Jumat, 13 November 2009

Ternate....



Berkunjung ke Ternate adalah keinginan yg lama terpendam. kota ini merupakan kota yg unik karena berada di sebuah pulau kecil di sisi barat pulau Ternate. Kita dapat mengelilingi pulau ini yg panjangnya 42 km menyusuri sepanjang pantai pulau Ternate. Disini ada 2 danau yang magis. ada mesjid sultan dan kedaton. Ada Kafe yg dari situ dapat memandang pulau Maitara dan Tidore persis seperti yg tampak di lembaran uang 1000 Rupiah.
Biaya hidup relatif mahal, karena untuk semangkok bakso pinggir jalan seharga 15000-an. tetapi wisata kuliner disini cukup bagus. pada malam hari pelataran depan kantor gubernur di pinggir pantai ramai warung tenda yang menjual makanan minuman, ikan bakar, sate, gule, bakso dan mie. di salah satu wartend kami sempat singgah makan sate di warung Mariyam yg menurut Bunda Ketti Hi Kalla paling enak satenya.
Ada beberapa keunikan antara orang Ternate dengan Manado. hal ini karena posisi Ternate dan Manado hanya dipisahkan laut. Ternate di timur dan Manado di Barat. Orang Ternate suka makan ikan Emas dari Manado sedang orang Manado suka ikan laut dalam dari Ternate. dalam hal bahasa hanya beda dgn penggunaan kata tidak yang oleh manado menyebutnya Nyandak sedang orang Ternate menyebut Tarada.
selama 3 hari 2 malam, hanya sempat lewati jalanan kota ternate, begitu sibuknya tugas sampai g sempat jalan-jalan. singgah di masjid Sultan hanya karena ada sedikit waktu ketika menuju bandara Sultan Baabullah.
melalui tulisan ini pula ingin kami berterima kasih kepada Pak Salim atas penerimaan kami, kepada Pak Abdrahman dari GSI, kepada Ketti Hi Kalla, kepada Maskur Husain dari McGyver Otomotif, kepada senior Noho Ulidam dari Wiratama Komputer, dan teman2 lain yang tak sempat kami sebut namanya.
inilah sepenggal catatan dari perjalanan k Ternate

Rabu, 28 Oktober 2009

Jimli Katana 86
















Rabu, 03 Juni 2009

Tips: Berbicara kepada Anak-anak

Dari materi oleh: Renate Zorn
Konsultan Komunikasi, penulis "Good Conversation is for Everyone: Ten Steps to Better Conversations"
Anda mungkin tahu rasanya, bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak. Terlebih lagi, anak-anak sendiri. Berbicara kepada anak-anak, sebetulnya menyenangkan walau kadang-kadang mengesalkan. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian, mengingat pekanya perasaan mereka, mengingat masih sedikit dan sempitnya wawasan mereka, dan masih polosnya cara berpikir mereka. Di sela semua "kelemahan" itu, ada satu kekuatan terbesar yang dimiliki hanya di saat tertentu dalam hidup setiap manusia. Kekuatan yang dimiliki hanya di saat manusia masih menjadi anak-anak, yaitu daya ingat dan daya cerna yang luar biasa pesat dan hebatnya.
Berhati-hatilah.
Berhati-hatilah jika Anda bermasalah di kantor. Jangan sampai kekesalan Anda tertumpah pada diri dan perasaan mereka. Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua. Berhati-hatilah jika Anda bermasalah dengan pasangan atau keluarga Anda. Jangan sampai kemarahan Anda terlampiaskan pada perasaan dan jiwa yang masih benar-benar apa adanya. Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua. Berhati-hatilah jika jalan hidup Anda tidak sesempurna yang Anda minta. Jangan sampai kekecewaan Anda menerpa pada hati dan pikiran suci mereka. Sebab Anda akan menciptakan anak-anak yang penuh cacat dan cela di dalam jiwanya.
Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua. Berikut ini adalah tips dari seorang konsultan komunikasi yang mendalami persoalan komunikasi antar pribadi, termasuk berkomunikasi dengan anak-anak.>>
TERSENYUMLAH DENGAN TULUS PADA MEREKA
Smile! And mean it! Lebih dari 50% komunikasi Anda, dilakukan dengan bahasa tubuh termasuk ekspresi wajah. Saat berbicara kepada anak-anak, persentase itu akan bertambah. Sebab bahasa tubuhlah yang lebih mereka pahami, ketimbang bahasa intelektual Anda sebagai orang dewasa.
JANGANLAH MERENDAHKAN MEREKA
Janganlah berbicara dengan merendahkan mereka. Adalah baik untuk mengetahui terlebih dahulu, seberapa jauh pemahaman mereka tentang suatu topik. Snorklinglah sebelum diving.
GUNAKANLAH ALAT PERAGA
Gunakan sesuatu yang anak-anak dapat melihat, mendengar dan menyentuhnya. Gunakanlah alat peraga secukupnya. Tidak perlu kebanyakan dan bertaburan. Anda tahu bagaimana anak-anak. Dengan alat peraga, mereka akan lebih mudah mengingat berbagai hal. SEDERHANAKANLAH BICARA ANDA
Anak-anak akan cepat lelah dengan deskripsi yang terlalu detil, dan dengan teori serta konsep. Gunakanlah cerita, untuk mendemostrasikan informasi yang akan Anda sampaikan. Buatlah proses itu menjadi fun.
BERTANYALAH PADA MEREKA
Pertanyaan akan membuat anak-anak berpikir dan terlibat. Menjawab pertanyaan bertanya, mengutarakan pendapat, dan melakukan evaluasi, adalah lebih menyenangkan bagi mereka dalam memahami berbagai fakta.
ANTUSIASLAH DI HADAPAN MEREKA
Jadilah antusias dan enerjik. Ini akan membuat Anda dan mereka tetap terjaga dan tertarik pada topik.
PAKAILAH KACAMATA MEREKA
Anak-anak melihat berbagai hal dengan cara pandang yang berbeda. Mereka melihatnya dengan kacamata mereka, bukan kacamata Anda. Concern, prioritas dan sistem nilai mereka, juga berbeda. Temukanlah apa yang penting bagi mereka, sebelum berbicara. Doronglah mereka untuk meminta penjelasan, jika mereka tidak memahami apa yang Anda katakan.
MEREKA TIDAK PEDULI ANDA SEBAGAI PEMBICARA
Mereka, tidak peduli apakah Anda seorang pembicara yang hebat atau tidak. Apa yang mereka inginkan, hanyalah kejujuran, antusiasme, dan respek. Jika Anda melakukan kesalahan berbicara atau lupa akan sesuatu, tak perlu khawatir. Anak-anak itu menyenangkan, sebab mereka tak akan menghakimi Anda. Teruskan saja bicara Anda.
JUJURLAH PADA MEREKA
Jika Anda tidak tahu jawaban dari pertanyaan mereka, jujur saja. Tak usah Anda karang-karang jawabannya. Anak-anak, biasanya mengetahui jika Anda ngibul. Bilang saja nanti akan Anda cari jawabannya. Dan ingatlah, mereka akan menagihnya.
LIBATKANLAH MEREKA Libatkanlah mereka. Jika ada bagian dari bicara Anda di mana mereka bisa tampil ke depan, melakukan penghitungan, atau membicarakan sesuatu, berikan kesempatan itu pada mereka.
JIKA MEREKA HARUS DUDUK DAN DIAM: TEKNIK ABC
Ada saat atau sesi tertentu di mana anak-anak memang diharapkan hanya duduk dan mendengarkan. Untuk sesi seperti ini, Anda hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian.
A: Attention Span Attention span atau rentang perhatian, adalah faktor yang membedakan kemampuan mendengar, antara anak-anak dan orang dewasa. Setelah dewasa, Anda telah bisa mengembangkan kemampuan untuk lebih fokus dan lebih lama bertahan mendengarkan sesuatu. Anak-anak belum bisa sejauh itu. Perhatikanlah acara bagus untuk anak-anak di televisi. Semuanya dipecah-pecah ke dalam berbagai segmen yang pendek-pendek. Dibuat seperti itu, agar anak-anak tetap duduk dan mendengarkan. Jika anak-anak terlibat dalam suatu aktivitas yang tidak dipilihnya sendiri, mereka akan lebih enggan mendengarkan. Prediksilah secara realistis, berapa lama mereka akan tetap fokus.
B: Break it Up Jika Anda berbicara pada sekelompok anak-anak, pecahlah mereka menjadi kelompok-kelompok kecil. Jika bicara Anda akan panjang atau menyangkut beberapa isu sekaligus, pecahlah bahan bicara Anda menjadi potongan-potongan yang sederhana dan mudah dicerna.
C: Children are Still Children Seberapa pun besarnya energi dan antusiasme Anda, mereka tak akan pernah melihatnya dari perspektif Anda. Selogis apapun pernyataan Anda, mereka tak akan pernah melihatnya seperti Anda melihatnya. Cobalah untuk memasuki sudut pandang mereka, kemudian bertanyalan WIIFM (What's In It For Me?). Sebab, mereka juga punya yang namanya minat dan ketertarikan pada sesuatu.
KESIMPULAN
Sebagian besar dari kita, adalah orang-orang dewasa yang tak sempurna, manusia-manusia yang penuh dengan cacat dan cela. Sebagian besarnya, disebabkan oleh kata dan bicara para orang tua kita. Kita masih bisa merasakan bekas dan carut-marutnya. Itulah luka lama kita, yang kecil kemungkinan bisa hilang selamanya. Kita tidak akan menyalahkan para orang tua. Sebab mereka hanya berjalan sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan, sejalan dengan impian dan harapan, seiring dengan wawasan dan kemampuan. Begitulah yang telah terjadi, dan kita sudah tidak bisa apa-apa lagi, kecuali membangun masa depan. Apa yang terpenting, adalah menciptakan masa depan yang lebih baik dan makin baik. Masa depan dari anak-anak kita. Kita tak ingin mereka sama tak sempurnanya dengan kita. Kita ingin mereka lebih baik dari kita. Kita tak ingin semua cacat dan cela menggores lagi, seperti yang terjadi pada diri kita sendiri. Kita tak ingin semua itu datang dan datang lagi. Oleh sebab itu, janganlah kita ulangi kembali.
Anak-anak tetaplah anak-anak. Orang dewasa mestinya makin dewasa.

Jumat, 17 April 2009

Bang Said Getting Married


Dua hari lalu, saya di telepon teman saya dari tangerang yang sekarang lagi ada di Bandung. Teman mengabarkan bahwa ia di Bandung menemani Bang Said yang sedang mempersiapkan pernikahannya.

Ternyata memang benar, bolak baliknya bang Said dari Kepri ke Bandung karena memang ada 'gula'nya di Bandung he he he

Tapi rencana pesta hari Sabtu ini terlalu cepat karena saya jadi tidak bisa menghadirinya. coba kalo Sabtu depan, Insya Allah saya bisa hadiri, soalnya Rabu nanti Insya Allah saya Ke Bandung untuk Wisuda hari Kamis.

Yang Jelas berita ini berita baik, dan teriring doa semoga Bang Said dan Calonnya dapat menjalani kehidupan baru nanti penuh kebahagiaan selama-lamanya. Aamiin

SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU BANG, SEMOGA MENJADI KELUARGA SAKINAH MAWADDAH WARAHMAH

Rabu, 21 Januari 2009

Mindset Sukses Aa Gym 5 S

Kawan, siapapun anda pasti ingin sukses. sukses pekerjaan, sukses keluarga, sukses keuangan dan sukses yang lain.
Lalu bagaimana sih yang disebut Sukses itu?
berikut ini saya kutipkan Mindset Sukses berupa kumpulan Tausiah Aa Gym.
Aa Gym dulu 'sukses' menjadi idola semua orang, tapi sekarang apakah beliau masih sukses dalam pengertian yaang sebenarnya?

Mindset Sukses
dengan Manajemen Qolbu
Butir-butir Tausiah Aa Gym
Dikumpulkan oleh M. Zainal Abidin Mustofa

Lima (5) S
Suatu saat, adzan Maghrib tiba. Kami bersegera shalat di sebuah mesjid yang dikenal dengan tempat mangkalnya aktivis Islam yang mempunyai kesungguhan dalam beribadah. Di sana tampak beberapa pemuda yang berpakaian “khas Islam” sedang menantikan waktu shalat. Kemudian, adzan berkumandang dan qamat pun segera diperdengarkan sesudah shalat sunat. Hal yang menarik adalah begitu sungguh-sungguhnya keinginan imam muda untuk merapikan shaf. Tanda hitam di dahinya, bekas tanda sujud, membuat kami segan. Namun, tatkala upaya
merapikan shaf dikatakan dengan kata-kata yang agak ketus tanpa senyuman, “Shaf, shaf, rapikan shafnya!”, suasana shalat tiba-tiba menjadi tegang karena suara lantang dan keras itu. Karuan saja, pada waktu shalat menjadi sulit khusyu, betapa pun bacan sang imam begitu bagus karena terbayang teguran yang keras tadi.
Seusai shalat, beberapa jemaah shalat tadi tidak kuasa menahan lisan untuk saling bertukar ketegangan yang akhirnya disimpulkan, mereka enggan untuk shalat di tempat itu lagi. Pada saat yang lain, sewaktu kami berjalan-jalan di Perth, sebuah negara bagian di Australia, tibalah kami di sebuah taman. Sungguh mengherankan, karena hampir setiap hari berjumpa dengan penduduk asli, mereka tersenyum dengan sangat ramah dan menyapa “Good Morning!” atau sapa dengan tradisinya. Yang semuanya itu dilakukan dengan wajah cerah dan kesopanan. Kami berupaya menjawab sebisanya untuk menutupi kekagetan dan kekaguman. Ini negara yang
sering kita sebut negara kaum kafir.
Dua keadaan ini disampaikan tidak untuk meremehkan siapapun tetapi untuk mengevaluasi kita, ternyata luasnya ilmu, kekuatan ibadah, tingginya kedudukan, tidak ada artinya jikalau kita kehilangan perilaku standar yang dicontohkan Rasulullah SAW, sehingga mudah sekali merontokan kewibawaan dakwah itu sendiri.
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dengan berinteraksi dengan sesama ini, bagaimana kalau kita menyebutnya dengan 5 (lima) S : Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
Kita harus meneliti relung hati kita jikalau kita tersenyum dengan wajah jernih kita rasanya ikut terimbas bahagia. Kata-kata yang disampaikan dengan senyuman yang tulus, rasanya lebih enak didengar daripada dengan wajah bengis dan ketus.
Senyuman menambah manisnya wajah walaupun berkulit sangat gelap dan tua keriput. Yang menjadi pertanyaan, apakah kita termasuk orang yang senang tersenyum untuk orang lain? Mengapa kita berat untuk tersenyum, bahkan dengan orang yang terdekat sekalipun. Padahal Rasulullah yang mulia tidaklah berjumpa dengan orang lain kecuali dalam keadaan wajah yang jernih dan senyum yang tulus. Mengapa kita begitu enggan tersenyum? Kepada orang tua, guru, dan orang-orang yang berada di sekitar kita?
S yang kedua adalah salam. Ketika orang mengucapkan salam kepada kita dengan keikhlasan, rasanya suasana menjadi cair, tiba-tiba kita merasa bersaudara. Kita dengan terburu-buru ingin menjawabnya, di situ ada nuansa tersendiri. Pertanyaannya, mengapa kita begitu enggan untuk lebih dulu mengucapkan salam? Padahal tidak ada resiko apapun. Kita tahu di zaman Rasulullah ada seorang sahabat yang pergi ke pasar, khusus untuk menebarkan salam. Negara kita mayoritas umat Islam, tetapi mengapa kita untuk mendahului mengucapkan salam begitu enggan? Adakah yang salah dalam diri kita?
S ketiga adalah sapa. Mari kita teliti diri kita kalau kita disapa dengan ramah oleh orang lain rasanya suasana jadi akrab dan hangat. Tetapi kalau kita lihat di mesjid, meski duduk seorang jamaah di sebelah kita, toh nyaris kita jarang menyapanya, padahal sama-sama muslim, sama-sama shalat, satu shaf, bahkan berdampingan. Mengapa kita enggan menyapa? Mengapa harus ketus dan keras? Tidakkah kita bisa menyapa getaran kemuliaan yang hadir bersamaan dengan sapaan kita?
S keempat, sopan. Kita selalu terpana dengan orang yang sopan ketika duduk, ketika lewat di depan orang tua. Kita pun menghormatinya. Pertanyaannya, apakah kita termasuk orang yang sopan ketika duduk, berbicara, dan berinteraksi dengan orang-orang yang lebih tua? Sering kita tidak mengukur tingkat kesopanan kita, bahkan kita sering mengorbankannya hanya karena pegal kaki, dengan bersolonjor misalnya. Lalu, kita relakan orang yang di depan kita teremehkan. Patut kiranya kita bertanya pada diri kita, apakah kita orang yang memiliki etika kesopanan atau tidak.
S kelima, santun. Kita pun berdecak kagum melihat orang yang mendahulukan kepentingan orang lain di angkutan umum, di jalanan, atau sedang dalam antrean, demi kebaikan orang lain. Memang orang mengalah memberikan haknya untuk kepentingan orang lain, untuk kebaikan. Ini adalah sebuah pesan tersendiri. Pertanyaannya adalah, sampai sejauh mana kesantunan yang kita miliki? Sejauh mana hak kita telah dinikmati oleh orang lain dan untuk itu kita turut berbahagia? Sejauh mana kelapangdadaan diri kita, sifat pemaaf ataupun kesungguhan kita
untuk membalas kebaikan orang yang kurang baik?
Saudara-saudaraku, Islam sudah banyak disampaikan oleh aneka teori dan dalil. Begitu agung dan indah. Yang dibutuhkan sekarang adalah, mana pribadi-pribadi yang indah dan agung itu? Yuk, kita jadikan diri kita sebagai bukti keindahan Islam, walau secara sederhana. Amboi, alangkah indahnya wajah yang jernih, ceria, senyum yang tulus dan ikhlas, membahagiakan siapapun. Betapa nyamannya suasana saat salam hangat ditebar, saling mendo’akan, menyapa dengan ramah, lembut, dan penuh perhatian. Alangkah agungnya pribadi kita, jika penampilan
kita selalu sopan dengan siapapun dan dalam kondisi bagaimana pun. Betapa nikmatnya dipandang, jika pribadi kita santun, mau mendahulukan orang lain, rela mengalah dan memberikan haknya, lapang dada,, pemaaf yang tulus, dan ingin membalas keburukan dengan kebaikan serta kemuliaan.
Saudaraku, Insya Allah. Andai diri kita sudah berjuang untuk berperilaku lima S ini, semoga kita termasuk dalam golongan mujahidin dan mujahidah yang akan mengobarkan kemuliaan Islam sebagaimana dicita-citakan Rasulullah SAW, Innama buitsu liutammima makarimal akhlak, “
Sesungguhnya aku diutus ke bumi ini untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.***

Senin, 12 Januari 2009

Mindset Sukses dari Aa Gym

Kawan, siapapun anda pasti ingin sukses. sukses pekerjaan, sukses keluarga, sukses keuangan dan sukses yang lain.
Lalu bagaimana sih yang disebut Sukses itu?
berikut ini saya kutipkan Mindset Sukses berupa kumpulan Tausiah Aa Gym.
Aa Gym dulu 'sukses' menjadi idola semua orang, tapi sekarang apakah beliau masih sukses dalam pengertian yaang sebenarnya?

Mindset Sukses
dengan Manajemen Qolbu
Butir-butir Tausiah Aa Gym
Dikumpulkan oleh M. Zainal Abidin Mustofa

Manajemen Qolbu
Apa itu MQ? Sebenarnya tidak ada perbedaan antara MQ dengan metode dakwah Islam lainnya. di dalamnya pun tidak ada yang baru, semuanya merupakan penjabaran ajaran Islam. Hanya pembahasannya lebih diperdalam, dibeberkan dengan cara yang aktual, dengan inovasi dan kreativitas dakwah yang lebih sesuaidengan kebutuhan zaman. Inti pembelajarannya sendiri ada pada qolbu.
Di dalam tubuh ini ada akal, jasad, dan qolbu. Akal membuat orang bisa bertindak lebih efektif dan efisien dalam melakukan apa yang ia inginkan. Sedangkan tubuh bertugas melakukan apa yang diperintahkan oleh akal. Sebagai contoh, apabila akal menginginkan tubuh mampu berkelahi, maka tubuh akan berlatih agar menjadi kuat. Sayangnya, tidak sedikit orang yang cerdas, orang yang begitu gagah perkasa, tapi tidak menjadi mulia, bahkan sebagian diantaranya membuat kehinaan karena berbuat jahat. Mengapa? Sebab ada satu yang membimbing akal
dan tubuh yang belum diefektifkan, itulah qolbu.
Kita ambil contoh lain, sebuah mikrofon bisa menjadi alat provokasi kejahatan, bisa juga jadi alat dakwah dan menyampaikan ilmu, sebuah mikrofon bisa juga menjadi alat bantu berbicara sehingga menjadi fasih, itulah fungsi mikrofon.
Artinya, yang menentukan isi dari bahasa yang keluar darinya adalah qolbu. Dalam hal ini Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal daging yang jika ia baik maka baik pula yang lainnya, sebaliknya yang apabila ia jelek maka jeleklah semuanya. Dan yang dimaksud daging itu ialah Qolbu.
Jadi, yang terpenting dari manusia ternyata bukan kecerdasannya saja, tapi yang membimbing cerdasnya otak menjadi benar, yang membimbing kuatnya fisik menjadi benar. Disitulah fungsi qolbu. Oleh karenanya, menjadi cerdas belum tentu mulia, kecuali kecerdasannya dipakai untuk berbuat kebenaran. Menjadi kuat belum tentu mulia, kecuali kekuatannya di jalan yang benar.
Di dalam qolbu ini ada yang disebut potensi, faalhamahaa fujuu rahaa wa taqwaaha (QS. Asy Syams [91] : 8), "Dan diilhamkan kepadanya yang salah dan yang taqwa (benar)". Begitulah, qolbu ini punya potensi negatif dan potensi positif.
Allah telah menyiapkan keduanya dengan adil. Dan disinilah pentingnya fungsi manajemen. Manajemen secara sederhana berarti pengelolaan dan pentadhiran. Sebuah sistem dengan manajemen yang baik, dengan pengelolaan yang baik, sekecil apapun potensi yang dimiliki, Insya Allah akan membuahkan hasil yang optimal.
Negara Singapura, misalnya, tidak punya Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, bahkan untuk mencukupi kebutuhan air minumnya saja, Singapura harus mengimpornya dari Johor, Malaysia. disisi lain ternyata mereka berhasil mengelola Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, sehingga walaupun SDA-nya minim, tapi SDM-nya mampu diberdayakan secara optimal. Hasilnya, kini Singapura menjadi jauh lebih makmur daripada Indonesia yang alamnya sangat
kaya raya. Mengapa? Ya, itu tadi, karena bangsa kita lemah dalam manajemennya.
Dapat dipahami pula bahwa kita tidak berakhlak mulia bukan karena tidak punya potensi, tapi karena manajemen diri kita yang masih buruk. Sungguh kita mampu mengelola otak kita menjadi cerdas, membaca dengan kecepatan 400 kpm, memiliki daya ingat yang kuat, yakinlah itu bisa dilakukan. Kita bisa kelola fisik sehingga mampu melakukan sebuah gerakan bela diri demikian sempurna, pukulannya demikian akurat, tapi itu tidak cukup kalau hatinya tidak dikelola dengan baik. Karena semua itu tidak akan memiliki nilai positif jika hatinya tidak
dikelola dengan baik. Begitulah. Hati menentukan nilai; mulia atau hina. Jangan aneh bila ada orang cerdas, tapi tidak mulia hidupnya. Bukan karena kurang cerdas, tapi kecerdasannya tidak dibimbing oleh hatinya.
Oleh karena itulah, orang yang pandai mengelola hatinya, ketika tiba-tiba, misalnya, dihina orang, dia akan kelola penghinaan ini menjadi sesuatu yang mamfaat, "Ah, dia memang menghina, namun siapa tahu penghinaan ini bagian dari karunia Allah untuk memberitahu kekurangan saya, selain itu saya pun bisa melatih kesabaran, bedanya khan dia baru bisa menghina, saya bisa mengatakan yang baik kepadanya." Begitulah, sikap terhadap hinaan ternyata bergantung manajemen qolbunya. Saat lain ia diuji sedang sakit, lalu qolbunya kembali ia kelola dengan seoptimal-optimalnya. "Sakit bagi saya adalah proses evaluasi diri, proses pengguguran dosa", demikianlah ia pahamkan dihatinya tentang makna sakit. Akibatnya, sakit menjadi tidak menyengsarakan, melainkan penuh hikmah yang mendalam, karena dia berhasil mengelola hatinya.
Lelah, tersinggung, terhina, kekurangan uang, tertimpa penyakit, dan masih begitu banyak lagi masalah yang akan membuat orang menjadi goyah, tapi kalau terkelola hatinya, subhanallaah, ia akan tetap punya nilai produktif. Anehnya, banyak orang yang sangat sibuk memikirikan kecerdasannya, memikirkan kesehatan fisiknya, tapi sangat sedikit memikirkan kondisi hatinya. Kalaulah kita harus memilih, seharusnya kita banyak meluangkan waktu untuk memikirkan tentang qolbu ini.
Karena jika qolbu ini baik, yang lainnya pun menjadi baik, Insya Allah.***

Kunci Hidup Sukses
"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu..." (Q. S Ali Imran (3) : 160)
Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulainya ketika kita ingin segera diperjuangkan? Tampaknya tidak terlalu salah bila ada orang yang telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri, lalu menganggap dirinya
orang sukses. Mungkin juga seseorang yang gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu, tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena, ia telah memilih dunia wirausaha, lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah, sehingga mewujudlah segala buah jerih payahnya itu dalam belasan perusahaan besar yang menguntungkan.
Seorang ayah dihari tuanya tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia, sementara anak anaknya telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidupnya ketika jutaan umat telah menjadi jamaahnya yang setia dan telah menjadikannya sebagai panutan, sementara pesantrennya selalu dipenuh sesaki ribuan santri.
Pendek kata, adalah hak setiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi, dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik dirinya sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya?

Membangun Fondasi
Kalau kita hendak membangun rumah, maka yang perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adalah fondasinya. Karena, fondasi yang tidak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atapnya dibuat sekuat dan sebagus apapun.
Sering terjadi menimpa sebuah perusahaan, misalnya yang asalnya memiliki kinerja yang baik, sehingga maju pesat, tetapi ternyata ditengah jalan rontok. Padahal, perusahaan tersebut tinggal satu dua langkah lagi menjelang sukses. Mengapa bisa demikian? ternyata faktor penyebabnya adalah karena didalamnya merajalela ketidakjujuran, penipuan, intrik dan aneka kezhaliman lainnya.
Tak jarang pula terjadi sebuah keluarga tampak berhasil membina rumah tangga dan berkecukupan dalam hal materi. Sang suami sukses meniti karir dikantornya, sang isteri pandai bergaul ditengah masyarakat, sementara anak-anaknya pun berhasil menempuh jenjang studi hingga ke perguruan tinggi, bahkan yang sudah bekerjapun beroleh posisi yang bagus. Namun apa yang terjadi kemudian?
Suatu ketika hancurlah keutuhan rumah tangganya itu karena beberapa faktor yang mungkin mental mereka tidak sempat dipersiapkan sejak sebelumnya untuk menghadapinya. Suami menjadi lupa diri karena harta, gelar, pangkat dan kedudukannya, sehingga tergelincir mengabaikan kesetiaannya kepada keluarga.
Isteripun menjadi lupa akan posisinya sendiri, terjebak dalam prasangka, mudah iri terhadap sesamanya dan bahkan menjadi pendorong suami dalam berbagai perilaku licik dan curang. Anak-anakpun tidak lagi menemukan ketenangan karena sehari-hari menonton keteladanan yang buruk danmenyantap harta yang tidak berkah.
Lalu apa yang harus kita lakukan untuk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal, bahwa tiada kesuksesan yang sesungguhnya, kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan, maka segala aspek yang berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip, yakni sukses dengan dan karena pertolongan-Nya.
Inilah yang dimaksud dengan fondasi yang tidak bisa tidak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan mernara gading kesuksesan.

Sunnatullah dan Inayatullah
Terjadinya sesoang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yang tidak diharapkannya, ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah artinya sunnah-sunnah Allah yang mewujud berupa hukum alam yang terjadinya menghendaki proses sebab akibat, sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studinya tepat waktu dan dengan predikat memuaskan.
Keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam belajarnya, mempersiapkan fisik dan pikirannya dengan sebaik-baiknya, lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajarnya sedemikian rupa, sehingga melebihi kadar dan cara belajar yang dilakukan rekan-rekannya. Dalam konteks sunnatullah, sangat mungkin ia bisa meraih apa yang dicita-citakannya itu.
Akan tetapi, ada bis yang terjatuh ke jurang dan menewaskan seluruh penumpangnya, tetapi seorang bayi selamat tanpa sedikitpun terluka. Seorang anak kecil yang terjatuh dari gedung lantai ketujuh ternyata tidak apa-apa, padahal secara logika terjatuh dari lantai dua saja ia bisa tewas. Sebaliknya, mahasiswa yang telah bersungguh-sungguh berikhtiar tadi, bisa saja gagal total hanya karena Allah menakdirkan ia sakit parah menjelang masa ujian akhir studinya, misalnya. Segala yang mustahil menurut akal manusia sama sekali tidak ada yang mustahil bila
inayatullah atau pertolongan Allah telah turun.
Demikian pula kalau kita berbisnis hanya mengandalkan ikhtiar akal dan kemampuan saja, maka sangat mungkin akan beroleh sukses karena toh telah menetapi prasyarat sunnatullah. Akan tetapi, bukankah rencana manusia tidak mesti selalu sama dengan rencana Allah. Dan adakah manusia yang mengetahui persis apa yang menjadi rencana Nya atas manusia? Boleh saja kita berjuang habishabisan karena dengan begitu orang kafirpun toh beroleh kesuksesan. Akan tetapi, kalau ternyata Dia menghendaki lain lantas kita mau apa? mau kecewa? kecewa
sama sekali tidak mengubah apapun. Lagipula, kecewa yang timbul dihati tiada lain karena kita amat menginginkan rencana Allah itu selalu sama dengan rencana kita. Padahal Dialah penentu segala kejadian karena hanya Dia yang Maha Mengetahui hikmah dibalik segala kejadian.

Rekayasa Diri
Apa kuncinya? Kuncinya adalah kalau kita menginginkan hidup sukses di dunia, maka janganlah hanya sibuk merekayasa diri dan keadaan dalam rangka ikhtiar dhahir semata, tetapi juga rekayasalah diri kita supaya menjadi orang yang layak ditolong oleh Allah. Ikhtiar dhahir akan menghadapkan kita pada dua pilihan, yakni tercapainya apa yang kita dambakan - karena faktor sunnatullah tadi - namun juga tidak mustahil akan berujung pada kegagalan kalau Allah
menghendaki lain.
Lain halnya kalau ikhtiar dhahir itu diseiringkan dengan ikhtiar bathin. Mengawalinya dengan dasar niat yang benar dan ikhlas semata mata demi ibadah kepada Allah. Berikhtiar dengan cara yang benar, kesungguhan yang tinggi, ilmu yang tepat sesuai yang diperlukan, jujur, lurus, tidak suka menganiaya orang lain dan tidak mudah berputus asa. Senantiasa menggantungkan harap hanya kepada Nya semata, seraya menepis sama sekali dari berharap kepada makhluk. Memohon dengan segenap hati kepada Nya agar bisa sekiranya apa-apa yang tengah diikhtiarkan itu bisa membawa maslahat bagi dirinya mapun bagi orang lain, kiranya Dia berkenan menolong memudahkan segala urusan kita. Dan tidak lupa menyerahkan sepenuhnya segala hasil akhir kepada Dia Dzat Maha Penentu segala kejadian.
Bila Allah sudah menolong, maka siapa yang bisa menghalangi pertolongan-Nya? Walaupun bergabung jin dan manusia untuk menghalangi pertolongan yang diturunkan Allah atas seorang hamba Nya sekali-kali tidak akan pernah terhalang karena Dia memang berkewajiban menolong hamba-hambaNya yang beriman.
"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan) maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal" (QS Ali Imran (3) : 160).

Kunci Pengokoh Jiwa
1. SIAP
Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali sehingga aku tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. Ikhtiar yang disertai niat yang sempurna itulah tugasku, perkara apapun yang terjadi kuserahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Tahu yang terbaik
bagiku.
Aku harus sadar betul bahwa yang terbaik bagiku menurutku belum tentu terbaik bagiku menurut Allah, bahkan mungkin aku terkecoh oleh keinginan harapanku sendiri. Pengetahuanku tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya. Sehingga betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetapi hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku.
2. RELA
Realitas yang terjadi yaa... inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kujalani. Emosional, sakit hati, dongkol, atau apapun yang membuat hatiku menjadi kecewa dan sengsara harus segera kutinggalkan karena dongkol begini, tidak dongkol juga tetap begini. Lebih baik aku menikmati apa adanya. Lubuk hatiku harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh dan pikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini.
Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Maka yang harus kulakukan adalah mencari ayam, cakweh, kacang polong, kecap, seledri, bawang goreng dan sambal agar bubur ayam spesial tetap dapat kunikmati.
3. MUDAH
Meyakini bahwa hidup ini bagai siang dan malam yang pasti silih berganti. Tak mungkin siang terus menerus dan tak mungkin juga malam terus menerus. Pasti setiap kesenangan ada ujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya. Aku harus sangat sabar menghadapinya.
Ujian yang diberikan oleh Allah Yang Maha Adil pasti sudah diukur dengan sangat cermat sehingga tak mungkin melampaui batas kemampuanku, karena ia tak pernah menzhalimi hamba-hamba-Nya.
Dengan pikiran buruk aku hanya semakin mempersulit dan menyengsarakan diri. Tidak, aku tidak boleh menzhalimi diiku sendiri. Pikiranku harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional. Aku tak boleh terjebak mendramatisir masalah. Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan. Tak boleh lari dari kenyataan, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya menambah permasalahan. Semua harus tegar kuhadapi dengan baik, aku tak boleh menyerah, aku tak boleh kalah.
Harusnya segala sesuatu itu ada akhirnya. Begitu pun persoalan yang kuhadapi, seberat apapun seperti yang dijanjikan Allah “Fa innama’al usri yusran, inna ma’al usri yusran” dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh Allah. Karena itu aku tak boleh mempersulit diri.
4. NILAI
Nasib baik atau buruk dalam pandanganku mutlak terjadi atas izin Allah dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia. Ini pasti ada hikmah. Sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya bila disikapi dengan sabar dan benar.
Lebih baik aku renungkan kenapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku. Bisa jadi sebagai peringatan atas dosa-dosaku, kelalaianku, atau mungkin saat kenaikan kedudukanku di sisi Allah. Aku mungkin harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus
kuperbaiki. Itibar dari setiap kejadian adalah cermin pribadiku. Aku tak boleh gentar dengan
kekurangan dan kesalahan yang terjadi. Yang penting kini aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.
5. AHAD
Aku harus yakin bahwa walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tak mungkin terjadi apapun tanpa izin-Nya. Hatiku harus bulat total dan yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa hanya Allahlah satu-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan.
Allah Mahakuasa atas segala-galanya karena itu tiada yang mustahil bila Dia menghendaki. Dialah pemilik dan penguasa segala sesuatu, sehingga tiada yang sanggup menghalangi jika Dia berkehendak menolong hamba-hamba-Nya. Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya.
Dengan demikian maka aku harus benar-benar berjuang, berikhtiar mendekati- Nya dengan mengamalkan apapun yang disukainya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar mahluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya.
"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi rizki dari arah yang tak diduga, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya." (QS [65] : 2-3)
[bersambung]

Selasa, 30 Desember 2008

Namanya Pak DFS

Sengaja saya pakai Inisial, saya tidak ingin tulisan ini akan mengganggu Beliau, tetapi saya juga ingin bercerita tentang sesuatu hal dari beliau yang tidak ada pada orang lain.
Beliau adalah orang Ciamis, menurut penuturannya. datang ke kota Bandung setelah tamat SMA bersama 2 temannya. beliau juara 1, EM juara 2 dan NS juara 3. tetapi perjalanan berikutnya ketika telah sama-sama dosen justru NS duluan Professor, baru EM dan terakhir insya Allah beliau juga akan Professor setahun sebelum pensiun.
sebagai mahasiswa beliau masuk pada tahun 1964, dimana setahun kemudian aktivis mahasiswa menguasai kampus sebagai buntut gerakan anti Komunis. waktu itu mahasiswa benar-benar berkuasa bahkan sampai mengabsen para dosen. dosen yang terlibat dengan sendirinya akan menghindar dan kemudian hilang dari peredaran.
sebagai mahasiswa beliau tidak masuk kelompok kiri tetapi juga tidak ikut-ikut kelompok kanan. beliau orang netral. bukan tidak punya pendirian tetapi karena beliau takut dengan kondisi yang tidak beliau ketahui mau kemana ujung keadaan itu.
sikap beliau ini ternyata berdampak dalam perjalanan karis beliau, ketika diadakan pemilihan dekan di lingkup fakultas beliau, mayoritas peserta memilih beliau sebagai dekan, tetapi keputusan Rektor kemudian ternyata mengangkat nomor 3 sebagai Dekan, dan bukan beliau.
ketika beliau menanyakan keputusan tersebut, ternyata jawabannya adalah karena beliau tidak masuk dalam peta. jadi mereka yang dulu aktivis dalam pergerakan awal orba itulah yang kemudian masuk peta untuk kemudian diangkat dalam posisi strategis.
Rumah beliau.
Kami awalnya datang ke rumah beliau, sebagai mahasiswa pasca yang akan meminta bimbingan tesis. beliau menyambut kami di rumahnya layaknya teman, dan bukan sebagai mahasiswa. bahkan karena istri beliau lagi keluar dan beliau tidak mempekerjakan pembantu, beliau sendiri yang membuatkan kami kopi, mengantarkannya dan kemudian kami minum sama-sama.
hal yang membuat saya kagum dalam hati akan kerendahan hati beliau. biasanya dalam cerita-cerita mahasiswa, mengalami kesulitan bertemu dengan dosen pembimbing, ketemupun kita sudah akan dibantai dengan koreksi kritis yang menelanjangi kebodohan kami. tapi tidak. beliau menyambut kami, menjamu kami, berdiskusi dengan kami, bercerita ttg pengalaman beliau dan tidak menggurui, seolah kami ini temannya.
Sebenarnya bukan saya yang bimbingannya, teman saya. tapi seolah saya yang menikmati kemudahan ini. tidak perlu bolak-balik lagi. yang kalau kembali belum tentu langsung ditanda-tangani. ini sekali maju langsung ACC.

Selasa, 23 Desember 2008

Namanya Siti Humairah







Ya itulah nama anakku.

Nama itu muncul sebelumnya dengan tulisan Siti Khumaerah, sebutan yang menurutku tepat, enak disebutkan dan terasa ada gregetnya. Tapi ternyata, setelah kutuliskan dalam formulir askes, Mami bilang kalau tidak ada huruf 'e' dalam tulisan arab. jadi mestinya Siti Khumairah. persoalan berikutnya yang masih samar adalah apakah kh atau H. Kak Caad yang kutelepon tanyakan ejaan yang benar belum sempat memberikan jawaban dan tidak sempat aku telepon balik. Namun pada hari ke-7 ketika Ia di Aqiqah, Uztadzah yang mendoakannya menuliskan namanya diatas kertas dengan tulisan arab menggunakan huruf Ha dan bukan Kha. Jadi namanya menjadi Siti Humairah.

Nama itu muncul ketika pada hari Senin, Mami memijat Airah sebelum dimandikan, kulihat muka Airah memerah, bahkan sekujur tubuhnya yang dipijat juga merah. maka terlintaslah dengan spontan nama Humairah itu dalam pikiranku, dan langsung memanggilnya dengan Humairah.

Humairah adalah panggilan cinta Rasulullah SAW kepada istrinya. Rasulullah memanggil istrinya dengan pujian, dengan kata Ya Humairah, oleh karena istri yang mencintainya itu selalu pipinya kemerahan jika berhadapan dengan Rasulullah. Ya, ia lahir karena cinta, dan dengan cinta itulah ia Insya Allah akan dibesarkan.

Nama Siti adalah pilihan Mami, Jika laki-laki maka beri nama Muhammad dan jika perempuan maka beri nama Siti. Siti dan bukan Sitti. Aku sempat bercanda dengannnya dengan menyebut Sitti, dan ia segera membantahnya "Siti, bukan Sitti", demikian sanggahnya. aku bilang "kenapakah kalau Sitti? dia kan orang Bugis, bukan orang Jawa. kalau orang Bugis itu dipanggilnya dengan Sitti". tapi ia membantahnya lagi "bukan begitu, ia orang Indonesia, jadi pakai Siti" aku ketawa dalam hati dan tidak ingin membantahnya lagi.

Jauh sebelum ia lahir, Mami sudah merencanakan sebuah nama untuk anaknya, ketika hasil USG menunjukkan kalau ia kayaknya perempuan, Ia sebutkan nama Siti Masyita. Masyita adalah seorang hamba Allah yang sangat taat kepada Allah. aku setuju dengan itu. Mami kemudian sempat menyebut nama lain seperti Zurraidah, tapi itupun tidak jadi. mungkin karena melihat respon saya yang kurang antusias. meskipun aku mengatakan kalau aku serahkan kepada dia untuk memberi nama putrinya. dalam kondisi ketidak pastian untuk nama anakku itu, aku sempat menyebutkan nama Siti Fatimah, tapi giliran ia yang kurang antusias, barangkali karena ada tantenya yang bernama begitu juga ada temannya bernama sama. kayaknya seperti yang saya rasakan juga nama Masyita adalah nama seorang saya kenal pula.

Tapi ketika aku menyebutkan nama Siti Khumaerah, yang spontan keluar dari mulutku ketika aku menyaksikan ia memijat Airah. ia nampak setuju. Anakku yang kutanya apakah ia setuju dengan nama itu untuknya, ia diam, berarti ia setuju juga. Nama itulah yang kemudian jadi setelah ada perbaikan.

Nama panggilan Airah adalah pilihan Mami. banyak yang bisa muncul dari nama itu, bisa Rara, Uma atau yang lain, tapi Mami menyebut Airah, dan saya setuju. Sama-sama di mulai dengan huruf A seperti nama panggilan kakaknya Adid. Adid dan Airah dua anakku kini.

Dalam hari-hari berikutnya, aku jadi teringat dengan orang-orang yang saya kenal dengan nama mirip itu. apakah nama mereka juga asalnya dari kata Humairah itu juga? saya tidak tahu. Hamriah adalah nama temanku ketika kuliah D3 dulu. ia adalah sahabatku. bahkan hingga selesai, meskipun lama aku tidak pernah ketemu lagi. tapi 3 minggu lalu ia sempat menghubungiku, ia bicara lama denganku. cerita panjang lebar. tentang posisinya sekarang. tentang teman-teman kuliah dulu yang sering ke rumahnya. rumahnya adalah tempat kumpul teman-teman. aku bilang salamku kepada teman2. Humriah adalah nama guruku di SMP dulu, beliau guru geografi yang ketika awal belajar saya selalu dapat nilai rendah, memukul batin saya kenapa bisa dapat nilai rendah. karena itu aku belajar keras dan kemudian mengubah nilaiku menjadi tinggi. sayang beliau kemudian pindah ke Makassar dan kami kehilangan beliau. Bahkan sampai sekarang aku belum pernah ketemu beliau.

Tapi tidak nama Humairah. tidak ada yang saya kenal dengan Nama Humairah. Tidak seperti Masyita, Fatimah dan Zuraidah. nama semua itu bagus tapi bukan nama anakku.

Kini, ketika umurnya baru 10 hari, aku harus meninggalkannya. tidak seperti kakaknya yang kutinggalkan pertama kali ketika umurnya sudah 4 bulan untuk 4-7 hari. Airah kutinggalkan untuk mungkin 1 bulan kedepan. Kutinggalkan mereka bertiga di Makassar bersama Kakek dan Neneknya. Aku harus pergi untuk menyelesaikan yang tertunda. aku harus pergi untuk menuntaskan kuliah. berharap dapat menyelesaikan semuanya dalam satu bulan ini, mungkinkah? mohon doanya semua

Kamis, 18 Desember 2008

Kelahiran Airah


Airah ......

Jumat 12 Desember 2008 menjadi hari bersejarah bagiku, bagi keluargaku.
telah lahir dengan selamat Anakku yang kedua seorang putri yang subhanallah Manis dan Cantik
barangkali setiap orang tua akan berkata demikian terhadap anaknya. yang pasti membahagiakan kami berdua dan keluarga

Airah, lahir jam 6.43 pagi. ini lebih cepat dari yang kami sangka. lebih lagi lahir normal tidak lewat jendela. doa kami terkabul, keinginan kami terpenuhi. usaha kami sampai.

sejak kehamilan kedua ini, kami terus mencari informasi dan berusaha agar bisa melahirkan normal, meskipun dari buku "petunjuk medis bagi ibu hamil" menyatakan bahwa jika partus pertama dengan cara sectio maka berikutnyapun akan begitu. Mama juga mengatakan hal senada. tapi kami tidak putus asa, tetap ada kemungkinan untuk melahirkan normal.

sebuah tayangan TV di menampilkan acara tentang melahirkan tanpa rasa sakit dengan hypnobirthing. topik ini menarik karena sudah pasti melahirkan itu sakit, bahkan sangat sakit. apakah bisa melahirkan tanpa rasa sakit?. akhirnya siangnya saya meluncur ke toko buku mencari buku tersebut, saya perkirakan harganya seratusan, tpi saya tidak peduli, dibandingkan dengan sakitnya melahirkan tentu tidak seberapa. aku mendapatkannya, harganya 35.000. aku bersyukur bukan cuma telah mendapatkannya tapi juga harganya yang tidak mahal.

Ketika pulang kembali makassar, dengan segera buku tersebut aku berikan, berikut petunjuk relaksasinya yang dari CD, aku copykan ke MP4. dengan demikian, mami bisa membacanya dan dapat mendengarkan petunjuk relaksasinya dengan mudah. di dalam MP4 tersebut selain bimbingan relaksasi, juga ada tartil Jus Amma, Asmaul Husna dari ESQ, lagu Islami dan lainnya. Mami punya banyak pilihan mendengarkan lagu. yang paling dirasakan Mami untuk menenangkan diri adalah Asmaul Husna. Ia benar-benar merasakan manfaatnya, bagaimana terhubung dengan Allah SWT secara langsung.

Aku melihat perjuangan Mami melahirkan begitu berat. begitu beratnya hingga ia sempat minta di operasi saja, begitu gak tahannya dengan rasa sakit itu. tapi ternyata itu dipicu oleh dokter jaga di rs. sejak jam 00.00 Mami sudah merasakan sakit selama 1 menit dan jeda 6 menit. ketika sampai di RS sekitar jam 1, bidan yang memeriksanya katanya sudah pembukaan 3. jam 2 saya tinggalkan Dia di ruang bersalin dan pergi tidur sesuai perintahnya. Jam 4, saya dibangunkan oleh seorang penunggu, yang dimintai tolong oleh Mami di ruang bersalin. Saya yang tengah tidur di ruang tunggu lantai 2, segera menuju ruang bersalin. saya lihat Mami sudah sangat kesakitan. Ia minta saya agar ia dioperasi. saat aku menghadap ke petugas jaga, petugas katakan bahwa sayang jika akan dioperasi soalnya kemajuan persalinannya sangat bagus, apalagi untuk operasi bukan cuma 1 dokter tapi tim dokter, dari berbagai keahlian dan mengumpulkannya lama. Aku kembali ke Mami dan mengatakan dengan sedikit berbohong bahwa sedang dipersiapkan permintaannya.

Mengapa Mami minta operasi? dokter jaga yang memeriksanya sebelumnya mengatakan bahwa kemajuannya baru naik 1, padahal dengan selang waktu yang sudah 3 jam harusnya sudah lebih dari itu, Mami sudah sangat kesakitan. karena kemajuan pembukaan untuk anak kedua selang 1 jam, ini beda untuk anak pertama yangs selang 2 jam-an. Jadi seharusnya sudah cukup bagus kemajuan persalinannya. oo ternyata itu.
Jam 6 pagi dokter Leni yang sedang ambil spesialis kebidanan melakukan inspeksi, saya yang sedang mendampingi Mami disuruh keluar karena akan diperiksa, tetapi tidak lama saya menunggu di luar kamar bersalin, saya dipanggil masuk. oleh dokter Leny dijelaskan bahwa kondisi Mami sudah lengkap untuk melahirkan Normal. Jadi Ia meminta pendapat saya, dan tentu saja saya segera mengiakan. saya beruntung dapat mendampingi Mami melahirkan, sebelum melahirkan saya cium kening Mami dengan segenap perasaan saya sambil membisikkan agar ia kuat, ia bertahan, ia ikuti petunjuk dokter, bernapas dengan perut, tahan dan keluarkan dengan perlahan, sesuai dengan petunjuk relaksasi.
Dalam 1 jam berikutnya merupakan kejadian yang tak akan terlupakan, detik-detik kelahiran anakku aku saksikan semua. Anakku lahir perempuan dan sehat, ia menangis sesaat setelah lahir. dokter mengatakan kondisi bayi sehat. stelah ari-ari dipotong oleh dokter. Ia kemudian dibawa ke ruang bayi normal untuk dibersihkan oleh perawat. saya yang telah mendapat resep segera meluncur ke apotik untuk membeli benang. Mami masih dengan kondisi lemah mencoba mengatur diri, menenangkan diri setelah perjuangan yang maha berat itu, "melahirkan", dengan cara normal. Saya dan Mami belum sempat memikirkan bahwa ternyata bisa lahir normal.
perasaan saya melambung. tangan saya gemetar. badanku diam tapi bergejolak. didalam dadaku bergemuruh berbagai perasaan. namun aku berusaha mengendalikan diri, bersyukur berkali-kali, tetap fokus dengan apa yang harus aku lakukan.
Segera saya turun ke halaman RS, mengambil motor, keluar ke kiri menuju atm bni, mengambil uang 1 juta dan kembali ke kearah RS pelamonia, di tengah jalan sebelum lampu merah tanpa sadar keluar dari mulutku "kulawanko hujan". saya mengendarai motor hanya dengan baju kaos tanpa baju dalam, di pagi yang hujan gerimis dan dingin yang biasanya tak bisa kuhadapi. pagi itu dengan sombong aku menantang pagi yang gerimis, kulawan segala dingin, kuhadapi semuanya.

Sesaat setelah kuucapkan kata-kata itu, aku segera istighfar, hinggap rasa takut akan Tuhan, betapa aku telah sombong, sekaligus menyadari betapa saya berada dalam kondisi yang super biasa. aku bergegas ke apotik, membeli benang dan sebotol kecil pocari. ketika sampai saya mendapat pujian dari suster, "cepatnya tawwa". pocari yang sudah kuminum sebagian diminta oleh Mami yang melahapnya habis dengan cepat.
Catatan : cerita saya tulis untuk berbagi kepada siapapun yang sempat membaca blog ini, mudah2an dapat diambil hikmah pengalaman kami ini.

Rabu, 19 November 2008

Adalah waktu yang terus berjalan dan tak mungkin kembali
betapa sia-sianya hidu, hanya karena diam tak bergerak
sekarang 19 Nopember 2008
ha!
tak kusangka 11 bulan hampir habis di tahun ini
dan...
apa yang telah kucapai
apa yang seharusnya kucapai
apa yang telah kulewatkan
Ha!
dunia berputar dan terus berputar
waktu berjalan dan tak mungkin kembali
HA!
Apa yang harus kulakukan
Apa yang akan kulakukan
..............................

Sabtu, 23 Agustus 2008

jayagiri dan tesis

penyusunan tesis jadi molor, bayak yang harus dilakukan tapi tak satupun yang sempurna dilakukan. akhirnya tesis hanya bergerak dikit. menyatukan semangat dan tenaga untuk mengerjakan tesis benar-benar suatu usaha yang maksimal dan buikan main-main. pantaslah nabiullah Muhammad SAW, menyampaikan dalam satu hadisnya bahwa JIhad yang paling besar adalah JIhad melawan hawa nafsu. berperang melawan diri sendiri. berperang untuk menguasai diri mengerjakan sesuatu. fokus pada satu kegiatan. memang benar untuk sampai ke surga harus lewat jembatan super tipis ash shirath. untuk sampai kepada kesuksesan harus melalui jalan yang sempit yang jika tidak dikendalikan dengan benar makan melangkahlah kita dengan seenaknya apakah sesuai garis atau tidak.
menyusun tesis ternyata tidaklah gampang. bagi beberapa teman mungkin mudah. mudah karena ternyata tesis bisa dibikinkan orang, tapi jelas perlu uang. disinilah masalahnya, saya ingin mengerjakannya sendiri, menurut hasil pemikiran saya, menurut pemahaman saya, tetapi kemampuan saya belumlah cukup. inilah adalah tesis pertama saya. tapi yang l;ain juga tesis pertamanya.
terseok-seok menuju puncak sepertinya adalah hukum yang berlaku untuk setiap usaha menuju kesuksesan. mengumpulkan semangat dan tenaga menjadi pasti hal yang harus dilakukan.
di tengah kejenuhan di kamr kos, ditengah kesednirian yang biasanya tidak sunyi karena ada adidku dan maminya yang menemani, akhu akhir ikut ajakan pak tau ikut ke jaya giri. di jaya giri aku tinggal saja di kamr konek internet, sambil sesekali mengerjakan tesis.
akhirnya apapaun yang terjadi terjadilah. semoga Allah SWT menolongku menguatkanku, mempermudah jalanku, melancarkan usahaku, menyelesaikan tesisku, menyelesaikan kuliahku.

Selasa, 17 Juni 2008

Tonro Kassi

Kapal Pembelajaran Kunjung BPPNFI Regional V



Sejak awal tahun 2008, BPPNFI Regional V mengembangkan sebuah kapal pembelajaran kunjung. Sebuah kapal berbahan fiber dengan kapasitas 35 GT mampu memuat 30-an orang termasuk ABK serta sarana prasarana pembelajaran yang memadai, mulai ruang belajar, perpustakaan, ruang ICT serta koneksi internet.

Keberadaan kapal pembelajaran kunjung ini diharapkan mendukung program balai mengembangkan masyarakat lewat inroduksi program-program pendidikan nonformal seperti program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan kesetaraan, pendidikan keaksaraan serta life skill.

Dalam pelaksanaannya Balai bermitra dengan institusi-institusi non pendidikan un tuk mendukung operasional kapal pembelajaran kunjung. Bentuk-bentuk kemitraan ini seperti bersama-sama menggarap pulau menjadi pulau pariwisata dalam bentuk pariwisata pendidikan.

Wilayah pesisir Sulawesi Selatan terutama pantai Makassar dan Pangkep berjejer pulau-pulau karang yang saling berdekatan yang disebut dengan kepulauan Spermonde. dari sekitar 120 pulau yang masuk administrasi Kabupaten Pangkep serta pulau-pulau Makassar 3 diantaranya dipilih sebagai pulau PLS, yaitu pulau Kodingareng, Pulau BalangCaddi dan Pulau Badi'.

Ketiga pulau ini dipilih sebagai pulau PNF dengan basis masyarakat nelayan.

Dengan kerjasama dengan pihak-pihak yang tertarik, diharapkan ketiga pulau ini akan menjadi pulau dengan basis nelayan dan pariwisata dengan mengembangkan industri pariwisata, industri produk-produk bahari, yang tetap melestarikan budaya dan lingkungan bahari yang ada di tiga pulau tersebut.

Master Plan Pengembangan ketiga pulau basis nelayan tersebut menjadi Pulau PNF dengan basis nelayan dan pariwisata sedang digarap yang diharapkan akan mampu menjadi model pengembangan dan pemberdayaan Komunitas melalaui pengembangan desa PNF berbasis pariwisata pendidikan.

Rencana pengembangan pulau PNF tersebut perlu dukungan semua pihak agar tujuan mulia ini dapat tercapai.

Rabu, 27 Februari 2008

Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge

Macca Na Malempu, Warani na Magetteng telah dibahas dalam 2 tulisan sebelumnya. 4 sifat tersebut adalah 4 sifat yang akan menyempurnakan pribadi setiap manusia bugis. 4 sifat tersebut akan membuat kualitas seseorang secara individu sebagai indidividu sempurna. namun dalam praktek manusia sebagai mahluk sosial, ia perlu bergaul dan dan berinteraksi dengan manusia lain. untuk itulah 3 sifat diatas menjadi pedoman dalam berinteraksi sesama manusia.

Sifat pertama adalah sipakatau, adalah konsep yang memandang setiap manusia sebagai manusia. seorang manusia bugis hendaklah memperlakukan siapapun sebagai manusia seutuhnya, sehingga tidaklah pantas memperlakukan orang lain diluar perlakuan yang pantas bagi manusia. konsep ini memandang manusia dengan segala penghargaannya. siapapun dia dengan kondisi sosial apapun dia, dengan kondisi fisik apapun dia, dia pantas diperlakukan selayaknya manusia. seorang manusia bugis memperlakukan manusia lainnya dengan segala hak-hak yang melekat pada setiap manusia. ia memandang manusia lain sebagai mana ia memandang dirinya sebagai sama-sama manusia.
Sifat kedua adalah sipakalebbi, adalah konsep yang memandang manusia sebagai mahluk yang senang dipuji dan diperlakukan dengan baik, diperlakukan dengan selayaknya. karena itu manusia bugis tidak akan memperlakukan manusia lain dengan seadanya, tatpi ia cenderung memandang manusia lain dengan segala kelebihannya. setiap orang mempunyai kelemahan dan kelebihan. untuk setiap kelebihan manusia lainnya itulah ia akan diperlakukan. saling memuji akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggairahkan, hingga siapapun yang berada dalam kondisi tersebut akan senang dan bersemangat. sifat sipakalebbi akan membuat siapapun akan menikmati hidup sebagai suatu keindahan.
sifat ketiga adalah sipakainge. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. adakalanya kita terpeleset. dalam kondisi inilah manusia bugis akan saling mengingatkan. akan saling memberi peringatan. siapapaun yang berbuat salah akan diperingatkan perbuatannya yang salah tersebut. sehingga siapapun akan selalu diingatkan untuk berjalan di jalan yang lurus. tidak orang yang bebas dari peraturan. ade telah dibuat dan disepakati. ade yang mengatur tata hubungan dan peran serta fungsi masing-masing komponen masyarakat. siapapun yang melanggar akan mendapatkan sangsi. bahkan seorang rajapun jika perbuatannya tidak melindungi dan menolong rakyatnya tidaklah pantas ia menjabat sebagai raja. budaya kritik bukanlah budaya tabu bagi manusia bugis. bahkan ia menjadi kebutuhan. budaya sipakainge menjamin siapapun yang mempunyai kuasa akan selalu diingatkan akan kekuasaannya.
tiga sifat tersebut diatas, sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge menjadi modal dasar dalam tata hubungan manusia bugis dengan manusia lainnya. siri' yang merupakan kehormatan diri setiap manusia bugis akan selalu dijaga dan dipertahankan dengan konsep sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge tersebut

Jumat, 22 Februari 2008

Warani Na Magetteng

Warani na Magetteng adalah dua sifat yang benar-benar harus dimiliki oleh seorang pemimpin agar dapat menjalankan pemerintahan secara berwibawa. sikap warani artinya berani, artinya tidak takut dengan siapapun kecuali terhadap Dewata Seuwae. Hanya Allah SWT yang ditakutinya. yang lain tidak. Sikap Warani menyiratkan kemandirian. kemandirian untuk bertindak dan tidak dibawah bayang-bayang orang lain. sikap warani berarti memiliki keyakinan diri dan kepercayaan diri yang kuat. memiliki karakter yang membedakannya dengan orang lain. memiliki keteguhan melaksanakan apa yang menurutnya baik. apa yang menurut pengetahuannya yang terbaik akan dengan berani dilaksanakannya tanpa takut konsekwensinya. tentu dengan penegtahuan yang luas akan menuntunnya memperoleh solusi terbaik. solusi yang mungkin pahit tetapi adalah yang terbaik. dan ia berani mengambil langkah itu.

Warani mestilah diikuti dengan sikap getteng. sikap tegas, teguh dan konsisten. ibarat benang jika digetteng akan membentuk garis lurus. hal seperti itulah. ia tetap dijalan lurus. tetap dijalan yang telah dipilihnya. tidak berbalik atau menyimpang. apa yang dengan berani diputuskannya kana dijalaninya dengan konsisten. tidak terpengaruh dengan godaan. dengan siapaun yang bakal melemahkannya. karena ia telah mengambil keputusan yang menurut pengetahuan luasnya adalah yang terbaik dan telah disampaikan dengan sejujur-jujurnya kepada siapapun yang mungkin terdampak keputusan itu. tanpa kecuali. meskipun ia akan ditolak. meskipun ia akan cemoh. tetapi dengan berani telah diputuskannya dan dengan konsisten akan dijalaninya.

demikianlah sikap macca na malempu, warani na magetteng. 4 sifat sempurna seorang pemimpin. 4 sifat kesempurnaan yang akan mengantar pemerintahan yang berwibawa.

Rabu, 20 Februari 2008

Macca Na Malempu

Macca na Malempu.
rangkaian kata diatas dikutip dari naskah bugis kuno. rangkaian kata itu berarti pintar dan jujur.
Macca(=pintar) Na(=dan) Malempu(=jujur) adalah prasyarat seseorang untuk diangkat menjadi pemimpin. Macca adalah sesuatu yang harus dimiliki setiap orang. Macca dapat diperoleh dengan terus-menerus belajar. belajar sejak ia lahir hingga akhir hayatnya. belajar haruslah menjadi perilaku sepanjang hayat. dengan terus menerus belajar seseorang akan selalu terbarui pengetahuannya, hal yang akan membuat ia selalu siap menghadapi perubahan zaman. belajar akan membuat seseorang mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. mana yang pantas mana yang tidak pantas, mana yang sopan mana yang kasar. seorang yang berpengetahuan (Macca) adalah orang dengan segudang akal yang akan membuat ia lolos dari jebakan, lolos dari perangkap, dan sampai di tujuan. Macca akan memberi seseorang modal untuk mengupayakan apa yang dicita-citakannya. Malempu adalah syarat kedua menjadi pemimpin. seorang tidak hanya Macca tetapi haruslah juga jujur. jujur terhadap apa yang diketahuinya. jujur menyampaikan apa yang baik dan apa yang jelek. kejujuran itu dibutuhkan sebab hanya dengan itu ia dapat dipercaya. jujur adalah mutlak. setelah ia pinta ia haruslah jujur. banyak orang yang pintar, banyak orang yang tahu tetapi jika hanya untuk dirinya apalah manfaatnya. kejujuran akan membuat ia mengungkap kebenaran tidak hanya untuk dirinya tetapi untuk semua orang. kejujurannya akan menyelamatkan siapapun orang yang mengikutinya. seorang yang tidak jujur hanya akan menumpuk kekayaan untuk dirinya sendir dan membiarkan oranglain dengan kesengsaraannya. sadar atau tidak. kejujuran menjadi mutlak siapapun yang ingin menjadi pemimpin.

Popular Posts