Rabu, 04 November 2015

Model dan Program

3 hari ini, dimulai kemarin tanggal 3 nopember 2015, FGD hasil pengembangan model BPPAUDNI Regional III di gelar. sudah 3 model di FGD kan kemarin, yaitu 2 model dari kelompok kursus dan peatihan dan 1 model pendidikan keluarga, hari ini rencana 1 model dari pendidikan keluarga dan 2 model dari paud. kalo judul masih sama dgn FGD pertama maka 2 model paud adalah model desa ramah anak dan model implementasi K13 pada paud.
Dalam pembicaraan tentang model dan program, masih sering sumir dalam membedakan atau menyamakan tentang apakah itu model dan apakah itu program, pembicaraan tentang model karena bunyi kegiatan pamong yang dinilai adalah pengembangan model, sedang bunyi kegiatan dalam Dipa adalah pengembangan program. disini ada kerancuan dalam membedakan apakah sama atau berbeda?`
Program itu apa sih ? dalam buku planning better program, dijelaskan apa itu program. Program adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu persoalan/masalah. Rangkaian kegiatan tersebut telah dibakukan dan dirinci hingga ke detil kegiatan sehingga menjadi jelas kebutuhan pelaksanaan program, syarat-syaratnya dan kemudian output dari pelakssanaan kegiatan tersebut. Kemudian tergantung pada bidang masalah yang akan diselesaikan demikian pula program yang akan di susun. Program yang di kembangkan BPPAUDNI adalah jelas program pendidikan dan lebih spesifik lagi adalah program pendidikan nonformal dan informal. Lebih spesifik lagi adalah program kursus dan pelatihan, program dikmas, program paud, dan terakhir program pendidikan keluarga.
Masing-masing bisa dibedakan berdasarkan sasaran programnya atau peserta didiknya. Peserta didik pada program paud adalah anak-anak usia 3-6 tahun. Peserta didik pada program dikmas adalah orang dewasa usia 15-45 tahun yang tidak atau kurang memiliki kemampuan literasi dasar. Peserta didik pada program kursus dan pelatihan adalah orang dewasa menganggur dan memerlukan keterampilan untuk bisa mencari nafkah. Serta peserta didik pada program pendidikan keluarga adalah orang tua yang sedang dan akan memiliki anak.
Pada masing-masing program tersebut ada karakteristik yang membedakan bagaimana program tersebut dilaksanakan. Karakteristik itu terjadi karena perbedaan sasaran pendidikan atau juga perbedaan jenis materi yang akan di berikan. Perbedaan bentuk-bentuk kegiatan tersebut itulah yang menyebabkan ada berbagai macam model program.
Jadi bicara model adalah bicara bentuk, bicara karakteristik, dan tentang apa yang dimodelkan. Dalam dunia tata busana kita mengenal berbagai macam model baju, ada kemeja, blues, kemeja lengan panjang, baju dalam, jaket, jas. Masing-masing model bisa kita bedakan karena karakteristik penggunaannya. Demikian pula seharusnya model-model pendidikan nonformal dan informal. Sasaran pengembangan model program PAUd adalah anak2 usia 3-6 tahun dan bukan orang dewasa. Sebab orang dewasa adalah sasaran pendidikan keluarga. Meskipun ada irisan untuk masing-masing bidang program tersebut. Disinilah diperlukan koordinasi agar masng-masing melaksanakan tugas sesuai bidangnya dan tidak main kekuasaan, siapa kuat dia dapat. siapa dekat dia makmur.
Lebih lanjut jenis model menurut buku planning better program tersebut dibedakan ada 3 (tiga) jenis berdasarkan bagaimana program tersebut dilaksanakan. Jenis pertama disebut institutional program, yaitu program yang dirancang untuk membuat sasaran pendidikan mengalami perubahan lebih baik dalam hal pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Validitas program ini diukur pada perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku peserta dalam menyerap materi yang disajikan selama pelaksanaan program. Jenis kedua disebut developmental program, yaitu program yang dirancang agar sekelompok orang bisa melaksanakan sebuah program institutional. Validitas program ini diukur pada kemampuan peserta dalam melaksanakan program tersebut. Dan jenis ketiga adalah informational program, yaitu penyusunan bahan-bahan informasi baik berupa bahan ajar, flier, poster, infografis, booklet, dan macam-macam bentuk penyampaian informasi. Validitas program ini diukur dari seberapa banyak orang yang menerima informasi tersebut dengan benar.
Maka demikianlah kondisi pendidikan kita. dalam diskusi-diskusi kemarin dan diskusi sebelumnya, dan mungkin juga besok, yang disebut sebagai Focus Group Discussion, kita tidak menemukan kepuaasan akademik, kita tidak pernah sampai fokus mendiskusikan sebuah program, selalu saja diskusi melebar ke hal-hal lain. Kita sepertinya takut masuk lebih dalam karena kita tidak pernah memang menyelam jauh ke dalam. Dan kita selalu dikejar pertanggungjawaban materiil, pertanggungjawaban idealis? memangnya ada yang benar-benar idealis?
sambil mengurut dada,kepala masih nyut-nyut akibat terbentur ujung atap trotoar kemarin. Mari tetap menyiapkan diri untuk menyongsong fajar Indonesia Emas... insya Allah.

Rabu, 19 Agustus 2015

PTK PAUDNI dalam perspektif HRD in Academic, Guardian Angel

Salah satu materi perkuliahan Guardian Angel Makassar yang dibawakan langsung oleh Bapak @Munif Chatib berjudul HRD in Academic.
Dalam uraiannya mengutip definisi dari Susan M. Heathfield bahwa HRD adalah the framework for helping employees develop their personal and organizational skills, knowledge, and abilities. HRD includes such opportunities as : a. employee training, b. employee career development, c. performance management and development, d. coaching, e. mentoring, f. succession planning, g. key employee identification, h. tuition assistance, and organization development.
Belakangan peristilahan HRD mulai diganti dengan istilah Human Capital, dan di beberapa pelatihan SDM terbaru sudah menggunakan istilah Human Capital tersebut.
Tetapi pada pokoknya tetap berdasarkan definisi diatas dimana setiap pegawai yang merupakan bagian dari organisasi harus memiliki kompetensi yang sejalan dan selaras dengan pekerjaan organisasi sehingga menjadi maju dan berkembang sesuai tujuannya.
Istilah Human capital sendiri muncul sebagai respon terhadap perlakuan pegawai yang selama ini hanya dianggap sebagai asset perusahaan, yang tenaganya diperas tetapi tidak memperhatikan kepuasan dan kesejahteraan pegawai. Kaplan dan Norman yang memunculkan teori Balanced Scorecard sebagai bentuk manajemen kinerja memandang aspek pegawai sebagai perspektif learn and growth. Yaitu bahwa pegawai diharapkan dan difasilitasi untuk terus belajar meningkatkan kompetensi dan kemudian berdampak pada tumbuhnya organisasi menjadi maju, fasilitasi belajar bagi pegawai tersebut diukur dalam satuan learning days, yaitu bahwa setiap pegawai diberi hak belajar sebanyak 3-4 hari dalam setahun.
Dengan demikian aspek manusia bukan lagi sebagai sekedar sumber daya, atau asset yang mendatangkan keuntungan semata sebagaimana sumberdaya organisasi lainnya, tapi lebih dari itu adalah juga modal yang sangat penting untuk di kelola dengan baik agar tumbuh dan berkembang serta berkontribusi besar bagi kemajuan organisasi.
Sebagai penghargaan atas prestasi dan sumbangsih pegawai, organisasi memberikan berbagai macam kompensasi antara lain gaji, reward (tukin), tunjangan (uang makan, kesehatan, kendaraan, dll), fasilitas (meja, kursi, komputer, dll), dan recognition.
Jika Gaji diperoleh sebagai konsekuensi kerja, tukin diperoleh sebagai konsekuenasi kinerja, tunjangan dan fasilitas bergantung pada cashflow organisasi, maka recognition adalah kesempatan bagi pegawai untuk mencapai kompetensi yang lebih tinggi sehingga dapat divalidasi untuk memperoleh sertifikasi pencapaian suatu kompetensi. recognitioan berdampak pada peningkatan karir pegawai sebagai penghargaan dan kesempatan yang diberikan kepada mereka yang menunjukkan kinerja yang lebih baik.
Harus ada keadilan bagi semua pegawai dalam memperoleh kompensasi, yang bersesuaian antara komitmen dan dedikasi pegawai dengan tujuan organisasi dan mendasarkan pertimbangan dari segala aspek yang mendukung.
Indonesia akan menjadi negara maju hanya jika prinsip keadilan dan kompensasi yang benar ini diterapkan bagi semua pegawai pemerintah.
semoga di perayaan HUT 100 tahun nanti, Indonesia sudah menjadi negara terkemuka dunia... :)
Selamat kursus dan magang bagi PTK PAUDNI yang proposalnya lolos ... :)

Rabu, 29 April 2015

Pendidikan Karakter melalui Academi Basketball Makassar

iya.. disingkat ABM... sebuah organisasi pelatihan basket yang berasal dari Amerika... telah hadir di makassar dan salah satu tempat pelatihannya adalah di lapangan basket sekolah islam athirah bukit baruga... saat ini sedang berlangsung dan memasuki pertemuan ke 6 untuk tingkat SD... jadwal latihan untuk SD setiap hari Rabu Sore, sedang untuk tingkat SMP setiap Senin Sore... selain di Athirah Baruga, lapangan lain yang digunakan adalah Athirah Kajao Lalido, Unhas Tamalanrea, Sekolah Dian Harapan Tanjung dan Lapangan Basket Karebosi... diluar kota makassar ada di Polewali Mandar dan Bone ... keseluruhan anak yang dibina berjumlah 350-an
lewat latihan basket ini anak-anak selain dilatih fisik juga mental spiritual.... sebelum latihan dimulai ... anak-anak dikumpul dan berdoa, demikian jika ketiaklatihan selesai...
latihan dimulai jam 15.30 sore dan berakhir jam 17.30sore..
pada setiap latiihan anak-anak dibagi sejumlah kelompok, masing-masing dengan satu coachnya... terdapat satu coach kepala yang memimpin semua pelatihan dan memberikan aba-aba, awal dan akhir setiap sesi .... metode yang lakukan dengan pelatihan bergilir... artinya setiap sesi latihan dalam durasi tertentu... kelompok anak akan berpindah ke pelatih berikutnya dengan materi yang berbeda...
pada akhir semua sesi... anak di kumpulkan dan di kelompokkan dalam 2 kelompok besar dan melakukan satu mini kompetisi, untuk salah satu keahlian yang dilatihkan .... misalnya drible .... 4 kelompok biasanya akan bertanding dimana coacnya juga ikut bergabung sebagai anggota kelompok sekaligus memimppin kelompok...
karakter yang ditanamkan pada latihan ini terutama adalah bahwa setiap anggota ABM harus jujur 100%, bahwa kalo salah harus mengaku salah tidak boleh mengelak dan mencari-cari alasan ... pelatih akan sangat memperhatikan dan mengur peserta yang tidak jujur...
Selain itu karakter disiplin juga ditanamkan, yaitu pada setiap sesi ada waktu yang ditentukan yang harus di patuhi, istirahat minum cuma 2 menit, dan setelah itu setiap anak harus kembali kepada kelompoknya... saat berpindah sesi, setiap anak dengan disiplin mengikuti aba-aba dari pelatih.... Patuh dan hormat pada pelatih... setiap anak harus patuh pada aba-aba dari pelatih, harus mengikuti perintah dari pelatih, tetapi jikapun anak-anak tidak bisa patuh, maka ia dipersilakan keluar dari latihan atau dikeluarkan.... jadi kepatuhan setiap anak pada pelatih adalah harus dengan keinginan sendiri...
karakter yang ditanamkan juga adalah pantang menyerah.. dengan kata-kata Refuse to compromise ... atau menolak berkompromi terhadap rasa lela.. harus gigih berjuang, harus terus berusaha mencapai batas kemampuan dan terus meningkatkan batas tersebut...
karakter yang ditanamkan berikutnya adalah setia kawan .... kebersamaan sebagai sebuah tim, kerjasama antar anggota sangat penting, tidak ada orang istimewa, semua memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi maksimal bagi kelompok.. mementingkan kelompok daripada pribadi... dan hanya dengan melebur dalam kelompok, bekerjasama akan mampu membawa tim mencapai prestasi tertinggi secara bersama... karakter personal dan karakter sosial dari masing-masing akan terasah ...
selanjutnya setelah musim latihan ini berakhir, akan ada kegiatan selanjutnya lagi berupa camp.. disini akan ada kompetisi, kegiatan berlangsung satu hari penuh... dan setiap anak akan dituntuk untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya ....
semoga Sadid bisa merencanakan suksesnya disini
oh ya... pelatih kepala pada latihan ini adalah seorang bule Amerika bernama Joshua... beliau sangat ramah dan fasih berbahasa Indonesia, dengan penuh hormat beliau menjelaskan apa itu ABM, kegiatannya, tempat pelatihannya serta target-target kegiatan ABM beserta jadwalnya... sangat senang ketika beliau dengan lancar menjelaskan segala hal tentang ABM, dan penuh penghargaan kepada saya sebagai orangtua dari salah satu peserta latihan... beliau juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan latihan dari Sadid... sebagai orangtua saya merasa sangat dihargai dan dianggap penting.... terima kasih kepada tim ABM,kepada Coach Joshua dan kepada semua tim pelatih yang ramah dan penuh dedikasi .. sukses untuk anda semua ......

Dari Workshop Menjadi Enterpreneur sejak kecil....

Saya tiba-tiba mendapat sms dari seorang teman Guardian Angel yang mengabarkan bahwa dia ada di makassar. namanya Erick tertulis di phone name... awalnya saya mengira dia adalah Erick teman kuliah saya dulu.... tetapi dari balasan sms berikunya saya baru menyadari kalo ia adalah teman alumni Guardian Angel.... beliau berada di sekolah cendekia yang beralamat di Pao-pao Paccinongan Gowa.... akhirnya karena sudah sore dah sudah bersiap pulang maka saya menyampaikan bahwa saya akan singgah bertemu beliau ... ya sambil pulang.... setiba disana .. saya mendapati beliau sedang menyemangati guru-guru sekolah cendekia... ada bahan presentasi yang disampaikan sekaligus ada game-game yang dilakukan bersama guru-guru cendekia... karena acaranya menarik saya tinggal dan ikut kegiatan tersebut bergabung dengan para guru-guru tersebut.... ternyata beliau sudah hadir di Makassar di sekolah cendekia tersebut sejak kamis... dan rencananya besoknya akan mengadakan workshop menjadi enterpreneur sejak kecil yang diperuntukkan bagi anak-anak usia 10 tahun keatas atau SD kelas 4 sd SMP... acaranya menarik sehingga saya mengikutikan anak sulung saya bernama Sadid untuk kegiatan tersebut, bergabung dengan anak sekolah cendekia serta anak sekolah SMP Lazuadi GIS Makassar... dua sekolah ini adalah sekolah elit dengan jumlah pembayaran sekolah yang selangit menuruut ukuran kebanyakan kita, menurut ukuran saya yang PNS ....
Siapa Abi Erik...?
Abi Erik atau nama lengkapnya adalah Syamsul Bahri adalah guru dan kepala sekolah Citta Bangsa di Jakarta... sebelumnya beliau sempat berkarir diperusahaan milik PT S****M** dan kemudian resign... sekarang selain sebagai guru beliau juga mengembangkan kompetensinya menjadi trainer dan motivator khususnya bidang pendidikan.... beliau juga alumni perkuliahan Guardian Angel yang di gagas oleh Bapak @Munif Chatib ... penggagas sistem Sekolah Multiple Intelligence .... sekolah yang kurikulumnya di negeri sekarang dikenal sebagai kurikulum 2013... saya mengenal pertama kali Abi Erik tahun lalu pada salah saat perkuliaahan Guardian Angel Angkatan XIII, perkuliahan pertama di Makassar, dimana beliau waktu itu sedang mengisi pelatihan di salah satu di Makassar.
Apa itu Workshop Menjadi Enterpreneur sejak kecil?
Workshop satu hari ini berlangsung sejak jam 9pagi hingga jam 5 sore ... diisi dengan presentasi dan game-game tentang bagaimana merencanakan sukses bagi anak-anak sejak kecil ...
Acara pertama di mulai dengan game mengenal teman-temannya... kemudian presentasi tentang bagaimana memiliki Paradigma yang besar, memiliki harapan yang besar dan memiliki cita-cita yang besar .... acara dibawakan dengan santai dan penuh keceriaan.. anak-anak malah merasa mengikuti kegiatan senang-senang dan bukan duduk kaku mendengarkan sebagaimana seminar selama ini...
selanjutnya setelah anak-anak memahami 3 big tersebut yaitu big paradigma, big hope dan big dream ... seperti mata uang logam itu baru satu sisi, sisi sebelahnya yang harus dimiliki adalah sikap... yaitu sikap pada diri sendiri, sikap pada orang tua dan guru, sikap pada teman, sikap pada kegagalan.... anak-anak secara berkelompok diminta menuliskan sendiri sikap tersebut dan kemudian mempresentasikannya ...
selanjutnya anak-anak diminta menuliskan rencana suksenya berikut target tahun pencapaiannya... misalnya tamat SD tahun berapa, tamat SMP tahun berapa, tamat SMA tahun berapa, lulus kuliah tahun berapa dan setelah itu menjadi apa ... setiapanak menulliskan rencana suksesnya tersebut berikut keterangannya tempat...
setelah acara ini anak-anak dibagi 4 kelompok kemudian melakukan permainan dalam bentuk outbond di halaman sekolah.... setiap anak dalam kelompok kemudian bersaing berusaha memenangkan kelompoknya... ada 5 jenis lomba dan kemudian ditetapkan kelompok mana yang menjadi juara .... ada nuansa kompetisi dari masing-masing kelompok dan berlangsung sengit, menguras tenaga dan keharuan anak-anak... penontonpun ikut larut dalam menyemangati anak-anak.. guru-gurunyapun ikut bergabung dan menjadi bagian dari setiap kelompok...pokoknya seru dan penuh keceriaan...
acara terakhir diisi renungan... Abi Erik sangat piawai mengatur dan mengkondisikan suasana sehingga anak-anak larut dalam keharuan ketika mereka di tunjukkan film tentang sikap seorang anak yang telah dewasa kepada orangtuanya yang telah pikun.... suasana hikmat dan penuh makna...suasana tersebut kemudian dirasakan juga oleh setiap anak sehingga ketika anak-anak kemudian diminta untuk mendatangi orangtuanya untuk menyampaikan maaf dan salam taksim serta ucapan terima kasih ... anak-anak berlarian menemui orangtuanya masing-masing, menyalami dan mneciumi dengan penuh rasa sayang... suasana anatar anak dan orangtua berubah haru ... akan halnya Sadid, dia terdiam di tempat duduknya menangis terharu... demikianlah acara kemudian berakhir dan ditutup dengan keharuan mendalam.
Selepas acara ini, malamnya saya mengirimkan sms kepada Abi Erik mengucapkan terima kasih atas workshopnya, beliau menanya balik bagaimana Sadid, saya balas lagi bahwa Sadid sangat terkesan dan mudah-mudahan kami orangtuanya mampu terus mendampingi, memberi penguatan dan semogapai dia dapat menentukan dan menpai cita-citanya kelak....aaminn Ya Rabbal Alamin ....

Selasa, 10 Maret 2015

Andi Ice Potret Seorang Bunda


Jumat, 6 Maret 2015, jam 4 sore sehabis shalat ashar, saya membaca sms seorang kawan yang memberitakan tentang berita kematian seorang sahabat. "Assalamu 'alaikum .... Innalillahi wainnailaihi rojiu... Telah berpulang ke Rahmatullah, teman, saudara/saudari kita Bu Ice (A.Ice Fadriani)di jkt. Insya Allah tiba di rmh duka jl. Mappa..... Makassar pkl 15.30 hari ini, renc akan lgsg dikebumikan." sontak terdiam membaca sms ini, saya langsung menelpon teman yang mengirim sms ini, ia bilang betul, saya tanya kenapa bisa, dan ia seketika menjelaskan panjang lebar berbagai hal tentang kondisi akhir almarhumah.. saya bilang cukup, nanti dicerita lengkap saya mau kesana...
Saya mengenal ibu Andi Ice dalam perkuliahan unik Guardian Angel, sesama mahasiswa, kami kuliah selama 6 bulan, 3 hari setiap bulan pagi sampai sore. Beliau tinggal di Jakarta mengikuti suaminya yang bertugas di Senayan. Karena itu beliau bolak balik setiap bulan demi mengikuti perkuliahan ini. perkuliahan yang sudah lama ingin diikutinya namun baru kesampaian.
Sebagai seorang istri senator, dia bisa istirahat dan menikmati posisinya sebagai orang terhormat, tetapi sama sekali tidak tampak itu dari dirinya selama kami mengenalnya, setiap kali perkuliahan beliau memang rajin menanggapi lemparan pertanyaan pemateri, baik pak Munif, Pak Vita, maupun Bubun Irene. Beliau sangat aktif bertanya dan bercerita tentang dirinya, dirinya sebagai pembelajar, dirinya sebagai ibu, dan bukan dirinya sebagai nyonya besar.
Di bulan pertama perkuliahan, sempat-sempatnya dia mengantar keliling Makassar teman-teman kuliah yang berasal dari Papua. Ringan sekali tangannya membantu orang lain semampu dia bisa, juga cerita tentang oleh-oleh yang dibawanya dari Makassar yang sampai over bagasi, oleh-oleh untuk tetangganya, guru anaknya dan bahkan satpam rumahnya... pun dari Jakarta datang membawa oleh-oleh brownies yang sempat dinikmati teman-teman.
Semangat belajarnya sungguh luar biasa, seluarbiasa cita-citanya membangun sekolahnya yang sekolahnya manusia. Sebuah sekolah PAUD di rumahnya sudah lama berdiri dan ingin dikembangkannya lebih jauh menjadi sekolah alam, namun cita-citanya harus berhenti dan entah siapa yang akan melanjutkannya. Semua karena keinginannya membangun bangsanya, membangun daerahnya, membangun Sulawesi Barat asal suaminya. Untuk keperluan suaminya pula, semua desa dan kampung di Sulawesi Barat telah pernah dikunjunginya, menyerap aspirasi masyarakat dan menawarkan program perubahan pendidikan masyarakat. Sejumlah orang telah direkomendasikannya untuk mengikuti perkuliahan Guardian Angel angkatan berikutnya. perkuliahan yang akan berlangsung bulan April nanti...
Yang terutama dari beliau adalah perhatiannya yang penuh untuk anak-anaknya. Bahkan hingga bolos kuliah demi menemani anaknya belajar menjenlang ujian semester. Aku bilang kenapa harus bolos kuliah, toh ujian semester juga sudah tidak terlalu signifikan dalam penilaian di kurikulum baru, tetapi beliau tidak ingin melewatkan momen tersebut. dia ingin memberi semangat kepada anak-anaknya... bahwa sekolah itu penting, bahwa belajar itu penting... demi anak-anaknya pula lokasi rumah yang ditinggalipun mengikuti sekolah anaknya... sebelum pindah dari makassar, yang dilakukan dulu adalah mencari sekolah terbaik untuk anak-anaknya dan setelah menemukan sekolah tersebut barulah mereka mencari rumah tinggal di dekat sekolah anaknya tersebut, meskipun jauh dari pusat kota, meskipun jauh dari kantor suaminya... semua demi kecintaan seorang Bunda kepada anak-anaknya, perhatian penuh seorang Bunda kepada anak-anaknya... dan kata terakhir yang diucapkan kepada suaminya ketika memintanya pulang ke rumah di kesibukan kantornya adalah pulang dan belajar mengurus anak-anaknya... kata-kata yang tidak akan di lupakan oleh suaminya... sungguh mengharukan ketika suaminya tadi malam, di malam takziah hari ketiga dan hari terakhir... ia sampaikan bahwa betapa berat akan di rasakannya hari ini ketika akan berangkat ke Jakarta tanpa istri tercintanya, tanpa istri yang selama ini selalu mengingatkannya untuk tidak lupa Allah, tanpa istri yang selama ini megurus segala keperluan anak-anaknya... sang suami kini harus belajar menjadi ayah dan sekaligus ibu dari anak-anaknya.. di usia nya yang masih muda... 13 tahun mereka bersama ... dan sekarang salah satu dari mereka harus pergi menghadap Tuhannya.... dan salah satu dari mereka harus menjadi 2 orang bagi anak-anaknya...
Selamat jalan Sahabat... damailah engkau disana... di pelukan kasih sayang Allah yang tiada terkira...

Membayangkan masalah ayahbunda


Bayangkan, jika anda sebagai pasangan suami istri dan si istri sudah hamil untuk anak pertama, anda dalam keadaan bingung dan was-was bagaimana menghadapi kelahiran anak anda, pengetahuan apa yang anda butuhkan, sikap apa yang dibutuhkan dan bagaimana ketrampilan yang di butuhkan selama kehamilan anak tersebut ?.... anda perlu sebuah pelatihan atau sekolah untuk calon orantua. Tetapi dimana anda memperoleh pelatihan tersebut, dan bagaimana pembelajarannya dan berapa lama...??
Ketika anak anda lahir, tantangan baru pun muncul, kesulitan baru muncul dan bertambah banyak, anda boleh mengabaikan semua kebutuhan anak anda, anda boleh menyerahkan semua tradisi keluarga berjalan apa adanya, tetapi apakah ini yang terbaik untuk perkembangan anak anda...??? Jika tidak, anda perlu sekolah lagi untuk menperoleh kompetensi sebagai orangtua dari anak usia dini... dan untuk setiap tahapan perkembangan anak berikutnya, anda membutuhkan kompetensi baru dari orangtua untuk mengimbangi dan memaksimalkan potensi tumbuh kembang anak.
Jika pada 4 tahun pertama, anak anda tumbuh dan berkembang di rumah, sejak usia 4 sampai 6 tahun anak anda sudah masuk kelompok bermain dan TK, anak anda sudah masuk sekolah dan anda sudah perlu bekerjasama dengan sekolah dalam mendiskusikan perkembangan anak anda.... inilah fase pertama anda bekerjasama dengan guru anak anda, kerjasama ini akan berlanjut ketika anak anda sudah masuk SD, kemudian SMP, dan SMA. Bahkan ketika sudah mulai kuliah semester awal, anda masih saja dibutuhkan anak anda.... Pada setiap tahapan tersebut, anda butuh kompetensi baru dan khusus... dan kembali pertanyaannya dimana anda memperoleh kompetensi tersebut, dalam bentuk apa dan seperti apa prosesnya... ???
Saya membayangkan sekolah untuk anda memperoleh kompetensi tersebut, di setiap tahap dan tema tertentu, perlu dirancang dan dirumuskan programnya untuk dimodelkan. Siapa yang akan mengembangkan model programnya ini?
Dimasyarakat, oleh pihak swasta dan instansi pemerintah lain, sudah ada sebagian materi dan sekolahnya, masalahnya program-program tersebut perlu di kurasi, serta di integrasikan secara menyeluruh dari seluruh aspek dan tahapan perkembangan anak, sebab ini bukan cuma masalah gizi dan kesehatan, tetapi lebih luas dari itu ini adalah masalah pendidikan anak.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sudah membentuk direktorat baru yang bernama Direktorat Pendidikan Keluarga, yang sebelumnya dalam rancangan sempat disebut sebagai direktorat keayahbundaan. Dasar berpikirnya berdasarkan sejumlah berita dari akun facebook kementerian adalah orangtua sebagai pendidik utama dan terutama dalam kehidupan seorang anak selama ini belum tergarap dengan baik untuk mempersiapkan mereka sebagai pendidik di rumah.
Direktorat Pendidikan keluarga ini berada dibawah ditjen PAUD dan Dikmas, dan dibawahnya ada 2 Unit Pelaksana Teknis berbentuk PP-PAUDNI berlokasi di Jayagiri, Bandung dan Ungaran, Semarang. Selain itu ada 8 UPT berbentuk BP-PAUDNI, yang salah satunya BP-PAUDNI Reg.III di Makassar dengan wilayah kerja seluruh propinsi di pulau Sulawesi. Juga ada UPTD di setiap Propinsi bernama BPKB dan disetiap Kabupaten ada 1 atau lebih UPTD bernama SKB. Pada masing-masing UPT tersebut terdapat sejumlah tenaga fungsional pendidik bernama Pamong Belajar, yang sebagiannya lagi berkonsentrasi atau di konsentrasikan pada pengembangan program pendidikan keluarga ini...
Terdapat sekitar 3000 lebih tenaga fungsioanl Pamong Belajar di seluruh Indonesia, jumlah ini sangat kecil dibanding tenaga fungsional guru yang jumlahnya mencapai ratusan ribu. Tetapi tugas pokok dan fungsi pamong belajar dengan sasaran peserta didik adalah orang-orang di luar sekolah, termasuk orangtua apalagi dengan tambahan kajian pendidikan keorangtuaan ini memerlukan dukungan semua pihak, untuk menambah jumlah pamong belajar serta disaat yang sama meningkatkan kualitas pamong belajar. tentu disertai peningkatan tunjangan kesejahteraan pula.
Dalam hal pendidikan Keluarga bukan cuma garis kebijakan mengenai pendidikan keluarga ini yang harus jelas, tetapi juga orang-orang yang seharusnya terlibat dalam pengembangan model program ini, dalam hal ini adalah pamong belajar pada pokja pendidikan keluarga disetiap UPT dan UPTD perlu memiliki persepsi dan pemahaman yang sama... agar target-target pencapaian seperti tercantum dalam RPJM yaitu sekitar 59ribu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan keorangtuaan, serta sekitar 200ribu orangtua mengakses pendidikan keorangtuaan bisa tercapai.
Seperti apa program pendidikan keorangtuaan tersebut? barangkali adalah program yang menjawab permasalahan orang tua yang tertulis diawal tulisan ini..... tetapi apakah seperti itu??? apakah yang benar adalah seperti model program Pra-Nikah yang dikembangkan BPKB DIY? ataukah model program assisompungen yang pernah dikembangan BPPAUDNI Reg.III Makassar?
wallahu alam bissawab ...

Rabu, 04 Maret 2015

Dewi yang terkadang sedih


Meme "disitu terkadang saya merasa sedih" dipopulerkan oleh seorang polis bernama Brigpol Dewi Sri Mulyani. tadi malam buka-bukaan mengenai latar belakang mengapa beliau terkadang merasa sedih di salah satu stasiun Tv.
Dan ternyata penyebabnya adalah karena profesinya sebagai abdi negara yang kadang bertentangan dengan perannya sebagai ibu dari 2 orang anaknya. saat ia harusnya berada disamping anak-anaknya, membimbing dan mengarahkan mereka, negara juga memanggilnya untuk melaksanakan tugas sebagai seorang polisi. lalu mengapa ini harus terjadi? bukankah tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bukankah orangtua adalah pendidik utama dan terutama bagi seorang anak?
Disinilah perlunya keberpihakan negara terhadap peran ibu sebagai orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Sosok seorang Ibu teramat penting bagi seorang anak, mulai ketika masih dalam kandungan, lahir dan menyusu, berjalan, berlari bersekolah hingga dewasa dan siap menjadi orang tua lagi. keseluruhan proses tersebut memrlukan pendampingan dan didikan dari orangtuanya.
Kita bersyukur bahwa pemerintahan baru dibawah kemdikbud telah membentuk sebuah direktorat khusus tentang pendidikan keluarga/ayah bunda. Kita berharap dari direktorat ini akan lahir kajian dan model program tentang bagaimana menjadi orangtua untuk setiap jenjang dan fase kehidupan seorang anak. tentu juga akan ada keberpihakan negara terhadap pemberian kesempatan kepada orangtua untuk lebih maksimal berperan sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya. Di beberapa negara kebijakannya sudah sangat hebat, misalnya di Jepang seorang Ibu yang mengandung maka akan berhenti dari pekerjaanya untuk bekerja mengasuh anaknya hingga berumur 2 tahun, baru setelah itu bisa melanjutkan karirnya. di Finlandia, keluarga adalah nomor satu, baru kemudian pekerjaan dan uang.
Dalam kasus Dewi dan semua ibu lainnya, negara seharusnya memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendampingi anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik. kita punya tantangan 20-30 tahun yang akan datang dengan bonus demografi, jika sekarang anak-anak tersebut tidak terfasilitasi dengan baik untuk berkembang, maka bukan bonus demografi yang akan kita hadapi tetapi masalah demografi.
Dunia berkembang sangat pesat, teknologi masuk dengan cepat pula, berbagai kemudahan teknologi ini menyebabkan anak-anak kita sekarang begitu akrab dengan teknologi baru berikut arus informasi yang besar, kebanyakana informasi yang dibawa tersebut tidak sesuai dengan perkembangan anak, banyak yang kecanduan gadget, mendapatkan konten informasi dewasa, adegan dan berita kekerasan, pornografi, menyebabkan anak-anak kita terpapar dan tercemari. banyak kasus kekerasan dilakukan anak-anak, genk motor, dan lain-lain... semuanya ekses dari tidak adanya orangtua yang hadir mendampingi perkembangan anak. tidak kompetennya orang tua sebagai orang tua. juga bentuk kebingungan orangtua dengan sekolah.
Kita juga harus menyadari bahwa pelaku-pelaku kekerasan oleh anak sekolah seperti tawuran sebetulnya adalah bentuk kegagalan sekolah dalam membina moral anak-anak, juga karena terputusnya hubungan antara guru dan orangtua sebagai pendidik dari anak-anak mereka.
Kajian dan model program pendidikan keorangtuaan sangat penting untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut. baik untuk mengkompetenkan orangtua sebagai orangtua, maupun membentuk pola hubungan yang harmonis antara guru di sekolah dan orangtua dirumah sehingga masing-masing akan ada penguatan terhadap sikap perilaku yang diharapkan dimiliki anak usia sekolah.Serta dukungan dari semua pihak tentang pentingnya memberikan kesempatan kepada orangtua dalam mendampingi anaknya dalam porsi yang tepat sebagai pendidik yang utama dan terutama.
Jika ini terjadi, maka Brigpol Dewi tidak perlu merasa sedih, anak-anaknya akan terpenuhi kebutuhannya sehingga berkembang dengan baik.
Sikap utama yang perlu dimiliki oleh orangtua adalah bahwa setiap anak yang dilahirkannya adalah karya master piece dari Tuhannya, tidak ada produk gagal, setiap anak memiliki potensi menjadi hebat dan tinggal menemukan potensi hebatnya dan karenanya perlu dijaga, dipelihara, dididik dengan didikan terbaik sehingga ia akan menjadi manusia terbaik pula dengan prestasi dan karya yang akan dihasilkanya. akan lahir generasi emas, generasi solutif, manusia mandiri, bertanggungjawab, dan bukan sebaliknya menjadi beban masyarakat.
Tuhan telah menciptakan manusia sebagai ciptaan yang sempurna, dalam keadaan bagaimanapun ia adalah sempurna, maka dengan menyempurnakan didikan kita, anak akan menjadi manusia sempurna. manusia yang macca, lempu, warani dan getteng.

Selasa, 03 Maret 2015

Ke arah mana pendidikan ayahbunda

Hari ini rapat pertama pamong belajar pokja pendidikan ayahbunda/keluarga. Rapat dibuka oleh ketua pokja yang menyampaikan tentang ihwal dirinya masuk di pokja ayah bunda berdasarkan amanah dari kepala balai. yang meskipun terpaksa tetapi karena amanah maka harus dilaksanakan. Lanjut rapat pokja, selain personil pokja, struktur pokja juga sudah ditunjuk langsung dimana ketua dan sekretaris sudah tertulis langsung. saya sepertinya menduga 2 model dan 2 labsite juga sudah ada dan tinggal dilaksanakan. namun demikian saya tetap menyampaikan sebagian yang saya pikirkan tentang ke arahmana pengembangan program ini seharusnya dilaksanakan. meski ada pendapat lain yang berbeda baik terbuka dan mungkin nanti diam-diam. hehehhe Saat rapat berlangsung, kemudian kepala balai masuk dan kemudian langsung memberikan pengarahan tentang seperti apa pokja ini, menurut beliau pokja seperti ini sudah dibentuk sebelumnya di Bandung dengan nama pokja parenting, semarang belum ada kabar, dan makassar mengikut bandung mengikuti Kapus jayagiri yang mantan kepala balai makassar. informasi dari kementerian disampaikan oleh kepala balai adalah fokus dari direktorat ini adalah bagaimana ayah ibu berperan dalam mensukseskan tumbuh kembang anak. beliau juga menyampaikan apa-apa yang telah menjadi kajian lokal, regional dan internasional dari direktorat ini. Saya mencatat fokusnya ini kemudian saya coba uraikan lebih lanjut, yaitu bahwa orang tua sebagai sasaran program yang diharapkan mampu menjadi orangtua yang baik bagi anak-anaknya. Dan jika melihat usia anak-anak dari 0 sampai 18 tahun maka pengembangan model program sebaiknya menyasar pada segmentasi tersebut yang terdiri 7 segmen. lebih lanjut segmentasi tersebut terdiri atas 1. model program pendidikan ayah bunda bagi calon orang tua, yaitu pasangan yang sudah akan memiliki anak, 2 model program pendidikan ayah bunda bagi orang tua dari anak usia 0 sd 3 tahun, 3 model program pendidikan ayah bunda bagi orang tua dari anak usia 4 sd 6 tahun (pre school), 4 model program pendidikan ayah bunda bagi orang tua dari anak usia 7 sd 9 tahun (SD Bawah), 5 model program pendidikan ayah bunda bagi orang tua dari anak usia 10 sd 12 tahun (SD atas), 6 model program pendidikan ayah bunda bagi orang tua dari anak usia 13 sd 15 tahun (Usia SMP), dan 7 model program pendidikan ayah bunda bagi orang tua dari anak usia 16 sd 18 tahun (Usia SMU).pembagian tersebut berdasarkan psikologi perkembangan anak, dan juga kemungkinan lembaga penyelenggara nanti adalah forum orang tua siswa di berbagai jenjang usia tersebut. pendapat ini sedikit berbeda dengan pendapat teman yang lain yang masih pada 3 segmen besar, yaitu model untuk pra nikah, setelah menikah dan orang tua. bagaimanapun jika melihat sasaran RPJM tentang jumlah lembaga yang menyelenggarakan pendidikan keorangtuaan sebesar 39724 lembaga serta 255500 orang terjangkau, maka pendekatan pada segemntasi umur anak lebih tepat. program ini tinggal bekerja sama denga forum orangtua siswa pada setiap jenjang dan setiap sekolah formal. pada nonformla yaitu pada lembaga PKBM, LKP dan SKB/BPKB. maka orientasi identifikasi model nanti tinggal fokus pada seperti apa kurikulum dan bahan ajar pada orangtua tersebut.. mudah-mudahan bermanfaat

Rabu, 25 Februari 2015

Malu Padamu

Minggu 22 pebruari 2015, tak sengaja remote TV memencet satu saluran yang menampilkan seorang tokoh yang bercerita tentang aktivitasnya yang luar biasa. Namanya M. Saleh Yusuf, dia seorang supir bis antar kota di Nusa Tenggara dengan penghasilan maksimal Rp.2.500.000,- (dua juta lima ratus rupiah)jika bekerja.
Prihatin dengan pendidikan anak-anak di daerahnya, beliau nekat membangun sekolah Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum. Guru di rekrut dari penduduk desanya yang sarjana namun menganggur. Gaji yang dia berikan ke guru tersebut diambil dari setengah penghasilannya sebagai supir bis yang dibagi rata dengan semua guru.
Sekolahnya dibangun diatas tanah milik orang tuanya. Bukan tidak ada masalah ketika tanah tersebut dibangun sekolah, sebab orangtuanya berencana menjual tanah tersebut untuk biaya naik haji. Namun beliau berhasil meyakinkan ayahnya bahwa pahala membangun sekolah jauh lebih besar dari naik haji. Dilihat dari penampilannya tidak nampak sebagai seorang penggiat pendidikan, rambutnya dipelihara tetap panjang, seperti preman. Alasannya karena dia hidup diatas jalan sebagai sopir bis antar kota yang rentan di palaki oleh preman, maka dengan penampilan tersebut setidaknya dia tidak digannggu oleh preman.
Suaranya berat rada berwibawa dan oleh host disebutnya sebagai suara mirip bang Haji Roma...mirip benar, apalagi jika sudah keluar kalimat bernada filosofis, kadang menyitir ayat suci alqur'an. Kiprah M. Saleh Yusuf ini sungguh luar biasa. dengan keyakinan bahwa jika mengusahakan sesuatu yang baik maka akan ada jalan kemudahan yang diberikan Tuhan benar-benar dia rasakan. salah satu usaha untuk menutupi kekurangan biaya sekolah, anak-anak sekolahnya setelah jam belajar di pekerjakannya dengan menanam tanaman sayur dan lain-lain. Hasilnya itulah yang digunakan untuk menambah biaya operasional sekolah.
Warga sekitar sekolah menjadi tertarik karena nyata sekali perbedaan anak-anak yang sekolah di darul ulum dengan sekolah lainnya. maka sekolah yang awalnya cuma terdiri 9 siswa kemudian berbondong-bondong masyarakat memasukkan anaknya sekolah di sekolah tersebut. atas aktivitas tersebut M.Saleh Yusuf mendapat bantuan senilai 100juta dari dermawan bersama 3 orang lainnya.
Jika membandingkan kiprah Pak Saleh ini maka seharusnya saya yang di gaji pemerintah untuk mengurusi pendidikan bisa berbuat lebih banyak dibanding beliau. rasanya kok saya masih saja sibuk menuntut lebih banyak dibanding berbuat lebih banyak..... lalu apa setelah ini ???? sungguh malu aku padamu Pak ....

Selasa, 24 Februari 2015

Membahas Program

Menjadi rutin setiap awal tahun, berbagai rapat dilaksanakan untuk mempersiapkan pelaksanaan program demikian pula di balai ppnfi. Beberapa waktu lalu bahkan telah dilaksanakan Rapat Kerja Tahunan dan penyusunan Draft Renstra Balai 2015-2019. Pada raker tersebut, beberapa hal didiskusikan termasuk presentasi setiap unit kerja mengenai program kerja tahunan mereka. satu yang menarik yang saya cermati adalah bagaimana peran fungsional pamong belajar sebagai tenaga pendidik, jika dibandingkan dengan dosen pada perguruan tinggi atau litbang dan marketing pada perusahaan bisnis seperti apple.
Pada apple, peran penting terletak pada litbang yang menghasilkan produk terbaik, kemudian marketing yang memasarkan produk tersebut, sehingga apple muncul sebagai perusahaan terkemuka yang menghasilkan produk terbaik yang diikuti dengan angka penjualan yang sangat tinggi. Pada perguruan tinggi, tenaga utama adalah dosen yang melaksanakan pembelajaran dan penelitian sehingga mampu menemukan teori-teori baru dan solusi terhadap permasalahan sesuai bidangnya keilmuannya.
Lalu bagaimana dengan pamong belajar di balai? Jika kita menganggap pamong belajar sebagai pelaksana utama dari core atau tupoksi balai, maka seharusnya unit-unit lain dibentuk untuk memfasilitasi terlaksananya pengembangan dan penyusunan model program, baik model kursus dan pelatihan, paud, maupun dikmas yang dilaksanakan oleh pamong belajar. Tidak ada pengembangan model program selain oleh pamong belajar.
Sebagaimana diketahui, untuk mengkoordinir pelaksanaan tupoksi balai, kepala balai dibantu oleh 3 seksi dan 1 subag. Ke 3 seksi adalah program, fasilitasi sumberdaya dan informasi dan publikasi. Keberadaan seksi tersebut harusnya bersifat timbal balik dengan pekerjaan pengembangan model program oleh pamong belajar. Demikian pula keberadaan seksi informasi dan publikasi/humas yang bukan cuma menerima hasil pengembangan pamong belajar untuk kemudian dipamerkan kemana-mana, seksi informasi juga seharusnya mensuport tugas-tugas pengembangan dengan menyuplai data pendidikan terkait yang dibutuhkan untuk dasar pengembangan program.
Seksi program mengkoordinir bidang-bidang pengembangan yang perlu di pertajam sehingga berbagai program pengembangan dari 3 pokja juga bisa saling mendukung. seksi program juga mengatur lapangan pekerjaan dari masing-masing pokja agar tidak ada saling caplok pekerjaan.
Ada yang krusial pula didalam fokus pengembangan model program. misalnya pada model program kursus dan pelatihan yang terdiri PKH, PKM dan desa vokasi. model PKH seharusnya fokus pada penciptaan angkatan kerja yang lulusannya bisa bekerja dalam suatu jabatan pekerjaan. Model PKM fokus pada bagaimana angkatan kerja bisa berwirausaha dalam suatu bidang. Tetapi yang terjadi adalah diskusi yang kabur pada vokasi atau obyek, seolah berusaha menyaingi bagaimana menciptakan teknologi vokasi. Seharusnya pada model PKH yang diupayakan adalah menemukan teknologi perubahan perilaku menjadi mampu bekerja dalam jabatan vokasi tertentu. pada model PKM adalah teknologi perubahan perilaku menjadi mampu berwirausaha dalam bidang tertentu. Jika vokasinya adalah kripik pisang, maka fokus pengembanganya bukan pada bagaimana teknologi kripik pisang yang baik, tetapi kalau PKH maka bagaimana kursus untuk membuat orang bekerja pada perusahaan kripik pisang, atau kalau PKM adalah kursus bagaimana berwirausaha dengan kripik pisang.
Mengenai jenis program yang dikembangkan, pada buku "planning better program" disebutkan bahwa ada 3 jenis program yang dikembangan yaitu 1. developmental, 2 institusional, 3 informational.
Pada jenis program developmental, program yang di modelkan adalah bagaimana membuat masyarakat bisa mandiri dalam kewirausahaan kripik pisang dimana model kursus yang dihasilkan adalah model TOT sehingga masyarakat bisa menyelesikan sendiri permasalahan dalam kewirausahaan kripik pisang. pada jenis program institusional, program yang dimodelkan adalah bagaimana melaksanakan kursus dan pelatihan pada sejumlah orang sehingga memperoleh kompetensi tertentu dalam kewirausahaan kripik pisang. model ini yang akan di duplikasi untuk dilaksanakan oleh masyarakat setelah mengikuti program developmental. pada jenis program informational, program yang dimodelkan adalah modul-modul informasi berupa bahan belajar, atau materi terkait tentang kewirausahaan kripik pisang. Saya belum menemukan dimana titik temu dari semua model yang telah dikembangkan dan posisi pengembangannya, nampaknya proses bisnis yang terjadi selama ini tidak lebih dari sekedar melaksanakan program yang tersedia, tetapi benang merah dari semua program belum nampak jalinannya.... masih benang kusut... atau mungkin cuma saya yang kusut ....

Jumat, 13 Februari 2015

Guru berkualitas Guru Vs Guru berkualitas Buruh

Guru sejatinya di tiru dan di gugu. Guru adalah teladan. Setiap perbuatan guru seharusnya mencerminkan suatu sikap yang pantas di teladani. Meskipun guru bukanlah malaikat, tetapi guru berkewajiban untuk melaksanakan setiap perbuatan baik yang mampu dilakukannya karena perannya sebagai guru yang di tiru dan di gugu.
Namun faktanya perhatian terhadap kualitas guru ini sering seadanya, baik oleh orang sekitarnya maupun bagi guru itu sendiri. Tak jarang kita mendengar berita perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh seorang guru sungguh di luar apa yang seharusnya di lakukan oleh seorang tauladan.
Suatu ketika saya mengkonfirmasi suatu kejadian yang dialami oleh anak saya di sekolah. Kejadian yang membuat anak saya mengalami cedera. Dengan sms yang isinya ditujukan kepada wali kelas serta direktur sekolah saya menanyakan kejadian tersebut. Tidak disangka respon cepat datang dari guru tersebut, bahkan menelpon berkali-kali baik ke nomor saya maupun ke nomor ibunya. Mengherankan karena selama ini sering sms yang kami kirim tidak dibalas. Tetapi ini sungguh mengejutkan.
Analisa saya, ini bukanlah karena cedera yang dialami anak saya di sekolah, tetapi karena pencantuman isi sms ke direktur sekolah yang sebenarnya tidak saya kirimkan. Tetapi sepertinya itu yang menjadi perhatian besar dari guru tersebut. Saya melihat bahwa guru tersebut lebih khawatir terhadap penilaian direktur dibanding mengkhawatirkan perannya sebagai guru. Ketakutan guru terhadap penilaian atasannya lebih diatas dibanding ketakutan guru terhadap kualitas perannya sebagai guru. Guru seperti ini saya sebut sebagai guru berkualitas Buruh. Lalu seperti apa guru yang berkualitas Guru? tentu saja adalah guru yang pantas di tiru dan di gugu.
Bagaimana guru bisa di tiru dan di gugu ? Tentu saja guru tersebut harus memerankan perilaku yang berkesan baik bagi siswanya. Guru yang setiap perbuatannya mencerahkan siswanya. Guru yang dalam menjalankan tugasnya tidak sekedar berdiri didepan kelas tetapi juga berdiri setiap saat manakala siswa membutuhkan perhatian dan nasehatnya. Peran khusus guru adalah menjelaskan suatu pengetahuan dalam matapelajaran tertentu kepada siswanya. Yang dengan penguasaan cara menyampaikan pengetahuan tersebut, siswa mencintai dan menyenangi pelajaran tersebut. Ini titik masuknya.
Ketika siswa menyenangi suatu pelajaran oleh karena cara guru membawakan materi pelajaran tersebut menjadi berkesan, maka selanjutnya siswa akan mengikuti dan mendengarkan nasehat gurunya. Guru tidak perlu khawatir dengan penilaian atasan, karena seorang atasan dari guru seharusnya mendorong gurunya untuk menjadi teladan bagi siswanya. Atasan seorang guru bukanlah seorang supervisor, atau mandor yang akan menilai pencapaian jumlah transaksi pembelajaran yang dilakuakn guru. Atasan seorang guru lebih berkonsentrasi terhadap kualitas interaksi antara dirinya dengan guru tersebut serta antara guru dan muridnya, kualitas interaksi yang bersandar pada nilai-nilai kemanusiaan yang sesuai fitrah kemanusiaan. Kualitas seorang guru tidaklah lahir karena interaksi pembelajaran yang diikutinya lewat sebuat institusi pendidikan guru. Kualitas seorang guru haruslah bersumber dari dalam diri orang tersebut yang merasa memiliki panggilan jiwa untuk menjadi guru. Sebuah institusi pendidikan guru seharusnya menyeleksi setiap calon pesertanya adalah orang-orang yang memiliki keminatan untuk menjadi guru, bukan karena sekedar nilai-nilai akademik yang menjadi saringan masuknya. Instituri pendidikan guru tentunya berisi materi tentang bagaimana ketrampilan pedagogik tertinggi bisa dilaksanakan, bagaimana kerampilan mengajar tertinggi bisa di pelajari, bagaimana menilai kemajuan hasil pembelajaran. Semuanya bisa di pelajari tetapi tanpa dorongan dan sikap untuk menjadikan semua ketrampilan tersebut sebagai alat untuk mendidik manusia tentulah menjadi sia-sia.
Menjadi guru bukanlah sebuah profesi yang dinilai berdasar jumlah transaksi pembelajaran untuk di konversi dalam jumlah uang tertentu.
Guru adalah profesi yang sebenarnya tidak dibayar cuma dengan uang. Profesi guru adalah profesi kemuliaan. Ia melindungi dan memayungi orang-orang dari ketaktahuan, karenanya ia diselimuti kemuliaan. tetapi bagaimanapun, seorang guru adalah juga manusia. Ia bukan sepenuhnya malaikat tetapi ia mencerminkan perilaku sebagai malaikat. Ia seperti seorang malaikat penjaga (a guardian angel).
jadi seperti apa guru anda? seperti apa guru anak-anak anda? harap diingat, sepanjang guru tidak melakukan hal-hal merugikan dan terlarang baik secara etis apalagi hukum, masih ada kesempatan untuk mengajak guru meningkatkan kualitasnya. Hormati mereka. Sanjung mereka. Muliakan mereka. Tetapi, jika guru anda sudah berperilaku di luar norma kewajaran, bahkan seperti merokok sekalipun, maka STOP. Cukup Sudah. Masa depan anak-anak kita jauh lebih berharga daripada menyerahkannya kepada mereka yang tidak mengerti kualitasnya sebagai seorang Guru. Guru profesi mulia, bukan profesi perusak. Lebih baik mereka cari pekerjaan lain jika tidak bisa menjadi guru terbaik.

Selasa, 23 September 2014

Guardian Angel

Saya menemukan kata ini lewat FB dan kemudian terlibat didalamnya. Guardian Angel adalah nama dari sebuah perkuliahan S2 setengah yang digagas oleh seorang konsultan pendidikan dari Surabaya, Munif Chatib. Beliau pertama kali saya temui dalam acara preview perkuliahan Guardian Angel di Makassar. Namun dari pertemuan tersebut saya melihat ada sesuatu yang harus saya pelajari lebih lanjut. meski saya sudah S2 pendidikan tetapi tidak salah lah kalo saya perbarui pengetahuan saya ini. Preview perkuliahan di bulan mei dan kemudian perkuliahan bulan pertama di bulan Agustus selama tiga hari berturut-turut pagi jam 8 sampai jam 3 sore. dan demikianlah untuk 5 bulan berikutnya, 3 hari berturut-turut pagi jam 8 sd jam 3 sore. Materi yang disajikan adalah tentang bagaimana seharusnya sekolah, Sekolahnya manusia, bagaimana seharusnya guru, gurunya manusia, Multiple Intelligences, gaya belajar siswa, Kurikullum 2013 dan lain-lain. Output dari kegiatan ini adalah peserta akan bisa menjadi konsultan sekolah Guardian Angel yang bisa mengkonsultasi sekolah maupun guru dalam melaksanakan pembelajaran yang benar. Kurikulum 2013 sebagai pengganti KTSP, adalah kurikulum yang seperti disiapkan dan diimplementasikan secara tergesa-gesa oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan di tahun terakhir pemerintahan SBY. banyak kalangan yang berpendapat bahwa Kurtilas ini hanyalah kebijakan baru menteri pendidikan sebagaimana menteri sebelumnya yang membuat kurikulum baru sehingga masa depannya akan hilang seiring pergantian pemerintahan. Presiden terpilih Jokowi di anggap akan mengganti lagi kurikulum tersebut. berbeda dengan apa yang disampaikan dalam kuliah Guardian Angel yang melihat Kurtilas sebagai solusi atas rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. berbagai laporan bank dunia tentang kualitas pendidikan Indonesia yang rendah sebenarnya mengacu pada implementasi kurikulum sebelumnya yaitu KTSP, karena itu tidaklah layak mengevaluasi Kurtilas sebagai gagal saat baru dilaksanakan satu tahun. KTSP tidaklah dibuang dalam kurtilas, tetapi KTSP yang sangat lengkap, sangat luas dan sangat berat tersebut sebagiannya diambil untuk Kurtilas dengan mengacu pada tahapan perkembangan anak. anggaplah seorang anak dengan umur tertentu, mereka butuh belajar dan kebutuhan belajarnya sesuai tahapan perkembangannya dengan mengacu pada ilmu psikologi perkembangan anak. berdasarkan kebutuhan belajar tersebut dirancanglah program belajarnya dengan tema-tema pembelajaran konkrit. pada tema pembelajaran tersebut bisa didekati dengan sejumlah mata pelajaran. KD dan IHB dari KTSP tersebut diambil untuk diramu dalam tema pembelajaran konkrit. jadi KTSP tidak hilang tetapi diambil sesuai keperluan. Kurtilas juga mengakomodasi multiple intelligences, yaitu bahwa semua anak adalah cerdas, dan kecerdasan tersebut harus ditemukan agar bisa distimulasi dengan tepat sesuai gaya belajarnya sehingga setiap anak bisa menemukan kondisi terbaiknya sesuai minat dan bakatnya. sebutlah misalnya 4 orang Rudi yaitu Rudi Hartono, Rudi Habibie, Rudi Hadisuwarno, dan Rudi Chef. ke empat Rudi ini semuanya cerdas tetapi tidak bisa dibandingkan kecerdasannya, sebab Rudi Hartono cerdas kinestetis, Rudi Habibie cerdas logika-matematika, Rudi Chef cerdas meramu resep makanan dan Rudi Hadisuwarno cerdas dalam menata rambut. Dulu waktu SD kita belajar matematika seperti 4 X 5 = ? tanpa tahu 4 tersebut apa dan 5 apa. dalam kurtilas tidak boleh langsung mengerjakan soal seperti itu karena itu abstrak dan tidak jelas manfaatnya apa. tetapi jika di kaitkan dengan dunia nyata misalnya ruang kelas yang terdiri 4 baris dan setiap baris ada 5 bangku maka bisa dihitung berapa jumlah kapasitas ruang kelas tersebut dengan mengalikan 4 X 5 = 20. setiap angka merujuk pada benda konkrit sehingga anak belajar konkrit. Memang Kurtilas ini sangat terkait dengan pendidikan formal, tetapi pendidikan nonformal misalnya Paket C yang katanya belum menggunakan Kurtilas seharusnya lebih dekat dan lebih pantas menggunakan kurtilas karena konkritnya pembelajaran dan Kurtilas sebagaimana Paket C. jadi memang ada kekurangpahaman tentang kurtilas ini, ada kesalahpahaman dan ada kesoktahuan. jika saja semua mau belajar dan melihat lebih jernih saya yakin perkuliahan Guardian Angel ini tidak hanya cocok untuk formal education tetapi juga nonformal serta informal education. ini tantangan besar.

Kamis, 24 April 2014

Kuliah di Jerman: Bahasa Inggris atau B. Jerman?

Banyak pertanyaan pada saya tentang bahasa apa yang dipakai saat kuliah di Jerman? Saya akan jawab secara detail bahkan amat detail sehingga semoga bermanfaat buat anda: PERTAMA, di Eropa ini anda standard kompetensi berbahasa yang terdiri dari level A1, A2, B1, B2, C1 dan C2. Urutannya begini: A1: Beginner A2: Elementary B1: Intermediate B2: Upper Intermediate C1: Advanced C2: Proficiency Jadi, level tertinggi adalah C2! Standard ini berlaku untuk semua bahasa di Eropa termasuk B. Jerman. Untuk bisa nyaman kuliah dengan bahasa pengantar B. Jerman maka anda minimal lulus level C1 B. Jerman. Berdasarkan pengalaman saya, jika anda belajar B. Jerman (saya pikir bahas asing lainnya juga sama) tingkat kesulitan dan usaha yang harus anda berikan saat belajar bahasa itu berbeda pada setiap levelnya. Menurut saya seperti ini katagorinya (tentu saja ini hanya pengalaman saya pribadi yang mungkin saja orang lain melihatnya berbeda dengan saya): Katagori 1: Level A1, A2 sampai dengan B1 –> butuh waktu kira-kira 6-9 bulan kursus Katagori 2: Level B2 sampai C1 –> butuh waktu kira-kira 6-9 bulan kursus termasuk berlatih sendiri Katagori 3: Level C2 –> butuh waktu kira-kira 6-9 bulan kursus termasuk berlatih sendiri Tentu saja dalam banyak kasus, begitu banyak orang butuh jauh lebih lama dari rentang kebutuhan waktu yang saya tulis diatas. Rentang waktu yang saya tulis diatas bisa anda capai jika anda benar-benar amat bersungguh-sungguh fokus memperlajari B. Jerman. Bagi saya, pengorbanan usaha yang saya berikan pada katagori 1 yang terdiri TIGA (A1, A2 dan B1) level itu sama beratnya dengan katagori 2 yang DUA level (B2 dan C1) serta sama beratnya dengan katagori 3 yang cuma SATU level (C2)! Jadi semakin tinggi jenjang yang ingin anda capai semakin sulit kemajuan setiap langkah yang bisa anda raih. Tolong pahami ini baik-baik bahwa belajar bahasa asing itu jangan jadikan beban tapi jadikan itu nafas hidup anda sehingga anda menikmati betul setiap saat peningkatan kemampuan Bahasa anda. KEDUA, ini berlaku umum menurut pengalaman saya. Belajar bahasa asing itu tahap awal atau dasar atau Beginner sampai dengan Elementary belajarlah di Indonesia. Jangan langsung belajar di negara tempat Native Language itu berada. Contoh jika anda tidak mengerti sama sekali B. Jerman maka sebaiknya jangan belajar B. Jerman tingkat Beginner sampai dengan Elementary di negara Jerman secara langsung. Anda akan mengalami kesulitan untuk memahaminya. Ada 2 kendala yang akan anda hadapi: (1) Belajar B. Jerman dengan bahasa pengantar pengajarannya B. Inggris, atau malah Belajar B. Jerman dengan bahasa pengantar pengajarannya dalam B. Jerman, itu jauh lebih sulit dari pada belajar B. Jerman dengan menggunakan bahasa ibu (dalam hal ini B. Indonesia) sebagai bahasa pengantar. Pada tahap awal amat penting belajar B. Jerman melalui pengantar bahasa Ibu dikarenakan untuk meletakkan logika dasar berbahasa akan lebih mudah ditransfer pengertiannya dalam bahasa ibu. Jadi, untuk level Beginner sampai dengan Elementary belajar lah B. Jerman dengan Bahasa pengantar B. Indonesia. (2) Belajar B. Jerman untuk tingkat pemula/dasar (sekali lagi untuk tingkat pemula dan dasar) yang diajar oleh guru orang Indonesia akan jauh lebih mudah anda pahami dari pada yang mengajar langsung guru orang Jerman asli. Dikarenakan guru bahasa orang Indonesia sangat memahami B. Indonesia sebagai bahasa Ibu anda serta dia mengerti B. Jerman. Nah, pemahaman ini akan membuat guru orang Indonesia lebih mudah memberikan pengertian yang pas sesuai dengan cara anda berpikir dalam memahami logika berbahasa. Jika yang ngajar guru B. Jerman di negara Jerman maka dia tidak mengerti B. Indonesia. Jadilah, cara mengajarnya tidak akurat, karena cara berpikir yang berbeda membuat sulit bagi anda memahami apa yang dia ajar. KETIGA, jika anda ambil Program Bachelor alias anda lulus SMU ingin kuliah di Jerman maka bahasa yang digunakan B. Jerman dalam perkuliahan. Yang perlu anda pahami B. Jerman itu adalah salah satu bahasa tersulit di dunia. B. Inggris itu jauh lebih mudah dibandingkan B. Jerman jika dari aspek rumitnya tata bahasa. Sekali lagi berdasarkan pengalaman saya pribadi, B. Inggris itu secara gramatik jauh lebih mudah dari pada B. Jerman. Ditambah lagi kosakata B. Jerman itu tidak mudah anda pahami, selain penulisannya sulit, juga B. Jerman amat kaya dengan kosakata. Anda butuh waktu cukup lama untuk menguasai B. Jerman. Oleh karena itu, jika anda ingin kuliah di Jerman selulus SMU maka dari awal sejak kelas 1 SMU atau paling tidak sejak kelas 2 SMU mulailah ambil kursus B. Jerman disela-sela sepulang sekolah. Usahakan saat lulus SMU anda sudah mencapai tahapan lulus sertifikasi level B2 B. Jerman. Jika anda mencapai level ini maka akan memudahkan anda untuk cepat menyesuaikan diri saat di Jerman! Para lulusan SMU tidak bisa kuliah di Universitas atau FH secara langsung. Mereka harus lulus Studienkolleg (Studkol) dahulu. Adalah penting untuk anda pahami bahwa bahasa kunci sukses penting untuk studi di universitas kelak. Jadi, usahakan saat lulus Studkol anda juga sudah bisa lulus minimal level C1 dan akan amat lebih baik level C2! Ini kunci benar-benar kunci penting kesuksesan anda kuliah kelak. KEEMPAT, jika anda ambil Master setelah anda lulus S1 di Indonesia, anda bisa pilih apakah anda ambil Program B. Jerman atau B. Inggris. Pilihan itu amat tergantung apa yang paling mudah bisa anda raih. Tapi saya kasih arahan berdasarkan pengalaman saya: Opsi 1: Anda punya Dasar B. Jerman tapi TOEFL anda rendah Jika sebelumnya anda sudah punya dasar B. Jerman di Indonesia sampai level sertifikasi B1 misalkan maka saran saya perdalam sampai lulus sertifikasi B2! Lalu dengan modal sertifikasi B2 anda bisa melamar ke Universitas untuk melanjutkan kursus B. Jerman sampai lulus sertifikasi C1. Dengan lulusan C1 maka ini modal yang cukup untuk memulai kuliah level Master anda dalam B. Jerman. Opsi 2: Anda punya Dasar B. Jerman dan TOEFL anda mencapai 550 (1) Bilingual: Opsi terbaiknya adalah ambil Program Bilingual yaitu tahun pertama pakai B. Inggris dan tahun kedua pakai B. Jerman. Ini akan membuat kedua Bahasa anda akan meningkat. (2) B. Inggris: Anda tentu saja bisa memilih program 100% Bahasa Inggris sehingga anda tidak dibebani harus belajar B. Jerman lagi. Pilihan ini juga tidak masalah meskipun ini bukan pilihan yang baik karena jika anda ingin berkarir di Jerman maka anda nyaris mutlak dituntut bisa B. Jerman. (3) B. Jerman: ini juga opsi yang bagus. Kelemahannya, anda perlu meningkatkan B. Jerman anda sampai level C1 sebelum anda memulai kuliah. Opsi 3: Anda tidak punya kemampuan B. Jerman sementara TOEFL anda mencapai 550 Ambil Program B. Inggris. Lupakan dulu B. Jerman dalam prioritas anda. Itu bahasa terlalu sulit untuk anda pelajari. Akan lebih baik fokuskan saja pada peningkatan TOEFL anda sampai minimal 570. Jika anda masih tetap punya kapasitas juga dan masih punya semangat belajar B. Jerman maka silahkan belajar B. Jerman semampunya. Akan lebih baik jika mencapai level B1. Opsi 4: Anda tidak punya kemampuan B. Jerman dan TOEFL anda dibawah 550 Saya berdoa semoga Allah SWT membantu anda mewujudkan cita-cita anda sekolah di Jerman Itu perjuangan yang amat berat. Tapi jika anda tetap punya tekad juga ingin sekolah di Jerman maka segara putuskan ingin ambil perkuliahan Master dalam B. Inggris atau B. Jerman? Jika ambil B. Inggris maka kejar TOEFL minimal 550, jika B. Jerman maka kejar level sampai dengan B2 lalu daftar ke Universitas untuk selanjutnya di Universitas tingkatkan lagi kemampuan B. Jerman anda sampai level C1. Baru kemudian bisa kuliah memulai kuliah Program Master anda. KELIMA, jika anda S1 dan S2 bukan lulusan Jerman dan ingin kuliah S3 di Jerman maka ambillah Program B. Inggris. Hampir semua mahasiswa asing ambil S3 dalam B. Inggris. Jadi per dalam kemampuan B. Inggris anda. Akan lebih baik TOEFL anda sampai mencapai level 600 atau minimal 570. Itu prioritas utama yang harus anda kejar. Lupakan sementara belajar B. Jerman sebagai prioritas anda, kecuali jika TOEFL anda sudah amat tinggi. Anda sudah pada level Proficiency atau amat minimal advanced dalam berbahasa Inggris maka tidak ada salahnya anda belajar B. Jerman, dan akan lebih baik bisa sampai level B1. KEENAM, adakah keuntungannya jika anda bisa B. Jerman sehingga anda perlu belajar B. Jerman? Jawabnya: Ada! bahkan amat besar sekali keuntungan bisa B. Jerman dari pada pengorbanan anda belajar B. Jerman. Keuntungan yang bisa anda raih jika anda bisa B. Jerman saat studi di Jerman sebagai berikut: (1) Filosofis sistem pendidikan Jerman itu linkage industry atau dengan metode link and match! Artinya, selain belajar di Kampus, anda itu sebaiknya juga praktikum dan kerja praktek di perusahaan. Masalahnya, jika anda tidak bisa B. Jerman maka jarang perusahaan yang mau menerima anda untuk praktikum. Jadilah, paling praktikum anda tidak di perusahaan tapi cuma di laboratorium kampus. Padahal jika anda praktikum di perusahaan selain anda dapat gaji mungkin antara 400 Euro sampai dengan 1.000 Euro, meskipun ada juga yang tidak dibayar, tetapi anda pasti dapat pengalaman kerja riil. Pengalaman ini amat sangat berguna untuk bisa kerja di perusahaan Jerman saat anda lulus kelak! (2) Jika bisa B. Jerman anda mudah mencari kerja part-time saat liburan summer atau minimal kerja mini job di Jerman. Ini akan menambah uang saku anda serta malah membuat anda berkesempatan mempraktekan B. Jerman anda. (3) Jika B. Jerman anda level advanced maka anda bisa membaca literatur-literatur penulis Jerman yang membuat horizon anda amat luas. Jerman itu kaya dengan ilmu dan pemikir-2 hebat. Kemampuan B. Jerman anda membuat anda seperti punya kunci untuk mendalami cari orang Jerman berpikir. (4) Kemampuan B. Jerman anda juga akan memudahkan anda sehari-hari hidup di Jerman. Meskipun harus anda pahami bahwa dengan B. Inggris saja, anda pun sudah cukup nyaman hidup di Jerman (5) Ini yang TERPENTING: jika anda ingin berkarir di perusahaan Jerman maka kemampuan B. Jerman di level advanced nyaris sebuah kemutlakkan. Perusahaan Jerman umumnya lebih suka menerima orang yang bisa B. Jerman. Tentu saja tetap ada kesempatan buat anda kerja di Jerman meskipun anda tidak bisa B. Jerman. Hanya pada umumnya perusahaan Jerman amat suka karyawannya bisa B. Jerman kecuali untuk posisi-posisi yang langka atau yang memang itu adalah posisi mengharuskan berkomunikasi bahasa Inggris. KETUJUH, konon khabarnya saya pernah baca belajar bahasa asing itu seperti anda berlatih fitnes dan oleh raga buat otak anda. Jika anda fitnes dan olah raga maka otot anda akan bugar, sehat dan sexy. Begitu juga dengan belajar bahasa asing, konon katanya membuat otak ada menjadi cemerlang, kaya dengan pilihan imajinasi kosa kata dan tentu juga sexy. Iya anda akan terlihat sexy jika anda menguasai banyak bahasa. Jadi, jangan pernah ragu untuk belajar B. Jerman jika anda ingin studi di Jerman dan punya kesempatan belajar B. Jerman. Akhir kata semoga anda punya pemahaman menyeluruh tentang pilihan B. Jerman atau B. Inggris kah jika anda ingin studi di Jerman. Doa saya buat kesuksesan anda semua… Dari Tepian Lembah Sungai Elbe, Ferizal Ramli http://ferizalramli.wordpress.com/2014/04/23/kuliah-di-jerman-bahasa-inggris-atau-b-jerman/

Jumat, 03 Januari 2014

Selamat tahun baru 2014

2014 akan menjadi tahun bersejarah, tetapi sebenarnya sama juga dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun-tahun bersejarah itulah tahun yang sudah lewat. tahun depan akan tetap menjadi misteri yang gak jelas seperti apa tahun depan itu. Tetapi tahun 2014 benar-benar akan menjadi tahun bersejarah, tahun yang akan dicatat lebih banyak dalam sejarah nanti, oleh karena tahun 2014 adalah tahun politik bagi bangsa Indonesia. Inilah tahun dimana orang-orang yang merasa bisa memperjuangkan rakyat akan terpilih menjadi wakil rakyat. Inilah juga tahun dimana orang-orang yang merasa bisa mengelola negara, salah satunya akan terpilih menjadi presiden Republik Indonesia. Hari ini baru hari ketiga, masih ada 362 hari kedepan untuk menyelesaikan tahun 2014. Agama mengajarkan bahwa manusia terbagi 3 kelompok, orang beruntung, orang merugi dan orang yang celaka. Orang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Orang merugi adalah orang yang hari ini sama saja dengan hari kemarin, dan orang celaka adalah orang yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin. Jadi beruntung tidak beruntung tergantung kita, bukan tergantung nasib. Tergantung kita mau melakukan yang terbaik, atau yang penting jadi, atau mengabaikan saja. Pilihan anda menentukan nasib anda. Tetapi bagaimana bisa melakukan yang terbaik? Hal terbaik bisa dilakukan jika kita mempunyai bahan terbaik dan melakukan dengan teknik terbaik. Bahan terbaik bisa disediakan jika ada perencanaan sebelumnya. Jika minggu depan anda mau pergi ke jakarta naik pesawat, maka anda harus mencari tiket hari ini sehingga minggu depan tiket sudah ada. Tidak bisa kita berangkat sekarang jika baru sekarang mencari tiket, bisa tidak dapat tiket. Teknik terbaik bisa dilakukan jika kita punya pengetahuan tentang itu. karena itu belajar hari ini akan berguna besok hari. Tetapi hidup tetap harus dinikmati, sebab jangan sampai kita menyesali apa yang sudah kita lewati, atau terlalu berharap pada kehidupan masa depan. Hari ini adalah hari ini. nikmati hari ini. dengan cara terbaik. Apa yang sudah lewat adalah pelajaran agar jika itu baik akan berulang, jika kurang baik akan diperbaiki, dan jika itu jelek kita tidak jatuh di lubang yang sama. Apa yang akan terjadi dimasa depan adalah misteri, tetapi tergantung anda hari ini saat ini. jika anda melangkah ke Barat besok lusa anda akan sampai di barat, jika anda melangkah ke Timur, besok lusa anda akan sampai ke timur. tetapi jangan bimbang dan berganti-ganti arah, anda hanya akan tinggal di tempat yang sama. So apa resolusi anda tahun ini? apa resolusi anda 5 tahun yad? dan tahun tahun yang akan setelahnya lagi? selamat merencanakan hidup anda

Selasa, 11 Juni 2013

Kurikulum 2013

Hari-hari terakhir ini, semakin sering kita mendengar ataupun membaca berita tentang implementasi kurikulum 2013. ada pro-kontra mengenai kurikulum tersebut. Mendikbud nampaknya sangat terobsesi untuk menerapkan kurikulum tersebut di tahun ini 2013, mungkin karena hanya tahun ini sempatnya tuk mengimplementasikan kurikulum baru tersebut. Tahun depan hampir pasti masa jabatan menteri mau tidak mau harus berakhir bersamaan berakhirnya masa bakti kabinet indonesia bersatu. Lalu apa sih yang berubah dari kurikulum baru ini? kita tentu mengingat kurikulum yang berlaku sekarang dan bahkan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Kurikulum KTSP dan yang sebelumnya KBK, semuanya dikeluarkan oleh menteri yang berbeda sehingga kesan bahwa ganti menteri ganti kurikulum begitu kental terasa. Penjelasan dari pejabat Pusat Kurikulum menjelaskan betapa Mendikbud saat ini begitu penuh perhatian dalam mempersiapkan kurikulum 2013 ini, sangat berbeda dengan menteri sebelumnya yang tinggal ttd, tetapi ini menteri sekarang sangat peduli dan bahkan sering menghadiri dalam acara workshop-workshop yang diselenggarakan puskur selama persiapan kurikulum ini. Target penerapan kurikulum pada awal tahun ajaran baru nanti yang tinggal 2 bulan tentu sangat kasip. bisakah? solusi yang diambil adalah penerapan kurikulum terbatas pada sekolah tertentu yang dari segi keterjangkauan lebih mudah, serta sarana dan prasarana sekolah lebih siap. maka sekolah2 RSBI menjadi sasaran penerapan kurikulum juga sekolah unggulan. lalu bagaimana dengan sekolah yang bukan sasaran tetapi sudah melaksanakan kurikulum baru tersebut? mereka ini boleh menerapkan kurikulum baru tetapi dengan usaha sendiri dan melapor ke laman kemdikbud oleh dinas pendidikan. Sekolah2 sasaran kurikulum 2013 ini nantinya akan menerima semua perangkat yang dibutuhkan untuk penerapan kurikulum termasuk buku pelajaran sekolah, buku panduan guru dan kelengkapan lainnya semuanya sudah jadi dan tinggal dilaksanakan. Selain itu sekolah sasaran juga akan diberikan pelatihan sebelum melaksanakan kurikulum tersebut. Terkait dengan hilangnya sejumlah mata pelajaran pada kurikulum baru tersebut, hal inipun menimbulkan kerisauan bagi guru mata pelajaran tersebut, contoh mapel TIK sudah tidak ada lagi dalam kurikulum 2013, tetapi bukan berarti dihilangkan materi TIK tersebut, tetapi ia ada didalam setiap mata pelajaran. Dengan demikian guru TIK tetap akan diakomodir dan tetap bisa memenuhi 24 jam mengajar per minggu dan dengan demikian juga tetap akan dijamin sertifikasinya. Ini berbeda dengan fakta yang terjadi dilapangan dimana sejumlah guru TIK oleh kepala sekolahnya di suruh mencari pekerjaan lain karena sudah tidak akan di pakai lagi. Ini tentu menyakitkan bagi guru TIK, karena peran mereka selama ini yang sangat besar dalam mentransformasi sekolah kolot menjadi modern dengan menghadirkan TIK disekolah seolah dianggap remeh dan terabaikan. Habis manis sepah dibuang. Tanggapan semacam kepala sekolah gaptek tersebut dan juga guru-guru senior lain serta pejabat di dinas pendidikan yang sama gapteknya (meskipun mereka merasa sudah tahu TIK) tentu harus disikapi dengan bijaksana oleh para guru TIK, bagaimanapun sekolah butuh TIK dan hanya orang TIK yang bisa menangani masalah ini. Lalu bagaimana struktur mata pelajaran kurikulum 2013? Mata pelajaran dibagi 2 kelompok yaitu kelompok A dimana materi, isi, dan buku sudah disiapkan oleh pusat kurikulum dan sekolah tinggal melaksanakan. Mata pelajaran tersebut adalah pada Tingkat SD kelas 1,2 dan 3 adalah Pendidikan Agama, Pancasila, bahasa Indonesia, Matematika. Mapel IPA dan IPS baru ada di kelas 4,5 dan 6. Kelompok B adalah mata pelajaran yang disiapkan oleh pusat dan pemerintah daerah oleh karena isinya bisa kompromi dengan muatan lokal daerah, mata pelajaran tersebut adalah Seni Budaya dan Pra karya serta Penjas Orkes. Total 30 sd 36 jam per minggu untuk SD. Pada tingkat SMP, mata pelajaran kelompok A sama dengan SD dan bertambah 1 mapel yaitu Bahasa Inggris dan kelompok B 3 mata pelajaran yaitu ada tambahan mapel Prakarya. Di tingkat SMA bertambah 1 kelompok lagi yaitu mapel kejuruan di kelompok C yang diambil dari mapel IPA dan IPS. Sejarah Indonesia baru dibelajarkan di SMA di kelompok A. Selain itu, jika sebelumnya berlaku PP no 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan yang terdiri dari 8 standar, maka pada kurikulum baru berkurang lagi hingga tinggal 4 standar yaitu Standar Kompetensi Lulusan yang sudah terbit SK-nya dan 3 Standar lain yang sementara dalam proses penerbitan SK yaitu Standar Isi, standar Proses dan standar Penilaian. Dari uraian mata pelajaran yang disajikan pada kurikulum 2013 terlihat jelas sudah tidak terdefinisi lagi mata pelajaran TIK yang sebelumnya sudah ada sejak SD kelas I, juga IPA-IPS yang baru dipelajari di kelas 4 SD, bahasa Inggris baru ada di SMP. Sejarah baru ada di SMA. Tetapi tidak berarti materi pada mata pelajaran tersebut benar-benar tidak ada, penjelasan dari puskur menyebutkan dan memberi contoh seperti guru Bimbingan dan Konseling yang meski tidak ada mapel BK di kelas, tetapi guru BK tetap punya jam mengajar minimal 24 jam seminggu dan tetap bisa di sertifikasi, hal ini berlaku pula pada guru TIK tersebut. Lalu apakah benar akan seperti itu ? maka marilah kita menunggu detik-detik terakhir persiapan pelaksanaan kurikulum tersebut hingga dua bulan ke depan... selamat berdebar2... heheheh ditulis di Bandung, tepatnyda di Jl. Lemahneundeut.

Jumat, 03 Mei 2013

Memperingati Hari Pendidikan Nasional

Hari ini 2 Mei 2013, bertepatan dengan hari Kamis, bangsa Indonesia terkhusus kalangan pendidikan memperingati hari Pendidikan Nasional. Hari ini bertepatan pula dengan tanggal lahir Ki Hajar Dewantoro, atau Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Beliau karena jasanya mendirikan sekolah Taman Siswa, yaitu sekolah yang diperuntukkan tidak hanya bagi bangsawan Priyayi Jawa dan Belanda, tapi juga untuk kalangan rakyat jelata. beliau pula yang melahirkan semboyan Tut Wuri Handayani, yang kemudian dijadikan sebagai semboyan pendidikan nasional. Seperti juga RA.Kartini, ada kalangan yang mempertanyakan peran Ki Hajar Dewantoro bagi dunia pendidikan Indonesia, kalangan tersebut justru mengajukan K.H Ahmad Dachlan yang lebih berjasa dan lebih besar peranannya dalam memajukan pendidikan rakyat masa itu. Ki Hajar Dewantoro hanya mendirikan taman siswa dan itupun hanya ada di Jawa, sementara KH. Ahmad Dachlan mendirikan sekolah di hampir seluruh nusantara, bukan hanya di Jawa. Jika pun kita mencoba melihat masyarakat di luar Jawa, di tanah Sulawesi sendiri pernah hadir hadir tokoh-tokoh dengan kecendekiawanan yang luar biasa. Sebutlah Karaeng Pattingaloang, beliau yang hidup di awal abad 17, menguasai setidaknya 5 bahasa asing, termasuk latin. Beliaulah 1 dari 2 orang yang memesan globe besar dunia saat itu. Ketika Galileo justru di hukum pancung karena berpendapat bahwa matahrilah pusat tata surya dan bukan bumi. Beliau pulalah yang memelihara Sultan Hasanuddin dan Arung Palakka ketika masih kanak-kanak. Belanda dan bangsa asing sangat mengagumi keluasan pengetahuan beliau, perpustakaannnya berisi buku-buku terbaru dari berbagai disiplin ilmu, dan semuanya habis terbakar dalam serangan belanda ke benteng pertahanan makassar dalam perang Gowa yang berlangsung sangat lama. Juga masih ada tokoh seperti Kajao Lalido seorang penasihat kerajaan Bone, yang pesan-pesan dan nasihatnya tertulis dalam lontara. Salah satu pesan tersebut adalah tentang Sulapa Eppa. yang salah satu tafsirannya tentang konsep manusia yang seutuhnya yaitu manusia yang memiliki sifat Macca na Malempu, Warani na Magetteng (Cerdas disertai kejujuran, dan Berani disertai konsistensi). Pembahasan tentang konsep tersebut sudah pernah di posting dalam tulisan sebelumnya. Ada lagi tokoh dari ajattappareng, yaitu Nenek Mallomo, seorang yang konsistensi terhadap hukum tidak di ragukan lagi. Beliaulah yang dengan tegas mengatakan "iyaro ade'e de' nakkiana" (hukum itu tidak mengenal anak). Beliau membuktikan dengan menghukum mati anak kandungnya sendiri yang terbukti berbuat tidak jujur. Adagium ini mirip atau mungkin ditiru oleh barat dengan istilah dalam bahasa latin. Ada juga tokoh seperi Amanna Gappa, yang hukum-hukum lautnya di adopsi menjadi hukum laut internasional. Daeng Pamatte yang menciptakan aksara lontara, aksara yang pernah digunakan sebagai aksara ilmiah dalam menuliskan pengetahuan-pengetahuan dalam bahasa daerah sulawesi, baik itu bugis, makassar, dan mandar. Aksara yang digunakan untuk surat-menyurat dan untuk menuliskan sejarah dan kejadian-kejadian yang terjadi di Istana Gowa, Bone, Luwu, dll. Kebiasaan menuliskan kejadian penting di istana inilah juga di tiru kerajaan Bima di Nusa tenggara Barat, sehingga Bima punya sejarah tertulis. Kebiasaan ini pulalah yang dibawa oleh empat bersaudara yang merantau dan berkuasa di kerajaan Riau-Lingga dan Kalimantan Barat, sehingga Riau punya sejarah tertulis. Empat bersaudara tersebut pulalah yang mewariskan darah bugis/makassar terhadap bangsawan kerajaan2 di Malaysia terutama Kerajaan Selangor, wilayah kerajaan dimana Kota Kuala Lumpur berada. Juga ada tokoh seperti Colli' Pujie, seorang Ratu. Yang memerintah di Pancana sehingga dikenal pula sebagai Arung Pancana, peran terbesar beliau adalah mengumpulkan naskah I Laga Ligo yang tersebar dan berserakan di tangan berbagai Keluarga keturunan raja-raja. Beliau atas permintaan D'Matthes, seorang pendeta Belanda, menyalin begitu banyak naskah sehingga terkumpul menjadi suatu karya sastra terpanjang dunia, jauh lebih panjang dan kompleks ceritanya dibandingkan kisah Mahabharata dari India, atau kisah dewa-dewi dalam mithology Yunani... ahh... seandainya ada yang mau mensponsori menuliskan kisah ini dalam berbagai bentuk seperti animasi dan lain-lain... masih banyak tokoh lainnya yang tidak bisa disebutkan... tokoh-tokoh yang memiliki kecerdasan luar biasa disertai kejujuran dan kesederhanaan, keberanian menentang ketidak adilan dan tetap konsisten dan istiqamah dengan segala resikonya.... karakter mereka itulah yang seharusnya menjadi role model bagi pembangunan karakter bangsa ini. Begitu lama dunia pendidikan nasional diombang-ambingkan dengan teori-teori pendidikan yang bersumber dari literatur barat, kurikulum yang berganti-ganti... sekolah yang mengasingkan peserta didik dengan lingkungannya, sekolah yang diatur sedemikian rupa sehingga peserta didik lupa lingkungannya.... Pada akhirnya dunia pendidikan yang dahulu begitu sarat materialisme ... mengikuti kesadaran barat yang bergeser dari pemahaman kecerdasan yang hanya diukur dari hanya Intellectual Quotient saja menuju perluasan ke emotional Quotient hingga spiritual Quotient sebagaimana di perkenalkan oleh Danah Zohar dengan Spiritual Capitalnya... seketika pendidikan kita kembali mengedepankan perlunya pendidikan karakter dalam kurikulum pendidikan sekolah. perlunya menggali kearifan lokal yang dimiliki bangsa ini, hal yang sebelumnya seperti ditabukan, sehingga seluruh siswa Indonesia hanya mengenal Ini Budi, Ini Bapak Budi..... Momentum hari pendidikan nasional jangan lewat begitu saja... saatnya kita mengenal karakter-karakter kuat tersebut.... jadikan sebagai role model dalam pendidikan karakter kita....

Selasa, 15 Januari 2013

2013, tahun Investasi

Berawal tahun 2009, sebuah buku berjudul "kebebasan finansial" menarik perhatian saya, buku yang saya dapatkan di toko loak di jl geger kalong girang, persis di jl keluar kampus UPI. isinya ialah tentang pentingnya melakukan investasi dan membuat perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan keuangan di masa mendatang. juga dibahas tentang inflasi yang menyebabkan turunnya nilai uang. beberapa buku dengan tema yang sama kemudian sy beli dan menambah pengetahuan saya, tulisan di internet juga menambah pengetahuan saya. awal tahun 2011 yaitu sekitar bulan februari saya mengikuti seminar berkebun emas yang dibawakan oleh Rully Kustandar dari bandung. beliau mengupas tuntas tentang emas, nilai dan manfaatnya. sebelumnya tulisan di koran telah pernah membahas tentang berkebun emas, dan telah pernah pula sy mencoba cari tahu di bank-bank syariah. tetapi seminar hari itu memberi sy gambaran yang jelas tentang kebun emas. Sy putuskan langsung praktek. sy langsung beli emas 25 gram 24 karat lokal, kemudian sy gadai di BRIS. singkatnya tahun 2011 pada bulan 8-9 sy menikmati keuntungan hasil kebun tersebut dimana saat itu harga emas mencapai harga tertingginya bahkan sampai sekarang belum kembali ke harga tersebut. Di tahun 2012 harga emas turun, sehingga beberapa sertifikat gadai harus sy pindahkan ke pegadaian dan beberapa lagi harus sy jual dengan kerugian. sampai saat ini beban itu masih menggerogoti portofolio simpanan gadai emas saya. Tetapi di 2012 juga sy mulai investasi di saham, ini sy mulai ketika suatu hari jalan2 di MP kemudian tidak sengaja menemukan pameran BEI dan Indopremeir yg sedang mengedukasi masyarakat tentang pasar modal. sy mendapat gratis biaya pendaftaran serta cinderamata baju kaus yg dengan bangga saya pakai. di akhir tahun 2010 pula sy bertemu dengan teman2 alumni amik rizky yang saat itu sedang ramai rencana melaksanakan reuni. salah seorang teman ternyata telah berhasil di bisnis MLM dari melia yang menawarkan produk propolis dan biyang. sy melihat produknya yang bagus dan karena itulah sy gabung. dua bulan kemudian ternyata sy dapat bonus oleh karena jaringan sy berkembang hasil kerja up line saya dan ini yang membuat sy terus membeli dan membeli dan menambah titik dalam jaringan saya. seiring bertambahnya titik di jaringan saya bonus sy juga bertambah hingga sekarang. di bisnis propolis ini pula sy bertemu teman yang kemudian berhenti dan kemudian menawarkan propolis. saat bertemu, beliau menawarkan sy bisnis baru yaitu bisnis saham perusahaan pra IPO yang berpusat di Panama. sy tertarik dan bergabung pd sekitar bulan Juli 2012. 3 bulan kemudian beliau menawarkan lagi peluang usaha baru, oleh karena VGMC telah berubah dan tidak lagi menawarkan dividen bulanan. perusahaan tersebut bernama Rapid Gold Currency exChange. dan diawal tahun 2013 kembai sebuah bisnis baru lagi beliau tawarkan yaitu sebuah perusahaan yang berkantor di singapura dan juga menawarkan saham pra IPO. sejumlah peluang bisnis tersebut saat ini masih terus aktif. di VGMC jumlah saham 1000 lembar setelah di konversi ke Asian Gold Mining Asset Company menjadi 2000 lembar dengan harga perlembar menjadi $2,5/lbr dari sebelumnya $1,7/lbr. di RGCX saat ini memasuki bulan ke-4 dan secara rutin setiap tanggal 10 mengirimkan deviden bulanan sejumlah 10% dari nilai investasi dan saat ini telah menerima kiriman 3 kali. di IndexGB meskipun nilai deviden bulanannya bervariari antara 2,5% sd 15%, tetapi terdapat potensi keuntungan 30x lipat yaitu ketika harga saham menjadi $5 saat IPO tahun 2015 dimana saat ini harganya baru $0,68 per lembar. hari-hari ini, aktivitas saya adalah beli dan jual saham online melalui desktop IPOT, beberapa saham yg sering sy transaksikan adalah saham Aneka Tambang, Telkom, Unilever, Trada Maritim BRI, BMRI, BKSL, CNKO, MITI, Holcim Indonesia, ENRG, BUMI dll. keuntungan terbesar pernah sy capai ketika transaksi dengan beli saham UNVR di harga 21.350 dan 21.050 dan menjualnya di harga 21.900. sy untung sekitar 800rb hanya dalam 1 hari. Melalui desktop MT4 RGCX juga sy jual beli emas, tetapi sy justru rugi sekitar $19. Demikianlah, upaya untuk mencapai kebebasan finansial tersebut ditempuh dengan mengajak teman2 untuk sukses bersama. begitu banyak peluang usaha, upaya perlu hasil selalu harus diwaspadai, karena bahkan di bisnis yang betul2legal masih diperlukan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca dan angin kencang. sukses untuk kita semua

Sabtu, 05 Mei 2012

Malam Minggu di Benteng'e

Akhirnya tiba juga di dusun Benteng'e desa Bonto Mate'ne Kabupaten Maros. Bersama Pak Iwan dan Pak Ady, bertiga kami mengayuh sepeda dari Kantor di Jl. Adyaksa Makassar ke lokasi ini, menempuh jarak sekitar 20km lebih melewati jalan Adyaksa, Dg. Sirua, Racing Center, Urip Sumoharjo, Perintis Kemerdekaan, jl. Maros dan jl Benteng'e. Selama 2 jam lebih dan empat kali singgah akhirnya tiba juga. Pak Indra menyambut kami dengan tawa lebar, disertai kekagetan bahwa ternyata kami bisa juga sampai di lokasi ini dengan naik sepeda. Disini sudah hadir belasan mahasiswa KKN STITEK yang telah hadir sejak seminggu lalu. Pak Indra adalah pimpinan Lembaga Pemberdayaan Rakyat Nusantara (L-Peran), LSM yang memfasilitasi masyarakat dusun Benteng'e dalam membudidayakan Ikan Nila dengan memanfaatkan kolam bekas galian tanah urugan bandara tahun 1993. Jadi selama 20 tahun lebih kolam-kolam tersebut tidak pernah termanfaatkan dan dibiarkan begitu saja. sebelumnya L-Peran telah sering bekerjasama denga BPPNFI Regional V dalam hal pemanfaatan bantuan sosial pendidikan kecakapan hidup direktorat binsuslat kemendikbud. 3 tahun lalu misalnya L-Peran membantu masyarakat pulau Sabutung sebagai fasilitator program PKH dalam bidang budidaya rumput laut. Dengan kinerja yang baik, terlihat dari pelaksanaan kegiatan dan pelaporan yang tepat waktu, apalagi dampak bagi masyarakat yang terlihat jelas, L-Peran terus berbuat memfasilitasi masyarakat melakukan perubahan pola pikir yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada tahun 2011, pemerintah meluncurkan berbagai macam program bantuan sosial dibidang pendidikan kecakapan hidup, salah satu jenis bantuan tersebut adalah pendidikan kecakapan Hidup bagi Lembaga Pendidikan (PKH-LPd) yang di terima oleh L-Peran untuk kegiatan budidaya Ikan Nila di dusun benteng'e ini. Melibatkan sejumlah 30 orang peserta yang terlibat pada kegiatan ini, mereka diajari cara pemanfaatan kolam untuk budidaya ikan nila, selain juga pembuatan kolam terpal. Hasil yang diperoleh masyarakat telah berhasil memanen ikan nila di dua kolam, dimana masing-masing kolam terdiri atas 4-5 keramba apung dan keramba tiang. Bibit ikan di datangkan dari Jawa kemudian disebar di keramba-keramba, dalam waktu 4 bulan sudah bisa dipanen. Dari 2000 bibit ikan yang disebar di 3 keramba, dengan mortalitas sekitar 20% bisa diperoleh hasil puluhan kilogram ikan. (1 kg terdiri atas 4-6 ekor ikan dengan harga minimal Rp. 12.000,-). Dg. Rowa adalah salah seorang peserta dan juga sebagai salah seorang ketua kelompok telah merasakan manfaat dari program ini. Dg. Rowa selama ini membiarkan kolam warisan mertua tersebut terbengkalai. Keahlian Dg. Rowa selama ini adalah sebagai teknisi dan operator alat berat, keahlian tersebut diperoleh dari saudara dan keluarga yang sebelumnya juga sebagai operator alat berat. Keahlian sama juga diperoleh anak dan menantu Dg Rowa dari saudara dan keluarga. Dan sejak anak dan menantunya telah memiliki keahlian tersebut, Dg Rowa berhenti dan kembali mengerjakan sawah. Hingga akhirnya Dg. Rowa bertemu dengan Pak Indra dan kemudian memanfaatkan kolam tersebut untuk budidaya ikan nila. Pak Tua juga adalah salah seorang ketua Kelompok dan memiliki kolam yang lebih luas, dan juga terbengkalai sejak tahun 1995. Sejak mengikuti pembelajaran budidaya ikan nila ini, Pak Tua serius menekuni kegiatan ini. Pak Tua menjelaskan bahwa dengan budidaya ikan nila ini modalnya hanya 1 dan kembali hasilnya 3 dan tetap bisa tidur siang, hal yang tidak bisa dilakukannya dengan profesi sebelumnya. Alhamdulillah.... apa yang kami saksikan disini, dimana program pemerintah berhasil dilaksanakan oleh lembaga mitra dan masyarakat benar-benar merasakan hasilnya. kedepan program ini akan terus di kembangkan dengan menambah dan memperluas cakupan program agar benar-benar bisa memanfaatkan kolam-kolam galian yang masih banyak tersisa. di luar 2 kolam yang dikelola ini masih tersisa belasan hektar kolam-kolam galian yang belum termanfaatkan. Apa yang telah dimulai ini mudah-mudahan dapat terus dilanjutkan... semoga

Kamis, 19 April 2012

diklat pb bpkb se regional V

diklat PB se regional v dilaksanakan di balai dari tanggal 17 sampai dengan 20 april 2012 diikuti oleh teman-teman pamong belajar dari bpkb se sulawesi.
tema diklat adalah pengkajian program dan pengembangan model.
acara diklat berlangsung dengan baik dimana semua peserta antusias mengikuti materi dan berdiskusi tentang pengembangan model.
beberapa judul model menarik seperti pengeloloaan pembelajaran keaksaraan menggunakan HP dari sultra, model anyaman bambu dari sulawesi tengah, model pembuatan jok kursi dari sulut, model bahan ajar pembelajaran mandiri dari gorontalo, model pembelajaran keaksaraan melalui bahasa ibu dari sulbar.

Jumat, 30 Maret 2012

BBM naik....????

Hampir pasti harga BBM akan di naikkan, pidato presiden RI tadi malam menegaskan BBM akan di naikkan. Alasan utama pemerintah untuk menaikkan harga BBM adalah adanya selisih yang besar antara asumsi harga BBM pada APBN dengan harga minyak dunia yang di tentukan oleh NYMEX. selisih mana akan membuat neraca APBN akan menjadi timpang mengingat besarnya selisih tersebut. asumsi APBN mengenai harga minyak adalah sebesar US$90/barel sementara harga minyak sekarang bergerak naik hingga ke angka US$105/barel. Selisih harga minyak tersebut akan mengakibatkan subsidi BBM membenkak hingga pada akhirnya sejumlah anggaran negara akan di alihkan untuk subsidi BBM. inilah kenapa APBN akn jebol.
Sejumlah tokoh menolak alasan pemerintah tersebut, Kwik Kian Gie misalnya membuat perhitungan sendiri dengan kesimpulan bahwa jangankan APBN akan jebol justru pemerintah masih kelebihan dana sebesar 97Trilyun rupiah, berbanding terbalik dengan asumsi pemerintah yang menghitung pemerintah akan defisit sebesar sekitar 148Trilyun rupiahatau lebih.
Angka 97trilyun tersebut diperoleh dari selisih penerimaan pembelian BBM oleh pertamina kepada pemerintah sebesar 224trilyu dengan besaran subsidi pemerintah sebesar 126triyun. Pertamina sendiri menerima pembayaran BBM dari masyarakat sebesar 283triyun sementara jumlah biaya untuk BBM yang dijual ke masyarakat tersebut adalah sebesar 410trilyun. selisih antara besaran biaya produksi BBM tersebt dengan penerimaan penjualan BBM dari msyarakat sebesar 283trilyun inilah yang ditanggung oleh pemerintah dan disebut dengan subsidi dengan jumlah sebesar 126trilyun.
Persoalan hitung-hitungan diatas menjadi rumit dan mungkin memusingkan bagi kita yang awam terhadap persoalan perminyakan tersebut, tetapi sebagai bandingannya di negara-negara tetangga kita seperti malaysia, singapura, thailand dll harga premium Indonesia adalah yang terendah. tetapi apakah harga bensin di Indonesia yang terendah? ternyata beberapa negara lain yang memproduksi minyak sebagaimana halnya juga Indonesia menjual BBM ke masyarakatnya dengan harga yang jauh lebih rendah hingga dibawah seperduanya. negara-negara seperti venezuela, Turkmenistan, Nigeria dll.
Persoalan BBM bukan cuma harga jual pertamina, di daerah-daerah pelosok Indonesia dimana penyaluran BBM sering terlambat dankurang, harga pembelian BBM justru telah lama naik. mereka-mereka terbiasa membeli bensin dengan harga 8.000 hingga 12.000 perliter, maka ribut-ribut kenaikan harga BBM dari 4.500 ke harga 6.000 masih kecil bagi mereka, toh selama ini juga mereka sudah membelil jauh lebih mahal dari harga di Jawa.
Minyak adalah komoditi vital, komoditi yang sangat terkait dan mempengaruhi harga-harga kebutuhan pokok yang lain. oleh karena minyak dibutuhkan sebagai bahan bakar kendaraan untuk mengangkut barang dan orang. Otomatis kenaikan harga BBM akan juga menaikkan harga barang-barang kebutuhan pokok serta biaya-biaya lain. BBM tidak naik saja harga-harga barang selalu naik rutin tiap tahun. Bagi masyarakat yang hidupnya menjual barang-barang kebutuhan tersebut, naiknya harga BBM otomatis akan diikuti naiknya harga jual barang-barang, pun margin keuntungan penjualan barang juga akan naik. Maka makin tinggi harga barang makin tinggi pula omset penjualan dan makin besar pula nilai keuntungan yang diperoleh. berbeda dengan masyarakat yang hidup dari gaji atau upah. Para buruh dan karyawan yang menerima gaji atau upah bulanan, menerima gaji yang cenderung tetap. PNS pun misalnya yang gajinya bahkan telah naik menjadi 4 kali selama 10, daya belinya justru berkurang hingga hampir setengahnya.
Pada sejumlah PNS yang saya tanya mengenai fenomena ini mereka menjawab, kalau dulu gaji kecil tetapi masih bisa membeli banyak barang, sekarang gaji naik tetapi tidak bisa belanja sembarang.
Inilah ironi yang banyak kita tidak sadari, gaji tiap tahun naik, tetapi barang2 pokok makin tak terbeli. Barang-barang yang justru mengalami penurunan harga adalah barang elektronik dan biaya telekominikasi. barang makin bagus dan canggih, harga justru makin turun. Sebagai ilustrasi saya membeli telepon seluler bekas dari dosen saya waktu itu pada tahun 1999 seharga 450.000 dan kartu GSM sebesar 750.000 yang berisi pulsa sebesar 500.000. harga kartu sebesar 250.000 adalah harga kartu GSM saat itu, bandingkan dengan sekarang yang bahkan dengan uang 2.000 pun sudah bisa membeli kartu berikut pulsanya. Biaya menelpon pada waktu itu dengan menghubungi nomor fixed telepon adalah 3.500 per menit sementara menghubungi nomor dari operator yang sama adalah 1.500 per menit. untuk mengirim berita ke saudara yang jauh melalui telegram membutuhkan biaya puluhan ribu sekarang dengan sms kapanpun dan dimanapun bisa mengirim berita dengan biaya hanya 100.
Biaya telekomunikasi memang turun, hingga bahkan pemulung di pinggir jalan pun sudah memiliki HP, hal mana dulu di tahun 1999 hanya orang kaya yang memiliki HP kecuali saya. Tetapi biaya untuk kebutuhan pokok makin tinggi, produk-produk makanan hampir semuanya diperoleh dari impor, misalnya terigu, kedelai dan susu. Padahal barang-barang tersebut kita konsumsi tiap hari. berbanding terbalik dengan luasnya tanah pertanian dan banyaknya sumber daya yang dimiliki bangsa ini. tetapi semua itu di kelola oleh orang asing. kendaraan dan peralatan elektronik yang kita pake semuanya impor padahal bahan mentahnya justru mereka peroleh dari kita. bodohkah bangsa ini? tidak juga, sebab bahkan pesawat terbang bisa kita bikin, lalu mengapa mesin-mesin sederhana tidak bisa kita bikin. betulkah tidak bisa bikin? sebenarnya bisa dan ada tetapi kita lebih memilih produk-produk impor disamping memang justru harganya lebih murah dan tersedia.

simpulannya, dengan naiknya BBM maka bersiaplah untuk menghadapi kenyataan penurunan daya beli dari gaji kita, tetapi jangan putus asa, saatnya menyadari itu dan memikirkan cara untuk tetap bertahan bahkan bermimpi kalo perlu, untuk merencanakan masa depan. Memang susah, tetapi juga gampang bagi yang mau mencari jalan keluar. Jangan pasrah. Saya sudah mencobanya dengan bisnis propolis, dan juga dengan emas. Dan saya masih terus mencari dan mencari... Bagaimana anda? gabung yuk...:)

Popular Posts