Selasa, 08 Februari 2011

Pemimpin yang Pintar dan Jujur?

ada tulisan di koran harian Fajar hari ini tentang sifat pemimpin yang Jujur, Pintar, Pembohong ato Bodoh. Penulisnya dosen Sosiologi UIN Alauddin, maaf saya lupa namanya.
Dalam tulisan tersebut antara lain mengulas pendapat Ibnu Khaldun tentang kriteria pemimpin, yang fokus pada pertanyaan pilih mana pemimpin yang bodoh tapi jujur ato pemimpin yg pintar tapi pembohong ?. Jika pertanyaan itu diajukan k rakyat Indonesia maka karena maraknya pemberitaan ttg kebohongan pemerintah maka tentu mayoritas pendapat rakyat diprediksi akan memilih jawaban lebih baik pemimpin bodoh tapi jujur. alasannya karena mayoritas rakyat sudah jenuh dan jengkel dengan kegohongan pemerintah yg banyak diberitakan media massa kita.
Jawaban ini berbeda dengan jawaban Ibnu Khaldun yang lebih memilih Pemimpin yang pintar meski pembohong, alasannya meskipun pemimpin itu pembohong tetapi akan gampang di koreksi oleh rakyat sehingga pemimpin akan susah jika ia akan berbohong, dengan kepintarannya ia bisa mengusahakan yang terbaik bagi kemajuan rakyatnya, nah kalo pemimpinnya bodoh, dia g bisa berbuat apa-apa karena kebodohannya itu.
Pendapat penulis Fajar sendiri kurang lebih sama dengan pendapat kebanyakan rakyat Indonesia, dan bertentangan dengan pendapat Ibnu Khaldun yaitu memilih pemimpin yang bodoh tapi jujur. meskipun pemimpin yang bodoh tetapi jika dikelilingi oleh orang pintar maka tentu kualitas pengambilan keputusannya akan tetap terbaik dan yang pasti ia tidak akan berbohong pada rakyatnya, sebaliknya jika ia Pintar dan pembohong maka tentu akan sangat luar biasa kebohongan yang dibuat untuk rakyatnya.
so..... sebetulnya pendapat siapa yang sebaiknya diikuti?
situs ini dari awal sy beri nama Macca na Malempu, jelas artinya adalah Pintar disertai Kejujuran. Sifat pintar yang menyatu dengan sifat kejujuran. Bukan pintar sekarang lain kali jujurnya. Macca na Malempu adalah kata majemuk yang pertama yang sambungannya adalah Warani na Megetteng. artinya Berani disertai konsistensi. bukan berani sekarang nanti tidak lagi. tetapi berani terus menerus. teguh pendirian.
Macca na Malempu, Warani na Magetteng adalah 4 sifat yang harus dimiliki oleh calon pemimpin menurut apa yang telah diwariskan oleh leluhur kita. 4 sifat atau 4 sisi itulah yang disebut juga "Sulapa Eppa" menyempurnakan karakter seseorang untuk bisa memimpin rakyatnya. Dia harus pintar, karena dengan kepintarannya ia bisa mengusahakan yang terbaik tuk kemajuan rakyatnya. tetapi kepintarannya harus disertai kejujuran, karena kalo tidak ia akan menipu rakyatnya. sangat besar kerusakan yang ditimbulkan jika pemimpin kita tidak jujur.
Setelah itu Pemimpin juga harus Berani (Warani) untuk mengambil tindakan apapun yang diyakininya baik untuk rakyat, serta konsisten(Getteng) tuk terus-menerus mengusahakan kebaikan itu. Tidak boleh takut, dan tidak boleh lemah, sebab jika pemimpin lemah maka rakyat kecillah yang akan jadi korban. apa gunanya pemerintahan jika tidak bisa melindungi rakyatnya?
Macca na Malempu, Warani na Magetteng. 4 sisi kesempurnaan manusia menurut toriolota, adalah konsep leadership yg hebat dari warisan budaya sulawesi selatan. :)

Rabu, 12 Januari 2011

Masa depan kita

Restrukturisasi birokrasi di tingkat pusat berdampak restrukturisasi di bawah khusunya Balai. Perubahan nama Direktorat PNFI menjadi Direktorat PAUDNI, serta hilangnya direktorat Kesetaraan berdampak pula di tiadakannya pokja kesetraan di Balai.
Hal ini mengakibatkan personil funsional PB yang selama ini mengurusi Pendidikan kesetaraan di hapuskan, serta disebarkannya personilnya ke pokja lain.
Akibatnya terjadi pengurangan jumlah pokja dari tadinya 4 pokja menjadi 3 pokja, sebaliknya terjadi penggelembungan jumlah personil pokja, tadinya 10-11 menjadi 15-16 orang.
dampak dari itu pula ruangan pokja yang tadinya cukup menampung semua personil menjadi sangat sempit terutama di Pokja Pembinaan LKP yang memang lebih sempit di banding ruangan Pokja lainnya yaitu Pokja Kesetaraan dan Dikmas. Tetapi karena pokja kesetaraan sudah tidak ada lagi sehingga ruangan pokja eks kesetaraan kemudian akan ditempati pokja PAUD atau Pokja Pembinaan LKP.
Wacana yang muncul kemarin adalah ruangan eks kesetaraan akan di tempati oleh Pokja Pembinaan LKP sementara pokja PAUD akan menempati ruangan rapat sekarang, sementara itu ruangan eks Pokja Kelembagaan akan menjadi ruang rapat.
Selain permasalahan ruangan tersebut, pemilihan koordinator pokja juga telah dilaksanakan yang mana pokja Dikmas dan PAUD telah mendudukkan kembali koordinator Pokja lama ke posisi yang sama untuk tahun ini, tetapi berbeda pada pokja pembinaan LKP, dimana terdapat dinamisasi pemilihan koordinator pokja sebagaimana juga terjadi tahun-tahun sebelumnya.
Dalam rapat tadi pagi, dipimpin oleh koordinator Pamong di putuskan untuk setiap personil memilih tiga nama, dan kemudian dari tiga nama terbanyak dipilih itulah yang akan berembuk untuk memutuskan siapa yang menjadi korpok. Rapat skorsing sampai jam 13.00.
namun selang waktu itu, tiga nama yang terpilih yaitu Saya, Arwin dan Arta belum memutuskan siapa. Arta menyampaikan ke saya bahwa ia bersedia menjadi Korpok, itu setelah ia konsultasikan dengan keluarganya, sehingga dalam pertemuan berikutnya di Lobby kantor, kembali Arta membicarakan tentang bagaimana kedepan Pokja, bagaimana seharusnya kerjasama di bangun dan bagaimana agar semua personil bisa sinergis dalam menjalankan tugas-tugas balai yang dibebankan di pokja pembinaan LKP. namun Arta juga menyampaikan bahwa ia juga mempunyai kesibukan lain sebagai koordinator program di ILO East, sehingga ia meminta pendapat ke kami berdua, dan ia juga mengkhawatirkan pendapat teman2 lain jika ia bersedia menjadi ketua pokja, hal ini diamini oleh Arwin, tetapi saya tegaskan bahwa sepanjang Arta mau terbuka dan bekerjasama dengan semua orang, dan selama ia mau membagi waktu itu tidak masalah.
saya melihat kebimbangan yang sangat di wajah Arta, sesuatu yang ia mau jalankan tetapi juga di hantui oleh kekhwatiran pendapat teman2 serta penentangan yang akan ia terima. saya katakan pada Arta bahwa saya hadir disitu tidak membawa diri saya, meski sya juga punya ketegasan terhadap diri saya, karena itu saya juga tidak bisa memutuskan sesuatu yang teman-teman tidak menginginkan hal itu.
Arta merasa bimbang oleh karena, jika ia maju dan tentu itu yang jadi maka ia beresiko ditentang oleh teman-teman yang lain. Tetapi jika ia mundur ia juga tidak mau memilih satu diantara kami saya atau Arwin. Disinilah deadlocknya pembicaraan, sehingga saya menyarankan kalo begitu kembalikan saja ke forum kita pilih langsung apakah yang dipilih saya ato Arwin atau ada tambahan pilihan lain itu terserah forum.
Pemikiran lain disampaikan Kormong yang tidak menginginkan adanya pemilihan langsung, hal ini juga tidak diinginkan oleh Arta. Tetapi jika Arta tidak bisa memilih salah satu dari kami, lalu siapa yang akan terpilih?
Kormong menyampaikan bahwa sebaiknya pemilihan Korpok ini cukup diselesaikan bertiga saja tidak perlu di lempar ke Forum, itu bagi saya oke-oke saja. nothing to loss bagi saya. tetapi untuk itu Arta harus memilih, tetapi ia tidak mau memilih, jadi bagaimana?
inilah deadlocknya pembicaraan kami bertiga hari ini, sehingga saya sebelum pisah dengan Arta saya sarankan ke Dia untuk nanti malam shalat Istikharah dulu, supaya Ia bisa mengambil keputusan dengan keyakinan. dan tidak maju mundur dalam mengambil keputusan ya ato tidak.
bagi saya siapapun terpilih selama itu disaksikan teman2 itulah yang terbaik. Seandainyapun Arta kemudian mau memilih salah satu dari kami, itulah yang jadi. Tapi kalo tidak biarlah forum yang akan memilih langsung.
nothing to loss..... :)

Senin, 09 Agustus 2010

Amazing Brain : Lesson 1 & 2

Amazing Brain adalah suatu rangkaian tulisan/lesson 1-10 dari Bapak Anugrah Perdana (HP 0811 217 201m e-mail : kang_agah@yahoo.com). Saya mendapatkan copy file ini dalam sebuah CD e-book yang saya beli di Darut Tauhid Bandung.
Berikut isinya:

Lesson 1 : Familiarity
Menuurt sbeauh penilitean di Cmabrigde Uinervtisy, tdaik mejnadi maslaah
bgaimanaa urtaun hufur-hufur di dlaam sebauh kaat, ynag palngi pnteing adlaah
leatk hruuf partema dan terkhair itu bnaer. Siasnya dpaat brantaaken saam
skelai dan kmau maish dpaat mebmacanya tnpaa msaalah. Hal ini kerana oatk
masunia tdaik mambeca seitap huurf msaing-msaing, tatepi kaat kesuleruhan.
Manejkubakn naggk?
Bagaimana hal di atas bisa terjadi? Apa yang sesungguhnya terjadi di otak kita?
Dalam mempelajari otak, para ahli mempunyai suatu istilah yang disebut
Familiarity. Maksudnya adalah bahwa otak kita selalu membuat suatu
pola/pattern atas segala yang kita pelajari/ketahui. Dan jika ada stimulus baru
masuk maka otak akan mencari apakah ada padanannya dari apa yang sudah
dipelajari/diketahui.
Para ahli ada yang menghubungkan Familiarity ini dengan fenomena Deja Vu.
Menurut mereka Deja Vu terjadi karena stimulus baru yang kita lihat mempunyai
suatu atas memori yang ada di otak kita, sehingga kesannya pernah mengalami.
Padahal menurut mereka hal ini dikarenakan pola antara stimulus baru dan
memori yang ada di otak kita mempunyai kemiripan.
Dalam contoh tulisan di atas, begitu kita membaca tulisan tersebut, otak
langsung mencari di memori database kita berdasarkan jumlah huruf dan jenis
huruf, begitu ketemu langsung dibawa ke pikiran sadar sehingga kita dapat
membacanya.

Lesson 2 : Remember
Salah satu berita di koran yang saya sukai adalah dunia olahraga, karena banyak
memberikan inspirasi. Belum lama ini di koran Kompas ada suatu berita menarik
dari dunia tenis. Di situ dimuat suatu grafik 2 dimensi yang menghubungkan
antara umur seorang petenis dengan persentase kemenangannya. Adapun para
petenis yang dimasukkan ke data tersebut adalah : Llyeton Hewitt, Andy
Roddick, Roger Federer dan Andre Agassi. Ke-3 petenis yang namanya disebut
pertama masih berusia dibawah 25 tahun sedangkan Andre Agassi sudah 34
tahun. Menurut para pakar, usia emas seorang atlet datang sekitar umur ke-25
setelah relatif terus meningkat sejak kematangan fisik di usia 18 tahun.
Roddick dan Federer yang msing-masing berumur 22 tahun dan 23 tahun kini
sedang berada dalam puncak prestasi. Yang menjadi pertanyaan, sampai kapan
mereka mampu mempertahankan prestasi tersebut? Jika kita lihat petenispetenis
sebelum mereka seperti Pete Sampras, Boris Becker, Michael Chang dll,
mereka semua pernah mengalami puncak kejayaan tetapi kemudian mulai
tenggelam dan tidak terdengar lagi. Yang mengherankan sekaligus
mengagumkan adalah Andre Agassi. Dari grafik, terlihat bahwa Andre Agassi
mencapai puncak prestasinya pada usia 25 tahun, kemudian ia mengalami
kemunduran TETAPI ia bisa kembali ke puncak prestasi pada usia 29 tahun dan
33 tahun!!
Sesuatu yang langka terjadi pada Andre. Ia pernah mengalami kemerosotan
tetapi ia berhasil bangkit dari keterpurukan dan berjaya kembali.
Berita lain yang masih hangat adalah dari dunia tinju ketika Barrera
mengalahkan Morales. Di Kompas beritanya berbunyi "Petinju Meksiko, Marco
Antonio Barrera, sempat mengalami sindrom rendah diri setelah kalah TKO dari
petinju Filipina, Manny Pacquiao, 15 November 2003. Namun, Sabtu (27/11) di
Las Vegas, harga dirinya kembali tegak setelah unggul pada pertandingan ketiga
(dalam tiga kelas berbeda) melawan musuh abadinya, juara dunia kelas bulu
super versi WBC, Erik Morales, dengan angka mayoritas". Sama seperti Andre,
Barrera berhasil bangkit dari keterpurukan untuk menjadi juara lagi.
Bagaimana Andre dan Barrera bisa bangkit dari kekalahan untuk menjadi
seorang juara kembali? Saya tidak tahu apa yang dilakukan oleh Barrera, tetapi
untuk Andre saya tahu karena ia dilatih oleh Anthony Robbins, seorang pakar
kesuksesan di dunia. Anthony menjelaskan bahwa otak kita merekam setiap
kejadian yang terjadi pada diri kita. Jika kita bisa menghidupkan kembali apa
yang terjadi pada waktu kita menjadi juara (baik apa yang terjadi di otak
maupun gerakan apa yang kita lakukan), maka kita akan berada kondisi yang
sama pada saat kita menjadi juara.
Anda mungkin bingung dengan apa yang baru saja saya jelaskan. Baik, saya
akan memberikan contoh lain yang merupakan kasus nyata. Belum lama ini saya
membantu seorang teman yang menderita Disfungsi Ereksi (DE). Sebelum
membantu, saya melakukan dialog dengan beliau untuk menggali latar
belakangnya. Ternyata masalah ini baru-baru saja ia dapatkan, sebelumnya hal
ini tidak pernah terjadi pada dirinya. Ia mengatakan bahwa sebelum DE terjadi,
ia ingat terakhir melakukan hubungan suami istri, ia mengalami sakit pada
kelaminnya dan sejak itu ia mengalami DE jika hendak berhubungan.
Berdasarkan informasi itu saya mengajarkan beliau melakukan mind
programming. Salah satu yang ia harus lakukan dalam mind programming adalah
membayangkan suatu momen hubungan suami istri yang paling menggairahkan
bagi dia, dan itu harus terus diulang di benaknya sampai ia mempercayai apa
yang ia bayangkan. Mau tahu hasilnya? Berikut adalah email dari beliau :
"Pak Norman, terima kasih atas teknik Mind Programming yang Bapak ajarkan.
Hanya dalam waktu 1 minggu setelah menjalaninya setiap malam selama 10
menit, sudah ada hasil walaupun belum kembali normal. Tetapi setelah 2 minggu
melakukan Mind Programming, saya sudah kembali normal. Sekarang saya akan
melakukan teknik ini untuk tujuan- tujuan hidup saya, doakan semoga berhasil"
– Pak J di Jakarta.

Kamis, 20 Mei 2010

A new ICT maturity model for education institutions in developing countries

Developing ICT infrastructure is disproportionately expensive in developing countries and sustainable interventions are difficult to achieve: in part because leaders of educational institutions and donors have often not had the opportunity to develop ICT infrastructure planning and implementation skills. There has been a lack of concrete guidance regarding the stages of development needed to make efficient use of resources and maximise the chances of sustainable investments.

To address these needs, a novel ICT Maturity Model is presented in the paper prepared by Julian M. Bass that provides a developmental framework for education institutions in low-income countries. The Model is unique in defining the ICT infrastructure resource levels required to achieve primary organisational objectives expressed in the form of student learning outcomes.

The Model consists of eight levels, with the lowest levels defining the infrastructure required to enable initial computer training. The highest level applies to institutions where e-research is widely practised across the curriculum. The levels in the Maturity Model show management, teaching and technical staff, and donors how to make most efficient use of ICT resources by maximising opportunities for student learning.

The Maturity Model has been derived from documentary sources and an analysis of selected schools, colleges and universities in Ethiopia. The surveyed institutions include five primary schools, one higher education preparatory school, six teacher education colleges and five public universities. The Maturity Model was used as a prescriptive, developmental tool in one of the teacher education colleges and one public university.

In this mode, the Model was shown to prioritise capacity building and infrastructure development initiatives that contributed to improving student learning opportunities. Although developed and tested in the context of one country, it is hoped that the Model will be applicable across a range of developing countries.

Author: Julian M. Bass

Creating the next generation of teacher's

Deans and representatives from Thai Rajabhat Universities came together to plan ICT capacity development for their institutions’ pre-service teachers at Rajabhat Deans’ Forum on April 28 – 30, 2010 as part of UNESCO Bangkok’s Scaling Up the Next Generation of Teachers project.

Participants included deans, duty deans and ICT training personnel from 40 Rajabhat Universities across Thailand. The event was held at National Institute for the Development of Teacher, Faculty Staff and Educational Personnel in Nakhon Pathom province in collaboration with Thai National Commission for UNESCO. Leadership from Education Faculties were given the opportunity to assess their current ICT training practices and plan for future goals, identifying support they require under UNESCO Bangkok’s Scaling Up the Next Generation of Teachers project to instill their pre-service teachers with the knowledge and skills to integrate ICT into pedagogy effectively.

The project, which is funded by Japanese-Funds-in-Trust (JFIT), is a continuation of the Next Generation of Teachers project aimed at building the institutional capacity of teacher education institutions (TEIs) in designing and providing the training on ICT-integration for the next generation of teachers in Asia and the Pacific region to enhance teaching and learning by utilizing ICT judiciously in the classrooms serving more countries and TEIs capitalizing knowledge and expertise acquired during the first phase.

Speakers from Thai Ministry of Education and SEAMEO talked about their initiatives and present activities in ICT teacher training in Thailand. The UNESCO Bangkok ICT in Education team then introduced the four stages of development on ICT-pedagogy integration and discussed capacity building of teacher education institutions. Chiang Mai University, as one of the first TEIs to take part in the Next Generation of Teachers project, shared its successes and challenges of implementing the three-pronged approach of the project, i.e. (i) leadership and management capacity, (ii) ICT-ready curriculum (iii) capacity of instructors. In addition, representatives from Intel Teach gave an overview of available teacher training courses and presented case studies to the participants.

These sessions provided contextual information and essential points for group discussions among the Rajabhat Universities which culminated in a planning session to select options for enhancing the institutions’ capacity in ICT-pedagogy integration on the final day.

The forum proved fruitful as the participating deans were able to identify current challenges and the necessary long-term actions including support needed from external organizations. UNESCO Bangkok and Thai National Commission for UNESCO are already preparing to co-organize Intel Teach Essentials course workshops for all Rajabhat Universities from June 2010 onwards.

For more information on the Scaling Up the Next Generation of Teachers project please contact f.miao[at]unesco.org

Senin, 10 Mei 2010

Menyusuri Trans Sulawesi Linkar Selatan di Sulawesi Utara.

Tanggal 29 April 2010, saya bersama empat teman lainnya terbang menuju Manado. Tujuan perjalanan kami adalah visitasi program pendidikan nonformal di beberapa kabupaten di Sulawesi Utara.
Dua teman saya kemudian menuju Sangihe, naikvery selama 12 jam menyeberang laut lagi. sementara satu teman lagi menuju Kakas. Satu teman lagi menuju Bolmong Utara dan saya sendiri menuju Bolmong Timur.
Dimanakah itu Bolmong Timur?
Inilah pertanyaan yang selalu menggantung di kepala saya, yang saya tau adalah Kota mobagu, dan kabupaten Bolmong. Wilayah Bolaang Mongondow adalah wilayah Barat dari Sulawesi Utara menempati sekitar 55% wilayah daratan Sulut. Menuju Kotamobagu melewati daerah Minahasa Selatan, Amurang kemudian masuk wilayah Bolaang Mongondow. Selama tiga jam perjalanan sampailah di kota Kotamobagu.
Tetapi ini lain. Bolaang Mongondow Timur? Dimanakah itu?
Menurut informasi yang saya terima sebelumnya, Kabupaten Bolaang Mongondow telah terbagi menjadi 5 wilayah otonomi baru, yaitu Kab. Bolmong induk, kota Kotamobagu, Bolmong Timur, Bolmong Utara, dan Bolmong Selatan.
Singkat cerita, malam itu kami nginap di hotel dekat pantai. 2 teman sudah berangkat ke sangihe, tinggal kami bertiga. esok paginya subuh-subuh jam 5 teman kamar saya sudah dijemput menuju Bolmong Utara, saya tinggal menunggu pagi, sarapan kopi dan roti selai dengan teman. Jam 7.30 saya keluar dari hotel menuju Pangkalan oto, daerah kota lama. ternyata di pangkalan oto tersebut memang tempat penumpang menuju kotamobagu dan juga kotabunan, bolmong timur. hati saya sudah tenang karena sudah bisa sampai di tujuan. Tetapi jam 8 lewat teman menelepon dan menyampaikan bahwa saya akan di jemput untuk di antar ke bolmong timur. padahal saya sudah didaftar di oto, terpaksa saya kasih uang sebagai pengganti kecewa karena tidak jadi naik otonya.
Jam 9 Pak Ady(samaran) menjemput saya, dia bilang jarak perjalanan kita kurang lebih 400 km. saya tanya sama siapa kita berangkat, dia bilang cuma kita berdua. astaga... hanya untuk saya dia akan antar saya menuju bolmong timur sejauh 400 km dan pulang balik... wah- wah..... betul-betul..... saya tidak tau gmana kalo saya yang diminta mengantar orang seperti ini?
akhirnya kami berangkat, sepanjang jalan pak Ady cerita pengalamannya sebagai pamong belajar senior di BPKB. Beliau hampir jadi kepala BPKB, tetapi karena otonomisasi peluang beliau jadi kepala tergantikan. yah begitulah....
sambil terkantuk saya melayani pembicaraan beliau, terkadang saya tertidur karena tidak kuat menahan kantuk, tetapi saya kasihan karena cuma saya yang beliau bawa, tidak mungkin saya tidur sementara beliau bawa mobil sendiri. meskipun sangat mengantuk. cara beliau membawa mobil sangat bagus, beliau sudah menguasai wilayah sulut, so dia sudah hapal. jalanan berkelok-kelok menyusuri pesisir selatan Sulawesi Utara, sepanjang perjalanan yang melewati beberapa kabuoaten sulawesi Utara antara lain, Tomohon, Tondano, Kakas, Minahasa. sempat saya melihat danau Tondano dibawah kami.. di tengah perjalanan beliau menujukkan pada saya didepan kami ada tiga gunung di kejauhan, ketiga gunung itulah yang harus kami lewati untuk sampai di Kotabunan. saya bayangkan malam baru bisa sampai. di kotabunan. hmmm.... perjalanan masih jauh.

Sabtu, 27 Maret 2010

Kewirausahaan dan Internet Marketing

Kewirausahaan adalah topik utama dalam setiap pembicaraan tentang pendidikan. kewirausahaan mengandung makna bagaimana implementasi dari ilmu yang diperoleh dalam satuan pendidikan untuk diterapkan dalam kehidupan berwirausaha sehingga hasil pendidikan tidak akan melahirkan pengangguran.
Kurikulum pendidikan tinggi mewajibkan adanya mata kuliah kewirausahaan sebagai bagian dari pendidikan itu. Mata kuliah kewirausahaan ada dalam kurikulum jurusan teknik informatika di salah satu PTS di makassar. Tentu saja tujuan memasukkan mata kuliah kewirausahaan ini adalah agar mahasiswa memperoleh pengetahuan kewirausahaan sehingga pengetahuan teknis yang dimilikinya dibidang teknologi informasi misalnya dapat digunakan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan tidak hanya mengejar jadi pegawai dengan gaji tertentu. Seberapa besarpun gajinya tidak akan pernah membuat ia kaya tetapi hanya akan membuat bosnya kaya (Robert T. Kitosaki).
Kurikulum pendidikan di jenjang dibawahnya oleh pemerintah didorong untuk memasukkan mata pelajaran kewirausahaan. Di jalur pendidikan nonformal pemerintah sangat menegaskan perlunya mendorong warga belajar untuk menguasai suatu vokasi tertentu sebagai bekal kewirausahaan. Pendidikan kesetaraan paket B, Paket C mengintegrasikan pendidikan vokasi tertentu sesuai karakteristik daerah yang bermanfaat bagi warga belajar. Life skill diajarkan melalui penguasaan vokasi tertentu agar warga belajar dapat belajar dan berusaha sehingga meningkatkan taraf hidupnya.
Dalam dunia yang semakin bergerak dengan kemajuan teknologi yang makin pesat terutama dibidang teknologi informasi mengkatalisir perkembangan kehidupan manusia lainnya. Perdagangan barang dan jasa yang sebelumnya melalui kontak langsung sekarang dapat melalui telepon, atau bahkan di dunia maya melalui transaksi elektronik. Undang-undang ITE mengesahkan transaksi bisnis yang bersifat elektronik. Email dipandang sebagai dokumen sah yang kesahihannya dipandang sama dengan kertas surat yang ditandatangani dan distempel lembaga.
Internet marketing kemudian hadir memberikan solusi baru bagi pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan bertransaksi elektronik. Banyak perusahaan memanfaatkan teknologi ini untuk lebih memperluas pasar dan mendiversifikasi promosi produknya. Tidak peduli besar atau kecilnya perusahaan tersebut. Internet marketing melahirkan cara baru berpromosi dan bertransaksi sebagai alternatif transaksi konvensional. Internet marketing juga memberi peluang yang sama bagi perusahaan-perusahaan untuk berpromosi dan meluaskan pasarnya.
Bidang baru ini pun melahirkan tokoh-tokoh internet marketer yang berhasil dan memperoleh penghasilan yang fantastis. Mereka berhasil membangun image sebagai seorang yang layak dipercaya untuk memasarkan produk perusahaan ternama. Situs web mereka dihargai sedemikian mahal hingga seharga Rp. 1,5 M (www.jokosusilo.com) dan bahkan Rp. 2 M lebih (www.Formulabisnis.com). Semua itu diperoleh dengan susah payah dan berproses trial dan error hingga akhirnya menemukan jalan kesuksesannya.
Perkembangan pemakai internet di Indonesia sendiri mengalami perkembangan yang cukup fantastis. Jika pada tahun 2000 ada 2 juta pemakai internet di Indonesia, maka pada tahun 2009 jumlah pemakai sudah meningkat menjadi 25 juta. Kebanyakan pemakai internet adalah konsumen. Mereka hanya menerima dan menggunakan produk yang ada di Internet. Mereka cenderung di setir untuk menerima apa saja yang ditawarkan oleh internet. Lebih runyam lagi sebagian besar mereka mengakses situs-situs tidak sehat yang berpengaruh buruk bagi mereka bahkan lingkungannya. Tindakan amoral dan tidak etis juga banyak muncul sebagai akibat mengakses situs-situs tidak sehat tersebut.
Pertanyaannya mengapa akses internet tidak digunakan untuk sesuatu yang positif, sesuatu yang mendatangkan pengetahuan baru sehingga hidup bisa lebih bermanfaat, atau sesuatu yang lebih mendatangkan profit dengan menjadi pelaku di dunia internet? mengapa sangat sedikit yang mau menengok dan meluangkan waktu untuk berpikir bagaimana memanfaatkan internet ini sehingga bisa lebih bermanfaat dan menguntungkan?
Hidup harus berubah, cara pandang harus berubah, internet jangan menjadi pengaruh buruk bagi kita, internet harus menjadi pengaruh baik bagi kita, salah satunya dengan belajar dan menjadi internet marketer yang berhasil. Hidup jangan hanya menjadi konsumen dari internet, kitalah yang harus jadi produsen di dalam dunia internet. Siapkah diri anda berwirausahan di dunia maya? banyak jalan menuju roma, ada jalan lurus dan ada jalan bengkok-bengkok. Salah satu jalan lurus itu adalah dengan begabung dengan Mr. Action Club. he he he.... http://mractionclub.com/?aff=uqhymks

Senin, 08 Februari 2010

Pengembangan model 2010

Pengembangan model 2010, terdiri atas 3 model yaitu pengembangan model PNFI kawasan pesisir dan kepulauan, kawasan kota dan industri dan kawasan pedalaman/terpencil.
tahap pengembangan model saat ini telah memasuki tahap pertama yaitu persiapan study eksplorasi ke 6 propinsi di 10 lokasi survey.
rapat2 telah dilaksanakan berkali2 dengan tim akademisi, terakhir pada hari Jumat lalu tanggal 5 Pebruari 2010. rapat dimulai jam 9 pagi diiikuti ketiga tim pengembang bersama dengan tim akademisi masing.
dalam rapat tersebut masing-masing tim pengembang menjelaskan instrumen survey yang telah disusun oleh masing-masing tim pengembang. jam 11 lewat rapat usai dan sehabis jumat rapat dilanjutkan oleh perwakilan tim pengembang dengan tim akademisi.
pada rapat sebelumnya sekitar 1 minggu sebelumnya, bertempat di ruang belajar 1, Kepala Balai sudah mewanti-wanti agar sekali ini mengembangkan model dengan benar. agar tahapan model diikuti dan diperhatikan dengan baik. bagi siapa saja yang masuk tim pengembang kemudian tidak bisa berkontribusi atau cuek dengan kegiatan pengembangan model dapat diganti. sehabis pengarahan dari kepala balai, rapat dilanjutkan oleh koordinator pamong dengan menampilkan kisi-kisi instrumen survey, beberapa pendapat muncul baik dari prof suradi maupun tim akademi yang lain seperti prof Miitu yang menampilkan sistematika laporan survey sesuai hasil hotel anggrek yang disampaikan oloeh Puslitjatnov.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan membetuk kelompok sesuai tim pengembang. masing-masing tim kemudian merumuskan kisi2 instrumen survey serta membuat instrumen survey.
setelah rapat2 tersebut kini tim pengembang tinggal menunggu kegiatan selanjutnya yaitu survey ke 10 lokasi di 6 propinsi.

Rabu, 30 Desember 2009

ARAHAN DIRJEN PNFI DISELA KUNJUNGAN PERESMIAN SPAS KAB. GOWA DI BPPNFI REGIONAL V

Pada hari Rabu tanggal 23 Desember 2009, Direktur Jenderal PNFI Bapak Hamid Muhammad, Ph.D dan rombongan menyempatkan diri singgah di BPPNFI Regional V untuk memberikan pengarahan singkat mengenai program PNFI 2010. Beliau ditemani oleh Bapak Dr. Sudjarwo Singowidjojo, M.Sc, Direktur PAUD PNFI. Kedatangan beliau ke Sulawesi Selatan adalah dalam rangka kegiatan pogram SPAS (Sanggar Pendidikan Anak Saleh) di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.
Program SPAS adalah program unggulan kabiupaten Gowa dibidang Pendidikan Non formal, yang tidak hanya melibatkan anak-anak PAUD, bahkan hingga orang dewasa yang buta huruf.

Adapun arahan Dirjen PNFI di aula Anging Mammiri BPPNFI Regional V yang kami tangkap cepat adalah sebagai berikut:
Bahwa program Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2010 akan fokus pada 5 program utama yaitu :
1. Paud
2. Dikdas
3. Dikmen
4. Dikti
5. POD berkelanjutan

Selain itu ada penambahan program pendidikan keorangtuaan, yaitu program pendidikan bagi orang tua peserta didik dengan tujuan untuk menyelaraskan antara materi pendidikan anak di sekolah dengan sikap orang tua dalam mendukung program pendidikan di sekolah. Misalnya orangtua peserta didik PAUD akan dididik bagaimana menjadi orang tua yang benar, jangan sampai anaknya dididik bersikap sopan tetapi dirumah ia di perlakukan kasar.
Sementara itu mengenai Pendidikan Orang Dewasa pada sifatnya luas karena berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Contoh di Jakarta banyak berdiri perkumpulan orang tua yang memiliki permasalahan yang sama yaitu bagaimana menangani anak-anak pasca sekolah, juga tentang pendidikan pra nikah.
Beberapa hal lagi yang akan menjadi perubahan di Departemen adalah :
1. Direktur peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan PNF yang sekarang berada dibawah Ditjen PMPTK akan masuk lagi dibawah struktur Ditjen PNFI
2. PAUD formal dan nonformal akan di organisasikan dalam satu atap, dimana penyelenggaraan PAUD yang sekarang ada dibawah Ditjen PNFI dan Ditjen Dikdasmen akan di gabung nantinya akan digabung sehingga berada dibawah satu penyelenggara. Belum diputuskan apakah akan berada dibawah ditjen PNFI atau Dikdasmen. Tetapi konsep satu atap itu ada di Ditjen PNFI.
3. Mengenai kepangkatan ketenagaan PNFI, hasil pembahasan tanggal 16 dan 17 bahwa pangkat terakhir adalah IVd, sehingga apa yang di tuntut Pamong Belajar dan Penilik terakomodir.

Untuk mendukung keberhasilan program tahun 2010 maka diharapkan kepada lembaga PNF didaerah agar :

1. Data sasaran peserta didik, penilik, lembaga PNF agar dibenahi sehingga tidak ada lagi lembaga abal-abal, lembaga on-off sehingga data apapun yang diharapkan agar datanya valid.
2. Kelembagaan PNFI harus ditata ulang, lembaga Paud, PKBM, LKP, SKB, sudah harus ada NILEKnya, sehingga siapapun yang butuh data tentang lembaga tertentu bisa langsung mengakses data tersebut yang tersedia secara online dan telah di validasi.
Kebijakan tahun 2010 penyaluran dana blockgrant hanya untuk lembaga yang credible, yang jelas penyelenggara, tutor, peserta, dan lain-lain, bukan lembaga on-off. Kalaupun untuk lembaga rintisan boleh saja, silakan tetapi harus ada yang menjamin. Hasil pemeriksaan BOP banyak temuan tentang lembaga on-off. Kepada dinas pendidikan sebagai lembaga penyalur dana block grant agar lihat dulu lembaganya sebelum keluarkan izin bahwa lembaga tersebut memenuhi standar minimal.
Kalau tahun depan subdit PTK PNF masuk lagi dalam ditjen PNFI maka akan lakukan pelatihan intensif kepada semua PTK PNF terutama penilik (yang jauh ketinggalan dari pengelelola dan tutor dalam hal pemahaman program). Waktu di Malang kumpul penilik, yang disalahkan saya karena PNFI tidak melatih penilik tentang PAUD padahal pengelola PAUD bahkan HIMPAUDI jauh lebih tahu dari mereka. Para penilik minta dilatih tentang BCCT dan lain-lain. Saya ingin masalah ketenagaan yang mengelola PNFI di provinsi dan kabupaten ditata kembali. Kita upayakan.
Satu tugas dari menteri lagi adalah koordinasi program keselarasan pendidikan dan dunia kerja. Keselaraan output SMK, Politeknik, Kursus, PT, dengan dunia kerja. Perubahan akan dilakukan pada bulan April. Saya tidak tau apa masih di PNFI, tetapi kita harus siap dimanapun ditugaskan. Demikian, terima kasih. Wassalam.

Rabu, 16 Desember 2009

Sisi Biologi dan Kedokteran Imam Al Ghazali

By Republika Newsroom
Rabu, 16 Desember 2009 pukul 08:18:00
Font Size A A A
Email EMAIL
Print PRINT
Facebook
Bookmark and Share
Sisi Biologi dan Kedokteran Imam Al Ghazali

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali merupakan seorang pemikir yang multi talenta yang banyak menyumbangkan pemikirannya dalam ilmu teologi, filsafat, astronomi, politik, sejarah, ekonomi, hukum, kedokteran, biologi, kimia, sastra, etika, musik, maupun sufisme. Dia adalah teolog Islam, ahli hukum, ahli filsafat, kosmologi, psikolog, maupun biologi. Dia dilahirkan di Tus, Provinsi Khorasan, Persia dan hidup antara tahun 1058 hingga 1111. Al Ghazali yang sering disebut juga Algazel merupakan salah satu sarjana yang paling terkenal dalam sejarah pemikiran Islam Sunni. Dia dianggap sebagai pelopor metode keraguan dan skeptisisme. Salah satu karya besarnya berjudul Tahafut Al Falasifah atau The Incoherence of the Philosophers. Dia berusaha mengubah arah filsafat awal Islam, bergeser jauh dari metafisika Islam yang dipengaruhi oleh filsafat Yunani kuno dan Helenistik menuju filsafat Islam berdasarkan sebab-akibat yang ditetapkan oleh Allah SWT atau malaikat perantara, sebuah teori yang kini dikenal sebagai occasionalism.

Keberadaan Al Ghazali telah diakui oleh sejarawan sekuler seperti William Montgomery Watt yang menyebutnya sebagai Muslim terbesar setelah Muhammad. Selain kesuksesannya dalam mengubah arah filsafat Islam awal Neoplatonisme yang dikembangkan atas dasar filsafat Helenistik, Dia juga membawa Islam ortodoks ke dalam ilmu tasawuf. Al Ghazali juga sering disebut sebagai Pembuktian Islam, Hiasan keimanan, atau Pembaharu agama. Dalam buku berjudul Historiografi Islam Kontemporer disebutkan, seorang penulis bernama Al Subki dalam bukunya yang berjudul Thabaqat Al Shafiyya Al Kubra pernah menyatakan, “Seandainya ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad, maka manusianya adalah Al Ghazali.” Hal ini menunjukkan tingginya ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan yang dimiliki Al Ghazali.

Pengaruh Al Ghazali baik dalam bidang agama maupun ilmu pengetahuan memang sangat besar. Karya-karya maupun tulisannya tak pernah berhenti dibicarakan hingga saat ini. Pengaruh pemikirannya tidak hanya mencakup wilayah di Timur Tengah tetapi juga negara-negara lain termasuk Indonesia dan negara barat lainnya. Para ahli filsafat barat lainnya seperti Rene Descartes, Clarke, Blaise Pascal, juga Spinoza juga mendapatkan banyak pengaruh dari pemikiran Al Ghazali.

Kebanyakan orang-orang mengenal pemikiran Al Ghazali hanya dalam bidang teologi, fiqih, maupun sufisme. Padahal dia merupakan seorang ilmuwan yang hebat dalam bidang ilmu biologi maupun kedokteran. Dia telah menyumbangkan pemikiran dan jasa yang besar dalam bidang kedokteran modern dengan menemukan sinoatrial node (nodus sinuatrial) yaitu jaringan alat pacu jantung yang terletak di atrium kanan jantung dan juga generator ritme sinus. Bentuknya berupa sekelompok sel yang terdapat pada dinding atrium kanan, di dekat pintu masuk vena kava superior. Sel-sel ini diubah myocytes jantung. Meskipun mereka memiliki beberapa filamen kontraktil, mereka tidak kontraksi. Penemuan sinoatrial node oleh Al Ghazali ini terlihat dalam karya-karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal, Ihya Ulum Al Din, dan Kimia Al-Sa'adat. Bahkan penemuan sinoatrial node oleh Al Ghazali ini jauh sebelum penemuan yang dilakukan oleh seorang ahli anatomi dan antropologi dari Skotlandia, A. Keith dan seorang ahli fisiologi dari Inggris MW Flack pada tahun 1907. Sinoartrial node ini oleh Al Ghazali disebut sebagai titik hati.

Dalam menjelaskan hati sebagi pusat pengetahuan intuisi dengan segala rahasianya, Al Ghazali selalu merumuskan hati sebagai mata batin atau disebut juga inner eye dalam karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal yang diterjemahkn oleh C. Field menjadi Confession of Al Ghazali. Dia juga menyebut mata batin sebagai insting yang disebutnya sebagai cahaya Tuhan, mata hati, maupun anak-anak hati. Kalu titik hati Al Ghazali dibandingkan dengan sinoartrial node, maka akan terlihat bahwa titik hati sebenarnya mempunyai hubungan erat dengan sinoartrial node. Dia menyebutkan bahwa titik hati tersebut tidak dapat dilihat dengan alat-alat sensoris sebab titik tersebut mikroskopis. Para ahli kedokteran modern juga menyatakan sinoartrial node juga bersifat mikroskopis.

Al Ghazali menyebutkan titik hati tersebut secara simbolis sebagai cahaya seketika yang membagi-bagikan cahaya Tuhan dan elektrik. Menurut gagasan modern, dalam satu detik, sebuah impuls elektrik yang berasal dari sinoartrial node mengalir ke bawah lewat dua atria dalam sebuah gelombang setinggi 1/10 milivolt sehingga otot-otot atrial dapat melakukan kontraksi.

Pada era modern ini para ahli anatomi menyatakan pembentukan tindakan secara potensial berasal dari hati, yaitu kontraksi jantung yang merupakan gerakan spontan yang terjadi secara independen dalam suatu sistem syaraf. Dia juga menyatakan bahwa hati itu merdeka dari pengaruh otak dalam karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal. Para pemikir modern banyak yang mengatakan, suatu tindakan kadang terjadi melalui mekanisme yang tak seorang pun tahu mengenainya. Namun Al Ghazali mengatakan, tindakan yang terjadi melalui mekanisme yang tak diketahui tersebut sebenarnya disebabkan oleh sinoartrial node. Dia juga menyatakan penguasa misterius tubuh yang sebenarnya adalah titik hati tersebut, bukanlah otak.

Al Ghazali tidak hanya menggambarkan dimensi fisik sinoartrial node tetapi dia juga menggambarkan dimensi metafisik dari sinoartrial node. Hal ini jauh berbeda dengan pandangan para pemikir sekuler yang hanya mampu menggambarkan sinoartrial node secara fisik semata. Secara metafisik, Al Ghazali menggambarkan sinoartrial node sebagai pusat pengetahuan intuitif atau inspirasi ke-Tuhanan yang bisa berfungsi sebagi peralatan untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada hambanya. Namun orang yang bisa memfungsikan sinoartrial node hanyalah orang yang telah mencapai penyucian diri sendiri atau orang yang sangat beriman kepada Allah SWT.

Dukungan Al Ghazali terhadap pengembangan ilmu anatomi dan pembedahan

Selain menemukan sinoartrial node, Al Ghazali juga memberikan sumbangan lain dalam bidang kedokteran dan biologi. Catatan sejarah menyebutkan, tulisan-tulisan Al Ghazali diyakini menjadi pendorong bangkitnya kemauan untuk melakukan studi kedokteran pada abad pertengahan Islam, khususnya ilmu anatomi dan pembedahan.

Dalam karyanya The Revival of the Religious Sciences, dia menggolongkan pengobatan sebagai salah satu ilmu sekuler yang terpuji (mahmud) dan menggolongkan astrologi sebagai ilmu sekuler yang tercela (madhmutn). Sehingga dia sangat mendorong orang-orang untuk memepelajari ilmu pengobatan. Saat membahas tentang meditasi (Tafakkur), dia menjelaskan anatomi tubuh pada sejumlah halaman bukunya secara rinci untuk menjelaskan posisi yang cocok guna melakukan kontemplasi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Al Ghazali juga membuat pernyataan yang kuat guna mendukung orang-orang untuk mempelajari ilmu anatomi dan pembedahan dalam karyanya yang berjudul The Deliverer from Error. Dia menyebutkan, naturalis (al-tabi'yun) adalah sekelompok orang yang terus-menerus mempelajari alam, keajaiban binatang dan tumbuhan. Mereka juga sering terlibat dalam ilmu anatomi maupun pembedahan (ilm at-tashriih) dari tubuh hewan. Melalui proses pembedahan itu mereka mampu merasakan keajaiban rancangan Allah SWT dan kebijaksanaan-Nya serta keajaiban-Nya. Dengan ini mereka dipaksa untuk mengakui Allah SWT merupakan Penguasa alam semesta dan siapapun bisa mengalami kematian. Tidak seorang pun dapat belajar anatomi maupun pembedahan dan keajaiban kegunaan dari bagian-bagian organ tubuh tanpa mengetahui kesempurnaan desain ciptaan Allah yang berhubungan dengan struktur (binyah) binatang maupun struktur manusia. Dengan demikian, Al Ghazali menganggap dengan mempelajari ilmu anatomi maka manusia akan sadar dengan kehebatan Allah SWT yang Maha Agung sehingga hal itu membuatnya lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Dukungan kuat Al Ghazali untuk memajukan studi tentang anatomi dan pembedahan memberikan pengaruh yang kuat dalam kebangkitan ilmu anatomi dan pembedahan yang mulai dilakukan oleh pada dokter Muslim pada abad 12 dan 13. Sejumlah dokter sekaligus ilmuwan hebat Muslim yang mulai mendorong kebangkitan ilmu anatomi dan pembedahan pada masa itu antara lain Ibn Zuhr, Ibn al-Nafis, maupun Ibn Rusyd. dya/taq

Jumat, 13 November 2009

Ternate....



Berkunjung ke Ternate adalah keinginan yg lama terpendam. kota ini merupakan kota yg unik karena berada di sebuah pulau kecil di sisi barat pulau Ternate. Kita dapat mengelilingi pulau ini yg panjangnya 42 km menyusuri sepanjang pantai pulau Ternate. Disini ada 2 danau yang magis. ada mesjid sultan dan kedaton. Ada Kafe yg dari situ dapat memandang pulau Maitara dan Tidore persis seperti yg tampak di lembaran uang 1000 Rupiah.
Biaya hidup relatif mahal, karena untuk semangkok bakso pinggir jalan seharga 15000-an. tetapi wisata kuliner disini cukup bagus. pada malam hari pelataran depan kantor gubernur di pinggir pantai ramai warung tenda yang menjual makanan minuman, ikan bakar, sate, gule, bakso dan mie. di salah satu wartend kami sempat singgah makan sate di warung Mariyam yg menurut Bunda Ketti Hi Kalla paling enak satenya.
Ada beberapa keunikan antara orang Ternate dengan Manado. hal ini karena posisi Ternate dan Manado hanya dipisahkan laut. Ternate di timur dan Manado di Barat. Orang Ternate suka makan ikan Emas dari Manado sedang orang Manado suka ikan laut dalam dari Ternate. dalam hal bahasa hanya beda dgn penggunaan kata tidak yang oleh manado menyebutnya Nyandak sedang orang Ternate menyebut Tarada.
selama 3 hari 2 malam, hanya sempat lewati jalanan kota ternate, begitu sibuknya tugas sampai g sempat jalan-jalan. singgah di masjid Sultan hanya karena ada sedikit waktu ketika menuju bandara Sultan Baabullah.
melalui tulisan ini pula ingin kami berterima kasih kepada Pak Salim atas penerimaan kami, kepada Pak Abdrahman dari GSI, kepada Ketti Hi Kalla, kepada Maskur Husain dari McGyver Otomotif, kepada senior Noho Ulidam dari Wiratama Komputer, dan teman2 lain yang tak sempat kami sebut namanya.
inilah sepenggal catatan dari perjalanan k Ternate

Rabu, 28 Oktober 2009

Jimli Katana 86
















Rabu, 03 Juni 2009

Tips: Berbicara kepada Anak-anak

Dari materi oleh: Renate Zorn
Konsultan Komunikasi, penulis "Good Conversation is for Everyone: Ten Steps to Better Conversations"
Anda mungkin tahu rasanya, bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak. Terlebih lagi, anak-anak sendiri. Berbicara kepada anak-anak, sebetulnya menyenangkan walau kadang-kadang mengesalkan. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian, mengingat pekanya perasaan mereka, mengingat masih sedikit dan sempitnya wawasan mereka, dan masih polosnya cara berpikir mereka. Di sela semua "kelemahan" itu, ada satu kekuatan terbesar yang dimiliki hanya di saat tertentu dalam hidup setiap manusia. Kekuatan yang dimiliki hanya di saat manusia masih menjadi anak-anak, yaitu daya ingat dan daya cerna yang luar biasa pesat dan hebatnya.
Berhati-hatilah.
Berhati-hatilah jika Anda bermasalah di kantor. Jangan sampai kekesalan Anda tertumpah pada diri dan perasaan mereka. Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua. Berhati-hatilah jika Anda bermasalah dengan pasangan atau keluarga Anda. Jangan sampai kemarahan Anda terlampiaskan pada perasaan dan jiwa yang masih benar-benar apa adanya. Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua. Berhati-hatilah jika jalan hidup Anda tidak sesempurna yang Anda minta. Jangan sampai kekecewaan Anda menerpa pada hati dan pikiran suci mereka. Sebab Anda akan menciptakan anak-anak yang penuh cacat dan cela di dalam jiwanya.
Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua. Berikut ini adalah tips dari seorang konsultan komunikasi yang mendalami persoalan komunikasi antar pribadi, termasuk berkomunikasi dengan anak-anak.>>
TERSENYUMLAH DENGAN TULUS PADA MEREKA
Smile! And mean it! Lebih dari 50% komunikasi Anda, dilakukan dengan bahasa tubuh termasuk ekspresi wajah. Saat berbicara kepada anak-anak, persentase itu akan bertambah. Sebab bahasa tubuhlah yang lebih mereka pahami, ketimbang bahasa intelektual Anda sebagai orang dewasa.
JANGANLAH MERENDAHKAN MEREKA
Janganlah berbicara dengan merendahkan mereka. Adalah baik untuk mengetahui terlebih dahulu, seberapa jauh pemahaman mereka tentang suatu topik. Snorklinglah sebelum diving.
GUNAKANLAH ALAT PERAGA
Gunakan sesuatu yang anak-anak dapat melihat, mendengar dan menyentuhnya. Gunakanlah alat peraga secukupnya. Tidak perlu kebanyakan dan bertaburan. Anda tahu bagaimana anak-anak. Dengan alat peraga, mereka akan lebih mudah mengingat berbagai hal. SEDERHANAKANLAH BICARA ANDA
Anak-anak akan cepat lelah dengan deskripsi yang terlalu detil, dan dengan teori serta konsep. Gunakanlah cerita, untuk mendemostrasikan informasi yang akan Anda sampaikan. Buatlah proses itu menjadi fun.
BERTANYALAH PADA MEREKA
Pertanyaan akan membuat anak-anak berpikir dan terlibat. Menjawab pertanyaan bertanya, mengutarakan pendapat, dan melakukan evaluasi, adalah lebih menyenangkan bagi mereka dalam memahami berbagai fakta.
ANTUSIASLAH DI HADAPAN MEREKA
Jadilah antusias dan enerjik. Ini akan membuat Anda dan mereka tetap terjaga dan tertarik pada topik.
PAKAILAH KACAMATA MEREKA
Anak-anak melihat berbagai hal dengan cara pandang yang berbeda. Mereka melihatnya dengan kacamata mereka, bukan kacamata Anda. Concern, prioritas dan sistem nilai mereka, juga berbeda. Temukanlah apa yang penting bagi mereka, sebelum berbicara. Doronglah mereka untuk meminta penjelasan, jika mereka tidak memahami apa yang Anda katakan.
MEREKA TIDAK PEDULI ANDA SEBAGAI PEMBICARA
Mereka, tidak peduli apakah Anda seorang pembicara yang hebat atau tidak. Apa yang mereka inginkan, hanyalah kejujuran, antusiasme, dan respek. Jika Anda melakukan kesalahan berbicara atau lupa akan sesuatu, tak perlu khawatir. Anak-anak itu menyenangkan, sebab mereka tak akan menghakimi Anda. Teruskan saja bicara Anda.
JUJURLAH PADA MEREKA
Jika Anda tidak tahu jawaban dari pertanyaan mereka, jujur saja. Tak usah Anda karang-karang jawabannya. Anak-anak, biasanya mengetahui jika Anda ngibul. Bilang saja nanti akan Anda cari jawabannya. Dan ingatlah, mereka akan menagihnya.
LIBATKANLAH MEREKA Libatkanlah mereka. Jika ada bagian dari bicara Anda di mana mereka bisa tampil ke depan, melakukan penghitungan, atau membicarakan sesuatu, berikan kesempatan itu pada mereka.
JIKA MEREKA HARUS DUDUK DAN DIAM: TEKNIK ABC
Ada saat atau sesi tertentu di mana anak-anak memang diharapkan hanya duduk dan mendengarkan. Untuk sesi seperti ini, Anda hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian.
A: Attention Span Attention span atau rentang perhatian, adalah faktor yang membedakan kemampuan mendengar, antara anak-anak dan orang dewasa. Setelah dewasa, Anda telah bisa mengembangkan kemampuan untuk lebih fokus dan lebih lama bertahan mendengarkan sesuatu. Anak-anak belum bisa sejauh itu. Perhatikanlah acara bagus untuk anak-anak di televisi. Semuanya dipecah-pecah ke dalam berbagai segmen yang pendek-pendek. Dibuat seperti itu, agar anak-anak tetap duduk dan mendengarkan. Jika anak-anak terlibat dalam suatu aktivitas yang tidak dipilihnya sendiri, mereka akan lebih enggan mendengarkan. Prediksilah secara realistis, berapa lama mereka akan tetap fokus.
B: Break it Up Jika Anda berbicara pada sekelompok anak-anak, pecahlah mereka menjadi kelompok-kelompok kecil. Jika bicara Anda akan panjang atau menyangkut beberapa isu sekaligus, pecahlah bahan bicara Anda menjadi potongan-potongan yang sederhana dan mudah dicerna.
C: Children are Still Children Seberapa pun besarnya energi dan antusiasme Anda, mereka tak akan pernah melihatnya dari perspektif Anda. Selogis apapun pernyataan Anda, mereka tak akan pernah melihatnya seperti Anda melihatnya. Cobalah untuk memasuki sudut pandang mereka, kemudian bertanyalan WIIFM (What's In It For Me?). Sebab, mereka juga punya yang namanya minat dan ketertarikan pada sesuatu.
KESIMPULAN
Sebagian besar dari kita, adalah orang-orang dewasa yang tak sempurna, manusia-manusia yang penuh dengan cacat dan cela. Sebagian besarnya, disebabkan oleh kata dan bicara para orang tua kita. Kita masih bisa merasakan bekas dan carut-marutnya. Itulah luka lama kita, yang kecil kemungkinan bisa hilang selamanya. Kita tidak akan menyalahkan para orang tua. Sebab mereka hanya berjalan sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan, sejalan dengan impian dan harapan, seiring dengan wawasan dan kemampuan. Begitulah yang telah terjadi, dan kita sudah tidak bisa apa-apa lagi, kecuali membangun masa depan. Apa yang terpenting, adalah menciptakan masa depan yang lebih baik dan makin baik. Masa depan dari anak-anak kita. Kita tak ingin mereka sama tak sempurnanya dengan kita. Kita ingin mereka lebih baik dari kita. Kita tak ingin semua cacat dan cela menggores lagi, seperti yang terjadi pada diri kita sendiri. Kita tak ingin semua itu datang dan datang lagi. Oleh sebab itu, janganlah kita ulangi kembali.
Anak-anak tetaplah anak-anak. Orang dewasa mestinya makin dewasa.

Jumat, 17 April 2009

Bang Said Getting Married


Dua hari lalu, saya di telepon teman saya dari tangerang yang sekarang lagi ada di Bandung. Teman mengabarkan bahwa ia di Bandung menemani Bang Said yang sedang mempersiapkan pernikahannya.

Ternyata memang benar, bolak baliknya bang Said dari Kepri ke Bandung karena memang ada 'gula'nya di Bandung he he he

Tapi rencana pesta hari Sabtu ini terlalu cepat karena saya jadi tidak bisa menghadirinya. coba kalo Sabtu depan, Insya Allah saya bisa hadiri, soalnya Rabu nanti Insya Allah saya Ke Bandung untuk Wisuda hari Kamis.

Yang Jelas berita ini berita baik, dan teriring doa semoga Bang Said dan Calonnya dapat menjalani kehidupan baru nanti penuh kebahagiaan selama-lamanya. Aamiin

SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU BANG, SEMOGA MENJADI KELUARGA SAKINAH MAWADDAH WARAHMAH

Rabu, 21 Januari 2009

Mindset Sukses Aa Gym 5 S

Kawan, siapapun anda pasti ingin sukses. sukses pekerjaan, sukses keluarga, sukses keuangan dan sukses yang lain.
Lalu bagaimana sih yang disebut Sukses itu?
berikut ini saya kutipkan Mindset Sukses berupa kumpulan Tausiah Aa Gym.
Aa Gym dulu 'sukses' menjadi idola semua orang, tapi sekarang apakah beliau masih sukses dalam pengertian yaang sebenarnya?

Mindset Sukses
dengan Manajemen Qolbu
Butir-butir Tausiah Aa Gym
Dikumpulkan oleh M. Zainal Abidin Mustofa

Lima (5) S
Suatu saat, adzan Maghrib tiba. Kami bersegera shalat di sebuah mesjid yang dikenal dengan tempat mangkalnya aktivis Islam yang mempunyai kesungguhan dalam beribadah. Di sana tampak beberapa pemuda yang berpakaian “khas Islam” sedang menantikan waktu shalat. Kemudian, adzan berkumandang dan qamat pun segera diperdengarkan sesudah shalat sunat. Hal yang menarik adalah begitu sungguh-sungguhnya keinginan imam muda untuk merapikan shaf. Tanda hitam di dahinya, bekas tanda sujud, membuat kami segan. Namun, tatkala upaya
merapikan shaf dikatakan dengan kata-kata yang agak ketus tanpa senyuman, “Shaf, shaf, rapikan shafnya!”, suasana shalat tiba-tiba menjadi tegang karena suara lantang dan keras itu. Karuan saja, pada waktu shalat menjadi sulit khusyu, betapa pun bacan sang imam begitu bagus karena terbayang teguran yang keras tadi.
Seusai shalat, beberapa jemaah shalat tadi tidak kuasa menahan lisan untuk saling bertukar ketegangan yang akhirnya disimpulkan, mereka enggan untuk shalat di tempat itu lagi. Pada saat yang lain, sewaktu kami berjalan-jalan di Perth, sebuah negara bagian di Australia, tibalah kami di sebuah taman. Sungguh mengherankan, karena hampir setiap hari berjumpa dengan penduduk asli, mereka tersenyum dengan sangat ramah dan menyapa “Good Morning!” atau sapa dengan tradisinya. Yang semuanya itu dilakukan dengan wajah cerah dan kesopanan. Kami berupaya menjawab sebisanya untuk menutupi kekagetan dan kekaguman. Ini negara yang
sering kita sebut negara kaum kafir.
Dua keadaan ini disampaikan tidak untuk meremehkan siapapun tetapi untuk mengevaluasi kita, ternyata luasnya ilmu, kekuatan ibadah, tingginya kedudukan, tidak ada artinya jikalau kita kehilangan perilaku standar yang dicontohkan Rasulullah SAW, sehingga mudah sekali merontokan kewibawaan dakwah itu sendiri.
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dengan berinteraksi dengan sesama ini, bagaimana kalau kita menyebutnya dengan 5 (lima) S : Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
Kita harus meneliti relung hati kita jikalau kita tersenyum dengan wajah jernih kita rasanya ikut terimbas bahagia. Kata-kata yang disampaikan dengan senyuman yang tulus, rasanya lebih enak didengar daripada dengan wajah bengis dan ketus.
Senyuman menambah manisnya wajah walaupun berkulit sangat gelap dan tua keriput. Yang menjadi pertanyaan, apakah kita termasuk orang yang senang tersenyum untuk orang lain? Mengapa kita berat untuk tersenyum, bahkan dengan orang yang terdekat sekalipun. Padahal Rasulullah yang mulia tidaklah berjumpa dengan orang lain kecuali dalam keadaan wajah yang jernih dan senyum yang tulus. Mengapa kita begitu enggan tersenyum? Kepada orang tua, guru, dan orang-orang yang berada di sekitar kita?
S yang kedua adalah salam. Ketika orang mengucapkan salam kepada kita dengan keikhlasan, rasanya suasana menjadi cair, tiba-tiba kita merasa bersaudara. Kita dengan terburu-buru ingin menjawabnya, di situ ada nuansa tersendiri. Pertanyaannya, mengapa kita begitu enggan untuk lebih dulu mengucapkan salam? Padahal tidak ada resiko apapun. Kita tahu di zaman Rasulullah ada seorang sahabat yang pergi ke pasar, khusus untuk menebarkan salam. Negara kita mayoritas umat Islam, tetapi mengapa kita untuk mendahului mengucapkan salam begitu enggan? Adakah yang salah dalam diri kita?
S ketiga adalah sapa. Mari kita teliti diri kita kalau kita disapa dengan ramah oleh orang lain rasanya suasana jadi akrab dan hangat. Tetapi kalau kita lihat di mesjid, meski duduk seorang jamaah di sebelah kita, toh nyaris kita jarang menyapanya, padahal sama-sama muslim, sama-sama shalat, satu shaf, bahkan berdampingan. Mengapa kita enggan menyapa? Mengapa harus ketus dan keras? Tidakkah kita bisa menyapa getaran kemuliaan yang hadir bersamaan dengan sapaan kita?
S keempat, sopan. Kita selalu terpana dengan orang yang sopan ketika duduk, ketika lewat di depan orang tua. Kita pun menghormatinya. Pertanyaannya, apakah kita termasuk orang yang sopan ketika duduk, berbicara, dan berinteraksi dengan orang-orang yang lebih tua? Sering kita tidak mengukur tingkat kesopanan kita, bahkan kita sering mengorbankannya hanya karena pegal kaki, dengan bersolonjor misalnya. Lalu, kita relakan orang yang di depan kita teremehkan. Patut kiranya kita bertanya pada diri kita, apakah kita orang yang memiliki etika kesopanan atau tidak.
S kelima, santun. Kita pun berdecak kagum melihat orang yang mendahulukan kepentingan orang lain di angkutan umum, di jalanan, atau sedang dalam antrean, demi kebaikan orang lain. Memang orang mengalah memberikan haknya untuk kepentingan orang lain, untuk kebaikan. Ini adalah sebuah pesan tersendiri. Pertanyaannya adalah, sampai sejauh mana kesantunan yang kita miliki? Sejauh mana hak kita telah dinikmati oleh orang lain dan untuk itu kita turut berbahagia? Sejauh mana kelapangdadaan diri kita, sifat pemaaf ataupun kesungguhan kita
untuk membalas kebaikan orang yang kurang baik?
Saudara-saudaraku, Islam sudah banyak disampaikan oleh aneka teori dan dalil. Begitu agung dan indah. Yang dibutuhkan sekarang adalah, mana pribadi-pribadi yang indah dan agung itu? Yuk, kita jadikan diri kita sebagai bukti keindahan Islam, walau secara sederhana. Amboi, alangkah indahnya wajah yang jernih, ceria, senyum yang tulus dan ikhlas, membahagiakan siapapun. Betapa nyamannya suasana saat salam hangat ditebar, saling mendo’akan, menyapa dengan ramah, lembut, dan penuh perhatian. Alangkah agungnya pribadi kita, jika penampilan
kita selalu sopan dengan siapapun dan dalam kondisi bagaimana pun. Betapa nikmatnya dipandang, jika pribadi kita santun, mau mendahulukan orang lain, rela mengalah dan memberikan haknya, lapang dada,, pemaaf yang tulus, dan ingin membalas keburukan dengan kebaikan serta kemuliaan.
Saudaraku, Insya Allah. Andai diri kita sudah berjuang untuk berperilaku lima S ini, semoga kita termasuk dalam golongan mujahidin dan mujahidah yang akan mengobarkan kemuliaan Islam sebagaimana dicita-citakan Rasulullah SAW, Innama buitsu liutammima makarimal akhlak, “
Sesungguhnya aku diutus ke bumi ini untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.***

Senin, 12 Januari 2009

Mindset Sukses dari Aa Gym

Kawan, siapapun anda pasti ingin sukses. sukses pekerjaan, sukses keluarga, sukses keuangan dan sukses yang lain.
Lalu bagaimana sih yang disebut Sukses itu?
berikut ini saya kutipkan Mindset Sukses berupa kumpulan Tausiah Aa Gym.
Aa Gym dulu 'sukses' menjadi idola semua orang, tapi sekarang apakah beliau masih sukses dalam pengertian yaang sebenarnya?

Mindset Sukses
dengan Manajemen Qolbu
Butir-butir Tausiah Aa Gym
Dikumpulkan oleh M. Zainal Abidin Mustofa

Manajemen Qolbu
Apa itu MQ? Sebenarnya tidak ada perbedaan antara MQ dengan metode dakwah Islam lainnya. di dalamnya pun tidak ada yang baru, semuanya merupakan penjabaran ajaran Islam. Hanya pembahasannya lebih diperdalam, dibeberkan dengan cara yang aktual, dengan inovasi dan kreativitas dakwah yang lebih sesuaidengan kebutuhan zaman. Inti pembelajarannya sendiri ada pada qolbu.
Di dalam tubuh ini ada akal, jasad, dan qolbu. Akal membuat orang bisa bertindak lebih efektif dan efisien dalam melakukan apa yang ia inginkan. Sedangkan tubuh bertugas melakukan apa yang diperintahkan oleh akal. Sebagai contoh, apabila akal menginginkan tubuh mampu berkelahi, maka tubuh akan berlatih agar menjadi kuat. Sayangnya, tidak sedikit orang yang cerdas, orang yang begitu gagah perkasa, tapi tidak menjadi mulia, bahkan sebagian diantaranya membuat kehinaan karena berbuat jahat. Mengapa? Sebab ada satu yang membimbing akal
dan tubuh yang belum diefektifkan, itulah qolbu.
Kita ambil contoh lain, sebuah mikrofon bisa menjadi alat provokasi kejahatan, bisa juga jadi alat dakwah dan menyampaikan ilmu, sebuah mikrofon bisa juga menjadi alat bantu berbicara sehingga menjadi fasih, itulah fungsi mikrofon.
Artinya, yang menentukan isi dari bahasa yang keluar darinya adalah qolbu. Dalam hal ini Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal daging yang jika ia baik maka baik pula yang lainnya, sebaliknya yang apabila ia jelek maka jeleklah semuanya. Dan yang dimaksud daging itu ialah Qolbu.
Jadi, yang terpenting dari manusia ternyata bukan kecerdasannya saja, tapi yang membimbing cerdasnya otak menjadi benar, yang membimbing kuatnya fisik menjadi benar. Disitulah fungsi qolbu. Oleh karenanya, menjadi cerdas belum tentu mulia, kecuali kecerdasannya dipakai untuk berbuat kebenaran. Menjadi kuat belum tentu mulia, kecuali kekuatannya di jalan yang benar.
Di dalam qolbu ini ada yang disebut potensi, faalhamahaa fujuu rahaa wa taqwaaha (QS. Asy Syams [91] : 8), "Dan diilhamkan kepadanya yang salah dan yang taqwa (benar)". Begitulah, qolbu ini punya potensi negatif dan potensi positif.
Allah telah menyiapkan keduanya dengan adil. Dan disinilah pentingnya fungsi manajemen. Manajemen secara sederhana berarti pengelolaan dan pentadhiran. Sebuah sistem dengan manajemen yang baik, dengan pengelolaan yang baik, sekecil apapun potensi yang dimiliki, Insya Allah akan membuahkan hasil yang optimal.
Negara Singapura, misalnya, tidak punya Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, bahkan untuk mencukupi kebutuhan air minumnya saja, Singapura harus mengimpornya dari Johor, Malaysia. disisi lain ternyata mereka berhasil mengelola Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, sehingga walaupun SDA-nya minim, tapi SDM-nya mampu diberdayakan secara optimal. Hasilnya, kini Singapura menjadi jauh lebih makmur daripada Indonesia yang alamnya sangat
kaya raya. Mengapa? Ya, itu tadi, karena bangsa kita lemah dalam manajemennya.
Dapat dipahami pula bahwa kita tidak berakhlak mulia bukan karena tidak punya potensi, tapi karena manajemen diri kita yang masih buruk. Sungguh kita mampu mengelola otak kita menjadi cerdas, membaca dengan kecepatan 400 kpm, memiliki daya ingat yang kuat, yakinlah itu bisa dilakukan. Kita bisa kelola fisik sehingga mampu melakukan sebuah gerakan bela diri demikian sempurna, pukulannya demikian akurat, tapi itu tidak cukup kalau hatinya tidak dikelola dengan baik. Karena semua itu tidak akan memiliki nilai positif jika hatinya tidak
dikelola dengan baik. Begitulah. Hati menentukan nilai; mulia atau hina. Jangan aneh bila ada orang cerdas, tapi tidak mulia hidupnya. Bukan karena kurang cerdas, tapi kecerdasannya tidak dibimbing oleh hatinya.
Oleh karena itulah, orang yang pandai mengelola hatinya, ketika tiba-tiba, misalnya, dihina orang, dia akan kelola penghinaan ini menjadi sesuatu yang mamfaat, "Ah, dia memang menghina, namun siapa tahu penghinaan ini bagian dari karunia Allah untuk memberitahu kekurangan saya, selain itu saya pun bisa melatih kesabaran, bedanya khan dia baru bisa menghina, saya bisa mengatakan yang baik kepadanya." Begitulah, sikap terhadap hinaan ternyata bergantung manajemen qolbunya. Saat lain ia diuji sedang sakit, lalu qolbunya kembali ia kelola dengan seoptimal-optimalnya. "Sakit bagi saya adalah proses evaluasi diri, proses pengguguran dosa", demikianlah ia pahamkan dihatinya tentang makna sakit. Akibatnya, sakit menjadi tidak menyengsarakan, melainkan penuh hikmah yang mendalam, karena dia berhasil mengelola hatinya.
Lelah, tersinggung, terhina, kekurangan uang, tertimpa penyakit, dan masih begitu banyak lagi masalah yang akan membuat orang menjadi goyah, tapi kalau terkelola hatinya, subhanallaah, ia akan tetap punya nilai produktif. Anehnya, banyak orang yang sangat sibuk memikirikan kecerdasannya, memikirkan kesehatan fisiknya, tapi sangat sedikit memikirkan kondisi hatinya. Kalaulah kita harus memilih, seharusnya kita banyak meluangkan waktu untuk memikirkan tentang qolbu ini.
Karena jika qolbu ini baik, yang lainnya pun menjadi baik, Insya Allah.***

Kunci Hidup Sukses
"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu..." (Q. S Ali Imran (3) : 160)
Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulainya ketika kita ingin segera diperjuangkan? Tampaknya tidak terlalu salah bila ada orang yang telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri, lalu menganggap dirinya
orang sukses. Mungkin juga seseorang yang gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu, tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena, ia telah memilih dunia wirausaha, lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah, sehingga mewujudlah segala buah jerih payahnya itu dalam belasan perusahaan besar yang menguntungkan.
Seorang ayah dihari tuanya tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia, sementara anak anaknya telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidupnya ketika jutaan umat telah menjadi jamaahnya yang setia dan telah menjadikannya sebagai panutan, sementara pesantrennya selalu dipenuh sesaki ribuan santri.
Pendek kata, adalah hak setiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi, dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik dirinya sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya?

Membangun Fondasi
Kalau kita hendak membangun rumah, maka yang perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adalah fondasinya. Karena, fondasi yang tidak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atapnya dibuat sekuat dan sebagus apapun.
Sering terjadi menimpa sebuah perusahaan, misalnya yang asalnya memiliki kinerja yang baik, sehingga maju pesat, tetapi ternyata ditengah jalan rontok. Padahal, perusahaan tersebut tinggal satu dua langkah lagi menjelang sukses. Mengapa bisa demikian? ternyata faktor penyebabnya adalah karena didalamnya merajalela ketidakjujuran, penipuan, intrik dan aneka kezhaliman lainnya.
Tak jarang pula terjadi sebuah keluarga tampak berhasil membina rumah tangga dan berkecukupan dalam hal materi. Sang suami sukses meniti karir dikantornya, sang isteri pandai bergaul ditengah masyarakat, sementara anak-anaknya pun berhasil menempuh jenjang studi hingga ke perguruan tinggi, bahkan yang sudah bekerjapun beroleh posisi yang bagus. Namun apa yang terjadi kemudian?
Suatu ketika hancurlah keutuhan rumah tangganya itu karena beberapa faktor yang mungkin mental mereka tidak sempat dipersiapkan sejak sebelumnya untuk menghadapinya. Suami menjadi lupa diri karena harta, gelar, pangkat dan kedudukannya, sehingga tergelincir mengabaikan kesetiaannya kepada keluarga.
Isteripun menjadi lupa akan posisinya sendiri, terjebak dalam prasangka, mudah iri terhadap sesamanya dan bahkan menjadi pendorong suami dalam berbagai perilaku licik dan curang. Anak-anakpun tidak lagi menemukan ketenangan karena sehari-hari menonton keteladanan yang buruk danmenyantap harta yang tidak berkah.
Lalu apa yang harus kita lakukan untuk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal, bahwa tiada kesuksesan yang sesungguhnya, kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan, maka segala aspek yang berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip, yakni sukses dengan dan karena pertolongan-Nya.
Inilah yang dimaksud dengan fondasi yang tidak bisa tidak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan mernara gading kesuksesan.

Sunnatullah dan Inayatullah
Terjadinya sesoang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yang tidak diharapkannya, ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah artinya sunnah-sunnah Allah yang mewujud berupa hukum alam yang terjadinya menghendaki proses sebab akibat, sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studinya tepat waktu dan dengan predikat memuaskan.
Keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam belajarnya, mempersiapkan fisik dan pikirannya dengan sebaik-baiknya, lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajarnya sedemikian rupa, sehingga melebihi kadar dan cara belajar yang dilakukan rekan-rekannya. Dalam konteks sunnatullah, sangat mungkin ia bisa meraih apa yang dicita-citakannya itu.
Akan tetapi, ada bis yang terjatuh ke jurang dan menewaskan seluruh penumpangnya, tetapi seorang bayi selamat tanpa sedikitpun terluka. Seorang anak kecil yang terjatuh dari gedung lantai ketujuh ternyata tidak apa-apa, padahal secara logika terjatuh dari lantai dua saja ia bisa tewas. Sebaliknya, mahasiswa yang telah bersungguh-sungguh berikhtiar tadi, bisa saja gagal total hanya karena Allah menakdirkan ia sakit parah menjelang masa ujian akhir studinya, misalnya. Segala yang mustahil menurut akal manusia sama sekali tidak ada yang mustahil bila
inayatullah atau pertolongan Allah telah turun.
Demikian pula kalau kita berbisnis hanya mengandalkan ikhtiar akal dan kemampuan saja, maka sangat mungkin akan beroleh sukses karena toh telah menetapi prasyarat sunnatullah. Akan tetapi, bukankah rencana manusia tidak mesti selalu sama dengan rencana Allah. Dan adakah manusia yang mengetahui persis apa yang menjadi rencana Nya atas manusia? Boleh saja kita berjuang habishabisan karena dengan begitu orang kafirpun toh beroleh kesuksesan. Akan tetapi, kalau ternyata Dia menghendaki lain lantas kita mau apa? mau kecewa? kecewa
sama sekali tidak mengubah apapun. Lagipula, kecewa yang timbul dihati tiada lain karena kita amat menginginkan rencana Allah itu selalu sama dengan rencana kita. Padahal Dialah penentu segala kejadian karena hanya Dia yang Maha Mengetahui hikmah dibalik segala kejadian.

Rekayasa Diri
Apa kuncinya? Kuncinya adalah kalau kita menginginkan hidup sukses di dunia, maka janganlah hanya sibuk merekayasa diri dan keadaan dalam rangka ikhtiar dhahir semata, tetapi juga rekayasalah diri kita supaya menjadi orang yang layak ditolong oleh Allah. Ikhtiar dhahir akan menghadapkan kita pada dua pilihan, yakni tercapainya apa yang kita dambakan - karena faktor sunnatullah tadi - namun juga tidak mustahil akan berujung pada kegagalan kalau Allah
menghendaki lain.
Lain halnya kalau ikhtiar dhahir itu diseiringkan dengan ikhtiar bathin. Mengawalinya dengan dasar niat yang benar dan ikhlas semata mata demi ibadah kepada Allah. Berikhtiar dengan cara yang benar, kesungguhan yang tinggi, ilmu yang tepat sesuai yang diperlukan, jujur, lurus, tidak suka menganiaya orang lain dan tidak mudah berputus asa. Senantiasa menggantungkan harap hanya kepada Nya semata, seraya menepis sama sekali dari berharap kepada makhluk. Memohon dengan segenap hati kepada Nya agar bisa sekiranya apa-apa yang tengah diikhtiarkan itu bisa membawa maslahat bagi dirinya mapun bagi orang lain, kiranya Dia berkenan menolong memudahkan segala urusan kita. Dan tidak lupa menyerahkan sepenuhnya segala hasil akhir kepada Dia Dzat Maha Penentu segala kejadian.
Bila Allah sudah menolong, maka siapa yang bisa menghalangi pertolongan-Nya? Walaupun bergabung jin dan manusia untuk menghalangi pertolongan yang diturunkan Allah atas seorang hamba Nya sekali-kali tidak akan pernah terhalang karena Dia memang berkewajiban menolong hamba-hambaNya yang beriman.
"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan) maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal" (QS Ali Imran (3) : 160).

Kunci Pengokoh Jiwa
1. SIAP
Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali sehingga aku tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. Ikhtiar yang disertai niat yang sempurna itulah tugasku, perkara apapun yang terjadi kuserahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Tahu yang terbaik
bagiku.
Aku harus sadar betul bahwa yang terbaik bagiku menurutku belum tentu terbaik bagiku menurut Allah, bahkan mungkin aku terkecoh oleh keinginan harapanku sendiri. Pengetahuanku tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya. Sehingga betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetapi hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku.
2. RELA
Realitas yang terjadi yaa... inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kujalani. Emosional, sakit hati, dongkol, atau apapun yang membuat hatiku menjadi kecewa dan sengsara harus segera kutinggalkan karena dongkol begini, tidak dongkol juga tetap begini. Lebih baik aku menikmati apa adanya. Lubuk hatiku harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh dan pikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini.
Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Maka yang harus kulakukan adalah mencari ayam, cakweh, kacang polong, kecap, seledri, bawang goreng dan sambal agar bubur ayam spesial tetap dapat kunikmati.
3. MUDAH
Meyakini bahwa hidup ini bagai siang dan malam yang pasti silih berganti. Tak mungkin siang terus menerus dan tak mungkin juga malam terus menerus. Pasti setiap kesenangan ada ujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya. Aku harus sangat sabar menghadapinya.
Ujian yang diberikan oleh Allah Yang Maha Adil pasti sudah diukur dengan sangat cermat sehingga tak mungkin melampaui batas kemampuanku, karena ia tak pernah menzhalimi hamba-hamba-Nya.
Dengan pikiran buruk aku hanya semakin mempersulit dan menyengsarakan diri. Tidak, aku tidak boleh menzhalimi diiku sendiri. Pikiranku harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional. Aku tak boleh terjebak mendramatisir masalah. Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan. Tak boleh lari dari kenyataan, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya menambah permasalahan. Semua harus tegar kuhadapi dengan baik, aku tak boleh menyerah, aku tak boleh kalah.
Harusnya segala sesuatu itu ada akhirnya. Begitu pun persoalan yang kuhadapi, seberat apapun seperti yang dijanjikan Allah “Fa innama’al usri yusran, inna ma’al usri yusran” dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh Allah. Karena itu aku tak boleh mempersulit diri.
4. NILAI
Nasib baik atau buruk dalam pandanganku mutlak terjadi atas izin Allah dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia. Ini pasti ada hikmah. Sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya bila disikapi dengan sabar dan benar.
Lebih baik aku renungkan kenapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku. Bisa jadi sebagai peringatan atas dosa-dosaku, kelalaianku, atau mungkin saat kenaikan kedudukanku di sisi Allah. Aku mungkin harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus
kuperbaiki. Itibar dari setiap kejadian adalah cermin pribadiku. Aku tak boleh gentar dengan
kekurangan dan kesalahan yang terjadi. Yang penting kini aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.
5. AHAD
Aku harus yakin bahwa walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tak mungkin terjadi apapun tanpa izin-Nya. Hatiku harus bulat total dan yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa hanya Allahlah satu-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan.
Allah Mahakuasa atas segala-galanya karena itu tiada yang mustahil bila Dia menghendaki. Dialah pemilik dan penguasa segala sesuatu, sehingga tiada yang sanggup menghalangi jika Dia berkehendak menolong hamba-hamba-Nya. Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya.
Dengan demikian maka aku harus benar-benar berjuang, berikhtiar mendekati- Nya dengan mengamalkan apapun yang disukainya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar mahluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya.
"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi rizki dari arah yang tak diduga, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya." (QS [65] : 2-3)
[bersambung]

Selasa, 30 Desember 2008

Namanya Pak DFS

Sengaja saya pakai Inisial, saya tidak ingin tulisan ini akan mengganggu Beliau, tetapi saya juga ingin bercerita tentang sesuatu hal dari beliau yang tidak ada pada orang lain.
Beliau adalah orang Ciamis, menurut penuturannya. datang ke kota Bandung setelah tamat SMA bersama 2 temannya. beliau juara 1, EM juara 2 dan NS juara 3. tetapi perjalanan berikutnya ketika telah sama-sama dosen justru NS duluan Professor, baru EM dan terakhir insya Allah beliau juga akan Professor setahun sebelum pensiun.
sebagai mahasiswa beliau masuk pada tahun 1964, dimana setahun kemudian aktivis mahasiswa menguasai kampus sebagai buntut gerakan anti Komunis. waktu itu mahasiswa benar-benar berkuasa bahkan sampai mengabsen para dosen. dosen yang terlibat dengan sendirinya akan menghindar dan kemudian hilang dari peredaran.
sebagai mahasiswa beliau tidak masuk kelompok kiri tetapi juga tidak ikut-ikut kelompok kanan. beliau orang netral. bukan tidak punya pendirian tetapi karena beliau takut dengan kondisi yang tidak beliau ketahui mau kemana ujung keadaan itu.
sikap beliau ini ternyata berdampak dalam perjalanan karis beliau, ketika diadakan pemilihan dekan di lingkup fakultas beliau, mayoritas peserta memilih beliau sebagai dekan, tetapi keputusan Rektor kemudian ternyata mengangkat nomor 3 sebagai Dekan, dan bukan beliau.
ketika beliau menanyakan keputusan tersebut, ternyata jawabannya adalah karena beliau tidak masuk dalam peta. jadi mereka yang dulu aktivis dalam pergerakan awal orba itulah yang kemudian masuk peta untuk kemudian diangkat dalam posisi strategis.
Rumah beliau.
Kami awalnya datang ke rumah beliau, sebagai mahasiswa pasca yang akan meminta bimbingan tesis. beliau menyambut kami di rumahnya layaknya teman, dan bukan sebagai mahasiswa. bahkan karena istri beliau lagi keluar dan beliau tidak mempekerjakan pembantu, beliau sendiri yang membuatkan kami kopi, mengantarkannya dan kemudian kami minum sama-sama.
hal yang membuat saya kagum dalam hati akan kerendahan hati beliau. biasanya dalam cerita-cerita mahasiswa, mengalami kesulitan bertemu dengan dosen pembimbing, ketemupun kita sudah akan dibantai dengan koreksi kritis yang menelanjangi kebodohan kami. tapi tidak. beliau menyambut kami, menjamu kami, berdiskusi dengan kami, bercerita ttg pengalaman beliau dan tidak menggurui, seolah kami ini temannya.
Sebenarnya bukan saya yang bimbingannya, teman saya. tapi seolah saya yang menikmati kemudahan ini. tidak perlu bolak-balik lagi. yang kalau kembali belum tentu langsung ditanda-tangani. ini sekali maju langsung ACC.

Selasa, 23 Desember 2008

Namanya Siti Humairah







Ya itulah nama anakku.

Nama itu muncul sebelumnya dengan tulisan Siti Khumaerah, sebutan yang menurutku tepat, enak disebutkan dan terasa ada gregetnya. Tapi ternyata, setelah kutuliskan dalam formulir askes, Mami bilang kalau tidak ada huruf 'e' dalam tulisan arab. jadi mestinya Siti Khumairah. persoalan berikutnya yang masih samar adalah apakah kh atau H. Kak Caad yang kutelepon tanyakan ejaan yang benar belum sempat memberikan jawaban dan tidak sempat aku telepon balik. Namun pada hari ke-7 ketika Ia di Aqiqah, Uztadzah yang mendoakannya menuliskan namanya diatas kertas dengan tulisan arab menggunakan huruf Ha dan bukan Kha. Jadi namanya menjadi Siti Humairah.

Nama itu muncul ketika pada hari Senin, Mami memijat Airah sebelum dimandikan, kulihat muka Airah memerah, bahkan sekujur tubuhnya yang dipijat juga merah. maka terlintaslah dengan spontan nama Humairah itu dalam pikiranku, dan langsung memanggilnya dengan Humairah.

Humairah adalah panggilan cinta Rasulullah SAW kepada istrinya. Rasulullah memanggil istrinya dengan pujian, dengan kata Ya Humairah, oleh karena istri yang mencintainya itu selalu pipinya kemerahan jika berhadapan dengan Rasulullah. Ya, ia lahir karena cinta, dan dengan cinta itulah ia Insya Allah akan dibesarkan.

Nama Siti adalah pilihan Mami, Jika laki-laki maka beri nama Muhammad dan jika perempuan maka beri nama Siti. Siti dan bukan Sitti. Aku sempat bercanda dengannnya dengan menyebut Sitti, dan ia segera membantahnya "Siti, bukan Sitti", demikian sanggahnya. aku bilang "kenapakah kalau Sitti? dia kan orang Bugis, bukan orang Jawa. kalau orang Bugis itu dipanggilnya dengan Sitti". tapi ia membantahnya lagi "bukan begitu, ia orang Indonesia, jadi pakai Siti" aku ketawa dalam hati dan tidak ingin membantahnya lagi.

Jauh sebelum ia lahir, Mami sudah merencanakan sebuah nama untuk anaknya, ketika hasil USG menunjukkan kalau ia kayaknya perempuan, Ia sebutkan nama Siti Masyita. Masyita adalah seorang hamba Allah yang sangat taat kepada Allah. aku setuju dengan itu. Mami kemudian sempat menyebut nama lain seperti Zurraidah, tapi itupun tidak jadi. mungkin karena melihat respon saya yang kurang antusias. meskipun aku mengatakan kalau aku serahkan kepada dia untuk memberi nama putrinya. dalam kondisi ketidak pastian untuk nama anakku itu, aku sempat menyebutkan nama Siti Fatimah, tapi giliran ia yang kurang antusias, barangkali karena ada tantenya yang bernama begitu juga ada temannya bernama sama. kayaknya seperti yang saya rasakan juga nama Masyita adalah nama seorang saya kenal pula.

Tapi ketika aku menyebutkan nama Siti Khumaerah, yang spontan keluar dari mulutku ketika aku menyaksikan ia memijat Airah. ia nampak setuju. Anakku yang kutanya apakah ia setuju dengan nama itu untuknya, ia diam, berarti ia setuju juga. Nama itulah yang kemudian jadi setelah ada perbaikan.

Nama panggilan Airah adalah pilihan Mami. banyak yang bisa muncul dari nama itu, bisa Rara, Uma atau yang lain, tapi Mami menyebut Airah, dan saya setuju. Sama-sama di mulai dengan huruf A seperti nama panggilan kakaknya Adid. Adid dan Airah dua anakku kini.

Dalam hari-hari berikutnya, aku jadi teringat dengan orang-orang yang saya kenal dengan nama mirip itu. apakah nama mereka juga asalnya dari kata Humairah itu juga? saya tidak tahu. Hamriah adalah nama temanku ketika kuliah D3 dulu. ia adalah sahabatku. bahkan hingga selesai, meskipun lama aku tidak pernah ketemu lagi. tapi 3 minggu lalu ia sempat menghubungiku, ia bicara lama denganku. cerita panjang lebar. tentang posisinya sekarang. tentang teman-teman kuliah dulu yang sering ke rumahnya. rumahnya adalah tempat kumpul teman-teman. aku bilang salamku kepada teman2. Humriah adalah nama guruku di SMP dulu, beliau guru geografi yang ketika awal belajar saya selalu dapat nilai rendah, memukul batin saya kenapa bisa dapat nilai rendah. karena itu aku belajar keras dan kemudian mengubah nilaiku menjadi tinggi. sayang beliau kemudian pindah ke Makassar dan kami kehilangan beliau. Bahkan sampai sekarang aku belum pernah ketemu beliau.

Tapi tidak nama Humairah. tidak ada yang saya kenal dengan Nama Humairah. Tidak seperti Masyita, Fatimah dan Zuraidah. nama semua itu bagus tapi bukan nama anakku.

Kini, ketika umurnya baru 10 hari, aku harus meninggalkannya. tidak seperti kakaknya yang kutinggalkan pertama kali ketika umurnya sudah 4 bulan untuk 4-7 hari. Airah kutinggalkan untuk mungkin 1 bulan kedepan. Kutinggalkan mereka bertiga di Makassar bersama Kakek dan Neneknya. Aku harus pergi untuk menyelesaikan yang tertunda. aku harus pergi untuk menuntaskan kuliah. berharap dapat menyelesaikan semuanya dalam satu bulan ini, mungkinkah? mohon doanya semua

Kamis, 18 Desember 2008

Kelahiran Airah


Airah ......

Jumat 12 Desember 2008 menjadi hari bersejarah bagiku, bagi keluargaku.
telah lahir dengan selamat Anakku yang kedua seorang putri yang subhanallah Manis dan Cantik
barangkali setiap orang tua akan berkata demikian terhadap anaknya. yang pasti membahagiakan kami berdua dan keluarga

Airah, lahir jam 6.43 pagi. ini lebih cepat dari yang kami sangka. lebih lagi lahir normal tidak lewat jendela. doa kami terkabul, keinginan kami terpenuhi. usaha kami sampai.

sejak kehamilan kedua ini, kami terus mencari informasi dan berusaha agar bisa melahirkan normal, meskipun dari buku "petunjuk medis bagi ibu hamil" menyatakan bahwa jika partus pertama dengan cara sectio maka berikutnyapun akan begitu. Mama juga mengatakan hal senada. tapi kami tidak putus asa, tetap ada kemungkinan untuk melahirkan normal.

sebuah tayangan TV di menampilkan acara tentang melahirkan tanpa rasa sakit dengan hypnobirthing. topik ini menarik karena sudah pasti melahirkan itu sakit, bahkan sangat sakit. apakah bisa melahirkan tanpa rasa sakit?. akhirnya siangnya saya meluncur ke toko buku mencari buku tersebut, saya perkirakan harganya seratusan, tpi saya tidak peduli, dibandingkan dengan sakitnya melahirkan tentu tidak seberapa. aku mendapatkannya, harganya 35.000. aku bersyukur bukan cuma telah mendapatkannya tapi juga harganya yang tidak mahal.

Ketika pulang kembali makassar, dengan segera buku tersebut aku berikan, berikut petunjuk relaksasinya yang dari CD, aku copykan ke MP4. dengan demikian, mami bisa membacanya dan dapat mendengarkan petunjuk relaksasinya dengan mudah. di dalam MP4 tersebut selain bimbingan relaksasi, juga ada tartil Jus Amma, Asmaul Husna dari ESQ, lagu Islami dan lainnya. Mami punya banyak pilihan mendengarkan lagu. yang paling dirasakan Mami untuk menenangkan diri adalah Asmaul Husna. Ia benar-benar merasakan manfaatnya, bagaimana terhubung dengan Allah SWT secara langsung.

Aku melihat perjuangan Mami melahirkan begitu berat. begitu beratnya hingga ia sempat minta di operasi saja, begitu gak tahannya dengan rasa sakit itu. tapi ternyata itu dipicu oleh dokter jaga di rs. sejak jam 00.00 Mami sudah merasakan sakit selama 1 menit dan jeda 6 menit. ketika sampai di RS sekitar jam 1, bidan yang memeriksanya katanya sudah pembukaan 3. jam 2 saya tinggalkan Dia di ruang bersalin dan pergi tidur sesuai perintahnya. Jam 4, saya dibangunkan oleh seorang penunggu, yang dimintai tolong oleh Mami di ruang bersalin. Saya yang tengah tidur di ruang tunggu lantai 2, segera menuju ruang bersalin. saya lihat Mami sudah sangat kesakitan. Ia minta saya agar ia dioperasi. saat aku menghadap ke petugas jaga, petugas katakan bahwa sayang jika akan dioperasi soalnya kemajuan persalinannya sangat bagus, apalagi untuk operasi bukan cuma 1 dokter tapi tim dokter, dari berbagai keahlian dan mengumpulkannya lama. Aku kembali ke Mami dan mengatakan dengan sedikit berbohong bahwa sedang dipersiapkan permintaannya.

Mengapa Mami minta operasi? dokter jaga yang memeriksanya sebelumnya mengatakan bahwa kemajuannya baru naik 1, padahal dengan selang waktu yang sudah 3 jam harusnya sudah lebih dari itu, Mami sudah sangat kesakitan. karena kemajuan pembukaan untuk anak kedua selang 1 jam, ini beda untuk anak pertama yangs selang 2 jam-an. Jadi seharusnya sudah cukup bagus kemajuan persalinannya. oo ternyata itu.
Jam 6 pagi dokter Leni yang sedang ambil spesialis kebidanan melakukan inspeksi, saya yang sedang mendampingi Mami disuruh keluar karena akan diperiksa, tetapi tidak lama saya menunggu di luar kamar bersalin, saya dipanggil masuk. oleh dokter Leny dijelaskan bahwa kondisi Mami sudah lengkap untuk melahirkan Normal. Jadi Ia meminta pendapat saya, dan tentu saja saya segera mengiakan. saya beruntung dapat mendampingi Mami melahirkan, sebelum melahirkan saya cium kening Mami dengan segenap perasaan saya sambil membisikkan agar ia kuat, ia bertahan, ia ikuti petunjuk dokter, bernapas dengan perut, tahan dan keluarkan dengan perlahan, sesuai dengan petunjuk relaksasi.
Dalam 1 jam berikutnya merupakan kejadian yang tak akan terlupakan, detik-detik kelahiran anakku aku saksikan semua. Anakku lahir perempuan dan sehat, ia menangis sesaat setelah lahir. dokter mengatakan kondisi bayi sehat. stelah ari-ari dipotong oleh dokter. Ia kemudian dibawa ke ruang bayi normal untuk dibersihkan oleh perawat. saya yang telah mendapat resep segera meluncur ke apotik untuk membeli benang. Mami masih dengan kondisi lemah mencoba mengatur diri, menenangkan diri setelah perjuangan yang maha berat itu, "melahirkan", dengan cara normal. Saya dan Mami belum sempat memikirkan bahwa ternyata bisa lahir normal.
perasaan saya melambung. tangan saya gemetar. badanku diam tapi bergejolak. didalam dadaku bergemuruh berbagai perasaan. namun aku berusaha mengendalikan diri, bersyukur berkali-kali, tetap fokus dengan apa yang harus aku lakukan.
Segera saya turun ke halaman RS, mengambil motor, keluar ke kiri menuju atm bni, mengambil uang 1 juta dan kembali ke kearah RS pelamonia, di tengah jalan sebelum lampu merah tanpa sadar keluar dari mulutku "kulawanko hujan". saya mengendarai motor hanya dengan baju kaos tanpa baju dalam, di pagi yang hujan gerimis dan dingin yang biasanya tak bisa kuhadapi. pagi itu dengan sombong aku menantang pagi yang gerimis, kulawan segala dingin, kuhadapi semuanya.

Sesaat setelah kuucapkan kata-kata itu, aku segera istighfar, hinggap rasa takut akan Tuhan, betapa aku telah sombong, sekaligus menyadari betapa saya berada dalam kondisi yang super biasa. aku bergegas ke apotik, membeli benang dan sebotol kecil pocari. ketika sampai saya mendapat pujian dari suster, "cepatnya tawwa". pocari yang sudah kuminum sebagian diminta oleh Mami yang melahapnya habis dengan cepat.
Catatan : cerita saya tulis untuk berbagi kepada siapapun yang sempat membaca blog ini, mudah2an dapat diambil hikmah pengalaman kami ini.

Rabu, 19 November 2008

Adalah waktu yang terus berjalan dan tak mungkin kembali
betapa sia-sianya hidu, hanya karena diam tak bergerak
sekarang 19 Nopember 2008
ha!
tak kusangka 11 bulan hampir habis di tahun ini
dan...
apa yang telah kucapai
apa yang seharusnya kucapai
apa yang telah kulewatkan
Ha!
dunia berputar dan terus berputar
waktu berjalan dan tak mungkin kembali
HA!
Apa yang harus kulakukan
Apa yang akan kulakukan
..............................

Popular Posts