Sabtu, 30 Juli 2011
Pembuatan Kecap Ikan
Kecap ikan adalah cairan yan diperoleh dari hasil fermentasi ikan di dalam larutan garam. Selama fermentasi, mikroba halofilik seperti Saccharomyces,Torulopsis, dan Pediococcus yang tahan garam berkembang menghasilkan senyawa flavor.
2. BAHAN
1) Ikan. Sebaiknya digunakan ikan-ikan kecil yan kurang disukai untuk dikonsumsi. Ikan dicuci bersih, ditiriskan dengan sempurna. Kemudian dihamparkan dan diangin-anginkan selama satu jam.
2) Garam. Garam kasar ditumbuk sampi halus. Jumlah: 20% dari berat ikan.
3) Bumbu. Bumbu kecap adalah jahe, lengkuas, kayu manis, dan gula merah.
3. PERALATAN
1) Wadah fermentasi. Alat ini digunakan untuk fermentasi ikan menjadi kecap ikan. Untuk usaha rumahtangga dapat digunakan ember plastik. Untuk usaha agak besar, perlu menggunakan wadah dari logam yang tahan garam, atau wadah dari fiber glass.
2) Wadah perebus. Wadah ini digunakan untuk merebus cairan kecap.
3) Kompor
4) Kain penyaring. Alat ini digunakan untuk menyaring kecap hingga diperoleh kecap yang jernih.
5) Botol
6) Alat penutup botol
7) Pemberat. Dibuat dari kayu dan di atasnya diletakkan coran semen pemberat.
4. CARA PEMBUATAN
1) Proses Pendahuluan
a. Bila menggunakan ikan ukuran sedang dan besar, ikan harus disiangi untuk membuang jeroan dan insang. Kemudian ikan dicuci, dibelah dan dipotong-potong berukuran 3-4 cm.
b. Bila menggunakan ikan berukuran kecil (teri) ikan cukup dicuci dan ditiriskan.
2) Fermentasi Kecap No. 1
a. Dasar wadah fermentasi ditaburi dengan garam yang telah ditumbuk halus setinggi 0,25 cm, kemudian ikan disusun membentuk satu lapisan. Di atas lapisan ini ditaburi lagi garam setinggi 0,25 cm secara merata, kemudian diatasnya disusun lagi satu lapis ikan. Demikian seterusnya sampai wadah penuh. Garam yang digunakan adalah 20 % dari berat ikan. Setiap 1 kg ikan membutuhkan 200 g garam halu. Wadah ditutup
rapat kemudian disimpan (difermentasi) selama 3-6 bulan.
b. Setelah masa fermentsi tersebut, saluran cairan pada bagian wadah dibuka, dan ciran yang keluar ditampung melalui kain saring (2 lapis). Cairan jernih ini disebut kecap nomor 1.
3) Fermentasi Kecap No. 2
Ikan-ikan yang belum hancur, dapat ditambahkan garam 5% dari berat ikan semula. Kemudian difermentasikan lagi selama 3 bulan. Cairan yang diperoleh merupakan kacap nomor 2. Kecap nomor 2 ini tidak sejernih dan tidak sesedap kecap nomor 1.
4) Penyiapan Bumbu Kecap Asin
a. Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe).
b. Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas).
c. Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter kecap membutuhkan 20 gram kayu manis).
d. Bumbu-bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali dari benang katun yang kuat.
5) Penyiapan Bumbu Kecap Manis
a. Gula merah diiris-iris, dan digiling sampai halus (tiap liter kecap membutuhkan 500 gram gula merah).
b. Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe).
c. Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas).
d. Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter kecap membutuhkan 20 gram kayu manis).
e. Gula merah dan bumbu-bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali dari benang katun yang kuat.
6) Pembumbuan dan Pemasakan Kecap Asin
Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambahkan dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 0,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekedar menjaga agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap asin yang telah dibungkus diatas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan diaduk-aduk terus menerus selama 15 menit. Kecap yang dihasilkan adalah kecap asin. Ketika masih panas, kecap asin ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
7) Pembumbuan dan Pemasakan Kecap Manis
Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambahkan dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 0,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekedar menjaga agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap manis yang telah dibungkus diatas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan diaduk-aduk terus menerus selama 15 menit. Kecap yang dihasilkan adalah kecap manis. Ketika masih panas, kecap manis ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
8) Pembotolan
Kecap yang masih panas segera dimasukkan ke dalm botol, kemudian ditutup rapat dan diberi label.
5. KONTAK HUBUNGAN
Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Jl. Rasuna Said, Padang Baru, Padang, Telp. 0751 40040, Fax. 0751 40040
Jakarta, Januari 2001
Sumber : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah, Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat
Editor : Tarwiyah, Kemal
Senin, 18 Juli 2011
1 minggu pertama Adid sekolah...
Senin, 11 Juli 2011
ini adalah hari yg paling ditunggu2 Adid, kelamaan libur membuat ia sudah ingin masuk sekolah, senin yg lalu sempat ia menghitung2 dan bertanya hari apa ini? J:ini hari senin, T:kenapa belum masuk sekolah? J:masuk sekolah senin depan, skr masih libur
senin hingga rabu adalah masa orientasi sekolah, karena itu kepsek dlm arahannya menyampaikan jam sekolah masih sampai jam 10, setelah itu jam pulang sekolah jam 12.
sy, Mami dan Airah masih tinggal di sekolah menunggu hingga adid pulang, oleh karena baju adid belum diambil terpaksa ia hanya berpakaian baju batik dan celana jeans, sangat berbeda dgn teman2 kelasnya yg sudah memakai seragam.
sambil menunggu adid di kelasnya, beberapa orang tua murid sudah menebus buku pelajaran sekolah, harganya 594rb untuk kelas 1 RSBI. buku Adid belum diambil karena ternyata uang yg kami bawa tdk cukup menebus buku.
pada saat membawa adid ke lapangan upacara, sy bertemu dgn 2 teman sekolah SMA yg anaknya juga masuk sekolah, yg tua sdh kelas 3, adeknya dede juga masuk kelas 1, dede di kelas 1-2, dan Adid kelas 1-1, Wahyu anaknya M. Fatwa teman sebangku SMA kelas 1-4. hari pertama itu semacam reuni bagi saya dan A. Eka juga dgn Ayyenk. Ayyenk sudah pertama ketemu sebelumnya, sementara A.Eka baru ketemu setelah 19thn pisah setamat SMA. Sy juga bertemu dengan S, dosen Unhas, tp dari Uloe juga, beliau dulu adalah rangking 1 di SMP bahkan di SMA, beliau 2 tingkat diatas saya. Anaknya naik kelas 2. Sy juga ketemu dgn H, alumni satria, peg. PT Energi Sengkang, anaknya naik kelas 2, dan kakaknya masuk kelas 1 smp di athirah juga.
jam 9.10 adalah jam istirahat, sy jemput adid di taman depan kelasnya yg asik main menikmati sekolah baru juga teman2 barunya. kami sm2 makan di ruang kantin yg luas. disini berbagai macam jajanan dijual dengan harga tidak mahal, kue2 harga 1000, coto 5000, nasi lauk 6000, nasi rantang 6000, pizza ria kafe 5000, jus dan sirup. kantin nya bersih dan terjaga. ada wastafel untuk cuci tangan dll.
Selasa, 12 Juli 2011.
Rencana hari ini Adid sudah pake seragam, tapi karena kemarin sore bajunya belum sempat diambil terpaksa kami menuju Athirah KajaoLalido dulu ambil baju. kami sampai disana jam 7, tapi karena peg. koperasi belum datang terpaksa menunggu dulu hingga jam 7.30. begitu datang pakaian adid kurang 1 yaitu celana muslim, ada 2 baju putih, 2 baju kotak, 2 celana coklat, 1 topi, baju dan celana olahraga, baju muslim, 1 dasi, 2 lambang lokasi, 2 logo athirah putih, 2 logo athirah coklat. dan hanya celana muslim yg belum ada. adapun baju olahraga yg ukuran M seperti baju putihnya ternyata terlalu besar tuk ukuran Adid.
Adid langsung ganti baju di ruang koperasi, sempat dia protes tuk ganti baju di ruang ganti tapi kubilang tdk kelihatanji karena panjangji bajunya, akhirnya dia menurut. kami keluar dari ruang koperasi dengan Adid berpakaian lengkap, termasuk dasi dan topi.
sempat foto2 di depan bank samping sekolah.kemudian menuju Antang. kami sampai di Sekolah adid jam 9, dan tdk lama kemudian istirahat.
Di ruang kantin kami duduk di meja dekat t4x Hj. Asmi, dia sempat liat saya dan menuju k kami, hj Asmi menyapa kami dan berkenalan dgn Maminya Adid. Setelah itu dia balik dan kembali menyuruh peg.x bawakan kami teh kotak dan susu botol. Waktu pulang kembali dia kasih adid es krim. Thank :)
Rabu, 13 Juli 2011
Sy sendiri antar Adid ke sekolah naik motor. setelah turun di depan sekolah Adid jalan sendiri masuk ke kelasnya. tapi karena sy ingat dia hanya bawa bekal tanpa uang, sy menyusul ke dalam, sy dapati dia sdh main dengan temanya yg belum dia kenal, sy kasi uang 10rb, ternyata temannya juga dibekali uang 5rb jadi sy ganti uang 5 rb juga, spontan dia jawab buat beli eskrim, sy pesan ke dia tuk makan bekalnya. ternyata ia tidak makan bekalnya, uang bekalnya juga tdk dibeli makanan. jam istirahat dia main terus, ketika dijemput, dia tau dirinya salah jadi dia marah duluan, sebelum di marahi. di jemput sm Atta n Mami, dia kayak loyo dan langsung tidur di mobil. sy pesan ke dia sebelumnya kalo dia tdk makan bekalnya, maka tdk usah sekolah lagi di Athirah. jadi dia meras abersalah tdk makan bekalnya.
Kamis, 14 Juli 2011
Sy antar ke sekolah naik motor. sekarang ia sudah pulang jam 12. sebelum pulang praktek shalat di kelasnya dibimbing oleh gurunya. karena hari itu sy juga akan berangkat ke palu, ternyata sy lupa bawa tiket. sy juga tdk punya uang cukup dan sy janjian ketemu di kantor setelah mami ambil uang. setelah antar Adid sy telp mamanya Adid ternyata dia tdk angkat, akhirnya sy putuskan jalan pulang kerumah ambil tiket sambil terus berusaha hubungi Mami. di tengah jalan dia menelpon dan bilang kalo dia sdh di kantor jadi sy bilang tunggu saya. sy bergegas ke rumah, ambil tiket dan ke kantor. di kantor baru ketemu. jam 8 sy berangkat ke bandar dgn P Ady dgn mobil Ilham.
sepulang adid sekolah dia di jemput sm Atta n Mami, skr ia sudah ceria, karena bekalnya sudah dia makan. uang bekal 5rb juga di belikan es krim, habis karenya ternyata di kasi temannya kemabliannya 1000.
Jumat, 15 juli 2011
ia berangkat dan pulang sm Atta. uang bekalnya 5rb kembali 3rb. ia bawa sandal dan peci tuk praktek shalat dan disimpan di lokernya.
bekalnyapun habis dia makan.
buku tulis yg sudah dibelikan ternyata hanya 1 yg dipake yaitu buku tulis halus. sisanya sekitar 20 buah hanya 2 yg di pake yaitu buku agenda. buku tulis halus di bungkus kertas kopi, dan di tepiannya di beri kertas origami berbagai warna sesuai mata pelajarannya. yg masalah warna jingga itu ternyata warna orange, dan warna Nila yg sy kira ungu, ternyata ada juga warna ungu. jadi warna Nila itu warna apa? crayon yg sudah sy belikan dibelikan baru sm mami merk Faber Castel karena crayon yg sy belikan baunya terlalu menyengat.
pensil Mami belikan lagi 3 biji pdhal pensil banyak di rumah.
buku yg dibawa adid selalu buku tematik, dan buku kerja sesuai jadwal pelajaran. buku tulis yg dibawa juga sesuai jadwal dgn kode warna yg sesuai. adapun kode merah karena belum ada kertas origami warna merah, mami tandai dengan mewarnai dgn spidol.
demikianlah.. hari-hari pertama adid sekolah. hanya pd hari senin pertama kami sempat doa bersama mendolakan kesuksan sekolah Adid. Semoga Allah SWT memberi petunjuk jalan yg lurus, jalan orang2 yg sudah sukses, bukan jalan orang yg salah jalan. Amiiinnnn
Senin, 11 Juli 2011
12 langkah menuju entrepreneur industri
12 Langkah aktualisasi ide-ide menjadi suatu industri :
1) Memiliki kekuatan niat untuk menjadi entrepreneur : Kekuatan ini bisa diperoleh dan dipertahankan secara terus menerus melalui pengkajian dan majelis-majelis kewirausahaan dengan seorang motivator yang luar biasa.
2) Memiliki ide-ide asli – yang meluncur dengan segar dari pikiran anak-anak muda dengan latar belakang pendidikan yang baik.
3) Memiliki ide-ide yang bisa diimplementasikan dengan sumber daya yang di miliki sendiri – karena di tahap awal kebanyakan ide akan sangat sulit memperoleh dukungan (khususnya financial) dari lembaga perbankan dan pembiayaan lainnya.
4) Memiliki pemahaman yang baik terkait dengan perbagai persayaratan legal formal seperti perijinan, sertifikat halal dlsb ; compliance atas persyaratan legal dan halal membuat produk-produk mudah dijual.
5) Memiliki kemampuan untuk me-manufacture ide menjadi produk. Produk air terapi dari Jogya tampil dalam kemasan yang elegan layaknya produk industri skala global.
6) Memiliki kemudahan membangun jaringan dengan berbagai mitra usaha, dengan kepribadian supel dan pandai bergaul – membuat hubungan antara para pelaku usaha dinamis dan informal – ini sangat kondusif untuk lahirnya sebuah usaha baru.
7) Memiliki kerelaan untuk terus belajar dan belajar; meskipun sudah sangat sukses – ketika ada kesempatan berinteraksi dengan nara sumber dari kota lain – dengan antusias disambut.
8) Memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan upaya pemasaran melalui berbagai jalur distribusi, baik yang konvensional maupun yang inovatif – sama sekali baru.
9) Memiliki kemauan untuk terus berkembang dengan produk-produk baru dan pasar-pasar baru,
10) Memiliki kemauan untuk tampil di forum-forum penunjang seperti pameran-pameran industri, bicara di seminar-seminar dlsb. Latar belakang pendidikan yang baik membuat PD untuk tampil di berbagai forum.
11) Memiliki follow through dari setiap kesempatan; seminar dan diskusi tidak berhenti di ruangan – tetapi berlanjut di lapangan.
12) Memiliki keseimbangan usaha yang sifatnya duniawi dengan tujuan hidup yang sesungguhnya yaitu hidup abadi sesudah hidup di dunia ini.
gimana? gampang kan .... silakan di lanjutkan .... :)
Kamis, 23 Juni 2011
Average High VS Pemerataan
Pemerataan adalah upaya untuk menyamakan hasil yang diperoleh ataupun beban kerja sehingga rata di tanggung atau diterima oleh semua anggota kelompok. Dalam prakteknya ide pemerataan di sambut baik oleh semua anggota kelompok oleh karena itu berarti tidak akan ada anggota yang lebih capek dari yang lain, atau tidak akan ada orang yang menerima lebih sedikit dari yang lain. pada kasus ini pemerataan menemukan bentuk yang ideal.
Ide pemerataan menjadi krusial ketika dalam sebuah kelompok yang dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok dengan spesialisasi berbeda, coba diratakan hasilnya dengan mengorbankan spesialisasi setiap kelompok. yang terjadi adalah kerancuan dan ketidak fokusan dari peaksanaaan tugas yang sudah terspesialisasi oleh masing-masing kelompok. Ide pemerataan secara materi mungkin menemukan bentuk yang sama tetapi secara ideal, spesialisasi dihancurkan atas nama pemerataan. Atas nama pemerataan diatas itu pula menjadi lebih kacau lagi ketika dipilih orang-orang dari beberapa kelompok untuk melakukan pekerjaan yang sudah mereka kerjakan dengan judul yang berbeda, dan kemudian kelompok ini disebut sebagai average high, sementara ada anggota kelompok di sebuah kelompok spesialisasi yang belum mengerjakan pekerjaan sama, padahal itu menjadi tugas pokok dan fungsinya, apakah mereka ini termasuk kelompok under average sebagai kelas budaya di SMA?
satu model bisa cukup bagi seseorang, tetapi 6 model bisa sangat tidak cukup bagi orang tertentu. Maka makna pemerataan ataupun average high dimanakah berada?
salam pemerataan ......:)
Selasa, 21 Juni 2011
Ortek Verifikator Makassar
Direktur pembinaan kursus dan pelatihan, Kemdiknas, Dr. Wartanto dalam sambutan pembukaan orteknya mmenyatakan kepada kami bahwa ortek dilaksanakan untuk memberi bekal kepada calon verifikator bagaimana melaksanakan tugas memvisitasi lembaga, verifikator harus cermat dan teliti dalam bertugas sebab akan sangat berpengaruh terhadap kualitas penilaian kinerja serta keberlangsungan penilaian kinerja itu sendiri. Tahun 2009 verifikasi dilaksanakan dengan tanpa riak-riak dilapangan, namun tahun 2010 sudah muncul berbagai trik yang dilakukan LKP dalam mendongkrak hasil penilaian kinerja lembaganya, oleh karena itu di tahun 2011, verifikator harus lebih teliti, lebih cermat lagi dalam melaksanakan tugas, dan yang terutama adalah sikap moral verifikator selama menjalankan tugas. selama prinsip-prinsip etik dipegang teguh oleh verifikator maka tugas akan terlaksana dengan sebaik-baiknya.
Ortek verifikator dilaksanakan untuk menjamin kompetensi verifikator dalam melaksanakan tugas. Kompetensi dibangun atas tiga pilar yaitu knowledge, skill dan attitude. Knowledge atau pengetahuan adalah segala ilmu yang diperlukan bagi verifikator dalamm melaksanakan tugas, pemahaman terhadap mekanisme penilaia, pengetahuan tentang tata cara penilaian, pengetahun tentang lembaga kursus, serta pengetahuan lain yang relevan. Skill berarti ketrampilan dalam melaksanakan verifikasi di lapangan, kemampuan menulis laporan, kemampuan menggali data, kemampuan memotret kinerja lembaga untuk memeperoleh gambaran yang obyektif terhadap lembaga. attitude berarti sikap mental verifikator dalam bekerja, termasuk didalamnya untuk tidak menerima sesuatu apapun yang dapat diduga akan mempengaruhi penilaian kinerja terhadap lembaga. oleh karena verifikator telah dibekali dan dibiayai oleh negara baik tiket perjalanan, uang harian maupun akomodasi semuanya telah terbiayai dalam anggrana negara, maka verifikator tidak boleh lagi menerima apapun baik tanpa diminta apalagi dengan meminta. sikap lurus verifikator harus terjaga dengan baik untuk menjamin objektifitas penilaian.
Menyadari akan adanya dinamika dalam penentuan calon verifikator BPPNFI Reg. V bagi kami sendiri
adalah bahwa sebagai pamong belajar yang berkonsentrasi dalam pengkajian dan pengembangan model kursus dan pelatihan tentu sangat tepat jika yang bertugas dalam verifikasi PK-LKP ini adalah pamong belajar pada pokja LKP. Prioritas penentuan calon verifikator dari pokja PKP adalah wajar dan tepat, demikian pula sebaliknya menjadi tidak wajar jika pamong pokja PKP tidak banyak terlibat dalam penilaian kinerja PK-LKP ini. Hal ini terbukti selama 2 tahun lewat pelaksanaan PK-LKP, pamong Pokja PKP tidak memperoleh pemahaman yang cukup akan peta kinerja LKP yang menjadi wilayah kajiannya. Proses yang transparan hendaknya menjadi sikap mental kita semua dalam mendukung pelaksanaan tugas terutama menyukseskan program kerja direktorat kursus dan pelatihan dimana pamong belajar di balai sebagai ujung tombak dan perisai bagi kesuksesan program.
Selamat kepada teman-teman peserta Ortek, semoga anda semua lulus dalam Ortek ini dan dapat melaksanakan tugas sebagai verifikasi PK-LKP 2011. Jayalah pendidikan non formal, jayalah kursus indonesia.
Jumat, 08 April 2011
E-course on social and economic policies
UNICEF and the Economic Research Foundation (ERF) invite you to participate in a new elearning
programme focusing on socio-economic policies for child rights with equity. This
free, self-paced online course is available to all development partners at UN agencies,
governments, universities and civil society organizations.
Course description: This programme is a foundational course on economic and
social policies to promote equity and child rights. The topics covered include: the
human rights-based approach to development; equitable macroeconomic and sector
policies; public finance and social budgeting; multidimensional poverty; social
protection, migration and climate change.
The e-course aims to provide evidence-based arguments and advocacy skills needed
to promote equity and children's rights in public policy, in the context of recent
developments such as the economic crisis or high food prices.
Course duration: The course is self-directed and may be completed at your own
pace.
Registration: This course is being offered free of charge to ensure maximum
outreach. Upon completion of each module, a test is administered and a certificate
will be issued to all who reach successful completion.
Visit policyforchildrights.org to get started.
Related links:
Asia and Pacific Database on Education launched - Giving policy makers and
practitioners evidence for action
ITU launches initiative to protect children online
Child online safety in the developing world
Sabtu, 26 Maret 2011
Ciptakan generasi average high sejak dini
Saya mengenal STMIK Kharisma pada awal berdirinya ketika pada saat itu yayasan pendidikan Kharisma mengumumkan penerimaan dosen , sy tidak mendapat informasi langsung tetapi teman saya Amirullah, S.Kom yang mengajak saya tuk mengajukan lamaran. Bersama beliau sy memasukkan lamaran. Setelah itu sy wawancara dan setelah itu saya menunggu. Hingga kemudian Dimyati menyarankan saya untuk ke STMIK menemui pak Syaiful yang dia kenal baik. Akhirnya jadilah saya pegawai Kharisma sebagai Dosen di bulan Agustus, bulan kelahiran saya, bulan pertama perkuliahan semester awal Tahun ajaran 2000-2001. 11 tahun lalu.
STMIK Kharisma sejak berdirinya mengedepankan mutu dan kualitas. STMIK Kharisma mengambil jalan berbeda dengan beberapa perguruan tinggi swasta dan negeri lainnya. Jika Opspek pada kampus lain adalah saat perploncoan bagi Maba, di STIMIK maba diperlakukan sangat terhormat, dijamu dengan acara seminar, dengan pembicara tamu dari orang professional. Opspek dilaksanakan di gedung, dan bina akrab di laksanakan di Bantimurung dalam acara yang jauh dari pemukulan Maba dan bentuk-bentuk kekerasan yang lain. Maba lebih dianggap sebagai calon intelektual diabnding sebagai calon tantama. Disisi lain mahasiswa yang masuk diseleksi dengan tes tulis dan tes wawancara, proses perkuliahan berjalan dengan ketat dimana kehadiran harus diatas 75% dari 16 kali pertemuan untuk mengikuti final test. Sehingga mahasiswa yang tidak serius kuliah tidak dapat menyelesaikan kuliahnya.
Hari-hari berjalan, perkuliahan berlangsung, saya melihat dinamika perkembangan awal STMIK Kahrisma. Sebagai ketua Jurusan Sistem Informasi, sy sempat mengikuti rapat luar biasa STMIK Kharisma sekalaigus wisuda pertama STMIK program Diploma 1 jurusan Programmer Komputer, Otomasi Perkantoran dan computer sekretaris di Allamanda Ballroom Hotel Sedona. Tetapi kemudian di tahun 2001 saya diajak teman Ahmad Syawaluddin mengikuti tes masuk PNS di salah satu instansi pemerintah di bidang pendidikan nonformal. Sebetulnya saya sudah merasa puas dengan pekerjaan saya sebagai Dosen tetapi teman saya tersebut ngotot mengajak saya ikut mendaftar. Nasib kemudian menentukan bahwa saya lulus seleksi PNS dan teman saya tersebut justru tidak lulus. Saya harus meninggalkan Kharisma, lembaga yang turut mengubah diri saya, lembaga yang memberikan jejak dalam pola pikir saya.
STMIK Kharisma dengan segala kebijakan mutu yang dianutnya, penerapan ICT dalam proses pembelajaran, penggunaan TV untuk presentasi kuliah, ketersediaan internet, website, dan email pribadi tuk dosen dan bahkan tuk setiap mahasiswa, system perkuliahan yang ketat adalah komponen-komponen yang akan menciptakan generasi average high , alumni-almuni STMIK adalah orang2 yang digembleng dengan system perkuliahan yang ketat untuk menghasilkan alumni yang berkualitas. Dengan penghormatan pada hak pribadi mahasiswa tetapi ketat dalam penerapan aturan kampus. Hingga sekarang setelah saya tidak lagi aktif di STMIK Kharisma proses penciptaan generasi average high tersebut terus dilakukan oleh yayasan Pendidikan Kharisma.
Dalam suatu pembicaraan dengan ibu ketua yayasan, beliau sempat menyampaikan pemikiran beliau, uneg-uneg beliau bagaimana sebenarnya menciptakan generasi muda yang berkualitas. Beliau mengawali kiprahnya di bidang pendidikan melalui Pusdikom Kharisma. Lembaga kursus yang melakukan pelatihan dan kursus khususnya computer. Bahkan juga gedunga Pusdikom digunakan tuk kursus bahassa inggris,penjualan computer dan servis. Dari program pursus pendek 3 bulanan hingga setara Diploma satu. Dari situ kemudian berdirilah STMIK Kharisma pada tahun 2000. Beberapa tahun kemudian dibangunlah kampus II di jalan baji Ateka. Sekarang beliau menyadari bahwa pendidikan seharusnya di mulai sejak usia dini. Untuk membentuk generasi yang average high harus diawali sejak dini, dan bukan ketika usia dewasa atau paska remaja.
Beliau bermimpi untuk mendirikan kelompok bermain dibawah pohon, tetapi kemudian Allah justru memberikan lebih banyak, beliau mendirikan kelompok bermain yang bukan hanya di bawah pohon tetapi juga di atas pohon, dan doa Habib semoga Allah memberkahi baik yang dibawah pohon maupun yang diatas pohon….amiiinnnn.
Tulisan ini sepenuhnya dari sisi pandangan saya pribadi, berdasarkan penglihatan, pendengaran dan pengalamana saya berinteraksi dengan Kharisma. The average high creator. Sekaligus juga wujud terima kasih saya kepada keluarga besar charisma. Karena dari charisma inilah saya mendapatkan jodoh dan telah memberi saya 2 malaikat kecil Adid dan Airah.
Senin, 21 Februari 2011
sulapa eppae
keempat sifat tersebut adalah macca = pintar, malempu =jujur, warani = berani, magetteng= konsisten. adapun kepintaran (macca) haruslah dibarengi dengan kejujuran (lempu) oleh karena bunyi kalimatnya "macca na malempu" yang artinya pintar disertai kejujuran, bukan "macca, lempu" yang artinya "pintar, jujur". inilah salah satu makna besarnya bahwa pemimpin itu bukan pintar saja tetapi juga harus disertai kejujuran, sebab kalo tidak ia bisa pintar dalam suatu urusan, tetapi jujurnya nanti. dalam kondisi ini pemimpin akan cenderung "majekkong" (=curang), seorang yang mengaplikasikan kejujurannya untuk mempintari/mengakali orang. 2 kata berikutnya adalah "warani na magetteng", lagi-lagi kata warani di gandengkan dengan getteng. maknanya adalah pemimpin itu harus berani mengambil tindakan yang menurut segala macam pertimbangan adalah membaikkan. keberaniannya itu bukan temporer tetapi selalu dan terus menerus dipertahankan. konsistensi pemimpin dalam menjalankan keberanian, dan tidak tergantung apa kemauan sesaat rakyatnya. berani dan tetap dijalur kebenaran itulah intinya. bukan berani sesaat kemudian mengabaikannya ketika kondisi berubah.
itulah makna sulapa eppa versi pertama, adapun versi kedua adalah empat jenis sifat yang dimiliki oleh "tumakbicara". "tumakbicara" atau orang yang berbicara, ato org yang memutuskan persoalan. orang ini bisa jadi adalah hakim tetapi bisa juga pemimpin karena dialah yang mengambil keputusan.
empat sifat itu adalah sifat air, api, angin, dan tanah. adapun sifat air adalah sifat seorang yang cenderung seadanya, yang penting ada. berubah bentuk. ia akan bundar ketika masuk baskom, tetapi ia akan kotak ketika masuk bak mandi. ia juga tidak konsisten karena keputusannya tergantung dimana ia berada, ia mengikuti keinginan orang bukan ia yang membuat keputusan. sifat air yang tidak tetap dan mengalir ke tempat yang paling rendah tidak cocok dimiliki seorang pemimpin, seorang yg seharusnya memberi bentuk kepada rakyatnya.
sifat kedua adalah api yaitu sifat seseorang yang gampang sekali naik emosinya, jika sekali saja disinggung perasaannya, ia akan ingat terus dan membalas dendam kapan ia punya kesempatan. ia tidak mempertimbangkan apa yang baik tetapi apa yang menurut ukurannya dia. sifat ini akan menimbulkan perselisihan antara ia dan orang dipimpinya. oleh karena ia hanya menuruti apa egonya. begitu besarnya egonya hingga ia tidak peduli apa saran dan kemauan orang banyak, egonya saja yang harus jalan. ia akan makan kue sendiri, tetapi jika ada kue orang akan dipersoalkannya.
sifat ketiga adalah sifat angin, yaitu orang yang tergantung pada arah angin, jika angin dari barat ia ketimur, jika dari selatan ia ke utara. ia tidak punya sikap sendiri, keputusannya adalah apa yang dimau kebanyakan orang, bukan apa yang terbaik menurut pertimbangan terbaik.
sifat keempat adalah sifat tanah, inilah sifat terbaik. sebab ia tidak goyang, ia menerima air, angin dan api. dengan air ia menjadi lunak, dengan api ia menjadi bata dan dengan angin ia bertahan. inilah sifat terbaik yang seharusnya dimiliki seorang pemimpin.
Versi ketiga adalah seperti pernah diulas oleh Pelras dalam bukunya Manusia Bugis. bahwa manusia yang sempurna adalah manusia yang meiliki empat hal yaitu kekayaan, kekuatan, keberanian, kesalehan. yaitu seorang yang memiliki harta yang banyak, tetap rajin beribadah, sehat dan kuat serta berani.
demikianlah sedikit makna tentang sulapa appa itu.... sekarang kita pilih yang mana?
Selasa, 08 Februari 2011
Pemimpin yang Pintar dan Jujur?
Dalam tulisan tersebut antara lain mengulas pendapat Ibnu Khaldun tentang kriteria pemimpin, yang fokus pada pertanyaan pilih mana pemimpin yang bodoh tapi jujur ato pemimpin yg pintar tapi pembohong ?. Jika pertanyaan itu diajukan k rakyat Indonesia maka karena maraknya pemberitaan ttg kebohongan pemerintah maka tentu mayoritas pendapat rakyat diprediksi akan memilih jawaban lebih baik pemimpin bodoh tapi jujur. alasannya karena mayoritas rakyat sudah jenuh dan jengkel dengan kegohongan pemerintah yg banyak diberitakan media massa kita.
Jawaban ini berbeda dengan jawaban Ibnu Khaldun yang lebih memilih Pemimpin yang pintar meski pembohong, alasannya meskipun pemimpin itu pembohong tetapi akan gampang di koreksi oleh rakyat sehingga pemimpin akan susah jika ia akan berbohong, dengan kepintarannya ia bisa mengusahakan yang terbaik bagi kemajuan rakyatnya, nah kalo pemimpinnya bodoh, dia g bisa berbuat apa-apa karena kebodohannya itu.
Pendapat penulis Fajar sendiri kurang lebih sama dengan pendapat kebanyakan rakyat Indonesia, dan bertentangan dengan pendapat Ibnu Khaldun yaitu memilih pemimpin yang bodoh tapi jujur. meskipun pemimpin yang bodoh tetapi jika dikelilingi oleh orang pintar maka tentu kualitas pengambilan keputusannya akan tetap terbaik dan yang pasti ia tidak akan berbohong pada rakyatnya, sebaliknya jika ia Pintar dan pembohong maka tentu akan sangat luar biasa kebohongan yang dibuat untuk rakyatnya.
so..... sebetulnya pendapat siapa yang sebaiknya diikuti?
situs ini dari awal sy beri nama Macca na Malempu, jelas artinya adalah Pintar disertai Kejujuran. Sifat pintar yang menyatu dengan sifat kejujuran. Bukan pintar sekarang lain kali jujurnya. Macca na Malempu adalah kata majemuk yang pertama yang sambungannya adalah Warani na Megetteng. artinya Berani disertai konsistensi. bukan berani sekarang nanti tidak lagi. tetapi berani terus menerus. teguh pendirian.
Macca na Malempu, Warani na Magetteng adalah 4 sifat yang harus dimiliki oleh calon pemimpin menurut apa yang telah diwariskan oleh leluhur kita. 4 sifat atau 4 sisi itulah yang disebut juga "Sulapa Eppa" menyempurnakan karakter seseorang untuk bisa memimpin rakyatnya. Dia harus pintar, karena dengan kepintarannya ia bisa mengusahakan yang terbaik tuk kemajuan rakyatnya. tetapi kepintarannya harus disertai kejujuran, karena kalo tidak ia akan menipu rakyatnya. sangat besar kerusakan yang ditimbulkan jika pemimpin kita tidak jujur.
Setelah itu Pemimpin juga harus Berani (Warani) untuk mengambil tindakan apapun yang diyakininya baik untuk rakyat, serta konsisten(Getteng) tuk terus-menerus mengusahakan kebaikan itu. Tidak boleh takut, dan tidak boleh lemah, sebab jika pemimpin lemah maka rakyat kecillah yang akan jadi korban. apa gunanya pemerintahan jika tidak bisa melindungi rakyatnya?
Macca na Malempu, Warani na Magetteng. 4 sisi kesempurnaan manusia menurut toriolota, adalah konsep leadership yg hebat dari warisan budaya sulawesi selatan. :)
Rabu, 12 Januari 2011
Masa depan kita
Hal ini mengakibatkan personil funsional PB yang selama ini mengurusi Pendidikan kesetaraan di hapuskan, serta disebarkannya personilnya ke pokja lain.
Akibatnya terjadi pengurangan jumlah pokja dari tadinya 4 pokja menjadi 3 pokja, sebaliknya terjadi penggelembungan jumlah personil pokja, tadinya 10-11 menjadi 15-16 orang.
dampak dari itu pula ruangan pokja yang tadinya cukup menampung semua personil menjadi sangat sempit terutama di Pokja Pembinaan LKP yang memang lebih sempit di banding ruangan Pokja lainnya yaitu Pokja Kesetaraan dan Dikmas. Tetapi karena pokja kesetaraan sudah tidak ada lagi sehingga ruangan pokja eks kesetaraan kemudian akan ditempati pokja PAUD atau Pokja Pembinaan LKP.
Wacana yang muncul kemarin adalah ruangan eks kesetaraan akan di tempati oleh Pokja Pembinaan LKP sementara pokja PAUD akan menempati ruangan rapat sekarang, sementara itu ruangan eks Pokja Kelembagaan akan menjadi ruang rapat.
Selain permasalahan ruangan tersebut, pemilihan koordinator pokja juga telah dilaksanakan yang mana pokja Dikmas dan PAUD telah mendudukkan kembali koordinator Pokja lama ke posisi yang sama untuk tahun ini, tetapi berbeda pada pokja pembinaan LKP, dimana terdapat dinamisasi pemilihan koordinator pokja sebagaimana juga terjadi tahun-tahun sebelumnya.
Dalam rapat tadi pagi, dipimpin oleh koordinator Pamong di putuskan untuk setiap personil memilih tiga nama, dan kemudian dari tiga nama terbanyak dipilih itulah yang akan berembuk untuk memutuskan siapa yang menjadi korpok. Rapat skorsing sampai jam 13.00.
namun selang waktu itu, tiga nama yang terpilih yaitu Saya, Arwin dan Arta belum memutuskan siapa. Arta menyampaikan ke saya bahwa ia bersedia menjadi Korpok, itu setelah ia konsultasikan dengan keluarganya, sehingga dalam pertemuan berikutnya di Lobby kantor, kembali Arta membicarakan tentang bagaimana kedepan Pokja, bagaimana seharusnya kerjasama di bangun dan bagaimana agar semua personil bisa sinergis dalam menjalankan tugas-tugas balai yang dibebankan di pokja pembinaan LKP. namun Arta juga menyampaikan bahwa ia juga mempunyai kesibukan lain sebagai koordinator program di ILO East, sehingga ia meminta pendapat ke kami berdua, dan ia juga mengkhawatirkan pendapat teman2 lain jika ia bersedia menjadi ketua pokja, hal ini diamini oleh Arwin, tetapi saya tegaskan bahwa sepanjang Arta mau terbuka dan bekerjasama dengan semua orang, dan selama ia mau membagi waktu itu tidak masalah.
saya melihat kebimbangan yang sangat di wajah Arta, sesuatu yang ia mau jalankan tetapi juga di hantui oleh kekhwatiran pendapat teman2 serta penentangan yang akan ia terima. saya katakan pada Arta bahwa saya hadir disitu tidak membawa diri saya, meski sya juga punya ketegasan terhadap diri saya, karena itu saya juga tidak bisa memutuskan sesuatu yang teman-teman tidak menginginkan hal itu.
Arta merasa bimbang oleh karena, jika ia maju dan tentu itu yang jadi maka ia beresiko ditentang oleh teman-teman yang lain. Tetapi jika ia mundur ia juga tidak mau memilih satu diantara kami saya atau Arwin. Disinilah deadlocknya pembicaraan, sehingga saya menyarankan kalo begitu kembalikan saja ke forum kita pilih langsung apakah yang dipilih saya ato Arwin atau ada tambahan pilihan lain itu terserah forum.
Pemikiran lain disampaikan Kormong yang tidak menginginkan adanya pemilihan langsung, hal ini juga tidak diinginkan oleh Arta. Tetapi jika Arta tidak bisa memilih salah satu dari kami, lalu siapa yang akan terpilih?
Kormong menyampaikan bahwa sebaiknya pemilihan Korpok ini cukup diselesaikan bertiga saja tidak perlu di lempar ke Forum, itu bagi saya oke-oke saja. nothing to loss bagi saya. tetapi untuk itu Arta harus memilih, tetapi ia tidak mau memilih, jadi bagaimana?
inilah deadlocknya pembicaraan kami bertiga hari ini, sehingga saya sebelum pisah dengan Arta saya sarankan ke Dia untuk nanti malam shalat Istikharah dulu, supaya Ia bisa mengambil keputusan dengan keyakinan. dan tidak maju mundur dalam mengambil keputusan ya ato tidak.
bagi saya siapapun terpilih selama itu disaksikan teman2 itulah yang terbaik. Seandainyapun Arta kemudian mau memilih salah satu dari kami, itulah yang jadi. Tapi kalo tidak biarlah forum yang akan memilih langsung.
nothing to loss..... :)
Senin, 09 Agustus 2010
Amazing Brain : Lesson 1 & 2
Berikut isinya:
Lesson 1 : Familiarity
Menuurt sbeauh penilitean di Cmabrigde Uinervtisy, tdaik mejnadi maslaah
bgaimanaa urtaun hufur-hufur di dlaam sebauh kaat, ynag palngi pnteing adlaah
leatk hruuf partema dan terkhair itu bnaer. Siasnya dpaat brantaaken saam
skelai dan kmau maish dpaat mebmacanya tnpaa msaalah. Hal ini kerana oatk
masunia tdaik mambeca seitap huurf msaing-msaing, tatepi kaat kesuleruhan.
Manejkubakn naggk?
Bagaimana hal di atas bisa terjadi? Apa yang sesungguhnya terjadi di otak kita?
Dalam mempelajari otak, para ahli mempunyai suatu istilah yang disebut
Familiarity. Maksudnya adalah bahwa otak kita selalu membuat suatu
pola/pattern atas segala yang kita pelajari/ketahui. Dan jika ada stimulus baru
masuk maka otak akan mencari apakah ada padanannya dari apa yang sudah
dipelajari/diketahui.
Para ahli ada yang menghubungkan Familiarity ini dengan fenomena Deja Vu.
Menurut mereka Deja Vu terjadi karena stimulus baru yang kita lihat mempunyai
suatu atas memori yang ada di otak kita, sehingga kesannya pernah mengalami.
Padahal menurut mereka hal ini dikarenakan pola antara stimulus baru dan
memori yang ada di otak kita mempunyai kemiripan.
Dalam contoh tulisan di atas, begitu kita membaca tulisan tersebut, otak
langsung mencari di memori database kita berdasarkan jumlah huruf dan jenis
huruf, begitu ketemu langsung dibawa ke pikiran sadar sehingga kita dapat
membacanya.
Lesson 2 : Remember
Salah satu berita di koran yang saya sukai adalah dunia olahraga, karena banyak
memberikan inspirasi. Belum lama ini di koran Kompas ada suatu berita menarik
dari dunia tenis. Di situ dimuat suatu grafik 2 dimensi yang menghubungkan
antara umur seorang petenis dengan persentase kemenangannya. Adapun para
petenis yang dimasukkan ke data tersebut adalah : Llyeton Hewitt, Andy
Roddick, Roger Federer dan Andre Agassi. Ke-3 petenis yang namanya disebut
pertama masih berusia dibawah 25 tahun sedangkan Andre Agassi sudah 34
tahun. Menurut para pakar, usia emas seorang atlet datang sekitar umur ke-25
setelah relatif terus meningkat sejak kematangan fisik di usia 18 tahun.
Roddick dan Federer yang msing-masing berumur 22 tahun dan 23 tahun kini
sedang berada dalam puncak prestasi. Yang menjadi pertanyaan, sampai kapan
mereka mampu mempertahankan prestasi tersebut? Jika kita lihat petenispetenis
sebelum mereka seperti Pete Sampras, Boris Becker, Michael Chang dll,
mereka semua pernah mengalami puncak kejayaan tetapi kemudian mulai
tenggelam dan tidak terdengar lagi. Yang mengherankan sekaligus
mengagumkan adalah Andre Agassi. Dari grafik, terlihat bahwa Andre Agassi
mencapai puncak prestasinya pada usia 25 tahun, kemudian ia mengalami
kemunduran TETAPI ia bisa kembali ke puncak prestasi pada usia 29 tahun dan
33 tahun!!
Sesuatu yang langka terjadi pada Andre. Ia pernah mengalami kemerosotan
tetapi ia berhasil bangkit dari keterpurukan dan berjaya kembali.
Berita lain yang masih hangat adalah dari dunia tinju ketika Barrera
mengalahkan Morales. Di Kompas beritanya berbunyi "Petinju Meksiko, Marco
Antonio Barrera, sempat mengalami sindrom rendah diri setelah kalah TKO dari
petinju Filipina, Manny Pacquiao, 15 November 2003. Namun, Sabtu (27/11) di
Las Vegas, harga dirinya kembali tegak setelah unggul pada pertandingan ketiga
(dalam tiga kelas berbeda) melawan musuh abadinya, juara dunia kelas bulu
super versi WBC, Erik Morales, dengan angka mayoritas". Sama seperti Andre,
Barrera berhasil bangkit dari keterpurukan untuk menjadi juara lagi.
Bagaimana Andre dan Barrera bisa bangkit dari kekalahan untuk menjadi
seorang juara kembali? Saya tidak tahu apa yang dilakukan oleh Barrera, tetapi
untuk Andre saya tahu karena ia dilatih oleh Anthony Robbins, seorang pakar
kesuksesan di dunia. Anthony menjelaskan bahwa otak kita merekam setiap
kejadian yang terjadi pada diri kita. Jika kita bisa menghidupkan kembali apa
yang terjadi pada waktu kita menjadi juara (baik apa yang terjadi di otak
maupun gerakan apa yang kita lakukan), maka kita akan berada kondisi yang
sama pada saat kita menjadi juara.
Anda mungkin bingung dengan apa yang baru saja saya jelaskan. Baik, saya
akan memberikan contoh lain yang merupakan kasus nyata. Belum lama ini saya
membantu seorang teman yang menderita Disfungsi Ereksi (DE). Sebelum
membantu, saya melakukan dialog dengan beliau untuk menggali latar
belakangnya. Ternyata masalah ini baru-baru saja ia dapatkan, sebelumnya hal
ini tidak pernah terjadi pada dirinya. Ia mengatakan bahwa sebelum DE terjadi,
ia ingat terakhir melakukan hubungan suami istri, ia mengalami sakit pada
kelaminnya dan sejak itu ia mengalami DE jika hendak berhubungan.
Berdasarkan informasi itu saya mengajarkan beliau melakukan mind
programming. Salah satu yang ia harus lakukan dalam mind programming adalah
membayangkan suatu momen hubungan suami istri yang paling menggairahkan
bagi dia, dan itu harus terus diulang di benaknya sampai ia mempercayai apa
yang ia bayangkan. Mau tahu hasilnya? Berikut adalah email dari beliau :
"Pak Norman, terima kasih atas teknik Mind Programming yang Bapak ajarkan.
Hanya dalam waktu 1 minggu setelah menjalaninya setiap malam selama 10
menit, sudah ada hasil walaupun belum kembali normal. Tetapi setelah 2 minggu
melakukan Mind Programming, saya sudah kembali normal. Sekarang saya akan
melakukan teknik ini untuk tujuan- tujuan hidup saya, doakan semoga berhasil"
– Pak J di Jakarta.
Kamis, 20 Mei 2010
A new ICT maturity model for education institutions in developing countries
To address these needs, a novel ICT Maturity Model is presented in the paper prepared by Julian M. Bass that provides a developmental framework for education institutions in low-income countries. The Model is unique in defining the ICT infrastructure resource levels required to achieve primary organisational objectives expressed in the form of student learning outcomes.
The Model consists of eight levels, with the lowest levels defining the infrastructure required to enable initial computer training. The highest level applies to institutions where e-research is widely practised across the curriculum. The levels in the Maturity Model show management, teaching and technical staff, and donors how to make most efficient use of ICT resources by maximising opportunities for student learning.
The Maturity Model has been derived from documentary sources and an analysis of selected schools, colleges and universities in Ethiopia. The surveyed institutions include five primary schools, one higher education preparatory school, six teacher education colleges and five public universities. The Maturity Model was used as a prescriptive, developmental tool in one of the teacher education colleges and one public university.
In this mode, the Model was shown to prioritise capacity building and infrastructure development initiatives that contributed to improving student learning opportunities. Although developed and tested in the context of one country, it is hoped that the Model will be applicable across a range of developing countries.
Author: Julian M. Bass
Creating the next generation of teacher's
Participants included deans, duty deans and ICT training personnel from 40 Rajabhat Universities across Thailand. The event was held at National Institute for the Development of Teacher, Faculty Staff and Educational Personnel in Nakhon Pathom province in collaboration with Thai National Commission for UNESCO. Leadership from Education Faculties were given the opportunity to assess their current ICT training practices and plan for future goals, identifying support they require under UNESCO Bangkok’s Scaling Up the Next Generation of Teachers project to instill their pre-service teachers with the knowledge and skills to integrate ICT into pedagogy effectively.
The project, which is funded by Japanese-Funds-in-Trust (JFIT), is a continuation of the Next Generation of Teachers project aimed at building the institutional capacity of teacher education institutions (TEIs) in designing and providing the training on ICT-integration for the next generation of teachers in Asia and the Pacific region to enhance teaching and learning by utilizing ICT judiciously in the classrooms serving more countries and TEIs capitalizing knowledge and expertise acquired during the first phase.
Speakers from Thai Ministry of Education and SEAMEO talked about their initiatives and present activities in ICT teacher training in Thailand. The UNESCO Bangkok ICT in Education team then introduced the four stages of development on ICT-pedagogy integration and discussed capacity building of teacher education institutions. Chiang Mai University, as one of the first TEIs to take part in the Next Generation of Teachers project, shared its successes and challenges of implementing the three-pronged approach of the project, i.e. (i) leadership and management capacity, (ii) ICT-ready curriculum (iii) capacity of instructors. In addition, representatives from Intel Teach gave an overview of available teacher training courses and presented case studies to the participants.
These sessions provided contextual information and essential points for group discussions among the Rajabhat Universities which culminated in a planning session to select options for enhancing the institutions’ capacity in ICT-pedagogy integration on the final day.
The forum proved fruitful as the participating deans were able to identify current challenges and the necessary long-term actions including support needed from external organizations. UNESCO Bangkok and Thai National Commission for UNESCO are already preparing to co-organize Intel Teach Essentials course workshops for all Rajabhat Universities from June 2010 onwards.
For more information on the Scaling Up the Next Generation of Teachers project please contact f.miao[at]unesco.org
Senin, 10 Mei 2010
Menyusuri Trans Sulawesi Linkar Selatan di Sulawesi Utara.
Dua teman saya kemudian menuju Sangihe, naikvery selama 12 jam menyeberang laut lagi. sementara satu teman lagi menuju Kakas. Satu teman lagi menuju Bolmong Utara dan saya sendiri menuju Bolmong Timur.
Dimanakah itu Bolmong Timur?
Inilah pertanyaan yang selalu menggantung di kepala saya, yang saya tau adalah Kota mobagu, dan kabupaten Bolmong. Wilayah Bolaang Mongondow adalah wilayah Barat dari Sulawesi Utara menempati sekitar 55% wilayah daratan Sulut. Menuju Kotamobagu melewati daerah Minahasa Selatan, Amurang kemudian masuk wilayah Bolaang Mongondow. Selama tiga jam perjalanan sampailah di kota Kotamobagu.
Tetapi ini lain. Bolaang Mongondow Timur? Dimanakah itu?
Menurut informasi yang saya terima sebelumnya, Kabupaten Bolaang Mongondow telah terbagi menjadi 5 wilayah otonomi baru, yaitu Kab. Bolmong induk, kota Kotamobagu, Bolmong Timur, Bolmong Utara, dan Bolmong Selatan.
Singkat cerita, malam itu kami nginap di hotel dekat pantai. 2 teman sudah berangkat ke sangihe, tinggal kami bertiga. esok paginya subuh-subuh jam 5 teman kamar saya sudah dijemput menuju Bolmong Utara, saya tinggal menunggu pagi, sarapan kopi dan roti selai dengan teman. Jam 7.30 saya keluar dari hotel menuju Pangkalan oto, daerah kota lama. ternyata di pangkalan oto tersebut memang tempat penumpang menuju kotamobagu dan juga kotabunan, bolmong timur. hati saya sudah tenang karena sudah bisa sampai di tujuan. Tetapi jam 8 lewat teman menelepon dan menyampaikan bahwa saya akan di jemput untuk di antar ke bolmong timur. padahal saya sudah didaftar di oto, terpaksa saya kasih uang sebagai pengganti kecewa karena tidak jadi naik otonya.
Jam 9 Pak Ady(samaran) menjemput saya, dia bilang jarak perjalanan kita kurang lebih 400 km. saya tanya sama siapa kita berangkat, dia bilang cuma kita berdua. astaga... hanya untuk saya dia akan antar saya menuju bolmong timur sejauh 400 km dan pulang balik... wah- wah..... betul-betul..... saya tidak tau gmana kalo saya yang diminta mengantar orang seperti ini?
akhirnya kami berangkat, sepanjang jalan pak Ady cerita pengalamannya sebagai pamong belajar senior di BPKB. Beliau hampir jadi kepala BPKB, tetapi karena otonomisasi peluang beliau jadi kepala tergantikan. yah begitulah....
sambil terkantuk saya melayani pembicaraan beliau, terkadang saya tertidur karena tidak kuat menahan kantuk, tetapi saya kasihan karena cuma saya yang beliau bawa, tidak mungkin saya tidur sementara beliau bawa mobil sendiri. meskipun sangat mengantuk. cara beliau membawa mobil sangat bagus, beliau sudah menguasai wilayah sulut, so dia sudah hapal. jalanan berkelok-kelok menyusuri pesisir selatan Sulawesi Utara, sepanjang perjalanan yang melewati beberapa kabuoaten sulawesi Utara antara lain, Tomohon, Tondano, Kakas, Minahasa. sempat saya melihat danau Tondano dibawah kami.. di tengah perjalanan beliau menujukkan pada saya didepan kami ada tiga gunung di kejauhan, ketiga gunung itulah yang harus kami lewati untuk sampai di Kotabunan. saya bayangkan malam baru bisa sampai. di kotabunan. hmmm.... perjalanan masih jauh.
Sabtu, 27 Maret 2010
Kewirausahaan dan Internet Marketing
Kurikulum pendidikan tinggi mewajibkan adanya mata kuliah kewirausahaan sebagai bagian dari pendidikan itu. Mata kuliah kewirausahaan ada dalam kurikulum jurusan teknik informatika di salah satu PTS di makassar. Tentu saja tujuan memasukkan mata kuliah kewirausahaan ini adalah agar mahasiswa memperoleh pengetahuan kewirausahaan sehingga pengetahuan teknis yang dimilikinya dibidang teknologi informasi misalnya dapat digunakan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan tidak hanya mengejar jadi pegawai dengan gaji tertentu. Seberapa besarpun gajinya tidak akan pernah membuat ia kaya tetapi hanya akan membuat bosnya kaya (Robert T. Kitosaki).
Kurikulum pendidikan di jenjang dibawahnya oleh pemerintah didorong untuk memasukkan mata pelajaran kewirausahaan. Di jalur pendidikan nonformal pemerintah sangat menegaskan perlunya mendorong warga belajar untuk menguasai suatu vokasi tertentu sebagai bekal kewirausahaan. Pendidikan kesetaraan paket B, Paket C mengintegrasikan pendidikan vokasi tertentu sesuai karakteristik daerah yang bermanfaat bagi warga belajar. Life skill diajarkan melalui penguasaan vokasi tertentu agar warga belajar dapat belajar dan berusaha sehingga meningkatkan taraf hidupnya.
Dalam dunia yang semakin bergerak dengan kemajuan teknologi yang makin pesat terutama dibidang teknologi informasi mengkatalisir perkembangan kehidupan manusia lainnya. Perdagangan barang dan jasa yang sebelumnya melalui kontak langsung sekarang dapat melalui telepon, atau bahkan di dunia maya melalui transaksi elektronik. Undang-undang ITE mengesahkan transaksi bisnis yang bersifat elektronik. Email dipandang sebagai dokumen sah yang kesahihannya dipandang sama dengan kertas surat yang ditandatangani dan distempel lembaga.
Internet marketing kemudian hadir memberikan solusi baru bagi pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan bertransaksi elektronik. Banyak perusahaan memanfaatkan teknologi ini untuk lebih memperluas pasar dan mendiversifikasi promosi produknya. Tidak peduli besar atau kecilnya perusahaan tersebut. Internet marketing melahirkan cara baru berpromosi dan bertransaksi sebagai alternatif transaksi konvensional. Internet marketing juga memberi peluang yang sama bagi perusahaan-perusahaan untuk berpromosi dan meluaskan pasarnya.
Bidang baru ini pun melahirkan tokoh-tokoh internet marketer yang berhasil dan memperoleh penghasilan yang fantastis. Mereka berhasil membangun image sebagai seorang yang layak dipercaya untuk memasarkan produk perusahaan ternama. Situs web mereka dihargai sedemikian mahal hingga seharga Rp. 1,5 M (www.jokosusilo.com) dan bahkan Rp. 2 M lebih (www.Formulabisnis.com). Semua itu diperoleh dengan susah payah dan berproses trial dan error hingga akhirnya menemukan jalan kesuksesannya.
Perkembangan pemakai internet di Indonesia sendiri mengalami perkembangan yang cukup fantastis. Jika pada tahun 2000 ada 2 juta pemakai internet di Indonesia, maka pada tahun 2009 jumlah pemakai sudah meningkat menjadi 25 juta. Kebanyakan pemakai internet adalah konsumen. Mereka hanya menerima dan menggunakan produk yang ada di Internet. Mereka cenderung di setir untuk menerima apa saja yang ditawarkan oleh internet. Lebih runyam lagi sebagian besar mereka mengakses situs-situs tidak sehat yang berpengaruh buruk bagi mereka bahkan lingkungannya. Tindakan amoral dan tidak etis juga banyak muncul sebagai akibat mengakses situs-situs tidak sehat tersebut.
Pertanyaannya mengapa akses internet tidak digunakan untuk sesuatu yang positif, sesuatu yang mendatangkan pengetahuan baru sehingga hidup bisa lebih bermanfaat, atau sesuatu yang lebih mendatangkan profit dengan menjadi pelaku di dunia internet? mengapa sangat sedikit yang mau menengok dan meluangkan waktu untuk berpikir bagaimana memanfaatkan internet ini sehingga bisa lebih bermanfaat dan menguntungkan?
Hidup harus berubah, cara pandang harus berubah, internet jangan menjadi pengaruh buruk bagi kita, internet harus menjadi pengaruh baik bagi kita, salah satunya dengan belajar dan menjadi internet marketer yang berhasil. Hidup jangan hanya menjadi konsumen dari internet, kitalah yang harus jadi produsen di dalam dunia internet. Siapkah diri anda berwirausahan di dunia maya? banyak jalan menuju roma, ada jalan lurus dan ada jalan bengkok-bengkok. Salah satu jalan lurus itu adalah dengan begabung dengan Mr. Action Club. he he he.... http://mractionclub.com/?aff=uqhymks
Senin, 08 Februari 2010
Pengembangan model 2010
tahap pengembangan model saat ini telah memasuki tahap pertama yaitu persiapan study eksplorasi ke 6 propinsi di 10 lokasi survey.
rapat2 telah dilaksanakan berkali2 dengan tim akademisi, terakhir pada hari Jumat lalu tanggal 5 Pebruari 2010. rapat dimulai jam 9 pagi diiikuti ketiga tim pengembang bersama dengan tim akademisi masing.
dalam rapat tersebut masing-masing tim pengembang menjelaskan instrumen survey yang telah disusun oleh masing-masing tim pengembang. jam 11 lewat rapat usai dan sehabis jumat rapat dilanjutkan oleh perwakilan tim pengembang dengan tim akademisi.
pada rapat sebelumnya sekitar 1 minggu sebelumnya, bertempat di ruang belajar 1, Kepala Balai sudah mewanti-wanti agar sekali ini mengembangkan model dengan benar. agar tahapan model diikuti dan diperhatikan dengan baik. bagi siapa saja yang masuk tim pengembang kemudian tidak bisa berkontribusi atau cuek dengan kegiatan pengembangan model dapat diganti. sehabis pengarahan dari kepala balai, rapat dilanjutkan oleh koordinator pamong dengan menampilkan kisi-kisi instrumen survey, beberapa pendapat muncul baik dari prof suradi maupun tim akademi yang lain seperti prof Miitu yang menampilkan sistematika laporan survey sesuai hasil hotel anggrek yang disampaikan oloeh Puslitjatnov.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan membetuk kelompok sesuai tim pengembang. masing-masing tim kemudian merumuskan kisi2 instrumen survey serta membuat instrumen survey.
setelah rapat2 tersebut kini tim pengembang tinggal menunggu kegiatan selanjutnya yaitu survey ke 10 lokasi di 6 propinsi.
Rabu, 30 Desember 2009
ARAHAN DIRJEN PNFI DISELA KUNJUNGAN PERESMIAN SPAS KAB. GOWA DI BPPNFI REGIONAL V
Program SPAS adalah program unggulan kabiupaten Gowa dibidang Pendidikan Non formal, yang tidak hanya melibatkan anak-anak PAUD, bahkan hingga orang dewasa yang buta huruf.
Adapun arahan Dirjen PNFI di aula Anging Mammiri BPPNFI Regional V yang kami tangkap cepat adalah sebagai berikut:
Bahwa program Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2010 akan fokus pada 5 program utama yaitu :
1. Paud
2. Dikdas
3. Dikmen
4. Dikti
5. POD berkelanjutan
Selain itu ada penambahan program pendidikan keorangtuaan, yaitu program pendidikan bagi orang tua peserta didik dengan tujuan untuk menyelaraskan antara materi pendidikan anak di sekolah dengan sikap orang tua dalam mendukung program pendidikan di sekolah. Misalnya orangtua peserta didik PAUD akan dididik bagaimana menjadi orang tua yang benar, jangan sampai anaknya dididik bersikap sopan tetapi dirumah ia di perlakukan kasar.
Sementara itu mengenai Pendidikan Orang Dewasa pada sifatnya luas karena berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Contoh di Jakarta banyak berdiri perkumpulan orang tua yang memiliki permasalahan yang sama yaitu bagaimana menangani anak-anak pasca sekolah, juga tentang pendidikan pra nikah.
Beberapa hal lagi yang akan menjadi perubahan di Departemen adalah :
1. Direktur peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan PNF yang sekarang berada dibawah Ditjen PMPTK akan masuk lagi dibawah struktur Ditjen PNFI
2. PAUD formal dan nonformal akan di organisasikan dalam satu atap, dimana penyelenggaraan PAUD yang sekarang ada dibawah Ditjen PNFI dan Ditjen Dikdasmen akan di gabung nantinya akan digabung sehingga berada dibawah satu penyelenggara. Belum diputuskan apakah akan berada dibawah ditjen PNFI atau Dikdasmen. Tetapi konsep satu atap itu ada di Ditjen PNFI.
3. Mengenai kepangkatan ketenagaan PNFI, hasil pembahasan tanggal 16 dan 17 bahwa pangkat terakhir adalah IVd, sehingga apa yang di tuntut Pamong Belajar dan Penilik terakomodir.
Untuk mendukung keberhasilan program tahun 2010 maka diharapkan kepada lembaga PNF didaerah agar :
1. Data sasaran peserta didik, penilik, lembaga PNF agar dibenahi sehingga tidak ada lagi lembaga abal-abal, lembaga on-off sehingga data apapun yang diharapkan agar datanya valid.
2. Kelembagaan PNFI harus ditata ulang, lembaga Paud, PKBM, LKP, SKB, sudah harus ada NILEKnya, sehingga siapapun yang butuh data tentang lembaga tertentu bisa langsung mengakses data tersebut yang tersedia secara online dan telah di validasi.
Kebijakan tahun 2010 penyaluran dana blockgrant hanya untuk lembaga yang credible, yang jelas penyelenggara, tutor, peserta, dan lain-lain, bukan lembaga on-off. Kalaupun untuk lembaga rintisan boleh saja, silakan tetapi harus ada yang menjamin. Hasil pemeriksaan BOP banyak temuan tentang lembaga on-off. Kepada dinas pendidikan sebagai lembaga penyalur dana block grant agar lihat dulu lembaganya sebelum keluarkan izin bahwa lembaga tersebut memenuhi standar minimal.
Kalau tahun depan subdit PTK PNF masuk lagi dalam ditjen PNFI maka akan lakukan pelatihan intensif kepada semua PTK PNF terutama penilik (yang jauh ketinggalan dari pengelelola dan tutor dalam hal pemahaman program). Waktu di Malang kumpul penilik, yang disalahkan saya karena PNFI tidak melatih penilik tentang PAUD padahal pengelola PAUD bahkan HIMPAUDI jauh lebih tahu dari mereka. Para penilik minta dilatih tentang BCCT dan lain-lain. Saya ingin masalah ketenagaan yang mengelola PNFI di provinsi dan kabupaten ditata kembali. Kita upayakan.
Satu tugas dari menteri lagi adalah koordinasi program keselarasan pendidikan dan dunia kerja. Keselaraan output SMK, Politeknik, Kursus, PT, dengan dunia kerja. Perubahan akan dilakukan pada bulan April. Saya tidak tau apa masih di PNFI, tetapi kita harus siap dimanapun ditugaskan. Demikian, terima kasih. Wassalam.
Rabu, 16 Desember 2009
Sisi Biologi dan Kedokteran Imam Al Ghazali
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali merupakan seorang pemikir yang multi talenta yang banyak menyumbangkan pemikirannya dalam ilmu teologi, filsafat, astronomi, politik, sejarah, ekonomi, hukum, kedokteran, biologi, kimia, sastra, etika, musik, maupun sufisme. Dia adalah teolog Islam, ahli hukum, ahli filsafat, kosmologi, psikolog, maupun biologi. Dia dilahirkan di Tus, Provinsi Khorasan, Persia dan hidup antara tahun 1058 hingga 1111. Al Ghazali yang sering disebut juga Algazel merupakan salah satu sarjana yang paling terkenal dalam sejarah pemikiran Islam Sunni. Dia dianggap sebagai pelopor metode keraguan dan skeptisisme. Salah satu karya besarnya berjudul Tahafut Al Falasifah atau The Incoherence of the Philosophers. Dia berusaha mengubah arah filsafat awal Islam, bergeser jauh dari metafisika Islam yang dipengaruhi oleh filsafat Yunani kuno dan Helenistik menuju filsafat Islam berdasarkan sebab-akibat yang ditetapkan oleh Allah SWT atau malaikat perantara, sebuah teori yang kini dikenal sebagai occasionalism.
Keberadaan Al Ghazali telah diakui oleh sejarawan sekuler seperti William Montgomery Watt yang menyebutnya sebagai Muslim terbesar setelah Muhammad. Selain kesuksesannya dalam mengubah arah filsafat Islam awal Neoplatonisme yang dikembangkan atas dasar filsafat Helenistik, Dia juga membawa Islam ortodoks ke dalam ilmu tasawuf. Al Ghazali juga sering disebut sebagai Pembuktian Islam, Hiasan keimanan, atau Pembaharu agama. Dalam buku berjudul Historiografi Islam Kontemporer disebutkan, seorang penulis bernama Al Subki dalam bukunya yang berjudul Thabaqat Al Shafiyya Al Kubra pernah menyatakan, “Seandainya ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad, maka manusianya adalah Al Ghazali.” Hal ini menunjukkan tingginya ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan yang dimiliki Al Ghazali.
Pengaruh Al Ghazali baik dalam bidang agama maupun ilmu pengetahuan memang sangat besar. Karya-karya maupun tulisannya tak pernah berhenti dibicarakan hingga saat ini. Pengaruh pemikirannya tidak hanya mencakup wilayah di Timur Tengah tetapi juga negara-negara lain termasuk Indonesia dan negara barat lainnya. Para ahli filsafat barat lainnya seperti Rene Descartes, Clarke, Blaise Pascal, juga Spinoza juga mendapatkan banyak pengaruh dari pemikiran Al Ghazali.
Kebanyakan orang-orang mengenal pemikiran Al Ghazali hanya dalam bidang teologi, fiqih, maupun sufisme. Padahal dia merupakan seorang ilmuwan yang hebat dalam bidang ilmu biologi maupun kedokteran. Dia telah menyumbangkan pemikiran dan jasa yang besar dalam bidang kedokteran modern dengan menemukan sinoatrial node (nodus sinuatrial) yaitu jaringan alat pacu jantung yang terletak di atrium kanan jantung dan juga generator ritme sinus. Bentuknya berupa sekelompok sel yang terdapat pada dinding atrium kanan, di dekat pintu masuk vena kava superior. Sel-sel ini diubah myocytes jantung. Meskipun mereka memiliki beberapa filamen kontraktil, mereka tidak kontraksi. Penemuan sinoatrial node oleh Al Ghazali ini terlihat dalam karya-karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal, Ihya Ulum Al Din, dan Kimia Al-Sa'adat. Bahkan penemuan sinoatrial node oleh Al Ghazali ini jauh sebelum penemuan yang dilakukan oleh seorang ahli anatomi dan antropologi dari Skotlandia, A. Keith dan seorang ahli fisiologi dari Inggris MW Flack pada tahun 1907. Sinoartrial node ini oleh Al Ghazali disebut sebagai titik hati.
Dalam menjelaskan hati sebagi pusat pengetahuan intuisi dengan segala rahasianya, Al Ghazali selalu merumuskan hati sebagai mata batin atau disebut juga inner eye dalam karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal yang diterjemahkn oleh C. Field menjadi Confession of Al Ghazali. Dia juga menyebut mata batin sebagai insting yang disebutnya sebagai cahaya Tuhan, mata hati, maupun anak-anak hati. Kalu titik hati Al Ghazali dibandingkan dengan sinoartrial node, maka akan terlihat bahwa titik hati sebenarnya mempunyai hubungan erat dengan sinoartrial node. Dia menyebutkan bahwa titik hati tersebut tidak dapat dilihat dengan alat-alat sensoris sebab titik tersebut mikroskopis. Para ahli kedokteran modern juga menyatakan sinoartrial node juga bersifat mikroskopis.
Al Ghazali menyebutkan titik hati tersebut secara simbolis sebagai cahaya seketika yang membagi-bagikan cahaya Tuhan dan elektrik. Menurut gagasan modern, dalam satu detik, sebuah impuls elektrik yang berasal dari sinoartrial node mengalir ke bawah lewat dua atria dalam sebuah gelombang setinggi 1/10 milivolt sehingga otot-otot atrial dapat melakukan kontraksi.
Pada era modern ini para ahli anatomi menyatakan pembentukan tindakan secara potensial berasal dari hati, yaitu kontraksi jantung yang merupakan gerakan spontan yang terjadi secara independen dalam suatu sistem syaraf. Dia juga menyatakan bahwa hati itu merdeka dari pengaruh otak dalam karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal. Para pemikir modern banyak yang mengatakan, suatu tindakan kadang terjadi melalui mekanisme yang tak seorang pun tahu mengenainya. Namun Al Ghazali mengatakan, tindakan yang terjadi melalui mekanisme yang tak diketahui tersebut sebenarnya disebabkan oleh sinoartrial node. Dia juga menyatakan penguasa misterius tubuh yang sebenarnya adalah titik hati tersebut, bukanlah otak.
Al Ghazali tidak hanya menggambarkan dimensi fisik sinoartrial node tetapi dia juga menggambarkan dimensi metafisik dari sinoartrial node. Hal ini jauh berbeda dengan pandangan para pemikir sekuler yang hanya mampu menggambarkan sinoartrial node secara fisik semata. Secara metafisik, Al Ghazali menggambarkan sinoartrial node sebagai pusat pengetahuan intuitif atau inspirasi ke-Tuhanan yang bisa berfungsi sebagi peralatan untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada hambanya. Namun orang yang bisa memfungsikan sinoartrial node hanyalah orang yang telah mencapai penyucian diri sendiri atau orang yang sangat beriman kepada Allah SWT.
Dukungan Al Ghazali terhadap pengembangan ilmu anatomi dan pembedahan
Selain menemukan sinoartrial node, Al Ghazali juga memberikan sumbangan lain dalam bidang kedokteran dan biologi. Catatan sejarah menyebutkan, tulisan-tulisan Al Ghazali diyakini menjadi pendorong bangkitnya kemauan untuk melakukan studi kedokteran pada abad pertengahan Islam, khususnya ilmu anatomi dan pembedahan.
Dalam karyanya The Revival of the Religious Sciences, dia menggolongkan pengobatan sebagai salah satu ilmu sekuler yang terpuji (mahmud) dan menggolongkan astrologi sebagai ilmu sekuler yang tercela (madhmutn). Sehingga dia sangat mendorong orang-orang untuk memepelajari ilmu pengobatan. Saat membahas tentang meditasi (Tafakkur), dia menjelaskan anatomi tubuh pada sejumlah halaman bukunya secara rinci untuk menjelaskan posisi yang cocok guna melakukan kontemplasi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Al Ghazali juga membuat pernyataan yang kuat guna mendukung orang-orang untuk mempelajari ilmu anatomi dan pembedahan dalam karyanya yang berjudul The Deliverer from Error. Dia menyebutkan, naturalis (al-tabi'yun) adalah sekelompok orang yang terus-menerus mempelajari alam, keajaiban binatang dan tumbuhan. Mereka juga sering terlibat dalam ilmu anatomi maupun pembedahan (ilm at-tashriih) dari tubuh hewan. Melalui proses pembedahan itu mereka mampu merasakan keajaiban rancangan Allah SWT dan kebijaksanaan-Nya serta keajaiban-Nya. Dengan ini mereka dipaksa untuk mengakui Allah SWT merupakan Penguasa alam semesta dan siapapun bisa mengalami kematian. Tidak seorang pun dapat belajar anatomi maupun pembedahan dan keajaiban kegunaan dari bagian-bagian organ tubuh tanpa mengetahui kesempurnaan desain ciptaan Allah yang berhubungan dengan struktur (binyah) binatang maupun struktur manusia. Dengan demikian, Al Ghazali menganggap dengan mempelajari ilmu anatomi maka manusia akan sadar dengan kehebatan Allah SWT yang Maha Agung sehingga hal itu membuatnya lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta.
Dukungan kuat Al Ghazali untuk memajukan studi tentang anatomi dan pembedahan memberikan pengaruh yang kuat dalam kebangkitan ilmu anatomi dan pembedahan yang mulai dilakukan oleh pada dokter Muslim pada abad 12 dan 13. Sejumlah dokter sekaligus ilmuwan hebat Muslim yang mulai mendorong kebangkitan ilmu anatomi dan pembedahan pada masa itu antara lain Ibn Zuhr, Ibn al-Nafis, maupun Ibn Rusyd. dya/taq
Jumat, 13 November 2009
Ternate....


Berkunjung ke Ternate adalah keinginan yg lama terpendam. kota ini merupakan kota yg unik karena berada di sebuah pulau kecil di sisi barat pulau Ternate. Kita dapat mengelilingi pulau ini yg panjangnya 42 km menyusuri sepanjang pantai pulau Ternate. Disini ada 2 danau yang magis. ada mesjid sultan dan kedaton. Ada Kafe yg dari situ dapat memandang pulau Maitara dan Tidore persis seperti yg tampak di lembaran uang 1000 Rupiah.
Biaya hidup relatif mahal, karena untuk semangkok bakso pinggir jalan seharga 15000-an. tetapi wisata kuliner disini cukup bagus. pada malam hari pelataran depan kantor gubernur di pinggir pantai ramai warung tenda yang menjual makanan minuman, ikan bakar, sate, gule, bakso dan mie. di salah satu wartend kami sempat singgah makan sate di warung Mariyam yg menurut Bunda Ketti Hi Kalla paling enak satenya.
Ada beberapa keunikan antara orang Ternate dengan Manado. hal ini karena posisi Ternate dan Manado hanya dipisahkan laut. Ternate di timur dan Manado di Barat. Orang Ternate suka makan ikan Emas dari Manado sedang orang Manado suka ikan laut dalam dari Ternate. dalam hal bahasa hanya beda dgn penggunaan kata tidak yang oleh manado menyebutnya Nyandak sedang orang Ternate menyebut Tarada.
selama 3 hari 2 malam, hanya sempat lewati jalanan kota ternate, begitu sibuknya tugas sampai g sempat jalan-jalan. singgah di masjid Sultan hanya karena ada sedikit waktu ketika menuju bandara Sultan Baabullah.
melalui tulisan ini pula ingin kami berterima kasih kepada Pak Salim atas penerimaan kami, kepada Pak Abdrahman dari GSI, kepada Ketti Hi Kalla, kepada Maskur Husain dari McGyver Otomotif, kepada senior Noho Ulidam dari Wiratama Komputer, dan teman2 lain yang tak sempat kami sebut namanya.
inilah sepenggal catatan dari perjalanan k Ternate
Rabu, 28 Oktober 2009
Popular Posts
-
Macca Na Malempu, Warani na Magetteng telah dibahas dalam 2 tulisan sebelumnya. 4 sifat tersebut adalah 4 sifat yang akan menyempurnakan pri...
-
menurut yang saya pahami setidaknya ada beberapa versi yang dimaksud dengan sulapa eppa, yang pertama adalah "macca na malempu, warani ...
-
Meme " disitu terkadang saya merasa sedih " dipopulerkan oleh seorang polis bernama Brigpol Dewi Sri Mulyani. tadi malam buka-buka...
-
Warani na Magetteng adalah dua sifat yang benar-benar harus dimiliki oleh seorang pemimpin agar dapat menjalankan pemerintahan secara berwib...
-
Ya itulah nama anakku. Nama itu muncul sebelumnya dengan tulisan Siti Khumaerah, sebutan yang menurutku tepat, enak disebutkan dan terasa ad...
-
ada tulisan di koran harian Fajar hari ini tentang sifat pemimpin yang Jujur, Pintar, Pembohong ato Bodoh. Penulisnya dosen Sosiologi UIN Al...
-
Ramang, sebuah nama yang samar, tidak banyak yang mengetahui siapa dia tapi minimal barangkali banyak orang yang pernah mendengar namanya. ...
-
Average High adalah sebutan untuk kelompok kecil orang dengan kemampuan diatas rata-rata anggota kelompok yang lain. dulu waktu sekolah, ada...
-
Macca na Malempu. rangkaian kata diatas dikutip dari naskah bugis kuno. rangkaian kata itu berarti pintar dan jujur. Macca(=pintar) Na(=dan)...
-
iya.. disingkat ABM... sebuah organisasi pelatihan basket yang berasal dari Amerika... telah hadir di makassar dan salah satu tempat pelatih...




