ada leadership yang bisa diterima.
Muncul pertanyaan terkait penyusunan buku ini diantaranya adalah bagaimana mekanisme pengajuan kegiatan ini, serta buku seperti apa yang akan dibuat. Namun sebelum dijawab oleh kasi program, ka balai sudah menjawab duluan dengan mengatakan bahwa peserta jangan bertanya dulu teknis pelaksanaan kegiatan tersebut oleh karena ini baru awal, seksi program belum mempunyai konsep seperti apa kegiatan ini untuk itu berilah saran dan pendapat bagaimana kegiatan ini akan dilaksanakan.
Pada sesi siang, presentasi dilaksanakan oleh 3 pokja fungsional yang mana dalam presentasinya hampir semua menyajikan jenis kegiatan yang sama seperti pengembangan model yang terdiri 3 judul ditambah 1 judul model P2TK, diklat pamong belajar, penyusunan buku, pengkajian program dan percontohan program.
Pada hari kedua rapat diisi dengan perkenalan sekaligus penjelasan tentang mekanisme pertanggungjawaban keuangan yang disampaikan oleh kabag keuangan setditjen Paudni bapak Eko. yang menarik dari penjelasan beliau, dibalik seriusnya penjelasan beliau diselipi dengan istilah-istilah yang mengundang tawa dan komentar peserta rapat, serta cerita-cerita yang terjadi seputar teman2 di lingkungan paudni. Beberapa istilah yang diperkenalkan adalah seperti istri pejabat, bodi terano, cuti dll. istilah dan cerita tersebut untuk mengimbangi barangkali materi yang beliau jelaskan tentang mekanisme keuangan yang menuntut ketelitian dan kedisiplinan dalam penggunaan anggaran. Pertanyaan yang muncul juga seputar bagaimana laporan pertanggungjawaban keuangan yang dilaksanakan oleh mitra.
kamis, 2-2-12
Pada hari ketiga, rapat diisi dengan presentasi yang dilakukan oleh subag TU dan seksi fasilitasi yang dilaksanakan secara panel, pada sesi tanggapan beberapa teman mempertanyakan hal-hal yang dianggap penting diantaranya soal penggunaan mobil kantor, soal toilet yang tidak beres baik aula maupun lantai 2 pamong belajar, juga tentang penghapusan barang yaitu kendaraan roda empat yang aan dilelang. Khusus tuk seksi fasilitasi diantara kegiatan yang dilakukan adalah pengkajian serta evaluasi model inovasi. Disini seksi fasilitasi juga memerankan tugas balai yaitu melakukan pengkajian dan analisis program pendidikan nonformal yang sejatinya menjadi tupoksi tenaga fungsional. Demikian juga saat presentasi kasubag TU diantaranya ada kegiatan pengadaan komputer server serta jaringan interanet, yang dimaklumi selama ini sebenarnya menjadi kegiatan dari seksi informasi.
Pada presentasi seksi informasi yang dibawakan setelah kasubag tu dan kasi fasilitasi memberikan konformasi atas tanggapan peserta rapat, di presentasikan beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh seksi Informasi diantaranya kelanjutan program desa cyber yang sudah berjalan 4 tahun, peserta mempertanyakan apakah desa cyber tersebut sebagai sebuah program apakah didahului dengan membuat modelnya dulu, bahkan peserta mempertanyakan manakah yang duluan model dulu atau program. Pelaksanaan radio PLS yang ditanggapi peserta bahwa sebagai radio PLS justru tidak menampilkan materi siaran tentang PLS seperti life skill, keaksaraan dll, selain itu jangkauan siaran radio PLS yang sekarang ternyata hanya disekitaran adyaksa saja, padahal dulu ketika pertama kali radio PLS mengudara, siarannya justru sampai hingga ke Belanda (Belakang Daya) sejauh 20km. Justru pada program pengembangan website kantor disampaikan oleh pemateri bahwa website memerlukan update informasi secara rutin sementara tenaga yang melaksanakan itu hanya satu orang, juga terkait adanya email yang masuk menanyakan soal program kantor dimana pengelola web yang ingin menjawab soal tersebut tapi kerepotan karena merasa tidak tahu apa-apa tentang itu. untuk hal ini peserta mengusulkan agar pada tiap gugus tugas ada orang yang diberi tugas untuk menunggah informasi secara rutin sesuai kegiatan gugus tugas yang dilaksankan.
Rapat akhirnya di skorsing oleh karena waktu yang menjelang shalat dhuhur, rapat di jadwalkan untuk dilanjutkan jam 2 siang. Namun sebelum jam 2 siang ada informasi yang mengatakan bahwa rapat di skorsing hingga esok paginya. Rapat berikutnya selain akan memberi kesempatan kepada kasi informasi untuk memberikan tanggapan dan konfirmasi atas sejumlah pertanyaan yang diajukan peserta rapat juga diagendakan untuk membahas tentang pendirian koperasi pegawai negeri yang diinisiasi oleh pak Muhajirin dan pak H. Irwan. Rapat tentang koperasi tersebut sekaligus diagendakan sebagai rapat anggota pembentukan koperasi.
Menjadi catatan yang perlu digaris bawahi menyangkut pernyataan oleh peserta mengenai pelaksanaan kegiatan olehmasing-masing gugus tugas dimana peran pamong belajar sebagai pengkaji dan pengembang program PNF juga di laksanakan oleh gugus tugas struktural sehingga menimbulkan kerancuan, yang semetinya untuk kegiatan pengkajian melibatkan tenaga fungsional yang memang tupoksinya disitu. Untuk hal ini ditanggapi dimana sesuai pesan dari mantan kepala Balai sebelum meninggalkan makassar yaitu ada 3 hal yang perlu tetap dipertahankan yaitu tupoksi, kompetensi dan pemerataan. dalam pandangan kami, ketiga hal tersebut perlu di pertahankan yaitu bahwa hendaknya setiap gugus tugas menjalankan kegiatan sesuai tupoksinya, sehingga akan meningkat kompetensi setiap personil untuk bidang tugas yang dilakoninya, namun demikian juga perlu diperhatikan aspek pemerataan, karena tidak ada orang yang bisa bekerja sendiri. Disinilah perlunya leadership dalam mengendalikan orang-orang untuk bekerja. Bekerja yang ikhlas karena adanya kepercayaan serta penghargaan yang sepantasnya sesuai prestasi kerja.
Suasana ideal bekerja memang tidak bisa terjadi seketika, diperlukan berbagai macam instrumen untuk membangun budaya kerja yang sesuai. Ide tantang pemerataan memang bagus, tetapi jika juga tidak rata lalu apa namanya, tetapi bagaimanapun sulitnya apapun bisa diterima selama ada leadership yang bisa diterima.
Label:
PAUDNI
Rabu, 01 Februari 2012
You're Welcome Mom....
Sejak mengenal dunia pendidikan nonformal, orang nomor satu di lingkungan pendidikan nonformal selalu bergender laki-laki. diantara yang saya ingat adalah Bapak dr. Fasli Djalal, PhD. Bapak Prof. Dr. Ace Suryadi, dan kemudian Bapak Prof. Hamid Muhammad, PhD. Hingga kemudian sekarang pucuk pimpinan pendidikan nonformal di nahkodai seorang Ibu yang baru dilantik hari Jumat lalu, 27 Januari 2012.
Saya mulai masuk di lingkungan pendidikan nonformal, waktu itu masih menggunakan nama pendidikan luar sekolah pada tahun 2001 tepat 10 tahun yang lalu di kantor ini yang masih bernama BPKB Sulsel. Dalam satu dasawarsa nama kantor telah berubah berulangkali menjadi BPPLSP kemudian menjadi BPPNFI, dan entah dengan perubahan nama direktorat yang menjadi PAUDNI, apakah kantor kami ini akan menjadi Balai PAUDNI sesuai nama induk di pusat.
Dimasa Bapak Fasli Djalal, kantor mengalami reorganisasi, perubahan struktur dari tadinya hanya terdiri kepala dan kasubag TU, mengalami penambahan pejabat eselon IV tuk jabatan seksi Informasi, seksi Fasilitasi Sumber Daya, serta seksi Program. Tuk tupoksi masing-masing gugus tugas, saya sempat merekam video arahan dari Bapak Dirjen soal tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian.
Karir Pak Fasli kemudian berpindah menjadi Dirjen PMPTK sebelum menjabat sebagai Dirjen Dikti dan kemudian Wamen. Kemudian Pak Hamid Muhammad sebagai Dirjen Paudni kemudian berpindah menjadi Dirjen Dikmen. Beberapa bulan sebelum perubahan jabatan beliau, sempat beliau menyampaikan beberapa arahan dan sinyal akan perubahan tempat tugas baru beliau yang saat itu beliau juga belum tahu. Saya sempat mencatat arahan beliau tersebut di tulisan saya sebelumnya
Pendidikan Nonformal merupakan salah satu jalur pendidikan dari 3 jalur pendidikan yang disebutkan Undang-undang Sisdiknas. Jika pendidikan Formal, satuan pendidikannnya mulai SD, SMP, SMU/SMK dan perguruan Tinggi, pada pendidikan Nonformal ada pendidikan Keaksaraan dan cabang pendidikan masyarakat lainnya, Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA, serta pelatihan dan kursus yang diselenggarakan baik masyarakat maupun pemerintah. Adapun PAUD terjadi kerancuan pemahaman pada masyarakat, oleh karena TK dahulunya berada dibawah direktorat pendidikan Dasar, sementara kelompok bermain, TPA dan satuan Paud sejenis berada di bawah Direktorat PAUD, Ditjen PNFI, maka muncul istilah PAUD yang merujuk pada TPA dan Kober sementara TK tidak disebut sebagai PAUD. Padahal jika ditarik garis keilmuannya PAUD atau pendidikan anak usia dini adalah semua jenis dan macam pendidikan anak umur 0-6 tahun. Sehingga apapun namanya, bahkan RA, Taman Pendidikan Alqur'an yang dikelola Kemenag, yang diistilahkan sebagai SPS, satuan Paud Sejenis adalah semuanya PAUD. Munculnya istilah PAUD formal tuk TK dan PAUD nonformal tuk TPA, dan kober adalah imbas dari kebingungan masyarakat atas perubahan pengelolaan pembinaan satuan PAUD pada masyarakat.
Ini baru pendidikan Nonformal, masih ada garapan lain yaitu pendidikan Informal yang selama ini terjadi di masyarakat namun tidak mendapat perhatian yang cukup bagi pemerintah.
Luasnya cakupan pendidikan Nonformal dan Informal serta juga PAUD tidak sebanding dengan alokasi anggaran yang disediakan pemerintah. Padahal dari segi jumlah sasaran serta nilai strategis pendidikan nonformal sangat layak tuk mendapat perhatian besar. Jumlah sasaran PNFI sangat besar oleh karena semua penduduk yang tidak masuk usia sekolah, bahkan juga usia sekolah adalah sasaran PNFI, nilai strategis oleh karena kita menyaksikan tiap tahun kita menghasilkan lulusan pendidikan Formal tetapi hanya sebagian kecil diantara mereka yang tersalur ke dunia kerja, sehingga seolah mereka sekolah untuk kemudian menganggur. Kurangnya keahlian serta kecakapan untuk bekerja dan bahkan untuk berwirausaha adalah persoalan yang sebenarnya bisa dijawab dengan pendidikan norformal.
Maka inilah persoalan yang perlu di koordinasikan dengan semua komponen bangsa untuk meningkatkanm kualitas pendidikan kita, sangat besar kebutuhan kita tuk sebuah pendidikan yang berkualitas, terutama pendidikan yang mampu menjawab tuntutan zaman, pendidikan yang mampu meningkatkan kesejahteraan serta kualitas masyarakat. Pendidikan nonformal perlu ditata lebih baik lagi. Maka dengan pelantikan Ibu sebagai dirjen baru yang menahkodai direktorat PAUDNI mudah-mudahan bisa melanjutkan apa yang sudah baik dilaksanakan selama ini, sekaligus melahirkan terobosan baru yang bermakna bagi kemajuan pendidikan nonformal.
Selamat bertugas Ibu, selamat datang di lingkungan PAUDNI, semoga ibu nyaman bekerja bersama kami. Jayalah PAUDNI....!!!!
Label:
DIRJEN PAUDNI,
IPABI
Minggu, 29 Januari 2012
Ramang, tragedi keniraksaraan
Ramang, sebuah nama yang samar, tidak banyak yang mengetahui siapa dia tapi minimal barangkali banyak orang yang pernah mendengar namanya. Ramang adalah pemain sepakbola Indonesia era 50-an. Di jamannya Indonesia mendapat kehormatan sebagai salah satu tim kuat dunia. Salah satu pertandingan fenomenal adalah ketika Indonesia berhasil menahan imbang kosong-kosong tim sepakbola Uni Soviet, tim no. 1 dunia pada saat itu. Pertandingan itupun sebenarnya hampir dimenangkan Indonesia jika saja soviet tidak bermain curang dengan menarik baju Ramang persis sebelum ia menembakkan bolanya ke gawang Uni Soviet.
Sebelum itu, rangkaian pertandingan Indonesia ke berbagai negara Asia di tahun 1954, PSSI hampir menyapu seluruh kesebelasan yang dijumpai dengan kemenangan menyolok. PSSI hanya kebobolan 6 gol, dan berhasil memasukkan gol sebanyak 25 gol, 19 diantaranya lahir di kaki emas Ramang.
Namun, kegemilangan Ramang di lapangan bola berbanding terbalik dengan kehidupan sehari-harinya. Ia pribadi yang rendah hati, ia mengatakan berbagai kemenangan tersebut adalah prestasi tim, ia hanya salah satu dari tim tersebut. Sehari-hari ia hanya bekerja sebagai kernet dan tukang becak, sebelum diangkat sebagai pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum bergaji Rp. 3.500,- perbulan dengan jabatan sebagai opas. Gaji tersebut tidak pernah naik hingga ia berhenti karena kecintaannya bermain bola. Selanjutnya ia hanya hidup dari bonus bermain bola, yang jumlahnya kecil dan tidak menentu , karena pemain bola pada masa itu sangat berbeda dengan pemain bola sekarang yang berkelimpahan rezeky. Tidak ada orang yang bisa hidup nyaman dengan mengandalkan bola. Tidak ada gaji yang besar untuk pemain bola professional waktu itu.
Ramang, berhenti bermain bola pada tahun 1960, ia dikenakan skorsing selama 2 tahun dengan tuduhan menerima suap. Tahun 1962 ketika ia kembali bermain bola, ia tidak lagi secemerlang sebelumnya, dan akhirnya pensiun pada tahun 1968 pada usia 40 tahun.
Berhenti jadi pemain, ia sempat menjadi pelatih bagi Persipal Palu, dan kembali ia mengantar Persipal Palu sebagai salah satu tim yang disegani di Indonesia. Ia juga sempat melatih PSM Makassar, tim yang mengantar namanya ke pentas nasional, namun ia perlahan disingkirkan karena tidak memiliki ijazah kepelatihan.
Ia memang tidak memiliki ijazah kepelatihan, jangankan itu ijazah setara SD pun tak punya. Ia hanya sempat sekolah di Sekolah Rakyat, namun tidak lulus dan tidak mendapat ijazah. Sehingga praktis ia tidak memiliki kompetensi akademik tuk bertahan didunia yang mensyaratkan selembar ijazah bukti kompetensi. Ia pemain bola alami, dibentuk oleh alam, bakat yang turun dari bapaknya, seorang pemain sepak raga kerajaan Gowa. Ia berlatih bola dengan apa saja, dengan bola anyaman rotan, gulungan kain hingga buah jeruk kecil adalah latihannya menendang bola.
Ramang adalah profil manusia buta aksara, jika saja ia hidup sekarang, ia mungkin target utama dalam upaya pemberantasan buta aksara. Tiadanya ijazah menenggelamkan semua peluang yang mungkin diraihnya. Seandainya saja ia punya ijazah kepelatihan, yang bisa dia peroleh karena adanya ijazah pendidikan lengkap dari SD hingga SMU atau bahkan sarjana, ia tentu dapat terus bertahan sebagai pelatih PSM bahkan mungkin pelatih nasional. Dan ia bisa mempertahankan prestasi sepak bola nasional, setidaknya bisa terus menjajal kekuatan sepakbola dunia. Ia pun bisa mendaftar sebagai calon bupati, ataupun calon gubernur, bahkan menjadi anggota dewan, ataupun menjadi presiden. Tetapi tiadanya ijazah membuat ia tenggelam dan hidup miskin hingga akhir hayatnya. Meninggal di rumah kecil bersama anak, menantu dan cucunya berjumlah 19 orang di tahun 1987. Meninggal setelah selama 6 tahun menderita sakit radang paru-paru tanpa mampu berobat ke rumah sakit karena kemiskinannya. Jatuh sakit seusai melatih anak-anak PSM dibawah guyuran hujan.
Label:
melek aksara,
sepakbola
Sabtu, 28 Januari 2012
Persiapan Diklat 2012
Saya baru saja membaca tulisan pak Fauzy di blognya dan kemudian berpikir tentang tentang kegiatan pelatihan Pamong Belajar yang akan dilakukan di kantor di tahun 2012 ini.
Tahun lalu sudah pernah dilaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi bagi pamong belajar dengan meruncing pada peningkatan kemampuan penulisan karya tulis. tugas yang disampaikan pada saat itu adalah meminta kepada pamong belajar peserta pelatihan untuk membuat tulisan dengan mengambil tema kegiatan pelaksanaan program yang dilaksanakan di tempatnya masing-masing. Sebagaimana diketahui, pemerintah tiap tahun menyalurkan bantuan sosial pendidikan kecakapan hidup maupun bantuan pendidikan anak usia dini ataupun bantuan pendidikan keaksaraan.
dari sekian banyak program tersebut tentu tersedia banyak data dan informasi yang bisa diangkat menjadi tulisan. hal mana akan berdampak baik bagi tereksposnya kegiatan pendidikan yang dilaksanakan, juga dari tulisan tersebut bisa dijadikan bahan tuk penyusunan angka kredit pamong belajar.
Namun seiring berjalannya waktu, bahkan dengan penundaan pemberian sertifikat pelatihan, tulisan ataupun draft tulisan tersebut tidak juga sampai ke tangan kami. ada juga menyetorkan tulisan tapi ternyata itu adalah laporan kegiatan.
Maka menjadi relevan rasanya, ide yang disampaikan oleh pak Fauzy dalam tulisannya tersebut bisa dijadikan salah satu tema dan bahan ajar tuk pelaksanaan pelatihan tersebut. ada tiga angkatan pelatihan nanti, dimana 2 angkatan adalah pelatihan pamong belajar skb dan 1 angkatan untuk pamong belajar bpkb.
ada banyak hal yang perlu di tingkatkan bagi pamong belajar, selain kemampuan untuk membuat blog dan mengisi blog dengan tulisan-tulisan terkini terkait kegiatan pendidikan yang dilaksanakan, menyebarluasnya penggunaan hp dan smart phone dengan sejumlah kemudahan memutar audio dan video, perekaman audio dan video sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatakna kualitas pembelajaran. Pamong belajar bisa merekam dan membuat video pembelajaran dari alat yang dibawa kemana-mana tersebut dan menggunakannya untuk memutarkan rekaman pembelajaran tersebut dimana saja ia berada.
Maka ciri pendidikan nonformal yang bisa belajar dimana saja dan kapan saja akan lebih mudah diterapkan dengan menggunakan alat teknologi canggih tersebut dengan mudah dan murah.
Tahun lalu sudah pernah dilaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi bagi pamong belajar dengan meruncing pada peningkatan kemampuan penulisan karya tulis. tugas yang disampaikan pada saat itu adalah meminta kepada pamong belajar peserta pelatihan untuk membuat tulisan dengan mengambil tema kegiatan pelaksanaan program yang dilaksanakan di tempatnya masing-masing. Sebagaimana diketahui, pemerintah tiap tahun menyalurkan bantuan sosial pendidikan kecakapan hidup maupun bantuan pendidikan anak usia dini ataupun bantuan pendidikan keaksaraan.
dari sekian banyak program tersebut tentu tersedia banyak data dan informasi yang bisa diangkat menjadi tulisan. hal mana akan berdampak baik bagi tereksposnya kegiatan pendidikan yang dilaksanakan, juga dari tulisan tersebut bisa dijadikan bahan tuk penyusunan angka kredit pamong belajar.
Namun seiring berjalannya waktu, bahkan dengan penundaan pemberian sertifikat pelatihan, tulisan ataupun draft tulisan tersebut tidak juga sampai ke tangan kami. ada juga menyetorkan tulisan tapi ternyata itu adalah laporan kegiatan.
Maka menjadi relevan rasanya, ide yang disampaikan oleh pak Fauzy dalam tulisannya tersebut bisa dijadikan salah satu tema dan bahan ajar tuk pelaksanaan pelatihan tersebut. ada tiga angkatan pelatihan nanti, dimana 2 angkatan adalah pelatihan pamong belajar skb dan 1 angkatan untuk pamong belajar bpkb.
ada banyak hal yang perlu di tingkatkan bagi pamong belajar, selain kemampuan untuk membuat blog dan mengisi blog dengan tulisan-tulisan terkini terkait kegiatan pendidikan yang dilaksanakan, menyebarluasnya penggunaan hp dan smart phone dengan sejumlah kemudahan memutar audio dan video, perekaman audio dan video sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatakna kualitas pembelajaran. Pamong belajar bisa merekam dan membuat video pembelajaran dari alat yang dibawa kemana-mana tersebut dan menggunakannya untuk memutarkan rekaman pembelajaran tersebut dimana saja ia berada.
Maka ciri pendidikan nonformal yang bisa belajar dimana saja dan kapan saja akan lebih mudah diterapkan dengan menggunakan alat teknologi canggih tersebut dengan mudah dan murah.
Label:
diklat PB
Jumat, 27 Januari 2012
sejauh ini.....
Hari ini Adid masuk sekolah lewat pintu Andalas, seperti kemarin. selama dalam perjalanan tadi saya tanya dia mau lewat mana, dan jawabannya adalah lewat pintu andalas. dan sebelum menaiki tangga yang tinggi tersebut ia sebelumnya mengkonfirmasi saya dengan bertanya "Papi, naik tangga itu sehat di'?" saya jawab ia, berolahraga itu sehat. sesampai diatas di lorong menuju ruang kelas kembali ia bertanya"Papi tidak capek?" saya bilang tidak, kalo kita? dia bilang "kalo saya capek"saya liat dia ngos-ngosan setelah menaiki tangga sekolah tadi, ingusnya tambah sering keluar masuk, dan saya memberinya sapu tangan saya untuk dia lap ingusnya. setelah selesai ia mengkonfirmasi lagi "Papi, itu nanti terserap to? kalo lama-lama jadi hilang" ia katakan sambil menyerahkan sapu tangan saya yang sudah berlepotan dengan ingusnya, hasil dari menaiki tangga sekolah tadi.
Saya mengantar dia hingga ke dalam di teras toko athirah. Oleh karena satu bukunya belum ada, dan belum sempat saya ambilkan, padahal sudah lama gurunya mengkonfirmasi bahwa buku matematics 1b sudah ada di toko athirah, dan harganya 50.000. Beberapa hari lalu saya coba cari di toko buku dan saya dapat buku matematika 1b di monginsidi dan harganya 45.000 tapi karena ragu apakah itu memang bukunya sy konfirmasi ke ibunya dan ternyata bukan, judul bukunya adalah mathematics 1b. Kemarin sore saya singgah di toko erlangga dan menanyakan buku tersebut, erlangga mengatakan barangnya kosong, saya tanya harganya dan setelah petugas erlangga mengecek di komputer harganya 49.000. dan oleh karena hari ini belajar mathematics dan toko athirah buka jam 9 nanti, maka uang tuk beli buku tersebut saya berikan ke dia, juga uang buat jalan-jalan nantinya yang akan disetor pada gurunya. saya pesankan ke dia tuk bilang sama gurunya bahwa ada uang buat beli buku pada dia.
Sejauh ini, ada perkembangan soal hiruk-pikuk yang terjadi belakangan ini, pintu fatimah tadi pagi sudah dibuka dan anak-anak keluar masuk, tak satupun guru saya liat berjaga di pintu tersebut, sementara sejumlah guru justru banyak berjaga di jalur masuk pintu andalas, 2 orang dekat piket, 2 orang di tangga paling atas dan 2 lagi tingkat tengah tangga. Setiap anak yang datang harus menyalami satu persatu guru tersebut, dan guru tampak asyik bercanda dengan sesamanya dan disaat yang sama dengan penuh selidik mengamati setiap siswa yang datang.
Terjadi diskusi kecil dengan beberapa orang tua siswa yang saya temui, di depan pintu fatimah. beberapa orang tua menyebut pak direktur yang katanya lebih open minded, berbeda dengan kepala sekolah. beberapa hal yang dibicarakan adalah bahayanya pintu andalas, yang lantainya dari batu dan bukan tegel dimana saat pulang sekolah anak-anak biasanya berlarian dan saling dorong. Jika tidak ada yang mengawasi akan sangat berbahaya bagi anak-anak yang berdiri diatas tangga. konon tahun lalu sudah ada siswa yang pecah kepalanya karena jatuh di tangga tersebut. juga orang tua yang menyebut athirah sebagai sekolah mahal, tetapi fasilitas dan pembelajaran sama saja dengan sd inpres. Tentang les-les di sekolah serta bimbingan belajar. Jika anak-anak harus mengikuti les lagi lalu saat belajar memangnya bikin apa? atau itu berarti gurunya yang tidak bisa mengajar? semester lalu adid juga ikut les di sekolah, 4 kali dalam seminggu, dimana 2 mata pelajaran adalah pelajaran tambahan yang disediakan sekolah dan 2 lagi berbayar 50.000/bulan. waktu belajar setelah istirahat siang sehingga yang tadinya pulang sekolah jam 12.10 maka jika ikut less pulangnya jam 13 siang. Tapi semester ini berhenti. jika semester lalu nilai rapor adid masih diatas 80-an saya tidak tahu apakah masih akan seperti itu. jika saja sd athirah sama dengan beberapa sd inpress, maka siswa yang tidak ikut less yang dibina oleh gurunya, bagaimanapun pintarnya tidak memperoleh nilai bagus. ah mudah-mudahan tidak. ini kan sekolah Islam, tidak mungkin lah ada tipu-tipuan seperti itu.
Satu hal lagi yang dibicarakan orang tua tadi adalah mengenai tanggapan bapak direktur yang open minded tersebut, yang membuka diri untuk saran-saran dari orang tua murid, atau tokoh pendidik atau bahkan tokoh masyarakat untuk memberikan sumbangsih pemikirannya tuk kemajuan Athirah. ya, saran dan pemikiran serta ide-ide tuk kemajuan athirah, bagi kami sendiri sebetulnya sih tidah peduli apakah athirah maju atau tidak, yang penting adalah kemajuan belajar dan peningkatan kemampuan dari anak-anak kami yang sekolah di athirah, jadi seharusnya fokusnya adalah kemajuan siswa. Akan sangat berbeda jika fokusnya adalah kemajuan athirah, sebab bisa jadi Athirahnya hebat tapi didalamnya adalah siswa-siswa yang terdoktrinasi dengan keunggulan Athirah tapi tidak mampu memperlihatkan keunggulan dirinya. inipun sebuah pemikiran.
Membicarakan mengenai seperti apa pendidikan yang benar juga sebetulnya menjadi sangat luas pemikiran serta saran yang harus diberikan. membedakan mana pendidikan islam dan bukan saja sekarang susah di bedakan. kita bisa menyebut athirah sebagai sekolah Islam tapi apakah model pendidikan yang diterapkan di sekolah ini adalah model pendidikan Islam? apakah cara mendidik anak-anak pada jaman Nabi sama diterapkan di Athirah, guru-gurunya, murid-muridnya serta cara belajarnya. atau samakah dengan sekolah yang ada pada jaman kekhalifahan Islam yang berhasil melahirkan intelektual semacam Alkhawarizmi, asal muasal kata algoritma, jantung ilmu komputer, atau penemu awal mesin-mesin canggih yang cerdas abu Musa, atau Ibnu Sina, dokter bedah pertama disaat Inggris masih kental ilmu kleniknya, atau ilmuwan hebat lainnya yang kemudian diteruskan di dunia barat sehingga menjadi cikal bakal ilmu modern. dan versi sekolah yang diciptakan barat tersebutlah yang di copy paste ke sekolah di Indonesia.... ahhh terlalu jauh...
Model pendidikan sekolah yang di akui pemerintah ini sama atau turunan model pendidikan yang dijalankan sejak belanda berkuasa di tanah air. model ini juga sama dihampir semua negara di barat dan Amerika. Kiblat kita dalam mendirikan sekolah, dalam mengelola cara belajar adalah Amerika dan Barat. meskipun kita tetap menyebut sekolah model barat tersebut dengan sekolah Islam. Alhasil, Islam lebih diajarkan sebagai ilmu dengan penguasaan simbol-simbol keislaman, tetapi pengamalan nilai-nilai Islam itu menjadi tanda tanya. Alhasil Athirah sepertinya sama saja dengan SD Inpres, kecuali karena ada kata Islamnya dan kecuali berbeda jumlah pembayarannya, dan kecuali yang lain yang menyimbolkan adanya kemajuan Athirah. Inipun sebuah pemikiran.
Sejauh ini saya masih belum mengenal banyak tentang Athirah, Saya belum mengenal banyak guru-gurunya, seperti apakah guru-guru athirah tersebut. Dengan kepala sekolah saya hanya tau kata-kata yang beliau sampaikan lewat 2 kali sms, dengan direktur saya hanya membaca smsnya yang diforward ke saya dari ibu pengurus BMJ. Padahal mereka ini adalah pengganti kami sebagai orangtua kandung dari anak-anak yang sekolah disini. selama jam sekolah. mereka-mereka inilah yang akan turut membentuk jiwa anak kami, bahkan mungkin mendoktrin anak-anak kami. nilai-nilai apa yang akan ditanamkan mereka kepada anak kami? keteladanan apa yang akan mereka contohkan kepada anak-anak kami? sepertinya sama saja jika menyekolahkan anak kami ke sd inpres, kita sepenuhnya menyerahkan anak kami tuk dididik di sekolah, apapun yang terjadi disekolah, di rumah mungkin kita akan bertengkar dengan anak-anak karena adanya perbedaan apa yang kita yakini dengan apa yang diajarkan atau diterima anak-anak disekolah. saya tentu berharap sekolah ini dengan nama Islam yang disandanganya tentu akan mengajarkan nilai-nilai keislaman, bukan sekedar mengajarkan simbol, tetapi memberi contoh penerapan nilai-nilai islam tersebut. tapi apakah memang begitu?
Sejauh ini saya masih berharap, anak kami sekolah yang baik, disekolah yang baik, oleh guru yang baik sehingga hasilnya nanti juga baik.
Adapun beberapa letupan-letupan, ungkapan-ungkapan serta kata-kata yang terlanjur tertoreh dibeberapa tulisan sebelumnya, sejauh ini memukul balik perasaan saya, mencari cara melegakan perasaan, meminta maaf atas semua yang muncul tersebut, meski tak ada niat sama sekali untuk menjatuhkan, merendahkan ataupun semacamnya. muncul begitu saja. meledak begitu saja. awalnya saya kagum, tetapi kontradiksi antara nama dan kenyataan itulah yang memicu semua letupan tersebut.
Sejauh ini saya masih terus belajar mengendalikan diri.
Saya mengantar dia hingga ke dalam di teras toko athirah. Oleh karena satu bukunya belum ada, dan belum sempat saya ambilkan, padahal sudah lama gurunya mengkonfirmasi bahwa buku matematics 1b sudah ada di toko athirah, dan harganya 50.000. Beberapa hari lalu saya coba cari di toko buku dan saya dapat buku matematika 1b di monginsidi dan harganya 45.000 tapi karena ragu apakah itu memang bukunya sy konfirmasi ke ibunya dan ternyata bukan, judul bukunya adalah mathematics 1b. Kemarin sore saya singgah di toko erlangga dan menanyakan buku tersebut, erlangga mengatakan barangnya kosong, saya tanya harganya dan setelah petugas erlangga mengecek di komputer harganya 49.000. dan oleh karena hari ini belajar mathematics dan toko athirah buka jam 9 nanti, maka uang tuk beli buku tersebut saya berikan ke dia, juga uang buat jalan-jalan nantinya yang akan disetor pada gurunya. saya pesankan ke dia tuk bilang sama gurunya bahwa ada uang buat beli buku pada dia.
Sejauh ini, ada perkembangan soal hiruk-pikuk yang terjadi belakangan ini, pintu fatimah tadi pagi sudah dibuka dan anak-anak keluar masuk, tak satupun guru saya liat berjaga di pintu tersebut, sementara sejumlah guru justru banyak berjaga di jalur masuk pintu andalas, 2 orang dekat piket, 2 orang di tangga paling atas dan 2 lagi tingkat tengah tangga. Setiap anak yang datang harus menyalami satu persatu guru tersebut, dan guru tampak asyik bercanda dengan sesamanya dan disaat yang sama dengan penuh selidik mengamati setiap siswa yang datang.
Terjadi diskusi kecil dengan beberapa orang tua siswa yang saya temui, di depan pintu fatimah. beberapa orang tua menyebut pak direktur yang katanya lebih open minded, berbeda dengan kepala sekolah. beberapa hal yang dibicarakan adalah bahayanya pintu andalas, yang lantainya dari batu dan bukan tegel dimana saat pulang sekolah anak-anak biasanya berlarian dan saling dorong. Jika tidak ada yang mengawasi akan sangat berbahaya bagi anak-anak yang berdiri diatas tangga. konon tahun lalu sudah ada siswa yang pecah kepalanya karena jatuh di tangga tersebut. juga orang tua yang menyebut athirah sebagai sekolah mahal, tetapi fasilitas dan pembelajaran sama saja dengan sd inpres. Tentang les-les di sekolah serta bimbingan belajar. Jika anak-anak harus mengikuti les lagi lalu saat belajar memangnya bikin apa? atau itu berarti gurunya yang tidak bisa mengajar? semester lalu adid juga ikut les di sekolah, 4 kali dalam seminggu, dimana 2 mata pelajaran adalah pelajaran tambahan yang disediakan sekolah dan 2 lagi berbayar 50.000/bulan. waktu belajar setelah istirahat siang sehingga yang tadinya pulang sekolah jam 12.10 maka jika ikut less pulangnya jam 13 siang. Tapi semester ini berhenti. jika semester lalu nilai rapor adid masih diatas 80-an saya tidak tahu apakah masih akan seperti itu. jika saja sd athirah sama dengan beberapa sd inpress, maka siswa yang tidak ikut less yang dibina oleh gurunya, bagaimanapun pintarnya tidak memperoleh nilai bagus. ah mudah-mudahan tidak. ini kan sekolah Islam, tidak mungkin lah ada tipu-tipuan seperti itu.
Satu hal lagi yang dibicarakan orang tua tadi adalah mengenai tanggapan bapak direktur yang open minded tersebut, yang membuka diri untuk saran-saran dari orang tua murid, atau tokoh pendidik atau bahkan tokoh masyarakat untuk memberikan sumbangsih pemikirannya tuk kemajuan Athirah. ya, saran dan pemikiran serta ide-ide tuk kemajuan athirah, bagi kami sendiri sebetulnya sih tidah peduli apakah athirah maju atau tidak, yang penting adalah kemajuan belajar dan peningkatan kemampuan dari anak-anak kami yang sekolah di athirah, jadi seharusnya fokusnya adalah kemajuan siswa. Akan sangat berbeda jika fokusnya adalah kemajuan athirah, sebab bisa jadi Athirahnya hebat tapi didalamnya adalah siswa-siswa yang terdoktrinasi dengan keunggulan Athirah tapi tidak mampu memperlihatkan keunggulan dirinya. inipun sebuah pemikiran.
Membicarakan mengenai seperti apa pendidikan yang benar juga sebetulnya menjadi sangat luas pemikiran serta saran yang harus diberikan. membedakan mana pendidikan islam dan bukan saja sekarang susah di bedakan. kita bisa menyebut athirah sebagai sekolah Islam tapi apakah model pendidikan yang diterapkan di sekolah ini adalah model pendidikan Islam? apakah cara mendidik anak-anak pada jaman Nabi sama diterapkan di Athirah, guru-gurunya, murid-muridnya serta cara belajarnya. atau samakah dengan sekolah yang ada pada jaman kekhalifahan Islam yang berhasil melahirkan intelektual semacam Alkhawarizmi, asal muasal kata algoritma, jantung ilmu komputer, atau penemu awal mesin-mesin canggih yang cerdas abu Musa, atau Ibnu Sina, dokter bedah pertama disaat Inggris masih kental ilmu kleniknya, atau ilmuwan hebat lainnya yang kemudian diteruskan di dunia barat sehingga menjadi cikal bakal ilmu modern. dan versi sekolah yang diciptakan barat tersebutlah yang di copy paste ke sekolah di Indonesia.... ahhh terlalu jauh...
Model pendidikan sekolah yang di akui pemerintah ini sama atau turunan model pendidikan yang dijalankan sejak belanda berkuasa di tanah air. model ini juga sama dihampir semua negara di barat dan Amerika. Kiblat kita dalam mendirikan sekolah, dalam mengelola cara belajar adalah Amerika dan Barat. meskipun kita tetap menyebut sekolah model barat tersebut dengan sekolah Islam. Alhasil, Islam lebih diajarkan sebagai ilmu dengan penguasaan simbol-simbol keislaman, tetapi pengamalan nilai-nilai Islam itu menjadi tanda tanya. Alhasil Athirah sepertinya sama saja dengan SD Inpres, kecuali karena ada kata Islamnya dan kecuali berbeda jumlah pembayarannya, dan kecuali yang lain yang menyimbolkan adanya kemajuan Athirah. Inipun sebuah pemikiran.
Sejauh ini saya masih belum mengenal banyak tentang Athirah, Saya belum mengenal banyak guru-gurunya, seperti apakah guru-guru athirah tersebut. Dengan kepala sekolah saya hanya tau kata-kata yang beliau sampaikan lewat 2 kali sms, dengan direktur saya hanya membaca smsnya yang diforward ke saya dari ibu pengurus BMJ. Padahal mereka ini adalah pengganti kami sebagai orangtua kandung dari anak-anak yang sekolah disini. selama jam sekolah. mereka-mereka inilah yang akan turut membentuk jiwa anak kami, bahkan mungkin mendoktrin anak-anak kami. nilai-nilai apa yang akan ditanamkan mereka kepada anak kami? keteladanan apa yang akan mereka contohkan kepada anak-anak kami? sepertinya sama saja jika menyekolahkan anak kami ke sd inpres, kita sepenuhnya menyerahkan anak kami tuk dididik di sekolah, apapun yang terjadi disekolah, di rumah mungkin kita akan bertengkar dengan anak-anak karena adanya perbedaan apa yang kita yakini dengan apa yang diajarkan atau diterima anak-anak disekolah. saya tentu berharap sekolah ini dengan nama Islam yang disandanganya tentu akan mengajarkan nilai-nilai keislaman, bukan sekedar mengajarkan simbol, tetapi memberi contoh penerapan nilai-nilai islam tersebut. tapi apakah memang begitu?
Sejauh ini saya masih berharap, anak kami sekolah yang baik, disekolah yang baik, oleh guru yang baik sehingga hasilnya nanti juga baik.
Adapun beberapa letupan-letupan, ungkapan-ungkapan serta kata-kata yang terlanjur tertoreh dibeberapa tulisan sebelumnya, sejauh ini memukul balik perasaan saya, mencari cara melegakan perasaan, meminta maaf atas semua yang muncul tersebut, meski tak ada niat sama sekali untuk menjatuhkan, merendahkan ataupun semacamnya. muncul begitu saja. meledak begitu saja. awalnya saya kagum, tetapi kontradiksi antara nama dan kenyataan itulah yang memicu semua letupan tersebut.
Sejauh ini saya masih terus belajar mengendalikan diri.
Kamis, 26 Januari 2012
Pintu Masuk
Minggu-minggu ini saya banyak memikirkan tentang pintu masuk. Sejak akhir desember lalu ketika hari terakhir sekolah anak saya, ketika selesai pembagian rapor, pintu masuk yang selama ini nyaman kami lalui masuk dan keluar, tiba-tiba di gembok tidak bisa lewat. Untung masih ada pintu lain di dekatnya yang meski harus turun baru mendaki lagi, tetap bisa kembali ke kendaraan yang terparkir di luar pintu masuk. Beredar kabar kalau penggembokan itu disebabkan perintah dari seorang nyonya besar yang marah karena pintu masuk keluarnya terhalang oleh mobil orang tua siswa. Oleh karena si nyonya besar tercantum namanya dalam kepengurusan yayasan maka sinyonya besar, dengan otoritasnya, dengan powernya itulah sehingga mampu melangkahi dan mendahului pihak sekolah dalam membuat dan menerapkan aturan.
Hari berlalu, tahun berganti, dan mulailah kembali hari sekolah. Persoalan yang muncul di tahun sebelumnya soal pintu masuk ternyata berlanjut hingga tahun berikutnya. Pintu tetap dikunci sehingga yang terjadi adalah kreatifitas dari siswa dan orang tua siswa untuk tetap masuk lewat arah yang sama meski harus menyelinap lewat pagar yang bolong, atau diatas pagar atau berkeliling dulu layaknya petualang. Bagi orang tua yang menyerah terpaksa lewat pintu utama dan harus menyerah lagi karena tidak bisa menaiki tangga yang curam dan licin dan berbahaya bagi yang menderita sakit jantung, tepat seperti cerita bu Guru, barangkali orang tua siswa tersebut dahulunya malas naik tangga sehingga sekarang sakit jantung.
Sejak pertama kali mengenal sekolah ini, harapan yang begitu besar begitu membuncah dalam dada saya untuk bertekad menyekolahkan anak saya di sekolah ini, yang tampak teduh, adem, mewah, ramah dan terutama ISLAM. Sehingga di luar perkiraan dari teman-teman saya menyekolahkan anak saya di sini, sekolah yang bermutu ini, sekolah yang bergengsi dengan sejumlah prestasi, juga status sekolah sebagai satu-satunya rintisan sekolah bertaraf internasional di wilayah makassar, bahkan mungkin sulawesi setahu saya.
Sejak pertama saya tahunya pintu masuk sekolah hanyalah satu dan satu-satunya yaitu pintu utama. Berjalan waktu saya akhirnya menemukan satu demi satu pintu masuk yang bisa dilalui. Pertama saya menemukan pintu masuk belakang lewat asrama siswa dan berhenti dilapangan bola, kemudian saya menemukan pintu lainnya melalui perumahan baru dan ternyata masuk lewat pintu utama, kemudian ternyata ada pintu masuk lain lagi yaitu melalui samping masjid, dan terakhir saya menemukan lagi pintu lainnya yaitu lewat pintu LEC.
Semua pintu-pintu tersebut seolah menegaskan sekolah ini seperti penggambaran surga yang memiliki banyak pintu masuk, sehingga setiap orang beriman sesuai kadar amalnya akan memasuki surga lewat pintu-pintu yang disediakan atau sekehendaknya sesuai timbangan amalnya.
Sekolah memang seharusnya seperti surga, surga bagi anak-anak menemukan pengajaran, menemukan keteladanan dan contoh tentang hal-hal baik agar hal-hal baik tersebut terpatri dalam karakter anak sehingga kelak menjadi orang yang berpengetahuan luas serta memiliki karakter pribadi yang baik sesuai syariah.
Jangankan sekolah, pasar saja harusnya seperti masjid, suatu ketika Rasulullah SAW berkeliling Madinah mengunjungi pasar-pasar di kota Madinah, ada pasar orang Yahudi dan kemudian Rasul mengatakan pahwa pasar kita bukan yang begini. Ada pasar orang Nasrani dan Rasul kemudian mengatakan lagi bahwa pasar kita bukan begini, kemudian Rasulullah membuat pasar baru dan mengatakan bahwa inilah pasar kita. Pasar dimana tidak ada kecurangan, pasar dimana setiap penjual dengan jujur harus menyampaikan cacat barang yang dijualnya jika ada, pasar dimana siapapun bisa menempati lokasi manapun didalam pasar dan tidak dikapling-kapling orang tertentu.
ah... pasar yang demikian hanya ada di jaman Nabi, yang sekarang ada hanyalah nama-nama yang bernuansa islam, simbol-simbol yang dikukuhkan sebagai simbol islam, tetapi didalam tunggu dulu.
aaahhhhh..... sekolah yang mendidik anak-anak menjadi generasi hebat itu hanya ada di jaman Nabi dan juga dijaman beberapa kekhalifahan. Sekolah yang ada sekarang adalah sekolah model barat, yang turun-temurun di adaptasi terus dan dikawinkan dengan simbol-simbol islam sehingga jadilah sekolah islam model barat. Sekolah yang dengan disiplin mewajibkan siswa-siswanya memiliki buku teks, mewajibkan siswanya membeli buku teks disekolah(?). Padahal Steve Jobs sendiri mengkritik model pendidikan Amerika yang masih menggunakan buku teks, anak-anak harusnya belajar sesuai karakteristik minat dan kemampuannya dan tidak dipecah-pecah dalam struktur kurikulum yang parsial. Teknologi sekarang memungkinkan semua itu berjalan.... tapi.... tunggu dulu... itu butuh biaya besar, tidak akan cukup biaya bulanan yang hanya sebesar 500rb peranak perbulan tersebut membayar semua teknologi tersebut....
kembali ke soal pintu masuk...
Tadi malam saya dapat sms, isinya pihak sekolah akan membuka kembali pintu fatimah, sehingga anak-anak yang rumahnya dekat fatimah bisa masuk lewat pintu tersebut, juga yang diantar dengan motor, tetapi ini hanya untuk anak TK dan SD, adapun anak-anak yang diantar dengan mobil harus berhenti di luar portal disamping rumah nyonya besar, tidak lagi masuk hingga ke depan pintu pagar, atau lanjut lewat pintu andalas.
Hari ini saya mengantar anak saya, dan selalu saya tanya dia mau masuk lewat pintu mana? tampaknya doktrinasi guru terhadap anak-anak untuk menyuruh mereka masuk lewat pintu utama berhasil, dia minta lewat pintu utama, kemarin juga dia bilang tuk masuk lewat pintu utama, tetapi karena duluan mendapat pintu asrama, akhirnya masuk lewat pintu asrama, 2 hari lalu rencana masuk pintu utama tetapi karena ternyata betul ada pintu LEC, maka itulah kali pertama masuk lewat LEC. 3 hari ini saya selalu sempatkan datang lihat suasana pintu Fatimah, dan masih saya saksikan pemandangan miris itu, anak-anak yang menyelinap lewat bawah pagar, orang tua yang mengangkat anaknya lewat atas pagar, atau memutar dulu turun ke bawah, melewati tangga turun ke mendawai terus naik di dekat asrama dan kembali melompati pagar kantin seterusnya hingga ke ruang kelas masing-masing.
Inilah sekolah anak saya, sekolah RSBI, bermutu, bergensi dan sejumlah prestasi membanggakan. Inilah sekolah milik yayasan calon presiden idola, yang setiap penampilannya di televisi selalu menimbulkan decak kagum, yang selalu rasional dan sederhana dalam melihat persoalan bangsa ini, yang selalu punya ide-ide besar untuk kemandirian bangsa ini, yang selalu memudahkan segala urusan tanpa mau mempersulit. Saya yakin beliau tidak akan mempersulit anak-anak dengan membatasi pintu mana mau dimasuki, beliau memiliki rasionalitas khas bangsanya, dan bertentangan dengan rasionalitas barat yang banyak ditiru dalam pengelolaan bangsa ini, termasuk sekolah, beliau tidak akan sama dengan si nyonya besar.
Yang masalah sekarang kalau beliau mau lagi mencalonkan diri menjadi presiden..... beliau masuk lewat pintu mana? pintu besar yang sulit karena mendaki, atau pintu Fatimah yang lurus dan landai? ataukah pintu belakang bersama beberapa guru dan pegawai sekolah yang terburu-buru masuk karena sudah terlambat?
Hari berlalu, tahun berganti, dan mulailah kembali hari sekolah. Persoalan yang muncul di tahun sebelumnya soal pintu masuk ternyata berlanjut hingga tahun berikutnya. Pintu tetap dikunci sehingga yang terjadi adalah kreatifitas dari siswa dan orang tua siswa untuk tetap masuk lewat arah yang sama meski harus menyelinap lewat pagar yang bolong, atau diatas pagar atau berkeliling dulu layaknya petualang. Bagi orang tua yang menyerah terpaksa lewat pintu utama dan harus menyerah lagi karena tidak bisa menaiki tangga yang curam dan licin dan berbahaya bagi yang menderita sakit jantung, tepat seperti cerita bu Guru, barangkali orang tua siswa tersebut dahulunya malas naik tangga sehingga sekarang sakit jantung.
Sejak pertama kali mengenal sekolah ini, harapan yang begitu besar begitu membuncah dalam dada saya untuk bertekad menyekolahkan anak saya di sekolah ini, yang tampak teduh, adem, mewah, ramah dan terutama ISLAM. Sehingga di luar perkiraan dari teman-teman saya menyekolahkan anak saya di sini, sekolah yang bermutu ini, sekolah yang bergengsi dengan sejumlah prestasi, juga status sekolah sebagai satu-satunya rintisan sekolah bertaraf internasional di wilayah makassar, bahkan mungkin sulawesi setahu saya.
Sejak pertama saya tahunya pintu masuk sekolah hanyalah satu dan satu-satunya yaitu pintu utama. Berjalan waktu saya akhirnya menemukan satu demi satu pintu masuk yang bisa dilalui. Pertama saya menemukan pintu masuk belakang lewat asrama siswa dan berhenti dilapangan bola, kemudian saya menemukan pintu lainnya melalui perumahan baru dan ternyata masuk lewat pintu utama, kemudian ternyata ada pintu masuk lain lagi yaitu melalui samping masjid, dan terakhir saya menemukan lagi pintu lainnya yaitu lewat pintu LEC.
Semua pintu-pintu tersebut seolah menegaskan sekolah ini seperti penggambaran surga yang memiliki banyak pintu masuk, sehingga setiap orang beriman sesuai kadar amalnya akan memasuki surga lewat pintu-pintu yang disediakan atau sekehendaknya sesuai timbangan amalnya.
Sekolah memang seharusnya seperti surga, surga bagi anak-anak menemukan pengajaran, menemukan keteladanan dan contoh tentang hal-hal baik agar hal-hal baik tersebut terpatri dalam karakter anak sehingga kelak menjadi orang yang berpengetahuan luas serta memiliki karakter pribadi yang baik sesuai syariah.
Jangankan sekolah, pasar saja harusnya seperti masjid, suatu ketika Rasulullah SAW berkeliling Madinah mengunjungi pasar-pasar di kota Madinah, ada pasar orang Yahudi dan kemudian Rasul mengatakan pahwa pasar kita bukan yang begini. Ada pasar orang Nasrani dan Rasul kemudian mengatakan lagi bahwa pasar kita bukan begini, kemudian Rasulullah membuat pasar baru dan mengatakan bahwa inilah pasar kita. Pasar dimana tidak ada kecurangan, pasar dimana setiap penjual dengan jujur harus menyampaikan cacat barang yang dijualnya jika ada, pasar dimana siapapun bisa menempati lokasi manapun didalam pasar dan tidak dikapling-kapling orang tertentu.
ah... pasar yang demikian hanya ada di jaman Nabi, yang sekarang ada hanyalah nama-nama yang bernuansa islam, simbol-simbol yang dikukuhkan sebagai simbol islam, tetapi didalam tunggu dulu.
aaahhhhh..... sekolah yang mendidik anak-anak menjadi generasi hebat itu hanya ada di jaman Nabi dan juga dijaman beberapa kekhalifahan. Sekolah yang ada sekarang adalah sekolah model barat, yang turun-temurun di adaptasi terus dan dikawinkan dengan simbol-simbol islam sehingga jadilah sekolah islam model barat. Sekolah yang dengan disiplin mewajibkan siswa-siswanya memiliki buku teks, mewajibkan siswanya membeli buku teks disekolah(?). Padahal Steve Jobs sendiri mengkritik model pendidikan Amerika yang masih menggunakan buku teks, anak-anak harusnya belajar sesuai karakteristik minat dan kemampuannya dan tidak dipecah-pecah dalam struktur kurikulum yang parsial. Teknologi sekarang memungkinkan semua itu berjalan.... tapi.... tunggu dulu... itu butuh biaya besar, tidak akan cukup biaya bulanan yang hanya sebesar 500rb peranak perbulan tersebut membayar semua teknologi tersebut....
kembali ke soal pintu masuk...
Tadi malam saya dapat sms, isinya pihak sekolah akan membuka kembali pintu fatimah, sehingga anak-anak yang rumahnya dekat fatimah bisa masuk lewat pintu tersebut, juga yang diantar dengan motor, tetapi ini hanya untuk anak TK dan SD, adapun anak-anak yang diantar dengan mobil harus berhenti di luar portal disamping rumah nyonya besar, tidak lagi masuk hingga ke depan pintu pagar, atau lanjut lewat pintu andalas.
Hari ini saya mengantar anak saya, dan selalu saya tanya dia mau masuk lewat pintu mana? tampaknya doktrinasi guru terhadap anak-anak untuk menyuruh mereka masuk lewat pintu utama berhasil, dia minta lewat pintu utama, kemarin juga dia bilang tuk masuk lewat pintu utama, tetapi karena duluan mendapat pintu asrama, akhirnya masuk lewat pintu asrama, 2 hari lalu rencana masuk pintu utama tetapi karena ternyata betul ada pintu LEC, maka itulah kali pertama masuk lewat LEC. 3 hari ini saya selalu sempatkan datang lihat suasana pintu Fatimah, dan masih saya saksikan pemandangan miris itu, anak-anak yang menyelinap lewat bawah pagar, orang tua yang mengangkat anaknya lewat atas pagar, atau memutar dulu turun ke bawah, melewati tangga turun ke mendawai terus naik di dekat asrama dan kembali melompati pagar kantin seterusnya hingga ke ruang kelas masing-masing.
Inilah sekolah anak saya, sekolah RSBI, bermutu, bergensi dan sejumlah prestasi membanggakan. Inilah sekolah milik yayasan calon presiden idola, yang setiap penampilannya di televisi selalu menimbulkan decak kagum, yang selalu rasional dan sederhana dalam melihat persoalan bangsa ini, yang selalu punya ide-ide besar untuk kemandirian bangsa ini, yang selalu memudahkan segala urusan tanpa mau mempersulit. Saya yakin beliau tidak akan mempersulit anak-anak dengan membatasi pintu mana mau dimasuki, beliau memiliki rasionalitas khas bangsanya, dan bertentangan dengan rasionalitas barat yang banyak ditiru dalam pengelolaan bangsa ini, termasuk sekolah, beliau tidak akan sama dengan si nyonya besar.
Yang masalah sekarang kalau beliau mau lagi mencalonkan diri menjadi presiden..... beliau masuk lewat pintu mana? pintu besar yang sulit karena mendaki, atau pintu Fatimah yang lurus dan landai? ataukah pintu belakang bersama beberapa guru dan pegawai sekolah yang terburu-buru masuk karena sudah terlambat?
Label:
sekolah
Selasa, 24 Januari 2012
Hari ini rapat BMJ
Hari ini Badan Musyawarah Jamiah mengagendakan rapat. Salah satu yang bakal di bahas adalah soal penutupan/penguncian pintu pagar yang selama ini dengan nyaman kami lalui lalu tiba-tiba dengan sewenang-wenang ditutup tanpa pemberitahuan.
Atas berbagai keluhan dari orang tua siswa, dan keprihatinan melihat dampak dari aturan yang tidak jelas dan dzalim tersebut saya atas usul dari banyak orang tua kemudian membuat surat keprihatinan yang ditanda tangani oleh puluhan orang tua siswa dari TK, SD, SMP dan SMA athirah bukit baruga. Isi pernyataan tersebut adalah :
-----------------------------------------------------------------------------------------------
PERNYATAAN KEPRIHATINAN
Dengan ini kami para orang tua murid TK, SD, SMP, SMA Athirah Bukit Baruga menyatakan keprihatinan sebagai berikut :
1. Bahwa sekolah adalah tempat dimana pelajaran moral dan nilai-nilai etika di tanamkan sejak dini sehingga kelak mereka hidup sebagai manusia bermoral dan beretika.
2. Bahwa sekolah bukanlah penjara yang mengunci setiap pintu-pintu masuk untuk memenjarakan anak-anak kami. Pendidikan kedisiplinan hanya berhasil jika didasari oleh keteladanan dan bukan pintu pagar besi yang digembok.
3. Bahwa para Pendidik adalah orang-orang yang seharusnya independen dan bertanggungjawab dalam melaksanakan kegiatan pendidikan di sekolah dan tidak dikendalikan dan menuruti kehendak dari orang-orang tertentu dari siapapun yang tidak diketahui kapabilitas kependidikannya serta kapabilitas moralnya.
4. Bahwa untuk berbagai peristiwa dan kejadian yang tidak mencerminkan nilai-nilai kependidikan dan nilai Islami yang disandang sekolah ini yang terjadi belakangan ini, maka kami memohon pihak sekolah agar segera melakukan tindakan-tindakan perbaikan demi benar-benar terwujudnya sekolah yang benar dan islamis.
Makassar, Januari 2012
Kami para orang Tua yang prihatin:
1. nama & ttd ......75. nama & ttd
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Pernyataan ini sebagai bentuk protes atas kebijakan pihak sekolah atau oknum sekolah yang terintimidasi oleh kepentingan lain di luar sekolah. Penggembokan pintu Masjid dilakukan bukan karena kondisi tidak aman dari luar sekolah tetapi semata-mata karena oknum sekolah menjadi tidak aman posisinya jika tidak menggembok pintu. Apalagi pejabat baru sekolah tersebut tentu ingin lebih lama memegang jabatan.
Tetapi akibatnya adalah saya menyaksikan pemandangan yang miris dari sebuah sekolah yang katanya bermutu dan menyandang nama ISLAM lagi.
Saya jadi bertanya-tanya dan geram dengan keadaan ini, ada siswa SMA yang kebingungan masuk lewat mana akhirnya dia jongkok dan masuk lewat bawah pagar, bukan itu saja ada ibu yang sudah paruh baya juga bersama anak-anaknya terpaksa menyelinap lewat bawah pagar, sementara yang lain naik ke atas pagar dan melintas diatas pintu yang tergembok. Belum lagi cerita tentang orang tua siswa yang sudah tua dengan pasrah dan sedih tidak bisa mengantar anak atau cucunya naik ke atas tangga yang jumlahnya 60 lebih anak tangga. Anak tersebut menangis karena sudah terlambat dan minta diantar, takut akan guru BP yang siap menyentilnya.
Upaya menghalau siswa masuk dan pulang lewat andalas juga dilakukan dengan menempatkan kursi yang berat di lubang bawah pagar sehingga seorang ibu yang rumahnya dekat pintu Fatimah dengan pasrah mengerahkan semua kekuatannya mengangkat kusri tersebut baru kemudian lewat di bawah pagar tersebut, tidak lama kemudian seorang petugas menempatkan kembali kursi tersebut di lubang masuk.
Di dalam ruang kelas upaya mendoktrin siswa juga lebih parah lagi, guru menceritakan tentang teman masa kecilnya yang malas naik tangga akhirnya sekarang sakit jantung. reaksi saya mendengar cerita tersebut langsung berkata BOHONG. Enak saja, saya tentu saja berasumsi bahwa ini bohong, hanya untuk menyuruh anak lewat andalas yang sulit dan tinggi anak saya dibohongi dengan cerita yang tidak jelas. Apa memang sudah tidak ada keteladanan di sekolah ini? ngomong kek baik-baik...
Sebuah sekolah adalah tempat dimana nilai-nilai baik ditanamkan sejak dini, maka guru adalah orang yang mulia karena dia akan menjadi teladan dan pahlawan bagi anak-anak yang butuh pengajaran dan pendidikan. Jika sekolah berubah menjadi sebuah mesin dimana aturan ditegakkan karena sekolah harus punya aturan, siswa-siswa dianggap sebagai nasabah yang tiap bulan harus menyetor uang dan jika tidak maka tidak boleh masuk sekolah? lalu apakah ini sesuai dengan Islam? Islam nampak karena adanya simbol-simbol, melaksanakan shalat, adanya tulisan al-qur'an, nama-nama islam, ucapan-ucapan. Tetapi jika itu semua hanya simbol dan tidak menjadi jiwa dari sekolah ini, maka itu seperti mereka hapal Al Qur'an, tetapi Al Qur'an hanya sampai di tenggorokan mereka.
Seenaknya saja membuat aturan tanpa pemberitahuan dan penghargaan sama sekali, teganya mereka membuat kami harus menyelinap dibawah pagar, anak-anak yang lompat di atas pagar, orang tua yang dipaksa untuk sakit jantungnya lagi.
Kalau bisa lebih mudah kenapa dibuat sulit, toh selama ini sudah berjalan seperti itu. Alasan keberatan dari warga yang protes, justru mereka protes karena rumahnya dekat situ, kok ditutup. kenapa harus jalan jauh dan tinggi kalau ada yang dekat dan landai.
Hari ini Rapat BMJ, mudah-mudahan sekolah sadar. dan tidak membuat aturan seenaknya lagi.
Atas berbagai keluhan dari orang tua siswa, dan keprihatinan melihat dampak dari aturan yang tidak jelas dan dzalim tersebut saya atas usul dari banyak orang tua kemudian membuat surat keprihatinan yang ditanda tangani oleh puluhan orang tua siswa dari TK, SD, SMP dan SMA athirah bukit baruga. Isi pernyataan tersebut adalah :
-----------------------------------------------------------------------------------------------
PERNYATAAN KEPRIHATINAN
Dengan ini kami para orang tua murid TK, SD, SMP, SMA Athirah Bukit Baruga menyatakan keprihatinan sebagai berikut :
1. Bahwa sekolah adalah tempat dimana pelajaran moral dan nilai-nilai etika di tanamkan sejak dini sehingga kelak mereka hidup sebagai manusia bermoral dan beretika.
2. Bahwa sekolah bukanlah penjara yang mengunci setiap pintu-pintu masuk untuk memenjarakan anak-anak kami. Pendidikan kedisiplinan hanya berhasil jika didasari oleh keteladanan dan bukan pintu pagar besi yang digembok.
3. Bahwa para Pendidik adalah orang-orang yang seharusnya independen dan bertanggungjawab dalam melaksanakan kegiatan pendidikan di sekolah dan tidak dikendalikan dan menuruti kehendak dari orang-orang tertentu dari siapapun yang tidak diketahui kapabilitas kependidikannya serta kapabilitas moralnya.
4. Bahwa untuk berbagai peristiwa dan kejadian yang tidak mencerminkan nilai-nilai kependidikan dan nilai Islami yang disandang sekolah ini yang terjadi belakangan ini, maka kami memohon pihak sekolah agar segera melakukan tindakan-tindakan perbaikan demi benar-benar terwujudnya sekolah yang benar dan islamis.
Makassar, Januari 2012
Kami para orang Tua yang prihatin:
1. nama & ttd ......75. nama & ttd
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Pernyataan ini sebagai bentuk protes atas kebijakan pihak sekolah atau oknum sekolah yang terintimidasi oleh kepentingan lain di luar sekolah. Penggembokan pintu Masjid dilakukan bukan karena kondisi tidak aman dari luar sekolah tetapi semata-mata karena oknum sekolah menjadi tidak aman posisinya jika tidak menggembok pintu. Apalagi pejabat baru sekolah tersebut tentu ingin lebih lama memegang jabatan.
Tetapi akibatnya adalah saya menyaksikan pemandangan yang miris dari sebuah sekolah yang katanya bermutu dan menyandang nama ISLAM lagi.
Saya jadi bertanya-tanya dan geram dengan keadaan ini, ada siswa SMA yang kebingungan masuk lewat mana akhirnya dia jongkok dan masuk lewat bawah pagar, bukan itu saja ada ibu yang sudah paruh baya juga bersama anak-anaknya terpaksa menyelinap lewat bawah pagar, sementara yang lain naik ke atas pagar dan melintas diatas pintu yang tergembok. Belum lagi cerita tentang orang tua siswa yang sudah tua dengan pasrah dan sedih tidak bisa mengantar anak atau cucunya naik ke atas tangga yang jumlahnya 60 lebih anak tangga. Anak tersebut menangis karena sudah terlambat dan minta diantar, takut akan guru BP yang siap menyentilnya.
Upaya menghalau siswa masuk dan pulang lewat andalas juga dilakukan dengan menempatkan kursi yang berat di lubang bawah pagar sehingga seorang ibu yang rumahnya dekat pintu Fatimah dengan pasrah mengerahkan semua kekuatannya mengangkat kusri tersebut baru kemudian lewat di bawah pagar tersebut, tidak lama kemudian seorang petugas menempatkan kembali kursi tersebut di lubang masuk.
Di dalam ruang kelas upaya mendoktrin siswa juga lebih parah lagi, guru menceritakan tentang teman masa kecilnya yang malas naik tangga akhirnya sekarang sakit jantung. reaksi saya mendengar cerita tersebut langsung berkata BOHONG. Enak saja, saya tentu saja berasumsi bahwa ini bohong, hanya untuk menyuruh anak lewat andalas yang sulit dan tinggi anak saya dibohongi dengan cerita yang tidak jelas. Apa memang sudah tidak ada keteladanan di sekolah ini? ngomong kek baik-baik...
Sebuah sekolah adalah tempat dimana nilai-nilai baik ditanamkan sejak dini, maka guru adalah orang yang mulia karena dia akan menjadi teladan dan pahlawan bagi anak-anak yang butuh pengajaran dan pendidikan. Jika sekolah berubah menjadi sebuah mesin dimana aturan ditegakkan karena sekolah harus punya aturan, siswa-siswa dianggap sebagai nasabah yang tiap bulan harus menyetor uang dan jika tidak maka tidak boleh masuk sekolah? lalu apakah ini sesuai dengan Islam? Islam nampak karena adanya simbol-simbol, melaksanakan shalat, adanya tulisan al-qur'an, nama-nama islam, ucapan-ucapan. Tetapi jika itu semua hanya simbol dan tidak menjadi jiwa dari sekolah ini, maka itu seperti mereka hapal Al Qur'an, tetapi Al Qur'an hanya sampai di tenggorokan mereka.
Seenaknya saja membuat aturan tanpa pemberitahuan dan penghargaan sama sekali, teganya mereka membuat kami harus menyelinap dibawah pagar, anak-anak yang lompat di atas pagar, orang tua yang dipaksa untuk sakit jantungnya lagi.
Kalau bisa lebih mudah kenapa dibuat sulit, toh selama ini sudah berjalan seperti itu. Alasan keberatan dari warga yang protes, justru mereka protes karena rumahnya dekat situ, kok ditutup. kenapa harus jalan jauh dan tinggi kalau ada yang dekat dan landai.
Hari ini Rapat BMJ, mudah-mudahan sekolah sadar. dan tidak membuat aturan seenaknya lagi.
Selasa, 17 Januari 2012
1 minggu pertama semester 2 Adid Sekolah
Sekolah pertama di semester kedua dimulai hari Senin, tanggal 9 Januari 2012. Tidak seperti minggu pertama semester awal dulu, dimana Adid masih tahap adaptasi, masih sering menangis di ruang kelas dengan tangisan yang keras dan lama. sekarang Adid sudah lebih dewasa karena tidak menangis lagi.
Pada saat acara penerimaan rapor yang diterima oleh orangtua masing-masing, Nilai-nilai pelajaran sekolah Adid rata-rata diatas 80-an, namun demikian tidak ada rangking yang dicatat tuk Adid, nampaknya hanya untuk 3 nilai tertinggi yang diberi hadiah khusus. meski demikian kami cukup bergembira, minimal bahwa Adid bisa mengikuti pelajran sekolah mengingat umurnya pada saat masuk belum cukup 6 tahun.
Hal yang menyita perhatian justru adalah peristiwa yang berawal pada saat pembagian rapor semester 1. waktu itu saking membludaknya mobil-mobil orang tua siswa yang memenuhi jalan masuk pintu Fatimah, sebuah mobil ternyata parkir didepan pagar salah satu rumah besar mengakibatkan si empunya rumah tidak bisa keluar. Kemarahan nyonya besar di lampiaskan disekolah dimana pintu masuk diperintahkannya tuk digembok. Hal ini menyebabkan kami yang sudah selesai menerima rapor tidak bisa keluar lewat pintu. Kami terpaksa masuk lokasi masjid Fatimah turun ke area wudhu dan naik lagi di seberang pintu pagar besi yang digembok.
Penguncian pintu ternyata berlanjut di semester kedua ini, kali ini kami yang sudah terbiasa mengantar anak lewat pintu Fatimah di arahkan masuk pintu utama di Andalas. Jarak lebih jauh dan lebih berbahaya karena jalanan licin apalagi di musim hujan ini. Penguncian pintu Fatimah sepertinya juga tidak konsisten, di minggu pertama pintu belum dikunci tetapi mobil-mobil pengantar di arahkan tuk jalan terus menuju pintu andalas, sehingga hanya pengantar motor yang leluasa masuk, beberapa mobil juga bisa lewat pintu Fatimah ini sementara pintu belum dikunci. beberapa hari kemudian pintupun di kunci sehingga anak-anak masuk lewat tempat wudhu masjid. Namun di hari kedua minggu pertama, pemandangan miris terlihat dari anak-anak sekolah yang kebingungan dan terhambat untuk masuk sekolahnya, beberapa anak masuk lewat sela-sela pagar yang bolong, dan yang lain berjalan lebih jauh lagi karena pintu masjid menuju tempat wudhupun di kunci sehingga harus jalan terus lagi entah masuk lewat mana.
Sekolah Athirah yang awalnya terkesan bagus kali ini menunjukkan mukanya yang sebenarnya. muncul beberapa pertanyaan mengenai apakah memang athirah adalah sekolah yang baik bagi anak-anak muslim makassar? campur tangan orang-orang tertentu yang tidak diketahui kapabilitas kependidikannya juga kapabilitas moralnya dalam kegiatan pendidikan sekolah saya khawatirkan akan merusak tatanan sekolah, apalagi dengan kata Islam yang disandangnya. Bukan tidak mungkin sekolah ini akan diperlakukan tak lebih dari suatu institusi bisnis dari yayasan. Besarnya uang masuk, serta uang bulanan siswa,ditambah bantuan BOS(sesuai konfirmasi ka. sekolah tgl 24/1/2012, Athirah tidak menerima dana BOS), juga bantuan lain yang diberikan pemerintah adalah kapitalisasi rupiah yang sangat besar yang memungkinkan pemilik yayasan tuk hidup berfoya-foya atas nama pendidikan Islam.
Maka sudah saatnya pemerintah dan masyarakat makin sadar pentingnya pengawasan terhadap lembaga pendidikan, sebab ia adalah sebuah institusi amal dimana-mana orang-orang yang terlibat didalamnya adalah orang-orang yang berkarakter dasar memberi, para guru memberikan ilmu dan perhatiannya kepada kelanjutan belajar siswa, para donatur memberikan dananya tuk penyediaan fasilitas belajar, para pengelola memberikan perhatian tuk terlaksananya proses pembelajar dan pembentukan akhlak yang baik bagi semua siswa. Lingkungan sekolah harusnya adalah lingkungan suci yang bebas dari niat-niat menguasai untuk kepentingan pribadi orang tertentu.
Aksi penggalangan tanda tangan berupa pernyataan keprihatinan dari para orang tua siswa ditujukan untuk mengembalikan rel pendidikan sekolah athirah ke rel yang benar dan tidak terkooptasi oleh kepentingan orang tertentu dari siapapun. Sekolah adalah lembaga yang percayakan oleh para orang tua para siswa tuk mendidik anak-anaknya memahami ilmu pengetahuan, dan pembentukan akhlak yang Islami, sebagaimana nama yang disandang sekolah ini.
Pada saat acara penerimaan rapor yang diterima oleh orangtua masing-masing, Nilai-nilai pelajaran sekolah Adid rata-rata diatas 80-an, namun demikian tidak ada rangking yang dicatat tuk Adid, nampaknya hanya untuk 3 nilai tertinggi yang diberi hadiah khusus. meski demikian kami cukup bergembira, minimal bahwa Adid bisa mengikuti pelajran sekolah mengingat umurnya pada saat masuk belum cukup 6 tahun.
Hal yang menyita perhatian justru adalah peristiwa yang berawal pada saat pembagian rapor semester 1. waktu itu saking membludaknya mobil-mobil orang tua siswa yang memenuhi jalan masuk pintu Fatimah, sebuah mobil ternyata parkir didepan pagar salah satu rumah besar mengakibatkan si empunya rumah tidak bisa keluar. Kemarahan nyonya besar di lampiaskan disekolah dimana pintu masuk diperintahkannya tuk digembok. Hal ini menyebabkan kami yang sudah selesai menerima rapor tidak bisa keluar lewat pintu. Kami terpaksa masuk lokasi masjid Fatimah turun ke area wudhu dan naik lagi di seberang pintu pagar besi yang digembok.
Penguncian pintu ternyata berlanjut di semester kedua ini, kali ini kami yang sudah terbiasa mengantar anak lewat pintu Fatimah di arahkan masuk pintu utama di Andalas. Jarak lebih jauh dan lebih berbahaya karena jalanan licin apalagi di musim hujan ini. Penguncian pintu Fatimah sepertinya juga tidak konsisten, di minggu pertama pintu belum dikunci tetapi mobil-mobil pengantar di arahkan tuk jalan terus menuju pintu andalas, sehingga hanya pengantar motor yang leluasa masuk, beberapa mobil juga bisa lewat pintu Fatimah ini sementara pintu belum dikunci. beberapa hari kemudian pintupun di kunci sehingga anak-anak masuk lewat tempat wudhu masjid. Namun di hari kedua minggu pertama, pemandangan miris terlihat dari anak-anak sekolah yang kebingungan dan terhambat untuk masuk sekolahnya, beberapa anak masuk lewat sela-sela pagar yang bolong, dan yang lain berjalan lebih jauh lagi karena pintu masjid menuju tempat wudhupun di kunci sehingga harus jalan terus lagi entah masuk lewat mana.
Sekolah Athirah yang awalnya terkesan bagus kali ini menunjukkan mukanya yang sebenarnya. muncul beberapa pertanyaan mengenai apakah memang athirah adalah sekolah yang baik bagi anak-anak muslim makassar? campur tangan orang-orang tertentu yang tidak diketahui kapabilitas kependidikannya juga kapabilitas moralnya dalam kegiatan pendidikan sekolah saya khawatirkan akan merusak tatanan sekolah, apalagi dengan kata Islam yang disandangnya. Bukan tidak mungkin sekolah ini akan diperlakukan tak lebih dari suatu institusi bisnis dari yayasan. Besarnya uang masuk, serta uang bulanan siswa,
Maka sudah saatnya pemerintah dan masyarakat makin sadar pentingnya pengawasan terhadap lembaga pendidikan, sebab ia adalah sebuah institusi amal dimana-mana orang-orang yang terlibat didalamnya adalah orang-orang yang berkarakter dasar memberi, para guru memberikan ilmu dan perhatiannya kepada kelanjutan belajar siswa, para donatur memberikan dananya tuk penyediaan fasilitas belajar, para pengelola memberikan perhatian tuk terlaksananya proses pembelajar dan pembentukan akhlak yang baik bagi semua siswa. Lingkungan sekolah harusnya adalah lingkungan suci yang bebas dari niat-niat menguasai untuk kepentingan pribadi orang tertentu.
Aksi penggalangan tanda tangan berupa pernyataan keprihatinan dari para orang tua siswa ditujukan untuk mengembalikan rel pendidikan sekolah athirah ke rel yang benar dan tidak terkooptasi oleh kepentingan orang tertentu dari siapapun. Sekolah adalah lembaga yang percayakan oleh para orang tua para siswa tuk mendidik anak-anaknya memahami ilmu pengetahuan, dan pembentukan akhlak yang Islami, sebagaimana nama yang disandang sekolah ini.
Selasa, 20 September 2011
Sekolah yang baik...
Sekolah harusnya baik, karena ia dibuat untuk menciptakan manusia-manusia baik. sekolah harusnya mengajarkan kebaikan, agar siapapun yang bersekolah menjadi manusia baik-baik. mencari sekolah yang baik mungkin pertama akan terasa gampang, karena koran, majalah, dan media lain selalu meberitakan sekolah yang sepertinya baik, baik karena fasilitas sekolahnya, gedung sekolahnya dan terutama bayarannya..
sekolah itu memasang iklan, memamerkan fasilitas sekolahnya, menjanjikan suasana belajar yang nyaman, mewah dan berkelas. tetapi kemudian sekolah itu hanya bisa dijangkau oleh orang berduit. orang yang punya kelebihan dan standar hidup mewah, suasana nyaman ada pada ruang sekolah secara fisik. Pengelola sekolah yang menghadapi orang berduit akhirnya juga mengutamakan duit, maka bukan masalah seperti apa belajarnya, tetapi seperti apa barangnya. sekolah bukan lagi mengajarkan kebaikan tetapi menghadirkan kemewahan.
lain dari itu yang jumlahnya banyak adalah sekolah negeri, sekolah yang dikelola oleh pemerintah, atau sekolah yang dibawah naungan pemerintah. mereka ini tidak beriklan, tetapi tetap diserbu. janji pejabat untuk pendidikan gratis, menyebabkan semua orang tua merasa tidak harus membiayai sekolah anaknya. orangtua membiarkan anaknya dididik oleh sekolah. sekolah yang dibiayai pemerintah, sekolah yang menjalankan administrasi sekolah, sekolah yang harus mempertanggungjawabkan dana yang diterima dari pemerintah. fokus sekolah adalah bagaimana memperoleh dana dari pemerintah, kemudian bagaimana menggunakan dana itu, kemudian bagaimana agar sekolah secara adminitrasi terus memperoleh nilai yang baik.lalu bagimana dengan muridnya...? murid harus mengikuti sistem, murid harus mengerjakan PR, murid harus patuh, taat, disiplin. bagimana dgn perasaan muridnya...? perasaan...? pokoknya murid harus belajar,patuh, taat dan disiplin titik.
banyak orang dari berbagai latar belakang masuk menajdi guru, guru honorer, guru-guru itu kemudian berusaha diangkat menajdi pegawai, guru-guru kemudian juga berusaha untuk disertifikasi, bagaimanapun caranya. sertifikat semeinar, pelatihan digandakan, ikut ato tidak pokoknya dpt sertifikat. tulisan di copy paste.. pokoknya ada tulisan... yang baik itu adalah materinya... punya ini dan itu....
sisi buruk....
sekolah harusnya menjadi tempat bagi mengkristalnya semangat belajar, semangat tuk tahu yang kemudian dibarengi dengan kejujuran. sebab pintar jka tidak jujur hanya melahirkan penipu-penipu yang merasa bisa menipu semua orang dengan argumentasi rasionalnya. sekolah juga harusnya menjadi tempat bagi mengkristalnya sifat berani dan teguh. berani menghadapi kenyataaan berani tuk jujur sejujurnya, serta konsisten, teguh pendirian untuk terus menyuarakan kebaikan berdasarkan ilmu pengetahuan.
sekolah seperti itu dimana?
ada sebuah sekolah yang tidak menyebut dirinya sebagai sekolah sebab akan kedengaran terlalu formalistik padahal ia bukan di jalur itu. Dibentuk oleh orang-orang yang dibiayai oleh pemerintah untuk memikirkan dan mengkaji seperti apa sekolah yang baik itu. berdirilah ia dan menerima murid dengan uang masuk gratis dan uang bulanan sekedarnya. berganti tahun ia bekerjasama dengan lembaga lain yang punya komitmen sama. uang masuk naik dan pembayaran bulanan juga naik. berikutnya tiap tahun naik pembayarannya. berikutnya ia mandiri di kelola sendiri tanpa lembaga lain. tetapi pembayaran uang masuknya naik hampir 2 kali lipat, bulanannya naik 50%. dan hasilnya.... wastafel tidak jalan krannya, anak-anak bermain seenaknya, kalo ada berkelahi orang tuanya yang pisahkan, kalo ada anak tidak masuk kelas, gurunya tidak cari......... saat jam bermain gurunya gak keliatan satupun ........ dan yang pasti gurunya tambah parlente....
Randi murid baru, baru pindah dari timur, di sana yang katanya terbelakang, sekolahnya dan gurunya memperlakukan ia dengan penuh perhatian, buku rapornya terarsip rapi dalam map rapor, ia diberi surat pindah serta sebuah form balikan untuk sekolah tujuan. biaya sekolahnya hanya seperenamnya, tapi wastafel jalan, ada sabun dan handuk bersih, APEnya ada dan terpakai tidak tersusun rapi hingga berdebu. dan ia diterima dengan hangat oleh gurunya, tidak ogah2an dan tanpa perhatian. mau masuk, masuk tidak ya tidak.
Sekolah baru harusnya lebih baik, karena ia dibentuk dan dikelola oleh orang2 yang sudah dibiayai serta menarik biaya yang lebih tinggi, dan ia memperoleh fasilitas yang banyak dan serba mudah........ padahal sekolah lama dibentuk oleh sebuah yayasan dan menarik biaya yang lebih rendah, dan ia ada di ujung timur, yang jauh dari fasilitas serba mudah...
akankah Randi bertahan di sekolah barunya? ataukah ia akan mengorbankan uang masuknya dan pindah ke tempat lain yang lebih baik, meski harus membayar lagi.......?
Pendidikan anak adalah investasi yang tidak bisa diukur dengan materi berapapun, selama mampu lebih baik menghindar dari potensi salah asuhan.... selama bisa lebih baik dicarikan sekolah yang lebih baik, sekolah yang akan menggelorakan semangat anak tuk tahu lebih banyak, memeliharan kejujuran, berani serta teguh dijalur kebaikan....
sekolahlah yang baik....
sekolah itu memasang iklan, memamerkan fasilitas sekolahnya, menjanjikan suasana belajar yang nyaman, mewah dan berkelas. tetapi kemudian sekolah itu hanya bisa dijangkau oleh orang berduit. orang yang punya kelebihan dan standar hidup mewah, suasana nyaman ada pada ruang sekolah secara fisik. Pengelola sekolah yang menghadapi orang berduit akhirnya juga mengutamakan duit, maka bukan masalah seperti apa belajarnya, tetapi seperti apa barangnya. sekolah bukan lagi mengajarkan kebaikan tetapi menghadirkan kemewahan.
lain dari itu yang jumlahnya banyak adalah sekolah negeri, sekolah yang dikelola oleh pemerintah, atau sekolah yang dibawah naungan pemerintah. mereka ini tidak beriklan, tetapi tetap diserbu. janji pejabat untuk pendidikan gratis, menyebabkan semua orang tua merasa tidak harus membiayai sekolah anaknya. orangtua membiarkan anaknya dididik oleh sekolah. sekolah yang dibiayai pemerintah, sekolah yang menjalankan administrasi sekolah, sekolah yang harus mempertanggungjawabkan dana yang diterima dari pemerintah. fokus sekolah adalah bagaimana memperoleh dana dari pemerintah, kemudian bagaimana menggunakan dana itu, kemudian bagaimana agar sekolah secara adminitrasi terus memperoleh nilai yang baik.lalu bagimana dengan muridnya...? murid harus mengikuti sistem, murid harus mengerjakan PR, murid harus patuh, taat, disiplin. bagimana dgn perasaan muridnya...? perasaan...? pokoknya murid harus belajar,patuh, taat dan disiplin titik.
banyak orang dari berbagai latar belakang masuk menajdi guru, guru honorer, guru-guru itu kemudian berusaha diangkat menajdi pegawai, guru-guru kemudian juga berusaha untuk disertifikasi, bagaimanapun caranya. sertifikat semeinar, pelatihan digandakan, ikut ato tidak pokoknya dpt sertifikat. tulisan di copy paste.. pokoknya ada tulisan... yang baik itu adalah materinya... punya ini dan itu....
sisi buruk....
sekolah harusnya menjadi tempat bagi mengkristalnya semangat belajar, semangat tuk tahu yang kemudian dibarengi dengan kejujuran. sebab pintar jka tidak jujur hanya melahirkan penipu-penipu yang merasa bisa menipu semua orang dengan argumentasi rasionalnya. sekolah juga harusnya menjadi tempat bagi mengkristalnya sifat berani dan teguh. berani menghadapi kenyataaan berani tuk jujur sejujurnya, serta konsisten, teguh pendirian untuk terus menyuarakan kebaikan berdasarkan ilmu pengetahuan.
sekolah seperti itu dimana?
ada sebuah sekolah yang tidak menyebut dirinya sebagai sekolah sebab akan kedengaran terlalu formalistik padahal ia bukan di jalur itu. Dibentuk oleh orang-orang yang dibiayai oleh pemerintah untuk memikirkan dan mengkaji seperti apa sekolah yang baik itu. berdirilah ia dan menerima murid dengan uang masuk gratis dan uang bulanan sekedarnya. berganti tahun ia bekerjasama dengan lembaga lain yang punya komitmen sama. uang masuk naik dan pembayaran bulanan juga naik. berikutnya tiap tahun naik pembayarannya. berikutnya ia mandiri di kelola sendiri tanpa lembaga lain. tetapi pembayaran uang masuknya naik hampir 2 kali lipat, bulanannya naik 50%. dan hasilnya.... wastafel tidak jalan krannya, anak-anak bermain seenaknya, kalo ada berkelahi orang tuanya yang pisahkan, kalo ada anak tidak masuk kelas, gurunya tidak cari......... saat jam bermain gurunya gak keliatan satupun ........ dan yang pasti gurunya tambah parlente....
Randi murid baru, baru pindah dari timur, di sana yang katanya terbelakang, sekolahnya dan gurunya memperlakukan ia dengan penuh perhatian, buku rapornya terarsip rapi dalam map rapor, ia diberi surat pindah serta sebuah form balikan untuk sekolah tujuan. biaya sekolahnya hanya seperenamnya, tapi wastafel jalan, ada sabun dan handuk bersih, APEnya ada dan terpakai tidak tersusun rapi hingga berdebu. dan ia diterima dengan hangat oleh gurunya, tidak ogah2an dan tanpa perhatian. mau masuk, masuk tidak ya tidak.
Sekolah baru harusnya lebih baik, karena ia dibentuk dan dikelola oleh orang2 yang sudah dibiayai serta menarik biaya yang lebih tinggi, dan ia memperoleh fasilitas yang banyak dan serba mudah........ padahal sekolah lama dibentuk oleh sebuah yayasan dan menarik biaya yang lebih rendah, dan ia ada di ujung timur, yang jauh dari fasilitas serba mudah...
akankah Randi bertahan di sekolah barunya? ataukah ia akan mengorbankan uang masuknya dan pindah ke tempat lain yang lebih baik, meski harus membayar lagi.......?
Pendidikan anak adalah investasi yang tidak bisa diukur dengan materi berapapun, selama mampu lebih baik menghindar dari potensi salah asuhan.... selama bisa lebih baik dicarikan sekolah yang lebih baik, sekolah yang akan menggelorakan semangat anak tuk tahu lebih banyak, memeliharan kejujuran, berani serta teguh dijalur kebaikan....
sekolahlah yang baik....
Label:
sekolah
Sabtu, 30 Juli 2011
Pembuatan Kecap Ikan
1. PENDAHULUAN
Kecap ikan adalah cairan yan diperoleh dari hasil fermentasi ikan di dalam larutan garam. Selama fermentasi, mikroba halofilik seperti Saccharomyces,Torulopsis, dan Pediococcus yang tahan garam berkembang menghasilkan senyawa flavor.
2. BAHAN
1) Ikan. Sebaiknya digunakan ikan-ikan kecil yan kurang disukai untuk dikonsumsi. Ikan dicuci bersih, ditiriskan dengan sempurna. Kemudian dihamparkan dan diangin-anginkan selama satu jam.
2) Garam. Garam kasar ditumbuk sampi halus. Jumlah: 20% dari berat ikan.
3) Bumbu. Bumbu kecap adalah jahe, lengkuas, kayu manis, dan gula merah.
3. PERALATAN
1) Wadah fermentasi. Alat ini digunakan untuk fermentasi ikan menjadi kecap ikan. Untuk usaha rumahtangga dapat digunakan ember plastik. Untuk usaha agak besar, perlu menggunakan wadah dari logam yang tahan garam, atau wadah dari fiber glass.
2) Wadah perebus. Wadah ini digunakan untuk merebus cairan kecap.
3) Kompor
4) Kain penyaring. Alat ini digunakan untuk menyaring kecap hingga diperoleh kecap yang jernih.
5) Botol
6) Alat penutup botol
7) Pemberat. Dibuat dari kayu dan di atasnya diletakkan coran semen pemberat.
4. CARA PEMBUATAN
1) Proses Pendahuluan
a. Bila menggunakan ikan ukuran sedang dan besar, ikan harus disiangi untuk membuang jeroan dan insang. Kemudian ikan dicuci, dibelah dan dipotong-potong berukuran 3-4 cm.
b. Bila menggunakan ikan berukuran kecil (teri) ikan cukup dicuci dan ditiriskan.
2) Fermentasi Kecap No. 1
a. Dasar wadah fermentasi ditaburi dengan garam yang telah ditumbuk halus setinggi 0,25 cm, kemudian ikan disusun membentuk satu lapisan. Di atas lapisan ini ditaburi lagi garam setinggi 0,25 cm secara merata, kemudian diatasnya disusun lagi satu lapis ikan. Demikian seterusnya sampai wadah penuh. Garam yang digunakan adalah 20 % dari berat ikan. Setiap 1 kg ikan membutuhkan 200 g garam halu. Wadah ditutup
rapat kemudian disimpan (difermentasi) selama 3-6 bulan.
b. Setelah masa fermentsi tersebut, saluran cairan pada bagian wadah dibuka, dan ciran yang keluar ditampung melalui kain saring (2 lapis). Cairan jernih ini disebut kecap nomor 1.
3) Fermentasi Kecap No. 2
Ikan-ikan yang belum hancur, dapat ditambahkan garam 5% dari berat ikan semula. Kemudian difermentasikan lagi selama 3 bulan. Cairan yang diperoleh merupakan kacap nomor 2. Kecap nomor 2 ini tidak sejernih dan tidak sesedap kecap nomor 1.
4) Penyiapan Bumbu Kecap Asin
a. Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe).
b. Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas).
c. Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter kecap membutuhkan 20 gram kayu manis).
d. Bumbu-bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali dari benang katun yang kuat.
5) Penyiapan Bumbu Kecap Manis
a. Gula merah diiris-iris, dan digiling sampai halus (tiap liter kecap membutuhkan 500 gram gula merah).
b. Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe).
c. Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas).
d. Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter kecap membutuhkan 20 gram kayu manis).
e. Gula merah dan bumbu-bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali dari benang katun yang kuat.
6) Pembumbuan dan Pemasakan Kecap Asin
Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambahkan dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 0,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekedar menjaga agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap asin yang telah dibungkus diatas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan diaduk-aduk terus menerus selama 15 menit. Kecap yang dihasilkan adalah kecap asin. Ketika masih panas, kecap asin ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
7) Pembumbuan dan Pemasakan Kecap Manis
Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambahkan dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 0,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekedar menjaga agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap manis yang telah dibungkus diatas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan diaduk-aduk terus menerus selama 15 menit. Kecap yang dihasilkan adalah kecap manis. Ketika masih panas, kecap manis ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
8) Pembotolan
Kecap yang masih panas segera dimasukkan ke dalm botol, kemudian ditutup rapat dan diberi label.
5. KONTAK HUBUNGAN
Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Jl. Rasuna Said, Padang Baru, Padang, Telp. 0751 40040, Fax. 0751 40040
Jakarta, Januari 2001
Sumber : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah, Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat
Editor : Tarwiyah, Kemal
Kecap ikan adalah cairan yan diperoleh dari hasil fermentasi ikan di dalam larutan garam. Selama fermentasi, mikroba halofilik seperti Saccharomyces,Torulopsis, dan Pediococcus yang tahan garam berkembang menghasilkan senyawa flavor.
2. BAHAN
1) Ikan. Sebaiknya digunakan ikan-ikan kecil yan kurang disukai untuk dikonsumsi. Ikan dicuci bersih, ditiriskan dengan sempurna. Kemudian dihamparkan dan diangin-anginkan selama satu jam.
2) Garam. Garam kasar ditumbuk sampi halus. Jumlah: 20% dari berat ikan.
3) Bumbu. Bumbu kecap adalah jahe, lengkuas, kayu manis, dan gula merah.
3. PERALATAN
1) Wadah fermentasi. Alat ini digunakan untuk fermentasi ikan menjadi kecap ikan. Untuk usaha rumahtangga dapat digunakan ember plastik. Untuk usaha agak besar, perlu menggunakan wadah dari logam yang tahan garam, atau wadah dari fiber glass.
2) Wadah perebus. Wadah ini digunakan untuk merebus cairan kecap.
3) Kompor
4) Kain penyaring. Alat ini digunakan untuk menyaring kecap hingga diperoleh kecap yang jernih.
5) Botol
6) Alat penutup botol
7) Pemberat. Dibuat dari kayu dan di atasnya diletakkan coran semen pemberat.
4. CARA PEMBUATAN
1) Proses Pendahuluan
a. Bila menggunakan ikan ukuran sedang dan besar, ikan harus disiangi untuk membuang jeroan dan insang. Kemudian ikan dicuci, dibelah dan dipotong-potong berukuran 3-4 cm.
b. Bila menggunakan ikan berukuran kecil (teri) ikan cukup dicuci dan ditiriskan.
2) Fermentasi Kecap No. 1
a. Dasar wadah fermentasi ditaburi dengan garam yang telah ditumbuk halus setinggi 0,25 cm, kemudian ikan disusun membentuk satu lapisan. Di atas lapisan ini ditaburi lagi garam setinggi 0,25 cm secara merata, kemudian diatasnya disusun lagi satu lapis ikan. Demikian seterusnya sampai wadah penuh. Garam yang digunakan adalah 20 % dari berat ikan. Setiap 1 kg ikan membutuhkan 200 g garam halu. Wadah ditutup
rapat kemudian disimpan (difermentasi) selama 3-6 bulan.
b. Setelah masa fermentsi tersebut, saluran cairan pada bagian wadah dibuka, dan ciran yang keluar ditampung melalui kain saring (2 lapis). Cairan jernih ini disebut kecap nomor 1.
3) Fermentasi Kecap No. 2
Ikan-ikan yang belum hancur, dapat ditambahkan garam 5% dari berat ikan semula. Kemudian difermentasikan lagi selama 3 bulan. Cairan yang diperoleh merupakan kacap nomor 2. Kecap nomor 2 ini tidak sejernih dan tidak sesedap kecap nomor 1.
4) Penyiapan Bumbu Kecap Asin
a. Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe).
b. Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas).
c. Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter kecap membutuhkan 20 gram kayu manis).
d. Bumbu-bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali dari benang katun yang kuat.
5) Penyiapan Bumbu Kecap Manis
a. Gula merah diiris-iris, dan digiling sampai halus (tiap liter kecap membutuhkan 500 gram gula merah).
b. Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe).
c. Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas).
d. Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter kecap membutuhkan 20 gram kayu manis).
e. Gula merah dan bumbu-bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali dari benang katun yang kuat.
6) Pembumbuan dan Pemasakan Kecap Asin
Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambahkan dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 0,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekedar menjaga agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap asin yang telah dibungkus diatas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan diaduk-aduk terus menerus selama 15 menit. Kecap yang dihasilkan adalah kecap asin. Ketika masih panas, kecap asin ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
7) Pembumbuan dan Pemasakan Kecap Manis
Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambahkan dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 0,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekedar menjaga agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap manis yang telah dibungkus diatas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan diaduk-aduk terus menerus selama 15 menit. Kecap yang dihasilkan adalah kecap manis. Ketika masih panas, kecap manis ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
8) Pembotolan
Kecap yang masih panas segera dimasukkan ke dalm botol, kemudian ditutup rapat dan diberi label.
5. KONTAK HUBUNGAN
Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Jl. Rasuna Said, Padang Baru, Padang, Telp. 0751 40040, Fax. 0751 40040
Jakarta, Januari 2001
Sumber : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah, Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat
Editor : Tarwiyah, Kemal
Label:
Wirausaha
Senin, 18 Juli 2011
1 minggu pertama Adid sekolah...
Alhamdulillah..... 1 minggu pertama telah dilewati adid sekolah... beberapa hal menjadi catatan dan hal berkesan dari ini...
Senin, 11 Juli 2011
ini adalah hari yg paling ditunggu2 Adid, kelamaan libur membuat ia sudah ingin masuk sekolah, senin yg lalu sempat ia menghitung2 dan bertanya hari apa ini? J:ini hari senin, T:kenapa belum masuk sekolah? J:masuk sekolah senin depan, skr masih libur
senin hingga rabu adalah masa orientasi sekolah, karena itu kepsek dlm arahannya menyampaikan jam sekolah masih sampai jam 10, setelah itu jam pulang sekolah jam 12.
sy, Mami dan Airah masih tinggal di sekolah menunggu hingga adid pulang, oleh karena baju adid belum diambil terpaksa ia hanya berpakaian baju batik dan celana jeans, sangat berbeda dgn teman2 kelasnya yg sudah memakai seragam.
sambil menunggu adid di kelasnya, beberapa orang tua murid sudah menebus buku pelajaran sekolah, harganya 594rb untuk kelas 1 RSBI. buku Adid belum diambil karena ternyata uang yg kami bawa tdk cukup menebus buku.
pada saat membawa adid ke lapangan upacara, sy bertemu dgn 2 teman sekolah SMA yg anaknya juga masuk sekolah, yg tua sdh kelas 3, adeknya dede juga masuk kelas 1, dede di kelas 1-2, dan Adid kelas 1-1, Wahyu anaknya M. Fatwa teman sebangku SMA kelas 1-4. hari pertama itu semacam reuni bagi saya dan A. Eka juga dgn Ayyenk. Ayyenk sudah pertama ketemu sebelumnya, sementara A.Eka baru ketemu setelah 19thn pisah setamat SMA. Sy juga bertemu dengan S, dosen Unhas, tp dari Uloe juga, beliau dulu adalah rangking 1 di SMP bahkan di SMA, beliau 2 tingkat diatas saya. Anaknya naik kelas 2. Sy juga ketemu dgn H, alumni satria, peg. PT Energi Sengkang, anaknya naik kelas 2, dan kakaknya masuk kelas 1 smp di athirah juga.
jam 9.10 adalah jam istirahat, sy jemput adid di taman depan kelasnya yg asik main menikmati sekolah baru juga teman2 barunya. kami sm2 makan di ruang kantin yg luas. disini berbagai macam jajanan dijual dengan harga tidak mahal, kue2 harga 1000, coto 5000, nasi lauk 6000, nasi rantang 6000, pizza ria kafe 5000, jus dan sirup. kantin nya bersih dan terjaga. ada wastafel untuk cuci tangan dll.
Selasa, 12 Juli 2011.
Rencana hari ini Adid sudah pake seragam, tapi karena kemarin sore bajunya belum sempat diambil terpaksa kami menuju Athirah KajaoLalido dulu ambil baju. kami sampai disana jam 7, tapi karena peg. koperasi belum datang terpaksa menunggu dulu hingga jam 7.30. begitu datang pakaian adid kurang 1 yaitu celana muslim, ada 2 baju putih, 2 baju kotak, 2 celana coklat, 1 topi, baju dan celana olahraga, baju muslim, 1 dasi, 2 lambang lokasi, 2 logo athirah putih, 2 logo athirah coklat. dan hanya celana muslim yg belum ada. adapun baju olahraga yg ukuran M seperti baju putihnya ternyata terlalu besar tuk ukuran Adid.
Adid langsung ganti baju di ruang koperasi, sempat dia protes tuk ganti baju di ruang ganti tapi kubilang tdk kelihatanji karena panjangji bajunya, akhirnya dia menurut. kami keluar dari ruang koperasi dengan Adid berpakaian lengkap, termasuk dasi dan topi.
sempat foto2 di depan bank samping sekolah.kemudian menuju Antang. kami sampai di Sekolah adid jam 9, dan tdk lama kemudian istirahat.
Di ruang kantin kami duduk di meja dekat t4x Hj. Asmi, dia sempat liat saya dan menuju k kami, hj Asmi menyapa kami dan berkenalan dgn Maminya Adid. Setelah itu dia balik dan kembali menyuruh peg.x bawakan kami teh kotak dan susu botol. Waktu pulang kembali dia kasih adid es krim. Thank :)
Rabu, 13 Juli 2011
Sy sendiri antar Adid ke sekolah naik motor. setelah turun di depan sekolah Adid jalan sendiri masuk ke kelasnya. tapi karena sy ingat dia hanya bawa bekal tanpa uang, sy menyusul ke dalam, sy dapati dia sdh main dengan temanya yg belum dia kenal, sy kasi uang 10rb, ternyata temannya juga dibekali uang 5rb jadi sy ganti uang 5 rb juga, spontan dia jawab buat beli eskrim, sy pesan ke dia tuk makan bekalnya. ternyata ia tidak makan bekalnya, uang bekalnya juga tdk dibeli makanan. jam istirahat dia main terus, ketika dijemput, dia tau dirinya salah jadi dia marah duluan, sebelum di marahi. di jemput sm Atta n Mami, dia kayak loyo dan langsung tidur di mobil. sy pesan ke dia sebelumnya kalo dia tdk makan bekalnya, maka tdk usah sekolah lagi di Athirah. jadi dia meras abersalah tdk makan bekalnya.
Kamis, 14 Juli 2011
Sy antar ke sekolah naik motor. sekarang ia sudah pulang jam 12. sebelum pulang praktek shalat di kelasnya dibimbing oleh gurunya. karena hari itu sy juga akan berangkat ke palu, ternyata sy lupa bawa tiket. sy juga tdk punya uang cukup dan sy janjian ketemu di kantor setelah mami ambil uang. setelah antar Adid sy telp mamanya Adid ternyata dia tdk angkat, akhirnya sy putuskan jalan pulang kerumah ambil tiket sambil terus berusaha hubungi Mami. di tengah jalan dia menelpon dan bilang kalo dia sdh di kantor jadi sy bilang tunggu saya. sy bergegas ke rumah, ambil tiket dan ke kantor. di kantor baru ketemu. jam 8 sy berangkat ke bandar dgn P Ady dgn mobil Ilham.
sepulang adid sekolah dia di jemput sm Atta n Mami, skr ia sudah ceria, karena bekalnya sudah dia makan. uang bekal 5rb juga di belikan es krim, habis karenya ternyata di kasi temannya kemabliannya 1000.
Jumat, 15 juli 2011
ia berangkat dan pulang sm Atta. uang bekalnya 5rb kembali 3rb. ia bawa sandal dan peci tuk praktek shalat dan disimpan di lokernya.
bekalnyapun habis dia makan.
buku tulis yg sudah dibelikan ternyata hanya 1 yg dipake yaitu buku tulis halus. sisanya sekitar 20 buah hanya 2 yg di pake yaitu buku agenda. buku tulis halus di bungkus kertas kopi, dan di tepiannya di beri kertas origami berbagai warna sesuai mata pelajarannya. yg masalah warna jingga itu ternyata warna orange, dan warna Nila yg sy kira ungu, ternyata ada juga warna ungu. jadi warna Nila itu warna apa? crayon yg sudah sy belikan dibelikan baru sm mami merk Faber Castel karena crayon yg sy belikan baunya terlalu menyengat.
pensil Mami belikan lagi 3 biji pdhal pensil banyak di rumah.
buku yg dibawa adid selalu buku tematik, dan buku kerja sesuai jadwal pelajaran. buku tulis yg dibawa juga sesuai jadwal dgn kode warna yg sesuai. adapun kode merah karena belum ada kertas origami warna merah, mami tandai dengan mewarnai dgn spidol.
demikianlah.. hari-hari pertama adid sekolah. hanya pd hari senin pertama kami sempat doa bersama mendolakan kesuksan sekolah Adid. Semoga Allah SWT memberi petunjuk jalan yg lurus, jalan orang2 yg sudah sukses, bukan jalan orang yg salah jalan. Amiiinnnn
Senin, 11 Juli 2011
ini adalah hari yg paling ditunggu2 Adid, kelamaan libur membuat ia sudah ingin masuk sekolah, senin yg lalu sempat ia menghitung2 dan bertanya hari apa ini? J:ini hari senin, T:kenapa belum masuk sekolah? J:masuk sekolah senin depan, skr masih libur
senin hingga rabu adalah masa orientasi sekolah, karena itu kepsek dlm arahannya menyampaikan jam sekolah masih sampai jam 10, setelah itu jam pulang sekolah jam 12.
sy, Mami dan Airah masih tinggal di sekolah menunggu hingga adid pulang, oleh karena baju adid belum diambil terpaksa ia hanya berpakaian baju batik dan celana jeans, sangat berbeda dgn teman2 kelasnya yg sudah memakai seragam.
sambil menunggu adid di kelasnya, beberapa orang tua murid sudah menebus buku pelajaran sekolah, harganya 594rb untuk kelas 1 RSBI. buku Adid belum diambil karena ternyata uang yg kami bawa tdk cukup menebus buku.
pada saat membawa adid ke lapangan upacara, sy bertemu dgn 2 teman sekolah SMA yg anaknya juga masuk sekolah, yg tua sdh kelas 3, adeknya dede juga masuk kelas 1, dede di kelas 1-2, dan Adid kelas 1-1, Wahyu anaknya M. Fatwa teman sebangku SMA kelas 1-4. hari pertama itu semacam reuni bagi saya dan A. Eka juga dgn Ayyenk. Ayyenk sudah pertama ketemu sebelumnya, sementara A.Eka baru ketemu setelah 19thn pisah setamat SMA. Sy juga bertemu dengan S, dosen Unhas, tp dari Uloe juga, beliau dulu adalah rangking 1 di SMP bahkan di SMA, beliau 2 tingkat diatas saya. Anaknya naik kelas 2. Sy juga ketemu dgn H, alumni satria, peg. PT Energi Sengkang, anaknya naik kelas 2, dan kakaknya masuk kelas 1 smp di athirah juga.
jam 9.10 adalah jam istirahat, sy jemput adid di taman depan kelasnya yg asik main menikmati sekolah baru juga teman2 barunya. kami sm2 makan di ruang kantin yg luas. disini berbagai macam jajanan dijual dengan harga tidak mahal, kue2 harga 1000, coto 5000, nasi lauk 6000, nasi rantang 6000, pizza ria kafe 5000, jus dan sirup. kantin nya bersih dan terjaga. ada wastafel untuk cuci tangan dll.
Selasa, 12 Juli 2011.
Rencana hari ini Adid sudah pake seragam, tapi karena kemarin sore bajunya belum sempat diambil terpaksa kami menuju Athirah KajaoLalido dulu ambil baju. kami sampai disana jam 7, tapi karena peg. koperasi belum datang terpaksa menunggu dulu hingga jam 7.30. begitu datang pakaian adid kurang 1 yaitu celana muslim, ada 2 baju putih, 2 baju kotak, 2 celana coklat, 1 topi, baju dan celana olahraga, baju muslim, 1 dasi, 2 lambang lokasi, 2 logo athirah putih, 2 logo athirah coklat. dan hanya celana muslim yg belum ada. adapun baju olahraga yg ukuran M seperti baju putihnya ternyata terlalu besar tuk ukuran Adid.
Adid langsung ganti baju di ruang koperasi, sempat dia protes tuk ganti baju di ruang ganti tapi kubilang tdk kelihatanji karena panjangji bajunya, akhirnya dia menurut. kami keluar dari ruang koperasi dengan Adid berpakaian lengkap, termasuk dasi dan topi.
sempat foto2 di depan bank samping sekolah.kemudian menuju Antang. kami sampai di Sekolah adid jam 9, dan tdk lama kemudian istirahat.
Di ruang kantin kami duduk di meja dekat t4x Hj. Asmi, dia sempat liat saya dan menuju k kami, hj Asmi menyapa kami dan berkenalan dgn Maminya Adid. Setelah itu dia balik dan kembali menyuruh peg.x bawakan kami teh kotak dan susu botol. Waktu pulang kembali dia kasih adid es krim. Thank :)
Rabu, 13 Juli 2011
Sy sendiri antar Adid ke sekolah naik motor. setelah turun di depan sekolah Adid jalan sendiri masuk ke kelasnya. tapi karena sy ingat dia hanya bawa bekal tanpa uang, sy menyusul ke dalam, sy dapati dia sdh main dengan temanya yg belum dia kenal, sy kasi uang 10rb, ternyata temannya juga dibekali uang 5rb jadi sy ganti uang 5 rb juga, spontan dia jawab buat beli eskrim, sy pesan ke dia tuk makan bekalnya. ternyata ia tidak makan bekalnya, uang bekalnya juga tdk dibeli makanan. jam istirahat dia main terus, ketika dijemput, dia tau dirinya salah jadi dia marah duluan, sebelum di marahi. di jemput sm Atta n Mami, dia kayak loyo dan langsung tidur di mobil. sy pesan ke dia sebelumnya kalo dia tdk makan bekalnya, maka tdk usah sekolah lagi di Athirah. jadi dia meras abersalah tdk makan bekalnya.
Kamis, 14 Juli 2011
Sy antar ke sekolah naik motor. sekarang ia sudah pulang jam 12. sebelum pulang praktek shalat di kelasnya dibimbing oleh gurunya. karena hari itu sy juga akan berangkat ke palu, ternyata sy lupa bawa tiket. sy juga tdk punya uang cukup dan sy janjian ketemu di kantor setelah mami ambil uang. setelah antar Adid sy telp mamanya Adid ternyata dia tdk angkat, akhirnya sy putuskan jalan pulang kerumah ambil tiket sambil terus berusaha hubungi Mami. di tengah jalan dia menelpon dan bilang kalo dia sdh di kantor jadi sy bilang tunggu saya. sy bergegas ke rumah, ambil tiket dan ke kantor. di kantor baru ketemu. jam 8 sy berangkat ke bandar dgn P Ady dgn mobil Ilham.
sepulang adid sekolah dia di jemput sm Atta n Mami, skr ia sudah ceria, karena bekalnya sudah dia makan. uang bekal 5rb juga di belikan es krim, habis karenya ternyata di kasi temannya kemabliannya 1000.
Jumat, 15 juli 2011
ia berangkat dan pulang sm Atta. uang bekalnya 5rb kembali 3rb. ia bawa sandal dan peci tuk praktek shalat dan disimpan di lokernya.
bekalnyapun habis dia makan.
buku tulis yg sudah dibelikan ternyata hanya 1 yg dipake yaitu buku tulis halus. sisanya sekitar 20 buah hanya 2 yg di pake yaitu buku agenda. buku tulis halus di bungkus kertas kopi, dan di tepiannya di beri kertas origami berbagai warna sesuai mata pelajarannya. yg masalah warna jingga itu ternyata warna orange, dan warna Nila yg sy kira ungu, ternyata ada juga warna ungu. jadi warna Nila itu warna apa? crayon yg sudah sy belikan dibelikan baru sm mami merk Faber Castel karena crayon yg sy belikan baunya terlalu menyengat.
pensil Mami belikan lagi 3 biji pdhal pensil banyak di rumah.
buku yg dibawa adid selalu buku tematik, dan buku kerja sesuai jadwal pelajaran. buku tulis yg dibawa juga sesuai jadwal dgn kode warna yg sesuai. adapun kode merah karena belum ada kertas origami warna merah, mami tandai dengan mewarnai dgn spidol.
demikianlah.. hari-hari pertama adid sekolah. hanya pd hari senin pertama kami sempat doa bersama mendolakan kesuksan sekolah Adid. Semoga Allah SWT memberi petunjuk jalan yg lurus, jalan orang2 yg sudah sukses, bukan jalan orang yg salah jalan. Amiiinnnn
Senin, 11 Juli 2011
12 langkah menuju entrepreneur industri
Menjadi Entrepreneur itu susah g sih? sebenarnya mudah sepanjang mau terus belajar, ini ada tulisan dari Pak Muhaimin Iqbal melalui situsnya gerai dinar, yang saya rangkum dan sesuaikan sebagai berikut :
12 Langkah aktualisasi ide-ide menjadi suatu industri :
1) Memiliki kekuatan niat untuk menjadi entrepreneur : Kekuatan ini bisa diperoleh dan dipertahankan secara terus menerus melalui pengkajian dan majelis-majelis kewirausahaan dengan seorang motivator yang luar biasa.
2) Memiliki ide-ide asli – yang meluncur dengan segar dari pikiran anak-anak muda dengan latar belakang pendidikan yang baik.
3) Memiliki ide-ide yang bisa diimplementasikan dengan sumber daya yang di miliki sendiri – karena di tahap awal kebanyakan ide akan sangat sulit memperoleh dukungan (khususnya financial) dari lembaga perbankan dan pembiayaan lainnya.
4) Memiliki pemahaman yang baik terkait dengan perbagai persayaratan legal formal seperti perijinan, sertifikat halal dlsb ; compliance atas persyaratan legal dan halal membuat produk-produk mudah dijual.
5) Memiliki kemampuan untuk me-manufacture ide menjadi produk. Produk air terapi dari Jogya tampil dalam kemasan yang elegan layaknya produk industri skala global.
6) Memiliki kemudahan membangun jaringan dengan berbagai mitra usaha, dengan kepribadian supel dan pandai bergaul – membuat hubungan antara para pelaku usaha dinamis dan informal – ini sangat kondusif untuk lahirnya sebuah usaha baru.
7) Memiliki kerelaan untuk terus belajar dan belajar; meskipun sudah sangat sukses – ketika ada kesempatan berinteraksi dengan nara sumber dari kota lain – dengan antusias disambut.
8) Memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan upaya pemasaran melalui berbagai jalur distribusi, baik yang konvensional maupun yang inovatif – sama sekali baru.
9) Memiliki kemauan untuk terus berkembang dengan produk-produk baru dan pasar-pasar baru,
10) Memiliki kemauan untuk tampil di forum-forum penunjang seperti pameran-pameran industri, bicara di seminar-seminar dlsb. Latar belakang pendidikan yang baik membuat PD untuk tampil di berbagai forum.
11) Memiliki follow through dari setiap kesempatan; seminar dan diskusi tidak berhenti di ruangan – tetapi berlanjut di lapangan.
12) Memiliki keseimbangan usaha yang sifatnya duniawi dengan tujuan hidup yang sesungguhnya yaitu hidup abadi sesudah hidup di dunia ini.
gimana? gampang kan .... silakan di lanjutkan .... :)
12 Langkah aktualisasi ide-ide menjadi suatu industri :
1) Memiliki kekuatan niat untuk menjadi entrepreneur : Kekuatan ini bisa diperoleh dan dipertahankan secara terus menerus melalui pengkajian dan majelis-majelis kewirausahaan dengan seorang motivator yang luar biasa.
2) Memiliki ide-ide asli – yang meluncur dengan segar dari pikiran anak-anak muda dengan latar belakang pendidikan yang baik.
3) Memiliki ide-ide yang bisa diimplementasikan dengan sumber daya yang di miliki sendiri – karena di tahap awal kebanyakan ide akan sangat sulit memperoleh dukungan (khususnya financial) dari lembaga perbankan dan pembiayaan lainnya.
4) Memiliki pemahaman yang baik terkait dengan perbagai persayaratan legal formal seperti perijinan, sertifikat halal dlsb ; compliance atas persyaratan legal dan halal membuat produk-produk mudah dijual.
5) Memiliki kemampuan untuk me-manufacture ide menjadi produk. Produk air terapi dari Jogya tampil dalam kemasan yang elegan layaknya produk industri skala global.
6) Memiliki kemudahan membangun jaringan dengan berbagai mitra usaha, dengan kepribadian supel dan pandai bergaul – membuat hubungan antara para pelaku usaha dinamis dan informal – ini sangat kondusif untuk lahirnya sebuah usaha baru.
7) Memiliki kerelaan untuk terus belajar dan belajar; meskipun sudah sangat sukses – ketika ada kesempatan berinteraksi dengan nara sumber dari kota lain – dengan antusias disambut.
8) Memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan upaya pemasaran melalui berbagai jalur distribusi, baik yang konvensional maupun yang inovatif – sama sekali baru.
9) Memiliki kemauan untuk terus berkembang dengan produk-produk baru dan pasar-pasar baru,
10) Memiliki kemauan untuk tampil di forum-forum penunjang seperti pameran-pameran industri, bicara di seminar-seminar dlsb. Latar belakang pendidikan yang baik membuat PD untuk tampil di berbagai forum.
11) Memiliki follow through dari setiap kesempatan; seminar dan diskusi tidak berhenti di ruangan – tetapi berlanjut di lapangan.
12) Memiliki keseimbangan usaha yang sifatnya duniawi dengan tujuan hidup yang sesungguhnya yaitu hidup abadi sesudah hidup di dunia ini.
gimana? gampang kan .... silakan di lanjutkan .... :)
Label:
entrepreneur
Kamis, 23 Juni 2011
Average High VS Pemerataan
Average High adalah sebutan untuk kelompok kecil orang dengan kemampuan diatas rata-rata anggota kelompok yang lain. dulu waktu sekolah, ada pengaturan yang dibuat oleh guru-guru baik SMP maupun SMA, bahwa siswa kelas 2-1 biasanya adalah kelompok siswa dengan kemampuan akademik rata-rata diatas prestasi akademik siswa kelas 2 yang lain.begitupun ketika di SMA, ketika naik kelas dua, siswa yang duduk di kelas Fisika biasanya memiliki prestasi akademik rata-rata diatas siswa kelas yang lain, demikian juga kelas Budaya adalah kelas siswa yang kemampuan akademiknya terutama matematika berada dibawah rata-rata.
Pemerataan adalah upaya untuk menyamakan hasil yang diperoleh ataupun beban kerja sehingga rata di tanggung atau diterima oleh semua anggota kelompok. Dalam prakteknya ide pemerataan di sambut baik oleh semua anggota kelompok oleh karena itu berarti tidak akan ada anggota yang lebih capek dari yang lain, atau tidak akan ada orang yang menerima lebih sedikit dari yang lain. pada kasus ini pemerataan menemukan bentuk yang ideal.
Ide pemerataan menjadi krusial ketika dalam sebuah kelompok yang dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok dengan spesialisasi berbeda, coba diratakan hasilnya dengan mengorbankan spesialisasi setiap kelompok. yang terjadi adalah kerancuan dan ketidak fokusan dari peaksanaaan tugas yang sudah terspesialisasi oleh masing-masing kelompok. Ide pemerataan secara materi mungkin menemukan bentuk yang sama tetapi secara ideal, spesialisasi dihancurkan atas nama pemerataan. Atas nama pemerataan diatas itu pula menjadi lebih kacau lagi ketika dipilih orang-orang dari beberapa kelompok untuk melakukan pekerjaan yang sudah mereka kerjakan dengan judul yang berbeda, dan kemudian kelompok ini disebut sebagai average high, sementara ada anggota kelompok di sebuah kelompok spesialisasi yang belum mengerjakan pekerjaan sama, padahal itu menjadi tugas pokok dan fungsinya, apakah mereka ini termasuk kelompok under average sebagai kelas budaya di SMA?
satu model bisa cukup bagi seseorang, tetapi 6 model bisa sangat tidak cukup bagi orang tertentu. Maka makna pemerataan ataupun average high dimanakah berada?
salam pemerataan ......:)
Pemerataan adalah upaya untuk menyamakan hasil yang diperoleh ataupun beban kerja sehingga rata di tanggung atau diterima oleh semua anggota kelompok. Dalam prakteknya ide pemerataan di sambut baik oleh semua anggota kelompok oleh karena itu berarti tidak akan ada anggota yang lebih capek dari yang lain, atau tidak akan ada orang yang menerima lebih sedikit dari yang lain. pada kasus ini pemerataan menemukan bentuk yang ideal.
Ide pemerataan menjadi krusial ketika dalam sebuah kelompok yang dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok dengan spesialisasi berbeda, coba diratakan hasilnya dengan mengorbankan spesialisasi setiap kelompok. yang terjadi adalah kerancuan dan ketidak fokusan dari peaksanaaan tugas yang sudah terspesialisasi oleh masing-masing kelompok. Ide pemerataan secara materi mungkin menemukan bentuk yang sama tetapi secara ideal, spesialisasi dihancurkan atas nama pemerataan. Atas nama pemerataan diatas itu pula menjadi lebih kacau lagi ketika dipilih orang-orang dari beberapa kelompok untuk melakukan pekerjaan yang sudah mereka kerjakan dengan judul yang berbeda, dan kemudian kelompok ini disebut sebagai average high, sementara ada anggota kelompok di sebuah kelompok spesialisasi yang belum mengerjakan pekerjaan sama, padahal itu menjadi tugas pokok dan fungsinya, apakah mereka ini termasuk kelompok under average sebagai kelas budaya di SMA?
satu model bisa cukup bagi seseorang, tetapi 6 model bisa sangat tidak cukup bagi orang tertentu. Maka makna pemerataan ataupun average high dimanakah berada?
salam pemerataan ......:)
Selasa, 21 Juni 2011
Ortek Verifikator Makassar
Baru-baru ini, Direktorat binsuskel ditjen Paudni kemdiknas, menyelenggarakan Orientasi Teknis Verifikator Penilaian Kinerja Lembaga Kursus dan Pelatihan di Makassar. Berlangsung selama 4 hari dari tanggal 16 juni sd 19 juni 2011. Ortek kali ini diikuti oleh 16 orang peserta yang terdiri dari 14 orang calon verifikator dari BPPNFI Reg. V Makassar, serta 2 orang calon verifikator dari BPPNFI Reg. VIII Jayapura. 10 dari 14 orang calon verifikator dari makassar merupakan peserta baru yang belum pernah melakukan verifikasi lembaga sejak kegiatan ini dilaksanakan 2 tahun lalu yaitu tahun 2009 dan tahun 2010.
Direktur pembinaan kursus dan pelatihan, Kemdiknas, Dr. Wartanto dalam sambutan pembukaan orteknya mmenyatakan kepada kami bahwa ortek dilaksanakan untuk memberi bekal kepada calon verifikator bagaimana melaksanakan tugas memvisitasi lembaga, verifikator harus cermat dan teliti dalam bertugas sebab akan sangat berpengaruh terhadap kualitas penilaian kinerja serta keberlangsungan penilaian kinerja itu sendiri. Tahun 2009 verifikasi dilaksanakan dengan tanpa riak-riak dilapangan, namun tahun 2010 sudah muncul berbagai trik yang dilakukan LKP dalam mendongkrak hasil penilaian kinerja lembaganya, oleh karena itu di tahun 2011, verifikator harus lebih teliti, lebih cermat lagi dalam melaksanakan tugas, dan yang terutama adalah sikap moral verifikator selama menjalankan tugas. selama prinsip-prinsip etik dipegang teguh oleh verifikator maka tugas akan terlaksana dengan sebaik-baiknya.
Ortek verifikator dilaksanakan untuk menjamin kompetensi verifikator dalam melaksanakan tugas. Kompetensi dibangun atas tiga pilar yaitu knowledge, skill dan attitude. Knowledge atau pengetahuan adalah segala ilmu yang diperlukan bagi verifikator dalamm melaksanakan tugas, pemahaman terhadap mekanisme penilaia, pengetahuan tentang tata cara penilaian, pengetahun tentang lembaga kursus, serta pengetahuan lain yang relevan. Skill berarti ketrampilan dalam melaksanakan verifikasi di lapangan, kemampuan menulis laporan, kemampuan menggali data, kemampuan memotret kinerja lembaga untuk memeperoleh gambaran yang obyektif terhadap lembaga. attitude berarti sikap mental verifikator dalam bekerja, termasuk didalamnya untuk tidak menerima sesuatu apapun yang dapat diduga akan mempengaruhi penilaian kinerja terhadap lembaga. oleh karena verifikator telah dibekali dan dibiayai oleh negara baik tiket perjalanan, uang harian maupun akomodasi semuanya telah terbiayai dalam anggrana negara, maka verifikator tidak boleh lagi menerima apapun baik tanpa diminta apalagi dengan meminta. sikap lurus verifikator harus terjaga dengan baik untuk menjamin objektifitas penilaian.
Menyadari akan adanya dinamika dalam penentuan calon verifikator BPPNFI Reg. V bagi kami sendiri
adalah bahwa sebagai pamong belajar yang berkonsentrasi dalam pengkajian dan pengembangan model kursus dan pelatihan tentu sangat tepat jika yang bertugas dalam verifikasi PK-LKP ini adalah pamong belajar pada pokja LKP. Prioritas penentuan calon verifikator dari pokja PKP adalah wajar dan tepat, demikian pula sebaliknya menjadi tidak wajar jika pamong pokja PKP tidak banyak terlibat dalam penilaian kinerja PK-LKP ini. Hal ini terbukti selama 2 tahun lewat pelaksanaan PK-LKP, pamong Pokja PKP tidak memperoleh pemahaman yang cukup akan peta kinerja LKP yang menjadi wilayah kajiannya. Proses yang transparan hendaknya menjadi sikap mental kita semua dalam mendukung pelaksanaan tugas terutama menyukseskan program kerja direktorat kursus dan pelatihan dimana pamong belajar di balai sebagai ujung tombak dan perisai bagi kesuksesan program.
Selamat kepada teman-teman peserta Ortek, semoga anda semua lulus dalam Ortek ini dan dapat melaksanakan tugas sebagai verifikasi PK-LKP 2011. Jayalah pendidikan non formal, jayalah kursus indonesia.
Direktur pembinaan kursus dan pelatihan, Kemdiknas, Dr. Wartanto dalam sambutan pembukaan orteknya mmenyatakan kepada kami bahwa ortek dilaksanakan untuk memberi bekal kepada calon verifikator bagaimana melaksanakan tugas memvisitasi lembaga, verifikator harus cermat dan teliti dalam bertugas sebab akan sangat berpengaruh terhadap kualitas penilaian kinerja serta keberlangsungan penilaian kinerja itu sendiri. Tahun 2009 verifikasi dilaksanakan dengan tanpa riak-riak dilapangan, namun tahun 2010 sudah muncul berbagai trik yang dilakukan LKP dalam mendongkrak hasil penilaian kinerja lembaganya, oleh karena itu di tahun 2011, verifikator harus lebih teliti, lebih cermat lagi dalam melaksanakan tugas, dan yang terutama adalah sikap moral verifikator selama menjalankan tugas. selama prinsip-prinsip etik dipegang teguh oleh verifikator maka tugas akan terlaksana dengan sebaik-baiknya.
Ortek verifikator dilaksanakan untuk menjamin kompetensi verifikator dalam melaksanakan tugas. Kompetensi dibangun atas tiga pilar yaitu knowledge, skill dan attitude. Knowledge atau pengetahuan adalah segala ilmu yang diperlukan bagi verifikator dalamm melaksanakan tugas, pemahaman terhadap mekanisme penilaia, pengetahuan tentang tata cara penilaian, pengetahun tentang lembaga kursus, serta pengetahuan lain yang relevan. Skill berarti ketrampilan dalam melaksanakan verifikasi di lapangan, kemampuan menulis laporan, kemampuan menggali data, kemampuan memotret kinerja lembaga untuk memeperoleh gambaran yang obyektif terhadap lembaga. attitude berarti sikap mental verifikator dalam bekerja, termasuk didalamnya untuk tidak menerima sesuatu apapun yang dapat diduga akan mempengaruhi penilaian kinerja terhadap lembaga. oleh karena verifikator telah dibekali dan dibiayai oleh negara baik tiket perjalanan, uang harian maupun akomodasi semuanya telah terbiayai dalam anggrana negara, maka verifikator tidak boleh lagi menerima apapun baik tanpa diminta apalagi dengan meminta. sikap lurus verifikator harus terjaga dengan baik untuk menjamin objektifitas penilaian.
Menyadari akan adanya dinamika dalam penentuan calon verifikator BPPNFI Reg. V bagi kami sendiri
adalah bahwa sebagai pamong belajar yang berkonsentrasi dalam pengkajian dan pengembangan model kursus dan pelatihan tentu sangat tepat jika yang bertugas dalam verifikasi PK-LKP ini adalah pamong belajar pada pokja LKP. Prioritas penentuan calon verifikator dari pokja PKP adalah wajar dan tepat, demikian pula sebaliknya menjadi tidak wajar jika pamong pokja PKP tidak banyak terlibat dalam penilaian kinerja PK-LKP ini. Hal ini terbukti selama 2 tahun lewat pelaksanaan PK-LKP, pamong Pokja PKP tidak memperoleh pemahaman yang cukup akan peta kinerja LKP yang menjadi wilayah kajiannya. Proses yang transparan hendaknya menjadi sikap mental kita semua dalam mendukung pelaksanaan tugas terutama menyukseskan program kerja direktorat kursus dan pelatihan dimana pamong belajar di balai sebagai ujung tombak dan perisai bagi kesuksesan program.
Selamat kepada teman-teman peserta Ortek, semoga anda semua lulus dalam Ortek ini dan dapat melaksanakan tugas sebagai verifikasi PK-LKP 2011. Jayalah pendidikan non formal, jayalah kursus indonesia.
Jumat, 08 April 2011
E-course on social and economic policies
E-course on social and economic policies
UNICEF and the Economic Research Foundation (ERF) invite you to participate in a new elearning
programme focusing on socio-economic policies for child rights with equity. This
free, self-paced online course is available to all development partners at UN agencies,
governments, universities and civil society organizations.
Course description: This programme is a foundational course on economic and
social policies to promote equity and child rights. The topics covered include: the
human rights-based approach to development; equitable macroeconomic and sector
policies; public finance and social budgeting; multidimensional poverty; social
protection, migration and climate change.
The e-course aims to provide evidence-based arguments and advocacy skills needed
to promote equity and children's rights in public policy, in the context of recent
developments such as the economic crisis or high food prices.
Course duration: The course is self-directed and may be completed at your own
pace.
Registration: This course is being offered free of charge to ensure maximum
outreach. Upon completion of each module, a test is administered and a certificate
will be issued to all who reach successful completion.
Visit policyforchildrights.org to get started.
Related links:
Asia and Pacific Database on Education launched - Giving policy makers and
practitioners evidence for action
ITU launches initiative to protect children online
Child online safety in the developing world
UNICEF and the Economic Research Foundation (ERF) invite you to participate in a new elearning
programme focusing on socio-economic policies for child rights with equity. This
free, self-paced online course is available to all development partners at UN agencies,
governments, universities and civil society organizations.
Course description: This programme is a foundational course on economic and
social policies to promote equity and child rights. The topics covered include: the
human rights-based approach to development; equitable macroeconomic and sector
policies; public finance and social budgeting; multidimensional poverty; social
protection, migration and climate change.
The e-course aims to provide evidence-based arguments and advocacy skills needed
to promote equity and children's rights in public policy, in the context of recent
developments such as the economic crisis or high food prices.
Course duration: The course is self-directed and may be completed at your own
pace.
Registration: This course is being offered free of charge to ensure maximum
outreach. Upon completion of each module, a test is administered and a certificate
will be issued to all who reach successful completion.
Visit policyforchildrights.org to get started.
Related links:
Asia and Pacific Database on Education launched - Giving policy makers and
practitioners evidence for action
ITU launches initiative to protect children online
Child online safety in the developing world
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Macca Na Malempu, Warani na Magetteng telah dibahas dalam 2 tulisan sebelumnya. 4 sifat tersebut adalah 4 sifat yang akan menyempurnakan pri...
-
menurut yang saya pahami setidaknya ada beberapa versi yang dimaksud dengan sulapa eppa, yang pertama adalah "macca na malempu, warani ...
-
Meme " disitu terkadang saya merasa sedih " dipopulerkan oleh seorang polis bernama Brigpol Dewi Sri Mulyani. tadi malam buka-buka...
-
Warani na Magetteng adalah dua sifat yang benar-benar harus dimiliki oleh seorang pemimpin agar dapat menjalankan pemerintahan secara berwib...
-
Ya itulah nama anakku. Nama itu muncul sebelumnya dengan tulisan Siti Khumaerah, sebutan yang menurutku tepat, enak disebutkan dan terasa ad...
-
ada tulisan di koran harian Fajar hari ini tentang sifat pemimpin yang Jujur, Pintar, Pembohong ato Bodoh. Penulisnya dosen Sosiologi UIN Al...
-
Ramang, sebuah nama yang samar, tidak banyak yang mengetahui siapa dia tapi minimal barangkali banyak orang yang pernah mendengar namanya. ...
-
Average High adalah sebutan untuk kelompok kecil orang dengan kemampuan diatas rata-rata anggota kelompok yang lain. dulu waktu sekolah, ada...
-
Macca na Malempu. rangkaian kata diatas dikutip dari naskah bugis kuno. rangkaian kata itu berarti pintar dan jujur. Macca(=pintar) Na(=dan)...
-
iya.. disingkat ABM... sebuah organisasi pelatihan basket yang berasal dari Amerika... telah hadir di makassar dan salah satu tempat pelatih...


